cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2019)" : 6 Documents clear
Kepekaan Mikrobiota Akne Terhadap Antibiotik Pada Pelajar SMA Penderita Akne Derajat Sedang-Berat Di Mataram, Nusa Tenggara Barat Yunita Hapsari; Dedianto Hidajat; Farida Hartati
Jurnal Kedokteran Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v8i1.325

Abstract

Latar Belakang: Antibiotik merupakan terapi utama penatalaksanaan Akne vulgaris derajat sedang-berat namun peningkatan prevalensi resistensi mikrobiota akne merupakan tantangan bagi keber-hasilan terapi. Identifikasi dan pola kepekaan bakteri pada akne di Mataram, NTB belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri pada lesi akne derajat sedang-beratdan kepekaannya terhadap antibiotik yang bermanfaat sebagai pedoman penatalaksanaan akne di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel diperoleh dari 43 pelajar SMA penderita akne derajat sedang-berat. Isolat diambil dari lesi akne, dikultur dalam kondisi aerobik dan anaerobik, diidentifikasi dan diuji kepekaannya terhadap beberapa antibiotik. Hasil: Subjek terdiri dari 25 laki-laki (58,1%) dan 18 perempuan (41,9%) dengan dominan Acne vulgaris derajat sedang (98%). Identifikasi bakteri didapatkan S. epidermidis (48.8%), S. aureus (27.9%), Bacillus cereus (14%), dan Bacillus subtilis (2.3%), Providencia stuartii (4.7%) dan Aeromonas veronii (2.3%). Kepekaan Staphylococci terhadap levofloksasin (97%), ciprofloksasin (95%), tetrasiklin, doksisiklin dan kotrimoksasol (90.0%). Resistensi tertinggi didapatkan pada azitromisin (24.2%), eritromisin (21.2%), dan klindamisin (18.2%). Staphylococci merupakan penyebab utama Akne vulgaris yang ditandai dominasi Firmicutes dan Proteobacteria pada isolat pasien akne. Pada akne, Staphylococci telah dilaporkan resistensinya terhadap golongan β-Laktam, Makrolida, Klindamisin dan Gentamisin. Resistensi diperankan oleh gen erm(C) dan gen MLSB− yang menyebabkan resistensi terhadap makrolida, dan klindamisin. Kesimpulan: S. epidermidis dan S. aureus merupakan bakteri utama pada lesi akne derajat sedang-berat dengan kepekaan yang baik terhadap levofloksasin, ciproflokasin, tetrasiklin, doskisiklin dan kotrimoksasol namun resisten terhadap azitromisin, eritromisin dan klindamisin.
Hubungan Kepribadian dengan Kontrol Glikemik Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Emmy Amalia; Suksmi Yitnamurti; Sony Wibisono
Jurnal Kedokteran Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v8i1.326

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang paling umum diderita orang dewasa dengan angka kematian yang besar akibat komplikasi, sehingga penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kontrol glikemik pada pasien DM, salah satunya faktor kepribadian. Selama ini, peran kepribadian relatif diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara unsur kepribadian dengan kontrol glikemik pasien DM tipe 2 di Unit Rawat Jalan Poli Diabetes RSUD dr. Soetomo. Metode: Penelitian analitik observasional cross sectional dengan metode consecutive sampling terhadap pasien DM tipe 2 yang berkunjung ke Unit Rawat Jalan Poli Diabetes RSUD Dr Soetomo Surabaya. Instrumen yang digunakan meliputi skala Personality Psychopathology Five (PSY-5) Tes Kesehatan Mental Indonesia (TKMI), Perceived Stress Scale (PSS), dan kadar HbA1c darah. Data disajikan dalam tabel dan grafik dengan uji regresi logistik ganda dan analisis statistik menggunakan SPSS 19.0. Hasil: Skor unsur psychoticism pasien DM tipe 2 di Poli Diabetes RSUD Dr. Soetomo Surabaya lebih tinggi dari unsur kepribadian lain (mean 57,54; median 56; skor terendah 38; skor tertinggi 93); 59,8% pasien mempunyai tingkat perceived stress sedang; 77% pasien mempunyai kadar HbA1c yang tidak terkontrol; unsur kepribadian psychoticism secara bermakna berhubungan dengan perceived stress (p 0,031; β 0,064) dan unsur kepribadian discontraint secara bermakna berhubungan negatif dengan perceived stress (p 0,018; β -0,108); didapatkan hubungan negatif antara perceived stress dengan kontrol glikemik (p 0.001; β -3,571). Kesimpulan: Kepribadian berhubungan dengan kontrol glikemik pada pasien DM tipe 2 di unit rawat jalan Poli Diabetes RSUD Dr. Soetomo Surabaya melalui perceived stress.
Gambaran Kasus Diare Akut pada Anak di Bawah 5 tahun yang dirawat Inap di RSU Provinsi NTB Tahun 2015 Devi Chandra Juvitha; Lina Nurbaiti; Dewi Suryani
Jurnal Kedokteran Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v8i1.328

Abstract

Latar Belakang: Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara. Riskesdas menyatakan pada tahun 2007 penyebab kematian nomor satu pada bayi (31,4%) dan pada balita (25,2%) adalah penyakit diare. Berdasarkan surveilans terpadu penyakit berbasis puskesmas yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Mataram tahun 2013-2014, diare masih merupakan penyakit infeksi terbanyak kedua yang ditemukan di masyarakat. Tahun 2013 (6.477 kasus),Tahun 2014, (5.820 kasus). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif dan mengguakan data sekunder (rekam medis) untuk mengetahui gambaran kasus diare akut pada anak usia di bawah 5 tahun yang dirawat inap di RSU Provinsi NTB pada tahun 2015 Hasil: Pada tahun 2015 didapatkan jumlah pasien balita yang di rawat inap di RSU Provinsi NTB sebanyak 642 pasien, dengan jumlah pasien yang dirawat inap dengan penyakit diare sebanyak 118 kasus (18,38%). Sebanyak 101 kasus (15,73%) diare akut dan 17 kasus (2,64%) diare kronis atau persisten, dengan kelompok usia paling banyak yaitu pada 13-24 bulan (37,6%), sebagian besar terjadi pada anak laki-laki (67,3%). Median durasi lamat rawat inap di RS yaitu 4 hari. Derajat dehidrasi balita diare akut paling banyak dengan dehidrasi sedang (67,3%). Status gizi pasien diare akut padabalita paling banyak dengan status gizi baik (80,2%). Kesimpulan: Sebanyak 101 kasus diare akut pada balita yang di rawat inap di RSU Provinsi NTB dengan kelompok usia paling banyak yaitu pada 13-24 bulan dan sebagian besar pada anak laki-laki. Median durasi lama rawat inap di RS yaitu 4 hari. Paling banyak dengan dehidrasi sedang. Sebagian besar dengan status gizi baik.
Tingkat Akurasi Pemeriksaan Sistouretrografi Bipolar berdasarkan Klasifikasi Goldman pada Trauma Uretra dan Kesesuaian Diagnosis Pascaoperasi Novia Andansari; Ahmad Taufik; Bambang Prijanto
Jurnal Kedokteran Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v8i1.329

Abstract

Latar belakang: Trauma uretra merupakan suatu kegawatan urologi, biasanya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari ketinggian yang menyebabkan morbiditas jangka panjang yang signifikan diantaranya adalah inkontinensia dan impotensi, maka dari itu pencitraan uretra yang lengkap sangat penting dibuat untuk evaluasi dan rencana terapi yang akan dilakukan. Sistem klasifikasi menurut Goldman membagi trauma uretra menjadi 6 tipe berdasarkan lokasi ruptur, dan dengan klasifikasi diharapkan dapat membantu untuk memprediksikan integritas dari mekanisme berkemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai diagnostik pemeriksaan sistouretrografi bipolar menurut klasifikasi Goldman dalam menentukan lokasi dan jenis kelainan pada trauma uretra di RSUD Provinsi NTB periode Maret 2018-September 2018. Metode: Data pemeriksaan sistouretrografi bipolar pasien trauma uretra sebanyak 20 pasien yang didapat dari expertise yang tercantum di rekam medis periode Maret 2018-September 2018. Lalu oleh peneliti seluruh data tersebut diklasifikasikan menurut Goldman dan dilakukan uji diagnostik terhadap hasil diagnosis yang juga telah diklasifikasikan menurut Goldman oleh peneliti. Hasil: Berdasar kelompok menurut umur maka terbanyak pada rentang 26-45 tahun. Pada uji diagnostik didapatkan sensitivitas 100%, spesifisitas 93%, akurasi 75%, nilai prediksi positif 50%, nilai prediksi negatif 100% dengan jumlah n sebesar 20. Sedangkan berdasarkan tipe trauma, sensitivitas tertinggi adalah pada tipe I (n:14), spesifisitas tertinggi pada II (n:2), serta akurasi tertinggi pada II (n:2) Kesimpulan: Pemeriksaan sistouretrografi bipolar dengan klasifikasi Goldman memiliki sensitivitas, spesifisitas dan akurasi yang tinggi untuk mendeteksi trauma uretra.
Tasigna Induced Musculoskeletal Disorder pada Pasien Chronic Myeloid Leukemia Indah Sapta Wardani
Jurnal Kedokteran Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v8i1.330

Abstract

Chronic myeloid lekemia (CML) merupakan salah satu jenis leukemia yang banyak dijumpai pada usia dewasa. Tasigna (Nilotinib) merupakan salah satu pengobatan yang digunakan sebagai target terapi pada CML. Efek samping Tasigna jarang ditemui dan sampai saat ini patogenesisnya belum jelas. Dalam naskah ini dilaporkan sebuah kasus seorang laki-laki 34 tahun yang telah tegak dengan CML fase kronis berdasarkan pemeriksaan sitogenetik dengan BCR-ABL Ph+ dan mendapat targeted therapy Tasigna yang merupakan suatu multiprotein kinase inhibitor dengan target menghambat autofosforilasi BCR-ABL, dengan dosis 2x300 mg. Dalam perjalanannya pasien mengalami suatu efek samping terapi yang bermanifestasi berupa perdarahan yang disebabkan oleh trombositopenia yang diinduksi oleh Tasigna dan manifestasi muskuloskeletal yang kemungkinan disebabkan oleh gangguan keseimbangan elektrolit dan mineral, yang membaik dengan penundaan pemberian Tasigna selama perawatan. Tata laksana pasien dilakukan penghentian pemberian Tasigna dan diberikan terapi suportif. Pemberian kembali Tasigna dipertimbangkan apabila efek samping yang ada telah hilang. Bila efek samping menetap, berat, atau muncul pada pemberian ulang, dianggap pasien tersebut tidak toleran terhadap Tasigna dan harus diganti dengan agen target terapi yang lain.
Tumor Spinal Intradural Ekstramedula Bambang Priyanto; Rohadi; Bayu Fidaus Siradz
Jurnal Kedokteran Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v8i1.331

Abstract

Tumor pada spinal adalah kasus yang langka, hanya sekitar 15% dari seluruh kasus tumor sistem saraf pusat dan 90% kasusnya terjadi pada usia >20 tahun, usia yang produktif bagi seseorang. Tumor spinal dapat tumbuh di luar dura (ekstradural) atau di dalam lapisan dura (intradural). Tumor intradural-intramedula hanya 5%. Schwanoma merupakan jenis yang tersering (53,7%) dengan insidensi laki-laki lebih sering dari pada perempuan, pada usia 40-60 tahun dan tersering pada daerah lumbal. Meningioma merupakan tumor kedua tersering pada kelompok intradural-ekstramedullar tumor. Meningioma menempati kira-kira 25% dari semua tumor spinal. Tanda dan gejala kompresi korda spinalis terdiri dari sensorik (nyeri, mati rasa dan paresthesia), motorik dan gangguan otonom. Manifestasi klinis dari tumor spinal adalah lesi non-spesifik. Gejala awal yang paling umum adalah nyeri, dapat bersifat local dan nokturnal atau menyebar ke ekstremitas baik lengan dan/atau kaki. Nyeri pada punggung bersifat progresif, tidak tergantung pada aktivitas dan kadang semakin nyeri apabila berbaring. Tatalaksana pada tumor spinal bervariasi bergantung pada stabilitas tulang belakang, status neurologis dan tingkat nyeri pasien. Tatalaksana utama pada tumor spinal adalah pembedahan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan tumor secara total dengan menyelamatkan fungsi neurologis secara maksimal. Kebanyakan tumor intradural-ekstramedular dapat direseksi secara total dengan gangguan neurologis yang minimal atau bahkan tidak ada post operatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 6