cover
Contact Name
INTEKNA
Contact Email
intekna@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
intekna@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 2 (2011)" : 13 Documents clear
STUDI INVENTARISASI SUNGAI YANG TIDAK PRODUKTIF DI KOTA BANJARMASIN Agoes, Herliyani Farial
INTEKNA Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai merupakan salah satu sumber kehidupan yang harus dijaga dengan baik, ke-rusakan sungai mengakibatkan ekosistem sungai berubah. Perubahan ini akan berdam-pak dengan manusia yang memanfaatkan sungai sebagai sumber hidup. Kerusakan sungai saat ini merupakan hasil karya tangan manusia itu sendiri, pada akhirnya manusi-alah yang dituntut untuk dapat memperbaikinya demi perbaikan hidup saat ini dan masa akan datang.  Inventarisasi kondisi sungai sangat diperlukan sebagai sumber data dalam upaya perbaikan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan deskriftif, dengan melaku-kan pengamatan di lapangan meliputi mencari titik-titik genangan sebagai acuan pertama terjadinya perubahan sungai, mengamati kondisi fisik sungai meliputi kelancaran aliran, lebar sungai sekarang, terjadinya endapan akibat sedimentasi dan penumpukan sampah yang mengakibatkan fungsi sungai berubah, mengamati kondisi bangunan yang menjo-rok ke sungai yang mengakibatkan badan sungai berkurang, mengamati kondisi ban-taran sungai dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 63 / PRT / 1993 tentang Garis Sempadan dan Sungai, mengamati kondisi sungai dengan mengacu pada Peraturan Daerah Kota Banjarmasin No. 2 tahun 2007 pasal 2 yang mengatur pengelolaan sungai.Hasil survey lapangan yang dilakukan pada sungai-sungai di Kecamatan Banjarmasin Barat, Timur dan Tengah teridentifikasi sungai-sungai yang tidak produktif adalah  sungai Anak Pelambuan, Sungai Cendrawasih, Sungai Landas, Sungai Batas Belitung Darat, Sungai Anak Banyiur, Sungai Bali, Sungai Manggis, Sungai Banyiur, Sungai Kelayan, Sungai Teluk Dalam, Sungai Pekapuran, Sungai Duyung, Sungai Guring, Sungai Tatas , Sungai Pacinan, Sungai Bilu, Sungai Lulut, Sungai Saka Permai, Sungai Kuripan, Sungai Mulawarman dan sungai Pelambuan. Ketidakproduktifan sungai terjadi karena adanya pendangkalan,  menjadi tempat buangan sampah, adanya pelebaran jalan, banyaknya pemukiman penduduk di atas badan sungai, dan  rendahnya struktur bangunan jembatan yang mengakibatkan tidak bias dilewati angkutan air/sungai.
ANALISIS KEBANGKRUTAN PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Mukhlisah, Nurul
INTEKNA Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai analisis kebangkrutan dengan menggunakan Model Altman sudah banyak dilakukan. Pada penelitian ini Model Altman merupakan model yang bisa diguna-kan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan property dan real estate. Disamping Model Altman, Rasio Leverage juga bisa digunakan sebagai alat untuk mem-prediksi kebangkrutan perusahaan property dan real estate. Penggunaan Model Altman dan Rasio Leverage ini nanti akan dibandingkan hasilnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi kebangkrutan perusahaan pro-perty dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan Model Altman dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan potensi kebangkrutan peru-sahaan-perusahaan tersebut yang dikelompokkan berdasarkan Rasio Leverage.
PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI PROGO Amalia, Maya
INTEKNA Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan tata guna lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) memberikan pengaruh cukup dominan terhadap debit banjir. Fenomena tersebut terjadi di DAS Progo khususnya di bagian hulu yang merupakan kawasan persawahan dan perkebunan serta daerah hilir akibat tekanan jumlah penduduk. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sampai sejauh mana dampak yang ditimbulkan akibat perubahan tata guna lahan di DAS Progo terha-dap debit banjir pada titik kontrol di daerah Badran. Metode yang digunakan adalah membandingkan nilai puncak hidrograf satuan terukur di stasiun Badran.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perubahan tata guna lahan di DAS Progo dapat dilihat dari pe-ningkatan nilai Curve Number komposit pada kondisi basah  yaitu pada tahun 2006 se-besar 83,5 menjadi 86,2 pada tahun 2010. Kenaikan 2,7% ini mengakibatkan kenaikan puncak hidrograf satuan terukur sebesar 16,3%.
PENENTUAN KEPADATAN KERING MAKSIMUM DAN OPTIMUM MOISTURE CONTENT (OMC DENGAN METODE A,B,C DAN D) Fauzi, Muhammad; Norhadi, Ahmad; Syih Alam, Muhammad Badurul
INTEKNA Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan tanah memberikan kontribusi yang besar dalam hal stabilitas interaksi beban dengan struktur jalan. Oleh karena itu tanah yang lepas atau renggang haruslah dipadat-kan untuk meningkatkan daya dukung tanahnya.Tingkat kepadatan tanah dinyatakan dari berat volume kering maksimum (γdmax) dan kadar air optimum (OMC). Penentuan parameter tersebut dapat dilakukan dari beberapa metode pemadatan yaitu metode A,B,C dan D. Perlakuan masing – masing metode dipe-ngaruhi oleh ukuran butiran dan mold. Hal tersebut menyebabkan variasi γdmax dan OMC yang diperoleh. Oleh sebab itu perlu diketahui pengaruh ke-empat metode tersebut terhadap hasil tingkat kepadatan dan perilakunya dengan menggunakan contoh tanah yang sama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa;  1). Kepadatan kering maksimum (γdmax) untuk Metode A = 1,750 gr/cm3, Metode B = 1,751 gr/cm3, Metode C =  1,875 gr/cm3 dan Metode D = 1,828 gr/cm3 dan kadar air optimum (OMC) yang diperoleh relatif sama yaitu Metode A = 14,25 %, Metode B = 14,25%, Metode C = 13,00 %, Metode D = 13,80 %, 2). Perubahan gradasi yang signifikan dari keempat metode terjadi pada ukuran 2,00 mm, pada material yang kecil lolos #4 tidak memperlihatkan perubahan yang signifikan tetapi untuk material yang lebih besar lolos #19 terjadi perubahan yang signifikan, 3). Rasio diameter penumbuk terhadap diameter pada mold kecil lebih besar dibandingkan rasio diameter penumbuk terhadap diameter pada mold besar dan 4). Sebagai referensi desa-in dipilih pengujian pemadatan metode A karena nilai kepadatan keringnya lebih kecil..
Studi Karakteristik Bangunan Bergaya Jengki di Banjarmasin ., Dahliani; Wastuty, Prima Widia
INTEKNA Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur Jengki lahir sekitar tahun 1950-1960 an, pada tahun-tahun awal setelah kemerdekaan yang lahir sebagai hasil kemerdekaan, pembebabasan diri dari yang berbau kolonialisme dan rasa naionalisme yang kuat
IDENTIFIKASI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK SEBARAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BANJARMASIN Rafik, Aunur; Rahmani, Rudy
INTEKNA Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota sebagai “paru-paru kota” merupakan salah satu aspek berlangsungnya fungsi daur ulang antara gas karbondioksida (CO2) dan oksigen (O2), hasil fotosintesis khususnya pada dedaunan. Sistem tata hijau ini berfungsi layaknya ventilasi udara dalam rumah (bangunan). Lebih dari itu, masih banyak fungsi RTH ter-masuk fungsi estetika yang bermanfaat sebagai sumber rekreasi publik, secara aktif maupun pasif, yang diwujudkan dalam sistem koridor hijau sebagai alat pengendali tata ruang atau lahan dalam suatu sistem RTH kota. Kebutuhan RTH masih sangat tinggi karena lahan kota yang terbatas. RTH kota biasanya didesain sedemikian rupa sehingga terlihat tetap indah, nyaman dan tetap memiliki fungsi yang baik. Untuk itu dalam upaya mengatasi masalah tersebut maka dilakukan Penerapan Sistem Informasi Sebaran RTH yang tujuannya untuk mengetahui seberapa banyak RTH yang ada di kota Banjarmasin.Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi lapangan dan wawancara instansi terkait. Studi kasus yang dilakukan adalah RTH pada kota Banjarmasin yang meliputi Kecamatan Banjarmasin Tengah, Banjarmasin Utara , Banjarmasin Timur, Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Selatan.Hasil penelitian menunjukkan sebaran ruang terbuka hijau Kota Banjarmasin yang masih tidak merata dan  jumlahnya kurang. Sehingga  merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah agar dapat dilakukan pengembangan dan pembangunan ruang terbuka hijau. Untuk itu direkomendasikan perlunya dilakukan pengembangan dan peningkatan terhadap jumlah ruang terbuka hijau.
ANALISA PENENTUAN WAKTU BAKU UNTUK MEMPERSINGKAT PROSES PELAYANAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN TRISAKTI BANJARMASIN Noor, Imansyah
INTEKNA Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Pelindo III cab Banjarmasin merupakan pengelola terminal peti kemas pada pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan peralatan Container Crane (CC), Rubber Tyred Gantry (RTG), Head Truck (HT), dan Reach Truck (RS). Dengan peralatan ini pengelola menargetkan waktu bongkar muat nya adalah 18  box per jam atau 200 detik per box. Untuk mendapatkan waktu baku, maka penelitian ini menggunakan time study method dengan pengukuran langsung waktu kerja setiap kegiatan pada proses pelayanan bongkar muat. Hasil pengukuran mendapatkan waktu baku untuk kegiatan bongkar barang peti kemas oleh Container Crane (CC) dari kapal sebesar 263 detik / 2 box peti kemas dan waktu baku untuk kegiatan muat barang peti kemas oleh Container Crane (CC) ke kapal sebesar 277 detik / 2 box peti kemas, sehingga rata-rata waktu baku untuk kegiatan bongkar muat adalah sebesar 135 detik / box peti kemas. Bila dibanding dengan waktu yang ditetapkan oleh pengelola sebesar 200 detik / box peti kemas, maka waktu baku hasil pengukuran langsung telah mencapai target artinya lama kapal sandar (berting time) di dermaga dapat lebih singkat atau cepat. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa waktu kerja pada proses bongkar muat peti kemas dapat dipercepat asal proses bongkar muat pada kondisi normal dan perlu perbaikan pada sistem bongkar muat peti kemas dengan melakukan perubahan sistem penumpukan peti kemas.
MORFOLOGI PERUMAHAN TERENCANA DI PINGGIRAN KOTA BANJARMASIN Mutia, Indah
INTEKNA Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is aimed at investigating  the urban sprawl patterns caused by the develop-ment of planned housing (real estate/KPR) in Banjarmasin peri-urban areas (macro scale) and specifically analyzing the morphological characteristics (urban structure, build-ing and spatial layout) of that housing type in North Banjarmasin and Handil Bakti (micro scale). Findings show that the development of those planned housing has shaped a sporadic pattern or what so-called a leap frog development, in which they are concen-trated in North and South of Banjarmasin fringe-urban areas where availability of agricul-tural land is still abundant. Form three areas, the cluster of residential has a similarity in building and spatial layouts such as streets with grid system and rectangular plot and marked by a single entrance with enclosed cluster and no boundary between buildings / land plot.
PENGARUH NILAI SLUMP TERHADAP KUAT TEKAN Humaidi, Muhammad; Hafizh, Muhammad
INTEKNA Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air tidak hanya berfungsi untuk reaksi kimia semen pada beton tetapi air juga menentu-kan kemudahan pengerjaan (workability)  beton. Oleh karena itu penambahan air pada komposisi beton harus dikendalikan dan disesuaikan dengan workability yang diingin-kan.. Salah satu cara agar workability tinggi adalah dengan memakai nilai slump yang tinggi pada saat desain campuran. Nilai slump yang tinggi ternyata seringkali menim-bulkan  kekhawatiran apakah kuat tekan yang direncanakan akan tercapai.Dengan cara melakukan desain campuran untuk kuat tekan rencana 20 MPa dengan tiga variasi nilai slump yaitu slump 30, slump 60 dan slump 90. Agregat yang digunakan pada ketiga campuran berasal dari sumber yang sama dan semen yang juga sama. Maka  ingin diketahui bagaimana pengaruh variasi  nilai slump terhadap kuat tekan beton. Dapat disimpulkan walaupun terdapat perbedaan hasil uji kuat tekan tetapi variasi nilai slump tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kuat tekan beton terutama pada umur beton 28 hari dan kuat tekan rencana juga dapat tercapai.
KONTROL SISTEM KONVERSI ENERGI ANGIN MENGGUNAKAN PENGONTROL KLASIK ., Rusilawati
INTEKNA Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini menyajikan studi tentang kontrol menggunakan pengontrol PD (Proportional Derivative) berdasarkan simulasi fungsi sistem konversi energi angin. Terdapat beberapa simulasi menggunakan generator asinkron yang diimplementasikan pada MAT¬LAB-Si-mulink menggunakan toolbox MATLAB-PSB (Power System Blockset). Dari hasil simu-lasi dapat dilihat bahwa struktur kontrol WECS yang digunakan memberikan performa kontrol yang cukup baik

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 2, Nov 2025 Vol 25 No 1 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 1, Mei 2025 Vol 24 No 2 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 2, Nov 2024 Vol 24 No 1 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 1, Mei 2024 Vol 23 No 2 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 2, Nov 2023 Vol 23 No 1 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 1, Mei 2023 Vol 22 No 02 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 2, Nov 2022: 76 - 162 Vol 22 No 01 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 1, Mei 2022: 01 - 75 Vol 21 No 2 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 2, Nov 2021: 54 - 111 Vol 21 No 1 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 1, Mei 2021: 1 - 53 Vol 20 No 2 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 2, Nov 2020: 53 - 110 Vol 20 No 01 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 1, Mei 2020: 01-52 Vol 19 No 1 (2019): Vol 19 No 1 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 1, Mei 2019: 1-68 Vol 19 No 2 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 2, Nov 2019: 69-133 Vol 18 No 2 (2018): Vol 18 No 2 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 2, Nov 2018: 67-131 Vol 18 No 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 1, Mei 2018: 1-66 Vol 17 No 2 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 2, November 2017: 79-147 Vol 17 No 1 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 1, Mei 2017: 1 - 78 Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol 15 No 2 (2015) Vol 15 No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14 No 2 (2014) Vol 14 No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13 No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13 No 2 (2013) Vol 13 No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12 No 2 (2012) Vol 12 No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11 No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11 No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10 No 2 (2010) Vol 9 No 2 (2009): Jurnal Intekna, Volume IX, Nomer 2, Nopember 2009 Vol 8 No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) More Issue