cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 9 Documents clear
Perubahan Profil Wajah Sesudah Perawatan Ortodontik Cekat Ardianysah, M. Shulchan; Pudyani, Pinandi Sri; Suparwitri, Sri
Insisiva Dental Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Insisiva Dental Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan wajah perlu mendapat perhatian karena wajah merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat berhubungan dengan nilai-nilai estetika dan penampilan. Penampilan wajah yang kurang menarik karena susunan gigi geligi yang tidak rapi atau posisi dan hubungan rahang yang kurang serasi dapat menimbulkan masalah psikososial. Tujuan: Mengetahui hubungan perubahan sudut bidang oklusal dan perubahan indek tinggi wajah pada kasus maloklusi Klas II divisi 1 sebelum dan sesudah perawatan ortodontik cekat teknik Begg. Metode penelitian: Observasional klinik pre and post control group design menggunakan data sekunder berupa 17 pasang sefalogram lateral sebelum dan sesudah perawatan, dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok I overjet 2 – 4 mm dan kelompok II overjet 4,1 – 6 mm usia antara 18 – 35 tahun kemudian dilakukan pengukuran linier dan anguler dengan penapakan sefalogram untuk mengetahui perubahan sudut bidang oklusal dan perubahan indek tinggi wajah dengan acuan garis Ar-Go, Me- PP. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan sudut bidang oklusal sebelum dan sesudah perawatan sebesar 2– 5 dan perubahan indek tinggi wajah sebelum dan sesudah perawatan sebesar 0,018 – 0,084 mm. Hasil uji korelasi Spearman perubahan sudut bidang oklusal dan perubahan indek tinggi wajah sebelum dan sesudah perawatan untuk kelompok I dan kelompok II menunjukkan hubungan negatif bermakna (P<0,05). Hasil dari Mann-Whitney test antara kelompok I dan II menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (P<0,05). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian terdapat hubungan negatif antara perubahan sudut bidang oklusal dengan perubahan indek tinggi wajah pada perawatan ortodontik maloklusi kelas II divisi 1 dengan teknik Begg.
Distribusi Frekuensi Fraktur Gigi Permanen di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Farani, Wustha; Nurunnisa, Wasi'a
Insisiva Dental Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Insisiva Dental Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera dapat mengenai di berbagai kalangan usia mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia. Cedera dapat mempengaruhi pada jaringan keras dan jaringan pendukung di rongga mulut. Setiap negara memiliki frekuesi cedera yang berbeda-beda setiap tahunnya. Di Negara berkembang sering terjadi kecelakaan lalu lintas, hal ini menjadi penyebab paling umum fraktur gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi fraktur gigi yang sering terjadi.Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Subyek penelitian terdiri dari 114 pasien di RSGM UMY. Pengambilan data menggunakan data sekunder pasien di tahun 2016.Berdasarkan data yang diperoleh dianalisis menggunakan Statistical Package for Science (SPSS). Pengolahan data menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui frekuensi dan persentase fraktur gigi pada kelompok usia, jenis kelamin, etiologi dan jenis gigi yang terlibat.
Serial Ekstraksi: Prosedur Interseptif terhadap Penanganan Masalah Maloklusi Dental Darwis, Rudi Satria; Vininingtyas, Lila
Insisiva Dental Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Insisiva Dental Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Masalah ruangan (space problems) merupakan salah satu etiologi timbulnya masalah maloklusi dental. Gigi berjejal merupakan maloklusi yang timbul akibat diskrepansi ruangan antara lengkung gigi dan lengkung rahang pasien. Diperlukan upaya preventif dan interseptif untuk pencegahan kekurangan ruangan sejak fase tumbuh kembang dan gelilgi campuran. Serial ekstraksi merupakan prosedur preventif yang dilakukan dengan cara melakukan pencabutan gigi secara berurutan dan berencana terhadap gigi sulung dan permanen. Metode: Studi pustaka membahas mengenai berbagai pertimbangan prosedur serial ekstraksi, meliputi indikasi, kontraindikasi, diagnosis, dan tata laksana urutan pencabutan gigi. Hasil: Prosedur interseptif serial ekstraksi merupakan hal yang bermanfaat untuk menurunkan atau bahkan menghilangkan prosedur korektif, dan mengurangi timbulnya gigi berjejal. Kesimpulan: Serial ekstraksi dapat membantu mengatasi masalah kekurangan ruangan untuk mencegah timbulnya masalah maloklusi kompleks, serta memberikan kemudahan untuk dokter gigi dan pasien.
Hubungan antara Persepsi Remaja tentang Penggunaan Alat Ortodontik Cekat dan Minat terhadap Perawatan Maloklusi (Penelitian pada Pelajar SMAK “X” Bandung) ., Jolanda; Maria, Cindy; Himawati, Marlin
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7189

Abstract

Abstrak: Persepsi adalah proses mengorganisir dan menginterpretasi informasi sensori untuk memberikan makna. Persepsi tentang penggunaan alat ortodontik cekat dapat dilihat dari aspek estetik dan aspek fungsional. Bagi remaja, salah satu hal yang paling penting adalah penampilan fisik. Penampilan fisik terutama dapat dilihat dari penampilan wajah, tidak terlepas dari penampilan gigi dan mulut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi remaja tentang penggunaan alat ortodontik cekat dan minat terhadap perawatan maloklusi pelajar SMAK “X” Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Besar sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 41 orang.Tabulasi silang antara persepsi dan minat memperlihatkan minat responden paling banyak dalam kategori minat sedang baik persepsi dari aspek estetik maupun aspek fungsional. Analisis data dari penelitian menggunakan chi-square test dengan α = 0,05. Hubungan antara persepsi remaja tentang penggunaan alat ortodontik cekat dan minat terhadap perawatan maloklusi tidak signifikan dengan p = 0,456.
Persepsi Dosen Pembimbing Klinik Dalam Pelatihan Pemberian Umpan Balik Dengan Metode Pendleton Kepada Mahasiswa Febria, Nyka Dwi; Claramita, Mora; ., Widyandana
Insisiva Dental Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Insisiva Dental Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Umpan balik sangat dibutuhkan dalam pendidikan sarjana dan pendidikan klinik. Umpan balik yang diberikan didalam pendidikan klinik digunakan untuk memberikan penguatan atas tindakan yang dilakukan atau memberikan koreksi terhadap kesalahan yang dilakukan dalam melakukan suatu tindakan perawatan kepada pasien. Umpan balik yang diberikan oleh dosen bervariasi antara satu dosen dengan dosen yang lainnya. Sehingga diperlukan pelatihan untuk pemberian umpan balik tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pelatihan pemberian umpan balik dosen pembimbing klinik kepada mahasiswa. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimental. Subyek penelitian terdiri dari 32 dosen yang memenuhi kriteria inklusi, yang terdiri dari dokter gigi umum sebayak 25 orang, dokter gigi spesialis sebanyak 3 orang, dan dokter gigi S2 sebanyak 4 orang. Hasil: 96,6% menyatakan siap untuk memberikan umpan balik kepada mahasiswa setelah mengikuti pelatihan, pertanyaan kedua menyatakan waktu untuk pelatihan cukup sebesar 84,4%, pertanyaan ketiga menyatakan pelatihan umpan balik yang diberikan merupakan hal yang baru sebesar 84,4%, pertanyaan keempat menyatakan materi umpan balik dengan metode Pendleton merupakan hal yang baru sebesar 100%, dan pertanyaan kelima menyatakan materi yang diberikan cukup lengkap sebesar 96,9%. Kesimpulan: Pelatihan pemberian umpan balik dengan metode Pendleton kepada dosen pembimbing klinik di kedokteran gigi memberikan pengalaman dan pengetahuan yang baru untuk digunakan dalam pembimbingan fase klinik kepada mahasiswa.
Persepsi Dosen Pembimbing Klinik Dalam Pelatihan Pemberian Umpan Balik Dengan Metode Pendleton Kepada Mahasiswa Febria, Nyka Dwi; Claramita, Mora; ., Widyandana
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7190

Abstract

Latar belakang: Umpan balik sangat dibutuhkan dalam pendidikan sarjana dan pendidikan klinik. Umpan balik yang diberikan didalam pendidikan klinik digunakan untuk memberikan penguatan atas tindakan yang dilakukan atau memberikan koreksi terhadap kesalahan yang dilakukan dalam melakukan suatu tindakan perawatan kepada pasien. Umpan balik yang diberikan oleh dosen bervariasi antara satu dosen dengan dosen yang lainnya. Sehingga diperlukan pelatihan untuk pemberian umpan balik tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pelatihan pemberian umpan balik dosen pembimbing klinik kepada mahasiswa. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimental. Subyek penelitian terdiri dari 32 dosen yang memenuhi kriteria inklusi, yang terdiri dari dokter gigi umum sebayak 25 orang, dokter gigi spesialis sebanyak 3 orang, dan dokter gigi S2 sebanyak 4 orang. Hasil: 96,6% menyatakan siap untuk memberikan umpan balik kepada mahasiswa setelah mengikuti pelatihan, pertanyaan kedua menyatakan waktu untuk pelatihan cukup sebesar 84,4%, pertanyaan ketiga menyatakan pelatihan umpan balik yang diberikan merupakan hal yang baru sebesar 84,4%, pertanyaan keempat menyatakan materi umpan balik dengan metode Pendleton merupakan hal yang baru sebesar 100%, dan pertanyaan kelima menyatakan materi yang diberikan cukup lengkap sebesar 96,9%. Kesimpulan: Pelatihan pemberian umpan balik dengan metode Pendleton kepada dosen pembimbing klinik di kedokteran gigi memberikan pengalaman dan pengetahuan yang baru untuk digunakan dalam pembimbingan fase klinik kepada mahasiswa.
Distribusi Frekuensi Fraktur Gigi Permanen di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Wustha Farani; Wasi'a Nurunnisa
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7193

Abstract

Cedera dapat mengenai di berbagai kalangan usia mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia. Cedera dapat mempengaruhi pada jaringan keras dan jaringan pendukung di rongga mulut. Setiap negara memiliki frekuesi cedera yang berbeda-beda setiap tahunnya. Di Negara berkembang sering terjadi kecelakaan lalu lintas, hal ini menjadi penyebab paling umum fraktur gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi fraktur gigi yang sering terjadi.Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Subyek penelitian terdiri dari 114 pasien di RSGM UMY. Pengambilan data menggunakan data sekunder pasien di tahun 2016.Berdasarkan data yang diperoleh dianalisis menggunakan Statistical Package for Science (SPSS). Pengolahan data menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui frekuensi dan persentase fraktur gigi pada kelompok usia, jenis kelamin, etiologi dan jenis gigi yang terlibat.
Serial Ekstraksi: Prosedur Interseptif terhadap Penanganan Masalah Maloklusi Dental Rudi Satria Darwis; Lila Vininingtyas
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7191

Abstract

Pendahuluan: Masalah ruangan (space problems) merupakan salah satu etiologi timbulnya masalah maloklusi dental. Gigi berjejal merupakan maloklusi yang timbul akibat diskrepansi ruangan antara lengkung gigi dan lengkung rahang pasien. Diperlukan upaya preventif dan interseptif untuk pencegahan kekurangan ruangan sejak fase tumbuh kembang dan gelilgi campuran. Serial ekstraksi merupakan prosedur preventif yang dilakukan dengan cara melakukan pencabutan gigi secara berurutan dan berencana terhadap gigi sulung dan permanen. Metode: Studi pustaka membahas mengenai berbagai pertimbangan prosedur serial ekstraksi, meliputi indikasi, kontraindikasi, diagnosis, dan tata laksana urutan pencabutan gigi. Hasil: Prosedur interseptif serial ekstraksi merupakan hal yang bermanfaat untuk menurunkan atau bahkan menghilangkan prosedur korektif, dan mengurangi timbulnya gigi berjejal. Kesimpulan: Serial ekstraksi dapat membantu mengatasi masalah kekurangan ruangan untuk mencegah timbulnya masalah maloklusi kompleks, serta memberikan kemudahan untuk dokter gigi dan pasien.
Perubahan Profil Wajah Sesudah Perawatan Ortodontik Cekat Ardianysah, M. Shulchan; Pudyani, Pinandi Sri; Suparwitri, Sri
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.7192

Abstract

Pertumbuhan wajah perlu mendapat perhatian karena wajah merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat berhubungan dengan nilai-nilai estetika dan penampilan. Penampilan wajah yang kurang menarik karena susunan gigi geligi yang tidak rapi atau posisi dan hubungan rahang yang kurang serasi dapat menimbulkan masalah psikososial. Tujuan: Mengetahui hubungan perubahan sudut bidang oklusal dan perubahan indek tinggi wajah pada kasus maloklusi Klas II divisi 1 sebelum dan sesudah perawatan ortodontik cekat teknik Begg. Metode penelitian: Observasional klinik pre and post control group design menggunakan data sekunder berupa 17 pasang sefalogram lateral sebelum dan sesudah perawatan, dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok I overjet 2 – 4 mm dan kelompok II overjet 4,1 – 6 mm usia antara 18 – 35 tahun kemudian dilakukan pengukuran linier dan anguler dengan penapakan sefalogram untuk mengetahui perubahan sudut bidang oklusal dan perubahan indek tinggi wajah dengan acuan garis Ar-Go, Me- PP. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan sudut bidang oklusal sebelum dan sesudah perawatan sebesar 2– 5 dan perubahan indek tinggi wajah sebelum dan sesudah perawatan sebesar 0,018 – 0,084 mm. Hasil uji korelasi Spearman perubahan sudut bidang oklusal dan perubahan indek tinggi wajah sebelum dan sesudah perawatan untuk kelompok I dan kelompok II menunjukkan hubungan negatif bermakna (P0,05). Hasil dari Mann-Whitney test antara kelompok I dan II menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (P0,05). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian terdapat hubungan negatif antara perubahan sudut bidang oklusal dengan perubahan indek tinggi wajah pada perawatan ortodontik maloklusi kelas II divisi 1 dengan teknik Begg.

Page 1 of 1 | Total Record : 9