cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1: January 2018" : 5 Documents clear
Senyawa Alami Bawang Putih Tunggal sebagai Inhibitor LpxC Bakteri Pseudomonas aeruginosa melalui Virtual Screening Fitriana, Nur; Lestari, Sri Rahayu; Lukiati, Betty
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1: January 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.180111

Abstract

Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu bakteri Gram negatif penyebab infeksi nosokomial yang memiliki resistensi tinggi terhadap berbagai antibiotik karena adanya lipid A, komponen LPS bersifat toksik pada inang. Sintesis lipid A dimulai dari Kdo2 -lipid A, difasilitasi oleh enzim LpxC. Enzim LpxC merupakan target pengembangan antibiotik karena adanya kofaktor Zn2+. Bawang putih tunggal merupakan herbal potensial pengganti antibiotik sintetis. Alliin, Allicin dan Ajoene yang terkandung dalam bawang putih tunggal memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan memprediksi potensi senyawa organosulfur bawang putih tunggal sebagai agen antibakteri melalui virtual screening menggunakan metode molecular docking. Metode yang dilakukan adalah memprediksi potensi senyawa organosulfur menggunakan web server PASS dan melakukan docking untuk mengetahui interaksi ligan-protein target. Hasil penelitian menunjukkan, senyawa organosulfur berpotensi sebagai antibakteri, antibiotik, dan immunomodulator. Aktivitas antibakteri terbaik ditunjukkan oleh senyawa Alliin dengan nilai afinitas pengikatan -5,2 kkal/mol. Semua senyawa organosulfur memiliki sisi aktif yang sama dengan kontrol (Ciprofloxacin dan Imipenem) pada enzim LpxC. Sisi aktif ditunjukkan dengan adanya residu asam amino (Ser295, Val182, dan Tyr 296) yang berikatan dengan ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik (Phe152, Phe181, Gly85, Phe176, Ala84, Val182, Ser180, Ile241, Leu86, Tyr296, Ser295 dan Met297) antara ligan-protein target.
Perdarahan Pascapersalinan oleh Karena Retensi Plasenta pada P4a0 Postpartum Spontan, Janin Besar, dengan Hipertensi dalam Kehamilan Brahmana, Ivanna Beru
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1: January 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.180112

Abstract

Perdarahan pascapersalinan pada seorang ibu melahirkan anak keempat, berusia 41 tahun, dimana ketiga persalinan sebelumnya berjalan lancar tanpa komplikasi. Faktor risiko terjadinya perdarahan pascapersalinan yang didapat pada pasien ini berupa: kehamilan yang keempat pada usia ibu lebih dari 40 tahun, janin besar, dan adanya hipertensi dalam kehamilan. Hal yang menarik dicermati pada kasus ini adalah: betapapun ketiga persalinan sebelumnya aman lancar, setiap persalinan harus tetap waspada. Yang ternyata pada persalinan keempat ini mengalami perdarahan pascapersalinan yang memerlukan penanganan yang cepat sehingga pasien dapat tertolong. Kewaspadaan terhadap faktor risiko: kehamilan yang keempat dengan taksiran berat janin besar, adanya hipertensi mengharuskan setiap penolong persalinan untuk siaga terhadap kemungkinan terjadinya perdarahan pascapersalinan. Kasus ini menjadi unik dan perlu untuk pembelajaran pada setiap penolong persalinan adalah kewaspadaan terhadap faktor risiko yang ada pada pasien. Yang ternyata faktor risiko yang telah disebutkan tadi benar-benar terjadi pada pasien. Oleh karenanya dengan mewaspadai faktor risiko, kejadian fatal pada pasien dapat dihindari. Saat terjadi perdarahan pascapersalinan, penanganan dilakukan sesuai dengan manajemen penanganan perdarahan pascapersalinan, yaitu meliputi: masase uterus, pemberian uterotonika, dan pemberian transfusi darah untuk mengembalikan kadar hemoglobin yang normal pada pasien. Pada pasien ini terjadi perdarahan pascapersalinan hingga membutuhkan transfusi darah sebanyak 1250 ml PRC (Packed Red Cell).Dengan mencermati faktor risiko dan penanganan yang tepat, pasien bisa pulang dengan keadaan sehat, dan kontrol kembali dalam keadaan baik.
Optimasi Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Rachmawaty, Farida Juliantina; Akhmad, Masyhananda Mahardika; Pranacipta, Sheila Hikmah; Nabila, Zulfa; Muhammad, Afivudien
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1: January 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.180109

Abstract

Ekstrak etanol daun sirih merah (Piper crocatum) telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Sesuai namanya, bagian bawah daun sirih merah (P. crocatum) berwarna merah sedangkan bagian atas berwarna hijau dengan corak keperakan, namun ternyata daun sirih merah dapat mengalami perubahan warna pada kondisi tertentu. Warna daun dapat berubah menjadi hijau semua (tidak ada warna merah dan corak keperakan). Di sisi lain aktivitas antibakteri ekstrak akan berfungsi efektif apabila pelarut yang digunakan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  ekstrak daun yang lebih efektif antara yang berwarna merah dan berwarna hijau. Tujuan berikutnya untuk mengetahui pelarut yang lebih efektif antara dimetil sulfoxid (DMSO) 10%, Tween 80 1% dan aquades. Penelitian ini menggunakan metode dilusi serial untuk mengetahui Kadar Hambat Minimal (KHM) dan Kadar Bunuh Minimal (KBM) ekstrak etanol daun P. crocatum terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada ekstrak daun berwarna berbeda dan pelarut yang berbeda. Konsentrasi yang digunakan yaitu 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,13%; 1,56% dan 0,78%. Hasil yang diperoleh KHM dan KBM daun warna merah 12,5% sedang untuk daun warna hijau 12,5% dan 50%. Sedangkan untuk pelarut ekstrak, DMSO dapat lebih banyak membunuh bakteri dibanding yang lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun P. crocatum warna merah lebih baik dibanding yang berwarna hijau. Untuk pengujian pelarut, ekstrak dengan pelarut DMSO 10%, lebih efektif dari pada Tween 80 1% dan aquades. 
Comparison of Immersion Time between Strawberry (Fragaria x ananassa) Juice and 35% Carbamide Peroxide on Tooth Discoloration Puspita, Sartika; Rahmawan, Dinda Tri; Wijayaningrum, Khen Swara
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1: January 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.180110

Abstract

Tooth color is one of the aesthetic problems in society. This condition is influenced by extrinsic and intrinsic factors. 35% Carbamide peroxide is an ingredient approved by the American Dental Association (ADA) as safe and effective tooth whitening. Strawberry (Fragaria x ananassa) is a natural substance containing ellagic acid that can be used for tooth whitening. The purpose of this study is to determine the tooth discoloration after the immersion of F. x ananassa juice 100% and 35% carbamide peroxide. The method of this research was a pure laboratory experiment. The sample used was 24 premolar postpartum teeth which had been discolored using tea. The specimens were divided into 2 groups, the first group was immersed with F. x ananassa juice 100% and the second group was immersed with 35% carbamide peroxide, respectively for 30, 60, and 90 minutes. The color of the immersed teeth was then measured by a spectrophotometer and a shade guide to determine the color change before and after the treatment. Data were analyzed using Two Way ANOVA and Kruskal-Wallis test. The results of this study indicated that the immersion of F. x ananassa juice 100% was able to make the teeth become brighter, with the same level of brightness using 35% carbamide peroxide. The conclusion of this research was F. x ananassa juice can be used as an alternative material for tooth whitening. 
Efek Stres Puasa terhadap Ketebalan Epitel dan Diameter Tubulus Seminiferus Rattus norvegicus Munaya, Nila; Brahmadhi, Ageng; Sakti, Yuhantoro Budi Handoyo
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1: January 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.180107

Abstract

Puasa merupakan stres biologi yang dapat menyebabkan stres oksidatif. Stres oksidatif menyebabkan penurunan spermatogenesis dan berat testis yang terkait dengan tubulus seminiferus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek puasa terhadap berkurangnya ketebalan epitel dan diameter tubulus seminiferus tikus. Penelitian ini merupakan penelitian analitik eksperimental laboratorium dengan post-test only with control group design. Subjek penelitian adalah tikus putih jantan galur wistar sebanyak 30 ekor dengan berat badan 150-300 g, dan umur 2-4 bulan. Tikus dibagi secara acak menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok perlakuan puasa 10 jam, dan kelompok perlakuan puasa 12 jam. Puasa dilakukan selama 14 hari. Subjek penelitian selanjutnya diterminasi, dieksisi dan ditimbang testisnya, kemudian dilakukan preparasi histologi dengan pewarnaan HE. Selanjutnya dianalisis secara histomorfometrik menggunakan perangkat lunak Image J. Data dianalisis menggunakan MANOVA diikuti uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan ketebalan epitel dan diameter tubulus seminiferus pada kelompok perlakuan lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p 0,05). Namun, ketebalan epitel dan diameter tubulus seminiferus antara kelompok perlakuan puasa 10 jam dan 12 jam tidak terdapat perbedaan signifikan (p 0,05). Disimpulkan bahwa terdapat efek puasa terhadap berkurangnya ketebalan epitel dan diameter tubulus seminiferus tikus.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1: January 2021 Vol 21, No 1 (2021): January Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20, No 1: January 2020 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1 (2018): January Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1: January 2017 Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 15, No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue