cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 934 Documents
Tingkat Pencemaran Escherichia coli pada Air Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Mijen, Semarang Kanti Ratnaningrum; Merry Tiyas Anggraini; Pujangga Puspito Yunus Dahlan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2015): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v15i2.3756

Abstract

urangnya ketersediaan air bersih menimbulkan penyakit gangguan saluran pencernaan seperti diare. Sebagian besar bakteri penyebab diare adalah Escherichia coli. Insidensi diare dinilai masih jauh dari capaian target Puskesmas Mijen, Semarang. sehingga diperlukan penelitian tentang kontaminasi E. coli pada air rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel ditentukan dengan  metode systematic random sampling dengan estimasi proporsi. Sampel diambil dari 10 kelurahan yang masuk dalam wilayah kerja. Kadar bakteri E. coli dalam air rumah tangga dilakukan di dengan metode most probable number (MPN). Terkumpul 36 sampel yang berasal dari 3 jenis sumber air yaitu sumur gali, sumur artesis dan perusahaan air minum (PAM). Uji laboratorium menunjukkan bahwa 55,6 % sampel air minum  telah memenuhi nilai uji bakteriologis E. coli. Air berasal dari sumur gali memiliki tingkat kontaminasi paling tinggi (100%) diikuti sumur artesis (34,61%) dan PAM bebas dari E. coli (0%).Lack of clean water supply causes gastrointestinal disorders such as diarrhea. Most of the bacteria that cause diarrhea are Escherichia coli. The incidence of diarrhea is still far from the target of Mijen Puskesmas, Semarang, so research on E. coli contamination on household water in Puskesmas work areas is needed. This research was observational with cross sectional design. The sample is determined by systematic random sampling method with estimated proportion. Samples were taken from 10 urban villages included in the work area. E. coli bacteria levels in household water are carried out in the most probable number (MPN) method. Collected 36 samples derived from 3 types of water sources ie dug wells, artesian wells and drinking water companies (PAM). Laboratory tests showed that 55.6% of drinking water samples had met the bacteriological test value of E. coli. Water derived from dug wells has the highest contamination rate (100%) followed by artesian well (34.61%) and PAM free from E. coli (0%).
Hubungan antara Riwayat Keluarga Hipertensi dengan Tekanan Darah setelah Berolahraga Isotonik pada Dewasa Muda Normotensif Ikhlas Muhammad Jenie; Sisti Meiryisha
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (s) (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v9i1 (s).1627

Abstract

Hypertension is divided into primary and secondary hypertension according to the causes. A secondary hypertension is caused by another disease, while a primary hypertension has an unknown cause but other factors such as genes and environmental issues can cause primary hypertension. The aim of this articles is to give a feature about blood pressure respons after exercise on young mature normotensive that have a family history of hypertension. The research design is a mixed semi-experimental method. The numbers of subjects are 45 people, divided in two groups. The first group consists of 23 people who have a family history of hypertension, and the second group consists of 22 people don ’t have a family history of hypertension. Every subject does an isotonic exercise using an ergometer cycle for 6 minutes. Before, during and after the exercise, the subject’s systole, diastole, and heart rates are measured. The comparison heart rate between the two groups was significant before (p=0,004), during (p=0,005), and after (p=0,002) isotonic exercise, and so did the increasing diastole pressure (p=0,030), no significant systole and diastole pressure results between the two groups in before, during, and after the exercise. The increasing of heart rate and diastole pressure, and also the recovery of heart rate, systole and diastole pressures did not differ between the two groups. It can concluded that familial history of hypertension influence the heart rate before, during, and after isotonic exercise, and also influence the increasing of systole pressure in normotensive young adults.Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang banyak menyebabkan kematian di Indonesia, salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi adalah apabila tekanan darah sistolik mencapai 140 mm Hg atau lebih atau tekanan darah diastolik melebihi 90 mm Hg atau lebih. Hipertensi menurut penyebabnya digolongkan menjadi hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi sekunder disebabkan oleh penyakit lain sedangkan hipertensi primer sampai sekarang belum diketahui penyebabnya akan tetapi faktor yang berperan adalah faktor genetik dan lingkungan. Tujuan makalah ini untuk memberi gambaran tentang respon tekanan darah setelah berolahraga isotonik pada dewasa muda normotensif yang memiliki riwayat keluarga hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode semi experimental mixed design. Subjek 45 orang dibagi dua kelompok, yaitu kelompok satu 23 orang subjek memiliki riwayat keluarga hipertensi dan kelompok dua 22 orang subjek tidak memiliki riwayat keluarga hipertensi. Semua subjek melakukan olahraga isotonik dengan sepeda ergometer selama 6 menit, kemudian tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan frekuensi denyut nadi diukur pada waktu sebelum, saat, dan setelah berolahraga. Peningkatan serta pemulihan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan frekuensi denyut nadi juga diukur. Didapatkan perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok pada frekuensi denyut nadi sebelum (p=0,004), saat (p=0,005), dan setelah berolahraga (0,002) serta peningkatan tekanan darah sistolik (p=0,030), tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok pada tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum, saat, dan setelah berolahraga. Pada peningkatan tekanan darah diastolik dan frekuensi denyut nadi serta pemulihan pada tekanan darah sistolik, diastolik, dan frekuensi denyut nadi juga tidak ada perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok. Disimpulkan bahwa riwayat keluarga hipertensi mempengaruhi frekuensi denyut nadi sebelum, saat, dan setelah berolahraga serta peningkatan tekanan darah sistolik pada dewasa muda normotensif.
Gambaran Darah Rutin dan Kualitas Hidup Domain Fisik Penderita Gagal Ginjal Kronik Terminal - nurkamila; Titiek Hidayati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v13i2.1062

Abstract

Gagal ginjal kronik terminal (GGKT) merupakan kerusakan ginjal yang progresif. Gambaran darah rutin (Angka Leukosit, kadar Hemoglobin, Angka Trombosit) merupakan pemeriksaan untuk mengetahui fungsi ginjal karena menggambarkan estimated glomerular filtration rate (eGFR), konsentrasi dan kandungan darah serta kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan darah rutin dan kualitas hidup domain fisik penderita gagal ginjal terminal. Rancangan penelitian ini adalah case control. Subjek penelitian adalah 27 pasien GGKT RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta ( kelompok kasus) dan 54 pasien non GGKT (kelompok kontrol). Kelompok kasus adalah pasien gagal ginjal kronis di RSUD Panembahan Senopati Bantul yang merupakan WNI dan menjalani terapi hemodialisis sejak bulan Februari-April 2012. Data diperoleh dengan melihat rekam medis pasien, pengisian kuesioner dan pengambilan sampel darah. Analisis bivariat dan multivariat dilakukan dengan perhitungan uji kai kuadrat dan uji regresi logistik untuk perhitungan secara statistik hubungan jenis kelamin, usia, AL, Hb, dan AT dengan kualitas hidup doman fisik pasien. Hasil analisis bivariat dan multivariat menunjukkan nilai signifikansi pada AL (P= 0,016; B=-1.498) dan Hb (P=0,010; B=-1.679) dengan kualitas hidup domain fisik baik dan buruk pasien GGKT. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Angka Leukosit (AL) dan kadar Hemoglobin (Hb) dengan kualitas hidup domain fisik penderita GGKT. End stage renal disease (ESRD) is a progressive kidney damage. Routine Blood examination feature (white blood count, hemoglobin and platelet count) is kind of examination used to investigate the kidney function because it describes the eGFR (estimated Glomerular Filtration Rate, the concentration and the content of blood, as well as the amount of creatinine. This study aims to determine the routine blood tests with physical domains of quality of life people with terminal renal failure. This research’s design is case control. The subjects are the patients from RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta, 27 ESRD patients (case group) and 54 non- ESRD patients (control group). Data collected from patients Medical Record, questionnaire, and obtaining the blood sample. Bivariate and multivariate data analysis was performed and calculated with chi  square  test  and logistic regression to statistically calculate the sex, age, white blood count, hemoglobin and platelet count with patient’s physical domain of quality of life. The bivariate and multivariate data analysis show significant result on WBC (P= 0,016; B=-1.498) and Hb (P=0,010; B=-1.679). The study suggests a significant relation between WBC and amount of blood Hemoglobin with physical domain of Quality of Life on end stage renal disease
Uji Kadar Hambat Minimal Infusa Kayu Secang (Caesalpinea Sappan Linn) Terhadap Shigella Flexneri In vitro Lilis Suryani
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v2i1.1498

Abstract

Caesalpinea sappan Linn is a medicine plant for tradisionil medicine. Its can used to cure diarrhea, dysentery, cough, malaria, and tetanus. Caesalpinea uppcm Linn infusion is made by boiling to cure using. By macro broth dilution method, the examination had been performed in vitro to identify minimal inhibitory concentration of Caesalpinea sappan Linn ants ion against Shigella flexneri. Caesalpinea sappan Linn infusion was made according to Farmakope Indonesia. The research had been held at Microbiol-ogy' Laboratory of Medical Faculty, Muhammadiyah University Yogyakarta. The result of the study were: (1) Caesalpinea sappan Linn infusion has bacteriostatic activity against Shigella flexneri with minimal inhibitory concentration about 1,18 gr%. (2) Caesalpinea sappan Linn infusion has bacteriside activity against Shigella flexneri with minimal bakteriside concentration about 12,5 gr%.Kayu secang (Caesalpinea sappan Linn ) banyak digunakan sebagai obat- obatan tradisional sebagai obat diare, disentri, batuk, luka berdarah, obat sakit kepala, malaria, tetanus serta pengobatan setelah bersalin. Pemakaiannya dengan cara direbus, infusanya digunakan untuk keperluan pengobatan. Dengan menggunakan teknik pengenceran tabung, telah dilakukan uji kadar hambat minimal infusa kayu secang terhadap Shigella flexneri in vitro. Infusa kayu secang dibuat sesuai dengan yang termaktub dalam Farmakope Indonesia. Penelitian dilakukan di laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Infusa kayu secang (Caesalpinea sappan Linn) memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Shigella flexneri dengan kadar hambat minimal sebesar 1,18 gr%. (2) Infusa kayu secang (Caesalpinea sappan Linn) memiliki kemampuan membunuh Shigella flexneri dengan kadar bunuh minimal sebesar 12,5 gr%.
Obesitas Hubungannya dengan Pola Asuh dan Tingkat Penghasilan Orang Tua pada Kelompok Usia 11-13 Tahun Dian Caesarianna; Ratna Indriawati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2 (s).1660

Abstract

Obesity has been a seriously problem in many developed country. The increase of obesity number and many risk factor that will faced the suffer cause the important of controlling obesity number early on. This research purpose is to know the correlation between parenting styles and degree of parents income in 11-13 years old. The research subjects are students 7th class of 11-13 years old in research time as many 114 respondents (46 respondents are obesity, 68 respondents are non-obesity). High and weight of respondents are measured to get IMT, then gave questioner for respondents and their parents. Statistic test done with lambda and coefficient correlation after data collected. The result of statistic test with lambda show that statistically no significant correlation (p0,05) between parenting style and obesity. The statistic test result with correlation show that no significant correlation between degree of family income with obesity statistically (p0,05). The result of this research is there are no correlation between parenting styles and degree of family income with obesityObesitas sudah menjadi masalah yang penting di berbagai negara maju. Semakin meningkatnya angka obesitas dan banyaknya faktor resiko yang akan dihadapi penderita menyebabkan pentingnya pengendalian angka obesitas sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan tingkat penghasilan orang tua pada kelompok usia 11¬13 tahun. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 7 SMP yang berusia 11-13 tahun pada saat penelitian berlangsung sebanyak 114 responden (46 responden yang obesitas, 68 responden yang tidak obesitas). Responden diukur tinggi dan berat badannya untuk mendapatkan IMT, kemudian diberikan kuesioner untuk responden dan orang tuanya. Setelah data dikumpulkan, dilakukan uji statistik dengan lambda dan coefficient correlation. Hasil uji statistik dengan lambda menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik (p 0,05) antara pola asuh dan obesitas. Sedangkan hasil uji statistik dengan correlation menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik (p 0,05) antara tingkat penghasilan orang tua dengan obesitas. Hasil Penelitian dapat memperlihatkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dan tingkat penghasilan dengan obesitas.
Efek Antibakterisid Madu terhadap Escherichia coli Alghazali Samapta; - Sagiran
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v3i1.1544

Abstract

Allah Azza Wa J alia said in Quran, “From inside a bee’s stomach it is spread off a colourful drink, which consists of medicine that may cure human diseases. (QS. 16:69). The term of “Back to Nature”, brings us to go back to nature, lets human to see alternative medicine besides the conventional medi-cine. There are some limitations of conventional antibiotic, i.e. causing bacte¬ria resistence and side effects in quite a lot cases. This is much different with “honey”, which posseses some superiorities such as easy administration, good absorption, minimal side effects and affordable price of medicine. The antibacterial activity of honey can be used as an alternative antibac-terial remedy which is more superior and has minimal side effect. In Islam, honey is a nutrition, food supplement and a medicine as well. The objective of this research was to reveal the antibacterial effect of honey against Escheri¬chia coli by relating it to the Islam knowledge and technology. The characteristic of honey that has antibacterial activity, is known as the effect of “inhibition ”. The antibacterial avtivity is related to total composition of honey, i.e. high sugar concentration, acidity and the presence of pollen. It is also influenced by a substance like lysozyme, which is more commomly known as inhibine. The antibacterial activity of honey is also related to its osmotic process.. Honey is a saturation liquid and supersaturation of sugar which was said to possess osmotic capability. Water molecule reacts strongly to sugar in honey, leaving only a little water to the microorganism ’s life. Decomposi¬tion of hidrogen peroxide increases reactive-free radical molecules that will react to bacteria and kill it. Osmotic pressure causes hidration of bacteria which hence can not survive.Allah Azza Wa Jalla berfirman dalam Al Qur’an, "Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya,di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia (Q.S.16:69).Istilah,11 Back to nature ”, mengembalikan diri kepada alam, membawa manusia untuk melihat obat alternatif lainnya, disamping obat-obatan yang modem. Terdapat keterbatasan dari antibiotik konvensional, yaitu mengakibatkan resistensi terhadap bakteri dan cukup banyak mengakibatkan efek samping. Madu, mempunyai kelebihan yaitu mudah cara pemberiannya, baik absorbsinya, efek samping minimal, adanya infeksi ganda dan harga obat yang terjangkau. Daya antibakteri yang terdapat dalam madu dapat digunakan sebagai antibakteri alternatif. Efek antibakteri yang dimiliki madu lebih unggul dan juga memiliki efek samping yang ditimbulkan sangat minim. Dalam Islam madu merupakan suatu nutrisi, suplemen tambahan sekaligus obat. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui efek antibakterisid madu terhadap Escherichia coli dengan mengkaitkan pengetahuan Islam dan teknologi. Sifat madu yang memiliki daya antibakteri, disebut efek “inhibisi”. Daya antibakteri berhubungan dengan komposisi total dari madu, yaitu konsentrasi gula yang tinggi, keasaman dan adanya pollen. Dan juga di pengaruhi oleh senyawa sejenis lysozime atau yang lebih dikenal dengan inhibine. Aktivitas antibakterial madu juga berhubungan dengan proses osmotiknya. Madu merupakan larutan saturasi 'dan supersaturasi dari gula yang dikatakan punya kemampuan osmotik. Molekul air bereaksi kuat dengan gula pada madu, menyisakan sedikit air untuk kehidupan mikroorganisme. Dekomposisi hidrogen peroksida meningkatkan radikal bebas yang reaktif yang akan bereaksi dengan bakteri dan membunuhnya. Tekanan osmotik menyebabkan bakteri terhidrasi sehingga bakteri tidak dapat hidup.
Gambaran Strategi Koping Keluarga dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Wilayah Kecamatan Kasihan Bantul Shanti Wardaningsih; Elya Rochmawati; Puji Sutarjo
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i1.1562

Abstract

Family Coping Strategy remains important method that implemented by member of family, even treating the mentality disorder patient among family members becomes necessity because of the increasing number of mentality disorder relapse, which predicted to get setback into the patient, as much as 95% of patients become chronic along their lives. This research attempts at investigating and identifying general description of family coping strategy in treating psychological disorder patient in Puskesmas, Kasihan Bantul Yogyakarta. It is qualitative research using in-depth interview. Determining of participant by using purposive sampling. Number ofparticipants is five person particularly members whose closed relationship, staying at the same place and interacting with patientfor at least years. With range of age is 17-65 years old. The result of this research is referred to previous researches which seeking for determinant faktors for instances, internal family coping strategy and external family coping strategy. This research concludes that description offamily coping strategy in treating patient with mentality disorder can be seen through several factors for instance factor offaith, financial, knowledge, type of communication, and social support.Strategi koping keluarga merupakan upaya penting yang harus dilakukan oleh anggota keluarga, bahkan dalam merawat penderita gangguan jiwa dikalangan keluarga menjadi hal paling pokok. Angka kekambuhan gangguan jiwa semakin meningkat, diperkirakan sebesar 95% pasien menjadi kronik dengan gejala-gejala sepanjang hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran strategi koping keluarga dalam merawat penderita gangguan jiwa di wilayah Kecamatan Kasihan Bantul. Penelitian ini menggunakan rancangan fenomologi dengan metode wawancara mendalam (indeepth interview) merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan partisipan menggunakan purposive sampling. Jumlah partisipan 5 orang yaitu keluarga yang masih ada hubungan darah dengan penderita gangguan jiwa yang mengalami gangguan jiwa minimal 5 tahun dan tinggal satu rumah serta berinteraksi langsung dengan penderita, umur 17-65 tahun. Hasil penelitian menunjukkan gambaran strategi koping keluarga dalam merawat pasien skizofrenia dapat dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhinya dan tipe-tipe strategi koping yang sering digunakan oleh keluarga yaitu strategi koping keluarga internal dan strategi koping keluarga eksternal. Disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi strategi koping adalah yaitu faktor keyakinan, keuangan, pengetahuan, pola- pola komunikasi, dukungan sosial. Strategi koping yang sering digunakan dapat dilihat dari tipe-tipe strategi koping keluarga yaitu strategi koping keluarga internal berupa mengandalkan kelompok keluarga, pengontrolan makna dari masalah, pemecahan masalah bersama-sama dan pengungkapan bersama.
Komplikasi Anestesia Regional pada Pasien Sectio Caesaria di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Ardi Pramono
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i1.926

Abstract

Sejak tahun 1960-an sudah banyak berkembang ilmu pengetahuan untuk meningkatkan keamanan dari anestesia spinal dan anestesia epidural pada pasien obstetrik. Angka kematian anestesia regional sekarang tujuh belas kali lebih rendah dibandingkan dengan anestesia umum untuk seksio sesaria. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti komplikasi yang terjadi dengan pemberian anestesia regional pada pasien seksio sesaria di PKU Muhammadiyah Yogyakarta Penelitian ini merupakan studi crosssectional untuk mencari komplikasi yang berhubungan dengan anestesia regional pada pasien seksio sesaria. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data dari rekam medis. Data yang diambil adalah pasien seksio sesaria dengan anestesia regional dan komplikasi yang terjadi. Tempat penelitian di PKU Muhammadiyah Yogyakarta dari tanggal 1 November 2007 – 1 November 2009. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan tabel dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara anestesia regional dengan komplikasi yang terjadi ( p0,05) dan komplikasi anestesia regional tersebut sebesar 32,18% berupa hipotensi 29,31% dan 2,87% masuk ICU
Pengaruh Penyuluhan terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Aspek Kesehatan, Sosial dan Hukum Aborsi pada Siswa SMU N 6 Yogyakarta - Teranggono; Fitri Murniati; Martiana Suciningtyas
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1578

Abstract

The majority of world’s constituent is adolescent in which period there is a growth of physical, sexual and social behavior. At that time if they don ’t get right information and direction they will get loss in free sex environment, unwanted pregnancy and doing abortion. The objective of this study is to know the adolescent ’s average level of knowledge about various aspects of abortion; health, social and legal, before and after getting counseling. The research method use was pretest and post test experimental study. The respondents consisted of 61 SMU N 6 Yogyakarta students, 17 male and 44 female. The data was analyzed descriptively by using test of normality and statiscally by using Wilcoxon test. The result showed that the students knowledge concerning aspects of abortion: health (0,85), social (0,45) and legal (1,04) were increasing approximate to maximal. It is concluded that the students elucidation concerning abortion has positive effect.Komposisi sebagian besar dunia adalah remaja. Pada masa remaja terjadi pertumbuhan fisik, seksual, dan prilaku sosial, jika tidak mendapatkan pengetahuan dan arahan menyebabkan remaja terjerumus dalam perilaku seks bebas, kehamilan yang tidak dikehendaki, dan melakukan tindakan aborsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan remaja tentang aspek kesehatan, sosial, dan hukum aborsi sebelum dan sesudah penyuluhan di SMU Negeri 6 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan pretest posttest. Jumlah responden adalah 61 siswa, laki-laki 17 dan perempuan 44 orang. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan test of normality dan secara analitik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan rerata pengetahuan siswa mengenai aspek kesehatan (0,85), sosial (0,45) dan hukum (1,04) aborsi, yang mendekati nilai maksimal. Disimpulkan bahwa penyuluhan terhadap siswa tentang aborsi berpengaruh positif.
Pengaruh Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap Hipertensi pada Kelompok Usia Lanjut Ratna Indriawati; Ibnu Sarwo Edhie Hartono
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i3.962

Abstract

Hipertensi merupakan problem kesehatan yang sangat penting di masyarakat Indonesia. Obat untuk hipertensi semakin berkembang dari tahun ke tahun. Penelitian-penelitian untuk menemukan obat dengan efektifitas yang lebih baik dan efek samping seminimal mungkin terus berlanjut. Namun di sisi lain secara turun temurun sebenarnya telah dikenal pengobatan tradisional untuk mengatasi hipertensi, salah satunya adalah buah mengkudu (Morinda citrifolia) . Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh M. citrifolia terhadap hipertensi pada kelompok usia lanjut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian pre test-post test randomized control group design. Subjek penelitian berjumlah 30 orang. Hasil uji analisis statistik untuk tekanan darah sistolik adalah terdapat penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah minum kapsul ekstrak M. citrifolia yang bermakna secara statistik (p=0,00). Demikian juga dengan ekanan darah diastolik terdapat penurunan tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah minum kapsul ekstrak M. citrifolia yang bermakna secara statistik ( p=0,00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia yang rutin minum kapsul ekstrak M. citrifolia secara teratur.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue