cover
Contact Name
Nur Rahmawati Syamsiyah
Contact Email
nur_rahmawati@ums.ac.id
Phone
+628562830285
Journal Mail Official
jurnalsinektika@ums.ac.id
Editorial Address
Architecture Department, Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Kartasura Tromol Pos 1 Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : 10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 331 Documents
EKSPLORASI POTENSI FISIK KAWASAN PANTAI JOGAN, PANTAI NGLAMBOR DAN PANTAI SIUNG SEBAGAI KAWASAN WISATA PANTAI Tendi Eko Saputro; Qomarun Qomarun
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.346 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v13i1.638

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mencari wahana baru wisata pantai di wilayah Yogyakarta yang telah ditetapkan sebagai wilayah KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional). Tujuan utama riset ini adalah untuk menggali potensi dan kelayakan investasi objek wisata pantai yang baru, yaitu pada Pantai Jogan, Pantai Nglambor dan Pantai Siung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model pendekatan SWOT (Strength Weakness Opportunity Threat). Pengumpulan data dilakukan dengan survei lapangan, wawancara dan kajian pustaka. Analisis ETOP (Element Threat Opportunity Profile) dan SAP (Strategic Advantage Profile) dilakukan untuk memecahkan permasalahannya. Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa ketiga pantai itu mempunyai potensi yang berbeda-beda dan layak untuk dikembangkan menjadi wahana wisata pantai baru di Yogyakarta. Penelitian ini akhirnya merekomendasikan untuk dilakukan tahap penyusunan konsep dan desain arsitektur kawasan pantai. Pantai Jogan mempunyai karakter yang unik, yaitu adanya aliran air yang mengalir dari tebing karang yang langsung jatuh ke bibir pantai, sehingga sering disebut sebagai pantai air terjun. Pantai Nglambor mempunyai pemandangan yang sangat indah, yaitu adanya hamparan pasir putih, pulau karang dan keragaman ikan hias. Sementara itu, Pantai Siung memnpunyai batuan karang yang unik, tebing yang tinggi dan hamparan pasir putih yang luas, sehingga sering disebut sebagai pantai petualang.
EVALUASI FUNGSI TAMAN KAMPUS EDU PARK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SEBAGAI OPEN SPACE KAMPUS Noor Kholid Ismail; Samsudin Raidi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.318 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v14i2.1447

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya fenomena disfungsi taman kampus Edu ParkUMS sebagai open space kampus yang fungsional. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hasil evaluasi fungsi taman kampus Edu Park Universitas MuhammadiyahSurakarta. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan aktivitas pengguna tamandan metode jajak pendapat dengan melalui penyebaran kuesioner untuk 40 responden.Data yang diperoleh dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel, pemetaan,dokumentasi, dan diskripsi. Berdasarkan data pengamatan dan kuesioner terhadap aktivitas pengunjung yang ada, fungsi taman Edu Park sebagai open space sudah dimanfaatkan secara maksimal. Hasil perhitungan kuesioner terhadap 40 responden adalah layak dengan prosentase 35% aktivitas olahraga, 12,5 % aktivitas jalan-jalan dan bermain, 32,5% kegiatan foto-foto, 2,5% kegiatan piknik dan 5% aktivitas bersepeda. Berdasarkan data kuesioner terhadap elemen pendukung  aktivitas yang terdapat pada open space tersebut, menunjukan bahwa taman Edu Park Universitas Muhammadiyah Surakarta sudah digunakan secara maksimal, dibuktikan  dengan hasil perhitungan kuesioner terhadap 40 responden bahwa prosentasi yang  diperoleh adalah 40% untuk kategori sangat layak, 55% untuk kategori layak dan 5% untuk kategori tidak layak.
Kedai Kopi: Kepintaran Kopi dalam Menciptakan Ruang di Kota Malang Wiwik Dwi Susanti; Fairuz Mutia; Dyan Agustin
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1961.241 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11569

Abstract

“Ngopi sek ben gak salah paham” merupakan salah satu jargon andalan di masyarakat Jawa Timur. Dimana jargon tersebut merupakan ajakan untuk minum kopi di kedai kopi sambil ngobrol dan menikmati rokok selama berjam-jam. Sehingga terdapat pergeseran makna dalam menikmati kopi. Kopi tidak lagi sebagai minuman pelengkap yang hanya bisa dinikmati di rumah, tetapi kopi menjadi pusat dalam menghadirkan suatu ruang dan sebagai wujud keseharian kaum pinggiran dan kaum urban. Dalam perkembangan kedai kopi tidak lagi identik dengan bangunan masif tetapi lebih kepada konsep berkumpul (sosialisasi). Manusia dengan sendirinya akan menghadirkan ruang ketika menikmati kopi. Sehingga banyak ditemukan kepintaran kopi dalam menciptakan ruang dengan keberagaman langgam. Penelitian ini berusaha untuk mengupas kepintaran kedai kopi dalam menciptakan ruang melalui pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian adalah adanya ruang yang diciptakan oleh kopi yaitu ruang budaya, ruang arsitektural, ruang imajinatif dan ruang digital.
LESSON LEARNT FROM KREDIT TRIGUNA: THE HOUSING FINANCE FOR LOW-INCOME COMMUNITY Dyah Widi Astuti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.216 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v1i1.1139

Abstract

Financial aid or loan designed specifically for housing the low income community,especially they are working in informal sector, is necessary. To answer the need, abouttwo decades ago, Bank Tabungan Negara (BTN) or The State Savings Bank hadintroduced a loan package, named Kredit Triguna. Designed as a mixed microcreditpolicy, this loan implemented a fully concept of integrated approach. But it was onlyavailable for two years, and then discontinued. As one of the best practice microfinanceprograms at the time, this condition was considered as a unique case. This paper aimsto evaluate the previous microcredit policy, that was Kredit Triguna, in its implementation and to identify reasons for its success or failure in performance. As a sample of case study, a project of housing redevelopment in Kalianyar riverbank, Mojosongo, Surakarta using the loan is observed. The result of the study will help in developing new alternative scheme in housing finance for the low-income community.
Kualitas Akustik Ruang Utama Masjid Siti Aisyah Surakarta Nur Utami Isyana Dewi; Nur Rahmawati Syamsiyah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 2: Juli 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2462.775 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v16i2.10592

Abstract

Masjid sebagai bangunan ibadah umat Islam dituntut untuk nyaman. Salah satu kenyamanan adalah terhadap aspek suara seperti tingkat kebisingan rendah, distribusi bunyi merata serta kenyamanan terhadap pengguna ruang. Fokus penelitian ini adalah menganalisis tingkat tekanan bunyi, kinerja elemen serta evaluasi subjektif kenyamanan bunyi oleh pengguna ruang utama Masjid Siti Aisyah Surakarta. Penelitian menggunakan pengukuran tingkat tekanan bunyi dan analisis pemetaan bunyi dalam ruang serta persepsi keruangan dari pengguna melalui kuesioner secara online. Pengukuran tingkat tekanan bunyi menggunakan Sound Level Meter dan pemetaan bunyi menggunakan aplikasi Surfer 11. Hasil pengukuran bahwa intensitas bunyi ruang rata-rata yaitu sebesar 53.30 dBA saat ruang dalam kondisi sedikit aktivitas serta 70.45 dBA pada saat ruang dalam kondisi ada aktivitas kajian agama. Hasil pemetaan saat ruang sedikit aktivitas adalah bunyi terdistribusi merata, namun saat ruang digunakan untuk kajian, terjadi interferensi gelombang berupa penguatan bunyi, yang menyebabkan kebisingan. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa pengguna Masjid Siti Aisyah tidak terganggu dengan kebisingan, baik bising yang bersumber dari dalam bangunan maupun dari luar bangunan, karena pengguna masjid sudah mempersiapkan diri dengan niat untuk beribadah sehingga dapat beradaptasi dengan keadaan di ruang utama masjid Siti Aisyah.
Kenyamanan Visual dan Gerak Pengunjung di Ruang Tunggu Rumah Sakit (Studi Kasus: Gedung Rawat Jalan Rs. Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta) Nifida Alsya Khairunnisa; Yayi Arsandrie
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 2: Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2422.443 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i2.11563

Abstract

Ruang tunggu merupakan tempat di mana para pengunjung dengan kondisi mental dan fisik masing-masing berkumpul menjadi satu. Pada rumah sakit, kenyamanan menjadi aspek yang seharusnya paling diutamakan dalam perancangan ruang tunggu. Akan tetapi saat ini masih banyak ruang tunggu di rumah sakit yang tidak memperhatikan kenyamanan pasien maupun pengunjung. Di antaranya adalah Rumah Sakit Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta yang merupakan rumah sakit rujukan nasional dengan fokus permasalahan orthopedi atau tulang. Penelitian ini mengkaji aspek kenyamanan dalam arsitektur dan pengaruhnya terhadap pengguna. Objek studi kasus dalam penelitian kali ini adalah gedung rawat jalan RS. Orthopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta, Jawa Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara kepada pengunjung rumah sakit di ruang tunggu gedung rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kenyamanan bangunan berdasarkan persepsi pengunjung dan untuk mengetahui pengaruh faktor kenyamanan bangunan terhadap kondisi pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu dilakukan peningkatan kapasitas, fasilitas, sirkulasi, dan interior pada ruang tunggu gedung rawat jalan RS. Orthopedi Prof. DR. R. Soeharso agar tingkat kenyamanan gerak dan visual pengunjung maupun pasien dapat optimal.
Pengaruh Pencahayaan Alami Terhadap Kenyamanan Visual di Ruang Studio Arsitektur Universitas Pancasila Novia Ragilyani
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.678 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.11787

Abstract

Ruang Studio merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar – mengajar seperti proses menggambar bagi mahasiswa arsitektur dan proses mengajar bagi para dosen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat iluminasi pada ruang studio gambar yang ditinjau dari pencahayaan alami pada ruang studio gambar dan persepsi mahasiswa dan pendapat mereka terhadap tingkat kenyamanan visual yang dipengaruhi oleh pencahayaan alami pada suatu ruang studio. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan cara menganalisis tingkat iluminasi dari pencahayaan alami pada ruang studio arsitektur di Fakultas Teknik Universitas Pancasila, dengan membagikan kuesioner kepada 30 – 50 mahasiswa yang menggunakan ruangan tersebut untuk mengetahui persepsi mahasiswa tersebut terhadap kenyamanan visual yang dipengaruhi oleh pencahayaan alami pada ruang studio tersebut. Hasil penelitian ini kemudian di analisis tingkat iluminasi nya dan dibandingkan dengan persepsi mahasiswa yang menggunakan ruangan tersebut, kemudian dilihat apakah ruangan tersebut sudah memenuhi standar SNI atau belum sebagai ruang studio gambar.  Dari hasil pengukuran tingkat iluminasi tersebut didapat hasil bahwa seluruh ruang studio yang menjadi objek penelitian telah memenuhi standar SNI 03-6575-2001, Dan hasil persepsi mahasiswa terkait kenyamanan visual memiliki hasil netral dan nyaman. Hal ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa masih dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik di Ruang Studio Gambar jika hanya menggunakan pencahayaan alami.
IDENTIFIKASI LANSEKAP ELEMEN SOFTSCAPE DAN HARDSCAPE PADA TAMAN BALEKAMBANG SOLO Endang Wahyuni; Qomarun Qomarun
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.466 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v13i2.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketepatan pemilihan dan penataan lansekap pada Taman Balekambang, Solo. Studi difokuskan pada elemen softscape dan hardscape di taman yang mempunyai luas sekitar 9,8 hektar itu. Aspek yang dikaji meliputi fungsi dan perannya dalam kaitannya dengan RTH (Ruang Terbuka Hijau). Penelitian menggunakan paradigma rasionalistik, dengan metode deskriptif-komparatif, yaitu dengan membandingkan antara kondisi faktual dengan regulasi atau referensi yang berkaitan. Selain narasi, pembahasan juga disajikan dalam bentuk tabulasi dan grafis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen softscape di Taman Balekambang secara garis besar mampu memenuhi kategori RTH. Namun demikian, untuk elemenhardscapenya, Taman Balekambang belum memenuhi standar  kelengkapan yang dibutuhkan. Elemen softscape diketemukan kurang lebih 84 jenis tanaman, yang hampir semua sudah memenuhi syarat standar pemilihan tanaman. Keragaman karakter pohon ditemukan dalam bentuk tajuk indah (16,7%), semak berdaun indah (16,7%), pohon berbuah (35,7%), pohon beraroma (2,4%), pohon berbunga indah (5,6%), pohon berdaun indah (38,1%), peneduh (32,2%), perdu bunga indah (2,4%), rambat (2,4%) dan semak berbunga indah (5,6%). Selanjutnya, rekomendasi dari riset ini adalah pada upaya-upaya terkait pemeliharaan elemen softscape dan penyempurnaan elemen hardscape.
Identitas Arsitektur: Pencarian Hakikat Ruang Melalui Permukiman Kumuh Fatimatuz Zahroh; Lutvi Arnila Meiliyandari; Iis Septianingrum
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1734.026 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v16i1.10463

Abstract

Pemaknaan arsitektur tidak pernah memiliki pakem dari para praktisi maupun teoritikus. Pencarian identitas arsitektur terus dikaji dan berlanjut hingga menghasilkan ragam definisi yang tumpang-tindih dalam aktualisasinya, sebut saja teori Vitruvius dan Wastu Widya. Arsitektur kemudian disempitkan lagi oleh pandangan publik yang hanya sebatas bangunan indah. Paradigma ini kemudian melahirkan pemikiran bahwa bangunan dengan tampilan yang indah adalah arsitektur, sebaliknya bangunan yang kotor dan kumuh adalah bukan arsitektur. Padahal lebih luas dari itu arsitektur juga merupakan alat penyelesaian masalah sosial yang berusaha menghilangkan disparitas sosial yang terjadi. Disparitas ini berwujud dalam bentuk hunian kumuh atau slum yang dianggap sebagai sumber permasalahan. Dengan mengumpulkan data dari hasil penelitian maupun isu terkini tentang bagaimana melakukan pendekatan arsitektur pada kawasan slum, tanpa harus menghapuskan keberadaannya, tetapi dengan meningkatkan derajatnya seperti yang dilakukan oleh Romo Mangun di Kali Codhe, penelitian menunjukkan bahwa slum adalah salah satu solusi dalam mendesain perumahan sosial skala massal yang bisa meningkatkan taraf hidup sekaligus sosial penghuni di dalamnya.
Dasar Pemikiran Arsitektur Humanistik: Pemahaman dan Tokohnya dari Era ke Era Muhammad Nur Hakimuddin At-Toyibi; Syandy Diantrisna Kusuma
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 17, No 1: Januari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1592.137 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v17i1.10863

Abstract

Arsitektur selalu berkembang sejalan dengan perkembangan zaman. Akan tetapi dengan berjalan dan berkembangnya zaman banyak dasar-dasar konsep rancangan arsitektur yang hanya memenuhi tuntutan klien atau mengedepankan aspek estetika saja. Pemahaman yang demikian mengacuhkan hal penting dalam rancangan arsitektur yang seharusnya mempertimbangkan manusia sebagai pengguna dari bangunan yang dirancang. Dengan latar belakang demikian perlu adanya kajian kembali tentang arsitektur humanistik sehingga dapat dijadikan dasar dalam rancangan arsitektur yang bisa memenuhi kebutuhan dasar manusia sebagai penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengulas kembali arsitektur humanistik sehingga pemahaman arsitektur humanistik dapat hadir sebagai pertimbangan dalam merancang di era sekarang. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau literature review dari tulisan-tulisan yang telah ada. Kajian ini menghasilkan kesimpulan pentingnya dasar pemikiran arsitektur humanistik sebagai landasan pertimbangan dalam rancangan.