cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2: September 2021" : 23 Documents clear
Keanekaragaman Jenis Tanaman Buah Pekarangan Dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Pendapatan Keluarga Di Gampong Teungoh, Aceh, Indonesia Antika Rahayu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.11258

Abstract

Desa gampong teungoh merupakan salah satu desa di kota langsa yang sebagian warganya masih memiliki pekarangan yang digunakan untuk menanam buah sebagai nutrisi untuk tubuhnya. Pekarangan atau kebun rumah memberikan keuntungan ekonomi dan sosial, dengan berbagai tanaman buah dan pohon. Penelitian ini dilakukan di 5 dusun yaitu Dusun SMP 5, Dusun Timbangan, Dusun Permai, Dusun Keupala, dan Dusun Tetua Thalib. Penelitian ini dilakukan dengan merode observasi. Intervariasi dan wawancara yang ditujukan kepada penduduk setempat. Hasil penelitian telah ditemukan 35 jenis tumbuhan buah pekarangan .
Keanekaragaman Dan Kelimpahan Gulma Pada Tumpangsari Jagung Manis Dengan Kacangan Agus Nugroho Setiawan; Sarjiyah Sarjiyah
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.10814

Abstract

Jagung manis merupakan tanaman penting bagi Indonesia, umumnya ditanam secara monokultur dengan jarak tanam lebar yang menyebabkan banyak gulma. Pengendalian gulma kebanyakan dilakukan secara manual atau kimiawi yang efektivitas dan efisiensinya rendah. Salah satu metode yang potensial untuk mengendalikan gulma adalah tumpangsari. Tanaman yang sesuai untuk ditumpangsarikan dengan jagung manis adalah kacangan, yang mempunyai karakter berbeda dengan jagung manis. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis kacangan terhadap mikroklimat, keanekaragaman dan kelimpahan gulma, serta mendapatkan jenis kacangan yang efektif untuk menekan gulma. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan percobaan faktor tunggal yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap dengan 3 blok sebagai ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah jenis kacangan yang terdiri atas 5 jenis yaitu kacang tanah, kedelai, kacang tunggak, kacang merah dan kacang hijau, serta penanaman jagung manis monokultur sebagai pembanding. Pengamatan gulma dilakukan dengan analisis vegetasi dengan 5 petak sampel setiap petak perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma yang tumbuh pada tumpangsari jagung manis+kacangan sebanyak 33 jenis, didominasi oleh gulma tekian dan daun lebar, yaitu Cyperus rotundus, Cynodon dactylon, Physallis angulata dan Phyllantus niruri; semua jenis kacang pada tumpangsari mampu menekan pertumbuhan gulma, dengan kemampuan menekan gulma yang paling tinggi yaitu kacang tunggak; dan keberadaan kacangan sebagai tanaman sela di antara jagung manis pada tumpangsari tidak menurunkan hasil jagung manis.
Cover Vol 7, No 2: September 2021 Cover Vol 7 No 2: September 2021
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.16526

Abstract

Pengaruh Suhu dan pH Ekstraksi Pektin dari Limbah Kulit Buah Pamikatsih, Prabandhani; Agcaya, Gerald Dewa; Mulyaningtyas, Akida
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.11028

Abstract

Lebih banyak digunakan pada berbagai industri, hampir 100% kebutuhan pektin di Indonesia lebih penting karena belum ada produsen pektin dalam negeri. Penelitian ini membahas pentingnya suhu (pH dan suhu) pada proses isolasi pektin dari campuran limbah kulit buah. Beberapa kulit buah dengan jumlah yang cukup melimpah yang diperlukan digunakan sebagai bahan baku pembuatan pektin di atas adalah kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), pepaya (Carica papaya), melon (Cucumis melo), nanas (Ananas comosus), serta jeruk ( Citrus sinensis). Dalam penelitian ini isolasi pektin dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut asam oksalat 1 N pada pH 1, 2, 3, 4 dan 5. Proses ekstraksi dilakukan pada suhu 70 ° C, selama 90 menit, dengan kecepatan pengadukan 500 rpm. Selain itu, proses ekstraksi juga dilakukan pada variasi suhu 60 ° C, 70 ° C, 75 ° C, 80 ° C dan 90 ° C untuk mengetahui variasi suhu terhadap karakteristik pektin yang dihasilkan. Karakterisasi pektin dilakukan dengan uji berat, kadar metoksil dan kadar abu. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kondisi operasi yang terbaik untuk ekstraksi pektin dari campuran limbah kulit buah adalah pH 2 dan suhu 70 ° C, di mana pada kondisi ini diperoleh hasil pektin sebesar 9,58-10,37%, kadar metoksil 4,03- 10,54%, berat setara 608,33-702,54mg, serta kadar abu 6,13-6,38%.
Karakterisasi Isolat Bakteri Penghasil Kitinase Dan Glukanase Serta Uji Efektifitasnya Terhadap Jamur Colletotrichum sp suryadi, yadi -; susilowati, Dwi N; Samudra, I Made -
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.11197

Abstract

Shallots as a horticultural commodity is quite important in Indonesia. Fungi anthracnose disease caused by fungus Colletotrichum sp. is one of the pathogens  causing rot on shallot plants. Therefore, an alternative control that is environmentally friendly is a necessity. The aim of the study was to screen the best potential isolates producing chitinase and glucanase of shallot- rhizosphere from Brebes, and further used to inhibit fungal pathogens. The results showed that it was obtained 8 isolates have suppression activity against Colletotrichum sp. which varied in their inhibition. The highest inhibition was produced by isolate UBS 3 (30.56%), whilst one isolate (TK 3) did not have the ability to inhibit Colletotrichum sp.
Keanekaragaman Jenis Tanaman Buah Pekarangan Dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Pendapatan Keluarga Di Gampong Teungoh, Aceh, Indonesia Rahayu, Antika
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.11258

Abstract

Desa gampong teungoh merupakan salah satu desa di kota langsa yang sebagian warganya masih memiliki pekarangan yang digunakan untuk menanam buah sebagai nutrisi untuk tubuhnya. Pekarangan atau kebun rumah memberikan keuntungan ekonomi dan sosial, dengan berbagai tanaman buah dan pohon. Penelitian ini dilakukan di 5 dusun yaitu Dusun SMP 5, Dusun Timbangan, Dusun Permai, Dusun Keupala, dan Dusun Tetua Thalib. Penelitian ini dilakukan dengan merode observasi. Intervariasi dan wawancara yang ditujukan kepada penduduk setempat. Hasil penelitian telah ditemukan 35 jenis tumbuhan buah pekarangan .
Ophiocordyceps : Fungi Entomopatogen Penyebab Zombie Pada Serangga Putra, Ivan Permana
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.11152

Abstract

Ophiocordyceps is special type of entomopathogenic fungi which well known to infect insects and turning them into zombie. A total of 250 species have been described from its genus, and some are known to control their hosts, which are most notably ants. They are ubiquitous within tropical rain forests across the board, with few publication reports from temperate ecosystems. These fungal pathogens possess the capacity to manipulate host behaviour in order to increase their own fitness. These entomopathogenic fungi cause their hosts frezee to die in an exposed area on the abaxial surface of leaves or branches, which then enhancing the fungus spore production and dispersal. Despite the high diversity of fungi and insect with vast tropical forest as well as drugs potency from Ophiocordyceps, publication of Ophiocordyces was rarely reported from Indonesia. This review will explain the evolution of Ophiocordyceps-insect interaction, simbiont distribution, and zombie-insect formation mechanism, in order to induce zombie-insect research in Indonesia. 
Cover Vol 7, No 2: September 2021 No 2: September 2021, Cover Vol 7
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.16526

Abstract

Karakteristik Kulit Batang Pohon Inang Lichen di Bukit Bibi, Taman Nasional Gunung Merapi (The Bark Characteristics of Lichen Host Tree in Bukit Bibi, Taman Nasional Gunung Merapi) Susilawati, Puspita Ratna
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.11355

Abstract

Karakteristik kulit batang inang menjadi faktor penentu komunitas corticolous lichen. Beberapa jenis lichen menunjukkan preferensi terhadap karakteristik kulit batang tertentu. Informasi karakteristik kulit batang pohon inang sangat dibutuhkan dalam upaya konservasi terutama untuk red-listed lichen species. Namun penelitian dengan tema tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman jenis pohon inang lichen di Bukit Bibi dan mendeskripsikan karakteristiknya. Pohon yang disampling adalah pohon yang ditumbuhi lichen di sepanjang jalur jelajah dengan diameter batang 20 cm DBH. Kulit batang yang disampling adalah kulit batang yang tidak ditumbuhi lichen dan terletak pada ketinggian 130 cm. Karakteristik fisik yang dianalisis meliputi tekstur, kelembaban substrat dan kapasitas menyimpan air sedangkan karakteristik kimia berupa pH. Pohon inang corticolous lichen di Bukit Bibi ada 17 jenis. Karakteristik kulit batang yang bervariasi yaitu tekstur halus sampai kasar dengan celah/ retakan yang dalam; kelembaban substrat antara 8,03% - 63,18%; kapasitas menyimpan air antara 56,06% - 153,33%; dan pH antara 5,05 - 5,89. The characteristics of the host tree bark became a determining factor for the corticolous lichen community. Several types of lichen showed a preference for certain bark characteristics. Information on characteristics of host tree bark was needed in conservation, especially for red-listed lichen species. However, research on this theme was still limited. This study was aimed to determine the diversity of species of lichen host trees in Bukit Bibi and to describe their characteristics. The sampled tree was a tree that was overgrown with lichen along the cruising path with a trunk diameter 20 cm DBH. Sampled bark was a bark that was not overgrown with lichen and was situated at a height of 130 cm. Physical characteristics analyzed included texture, substrate humidity, and water holding capacity while chemical characteristic was pH. There were 17 types of corticolous lichen host trees in Bukit Bibi. Varied bark characteristics were smooth to rough texture with deep cracks; substrate humidity between 8.03% - 63.18%; water storage capacity between 56.06% - 153.33%; and pH between 5.05 - 5.89.
Teknologi Vertebroplasty Untuk Menangani Fraktur Kompresi Tulang Belakang Manusia Akibat Penyakit Osteoporosis Irawati, Wahyu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.13415

Abstract

Osteoporosis merupakan penyakit metabolik tulang yang ditandai dengan menurunnya massa tulang akibat berkurangnya matriks dan mineral tulang disertai dengan kerusakan mikroarsitektur dari jaringan tulang. Osteoporosis dapat terjadi akibat berbagai faktor terutama faktor usia. Osteroporosis tidak menunjukan gejala yang jelas sehingga penderita osteoporosis beru menyadarinya ketika sudah terjadi fraktur pada tukang belakang yang menyebabkan nyeri. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui teknologi vertebroplasty dalam menangani fraktur kompresi tulang belakang manusia akibat penyakit osteoporosis. Kajian literatur ini akan membahas empat fokus kajian yaitu: 1) struktur dan fungsi sistem tulang, 2) kelainan struktur dan fungsi sistem tulang, 3) mekanisme terjadinya osteoporosis, serta 4) penanganan osteoporosis dengan menggunakan teknologi vertebroplasty. Pada dasarnya bagian luar tulang sangat kuat dan kokoh, tetapi pada bagian lainnya terdapat beberapa spons. Struktur tulang sangat mendukung setiap fungsi yang dimiliki. Pada keadaan normal, siklus pembentukan tulang yang melibatkan sel-sel tulang dan jaringan tulang akan membuat tulang tetap kuat. Ketidakseimbangan dalam regenerasi tulang di mana jaringan tulang trabekular lebih aktif dan cepat sementara tulang kortikal bekerja lebih lambat, dapat menjadi penyebab osteoporosis. Percutaneous vertebroplasty (PV) merupakan penanganan osteoporosis dengan injeksi langsung semen medis (polymethylmethacrylate [PMMA]) pada tulang yang keropos maupun retak, dapat meredakan nyeri dengan lebih cepat.  

Page 2 of 3 | Total Record : 23