cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
TREN GENETIK PERTUMBUHAN ANTAR POPULASI Hibiscus macrophyllus Roxb.Ex Hornem DI JAWA Mudji Susanto; Mashudi Mashudi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i1.5926

Abstract

Penelitian ditujukan untuk memperoleh tren genetik pertumbuhan Hibiscus macrophyllus dari beberapa populasi pada tingkat semai. Penelitian menggunakan materia genetik dari 7 populasi atau provenans di Pulau Jawa. Rancanganpenelitian menggunakan Rancangan Acak Komplet Blok dengan menguji 112 famili perkawinan terbuka dari 7 provenans dari Pulau Jawa (Cipatujah, Tasikmalaya; Ciguha-Pagerageng, Tasikmalaya; and Pamarican, Banjar Patroman, Ciamis; Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta; Banyuasin, Purworejo, Jawa Tengah; Sumberwrigin, Bondowoso, Jawa Timur; and Senduro, Lumajang, Jawa Timur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua populasi yang diteliti memperlihatkan tren pertumbuhan yang hampir sama. Hertabilitas individu pertumbuhan sangat berfltuasi mulai umur 0,5 bulan sampai dengan umur 2,5 bulan. Estimasi heritabilitas indvidu untuk tinggi semai tergolong tinggi (h2i=0.53) pada umur 2,5 bulan di persemaian. Keragaman genetik pertumbuhan antar populasi maupun antar famili di dalam populasi sangat signifian.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI BIJI JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP BAKTERI Eschericia coli Mohammad Arfi Setiawan; Mita Dewi Retnoningrum
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: March 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7989

Abstract

EFEKTIVITAS CENDAWAN ENTOMOPATOGEN METARHIZIUM ANISOPLIAE DALAM MEMBUNUH Imago Musca domestica L. (DIPTERA: MUSCIDAE) Florianus Flori; Noni Yunizar; Linawati Linawati; Kustiati Kustiati
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8988

Abstract

Musca domestica L. atau lalat rumah dianggap sebagai serangga pengganggu di bidang kesehatan dan merupakan vektor mekanis beberapa penyakit pada manusia dan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivitas cendawan Metarhizium anisopliae dalam membunuh imago Musca domestica. Lalat rumah yang digunakan adalah populasi lokal dari tempat pembuangan sampah di kota Pontianak. Metode penelitian dirancang mengunakan rancangan acak lengkap terdiri dari lima perlakuan dan satu kontrol dengan tiga ulangan yaitu: (P0) Kontrol;  (P1) 1,2x  konidia/ml;(P2) 3,6x106 konidia/ml;(P3) 6x106 konidia/ml;(P4) 8,4x106 konidia/ml; dan (P5) 10,8x106 konidia/ml diberikan dalam bentuk suspensi sebanyak 1 ml. Jumlah lalat yang menunjukkan paralisis dicatat dari satu hari setelah perlakuan hingga hari ke 14. Data kematian imago lalat dianalisa secara probit dengan bantuan program Excel untuk menentukan waktu kematian 50% (LT50) dari masing-masing konsentrasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi M. anisopliae dengan kerapatan konidia 8x106 konidia/ml lebih efektif dalam membunuh imago M. domestica dalam waktu 5,88 hari dengan kisaran waktu mortalitas lalat uji sebesar 95%, yaitu 4,70–7,36 hari. Perlakuan dengan suspensi kerapatan konidia terendah mampu membunuh imago M. domestica L. sebanyak 50% atau lebih.  
PENGARUH PENAMBAHAN KUBIS MERAH (Brassica oleraceae var.) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN PADA BISKUIT TEPUNG BIJI RAMBUTAN Linda Ristiana; Nanik Suhartatik
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 2: September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i2.874

Abstract

Rambutan seed flour could be utilized as a food especially as source of carbohydrate, fat, and protein. Red cabbage could be used as natural food color because of their anthocyanin content. The aims of the research were to investigate the effect of red cabbage to the antioxidant activity and consumer preference of rambutan seed flour biscuit. This research was use completed randomized design with 9 combinations and 2 replications. The results showed that the highest antioxidant activity was biscuit made by 50 g of rambutan seed flour addition and 20% of red cabbage extract, e.i 19.48 % radical scavenging activity (RSA) of DPPH. But biscuit which was most prefere by panel test was only 25 g of rambutan seed flour without any addition of red cabbage extract. Rambutan seed flour and red cabbage addition to the biscuit did affect the antioxidant activity and the consumer preference of the biscuit.
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS DAN BAHAN PENYANGGA PADA PEMBENTUKAN PLANTLET KANTONG SEMAR ADRIANII (Nepenthes adrianii) DENGAN KULTUR IN VITRO Egi Nuryadin; Sugiyono Sugiyono; Elly Proklamasiningsih
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i2.5180

Abstract

Nepenthes adrianii (Kantong Semar) merupakan tanaman endemik khas Gunung Slamet, termasuk dalam Convention on International Trade of Endangered Species (CITES) terdapat apendiks I (Tahun 2003) dan II yaitu tanaman ini tergolong hampir punah dan langka. Mengingat besarnya potensi yang dimiliki tanaman ini, maka perlu adanya upaya konservasi untuk mengembangkan dan melestarikannya. Penerapan bioteknologi kultur jaringan atau kultur in vitro merupakan solusi yang tepat untuk melestarikan dan mengembangkan tanaman ini. Kultur in-vitro digunakan untuk multiplikasi tunas dan pembentukan plantlet.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mempelajari pengaruh interaksi BAP dan NAA pada multiplikasi tunas: 2)  menentukan konsentrasi interaksi BAP dan NAA yang paling baik untuk memacu multiplikasi tunas; 3) mempelajari pengaruh bahan penyangga eksplan dan NAA pada pembentukan plantlet kantong semar (Nepenthes adrianii); dan 4) menentukan jenis bahan penyangga eksplan dan konsentrasi zat pengatur tumbuh NAA yang paling baik untuk memacu pembentukan plantlet kantong semar  (Nepenthes adrianii).Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, penelitian ini terdiri atas 2 tahap yaitu multiplikasi tunas dan pembentukan plantlet. Tujuan penelitian  pada tahap multiplikasi tunas adalah untuk perbanyakan tunas dan tujuan penelitian pada tahap pembentukan plantlet adalah untuk mendapatkan tanaman kecil yang sejati. Tahap Multiplikasi Tunas menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah konsentrasi BAP yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 µM, 5 µM, 10 µM, dan 15 µM, Faktor II  konsentrasi NAA yang terdiri dari 4 taraf yaitu yaitu 0 µM, 0,5 µM, 1 µM, dan 1,5 µM. Tahap Pembentukan Plantlet menggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) sebagai petak utama adalah bahan penyangga eskplan (P) yaitu:  agar dan jembatan kertas saring, sedangkan sebagai anak petak adalah konsentrasi NAA yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 µM, 5 µM, 10 µM, dan 15 µM. Parameter yang diukur dalam multiplikasi tunas yaitu waktu muncul tunas, waktu muncul daun, waktu muncul akar, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar. Parameter yang diukur dalam pembentukan plantlet yaitu jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar, daun terpanjang, akar terpanjang dan tinggi tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Anova : Analysis of Variance) dengan  tingkat kepercayaan 95%. Pengujian F menunjukan hasil sangat nyata kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahap multiplikasi tunas terbaik didapat pada perlakuan interaksi BAP 10 mM dan NAA 0,5 mM. Tahap Pembentukan plantlet terbaik di dapat pada perlakuan interaksi bahan penyangga jembatan kertas saring dengan zat pengatur tumbuh NAA 5 mM dan 10 mM.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Teh Hijau Terhadap Konsentrasi dan Kecepatan Spermatozoa Tikus (Rattus norvegicus) Setelah Paparan Asap Rokok Tri Panjiasih Susmiarsih; Kenconoviyati Kenconoviyati; Kuslestari Kuslestari
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6886

Abstract

Merokok dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan, asap rokok mengandung bahan kimia berbahaya dan radikal bebas yang berpotensi menimbulkan infertilitas. Teh (Camelia sinensis) merupakan tumbuhan yang banyak mengandung polifenol flavonoid katekin (sekitar 30%-40%),senyawa ini berpotensi sebagai antioksidan kuat untuk menetralisir efek toksik radikal bebas.Tujuanpenelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun teh hijau terhadap konsentrasi dan kecepatan spermatozoa tikus (Rattus norvegicus) setelah paparan asap rokok. Subjek penelitian menggunakan 24 ekor tikus putih. Perlakuan terbagi atas: kelompok kontrol (K1 dan K2), kelompok paparan asap rokok dan pemberian ekstrak teh hijau (P1 dan P5), kelompok paparan asap rokok (P2 dan P5) dan kelompok pemberian ekstrak teh hijau (P3 dan P6). Periode perlakuan selama 30 hari (K1,P1,P2,P3) dan 45 hari (K2,P4,P5,P6). Dosis paparan asap rokok sebanyak 1 batang per hari dan ekstrak daun teh hijau sebanyak 200 mg/kg bb. Semen diperoleh dari epididimis bagian kaudal tikus. Analisis data konsentrasi dan kecepatan spermatozoa menggunakan uji ANOVA dan uji perbandingan LSD.Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun teh hijau mampu mempertahankan kecepatan gerak spermatozoa tikus setelah paparan asap rokok, namun pemberian ekstrak daun teh hijau tidak dapat memperbaiki konsentrasi spermatozoa setelah paparan asap rokok. Ekstrak daun teh hijau diindikasikan dapat memperbaiki kualitas spermatozoa.
Studi Penerapan Bank Sampah dalam Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kota Yogyakarta Sri Haryanti; Evi Gravitiani; Mahendra Wijaya
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 1: March 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i1.10434

Abstract

Produk Lipase Kapang Lipolitik pada Limbah Ampas Kelapa Eko Suyanto; Endang Sutariningsih Soetarto; Muhammad Nur Cahyanto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: March 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i1.311

Abstract

Lipase memiliki manfaat penting di bidang industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kapang lipolitik yang mampu tumbuh dan menghasilkan aktivitas lipase tinggi pada limbah ampas kelapa menggunakan metode solid state fermentation. Isolat kapang uji dipurifikasi kemudian dilakukan skrining dan seleksi kapang lipolitik dan dilanjutkan dengan produksi lipase menggunakan substrat ampas kelapa yang sebelumnya diukur kandungan biokimia. Hasil menunjukkan bahwa 8 isolat kapang lipolitik mampu tumbuh baik pada substrat ampas kelapa yang ditunjukkan dengan adanya sporulasi dan perubahan pH medium selama reaksi. Diantara kapang lipolitik tersebut, isolat kapang KLC-333 diketahui menghasilkan aktivitas hidrolisis lipase terbesar yaitu 13,33 U/ml dan volume produksi 46 ml. Biosintesis dan peningkatan produksi lipase dipengaruhi oleh kandungan nutrien di dalam substrat ampas kelapa.
Ophiocordyceps : Fungi Entomopatogen Penyebab Zombie Pada Serangga Ivan Permana Putra
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.11152

Abstract

Ophiocordyceps is special type of entomopathogenic fungi which well known to infect insects and turning them into zombie. A total of 250 species have been described from its genus, and some are known to control their hosts, which are most notably ants. They are ubiquitous within tropical rain forests across the board, with few publication reports from temperate ecosystems. These fungal pathogens possess the capacity to manipulate host behaviour in order to increase their own fitness. These entomopathogenic fungi cause their hosts frezee to die in an exposed area on the abaxial surface of leaves or branches, which then enhancing the fungus spore production and dispersal. Despite the high diversity of fungi and insect with vast tropical forest as well as drugs potency from Ophiocordyceps, publication of Ophiocordyces was rarely reported from Indonesia. This review will explain the evolution of Ophiocordyceps-insect interaction, simbiont distribution, and zombie-insect formation mechanism, in order to induce zombie-insect research in Indonesia. 
POTENSI EKSTRAK ETANOL BATANG KAPUK RANDU SEBAGAI ANTIBAKTERI Rina Hidayati Pratiwi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 1: March 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i1.3668

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui daya hambat senyawa antibakteri batang kapuk randu terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram, dilusi cair, nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) terhadap ketiga jenis bakteri. Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui senyawa bioaktif ekstrak etanol batang kapuk randu yang dapat menghambat ketiga jenis bakteri patogen. Aktivitas antibakteri tertinggi pada ekstrak etanol 30% dengan diameter zona hambat pada konsentrasi 10 mg/mL sebesar 3,8 mm terhadap E. coli; 3,6 mm terhadap S. aureus; dan 4,3 mm terhadap B. cereus. KHM ekstrak etanol 30% pada konsentrasi 8 mg/mL terhadap E. coli; 6 mg/mL terhadap S. aureus; dan 6 mg/mL terhadap B. cereus; KBM pada konsentrasi 10 mg/mL terhadap S. aureus. Aktivitas antibakteri tertinggi pada ekstrak etanol 50% dengan diameter zona hambat pada konsentrasi 10 mg/mL sebesar 4 mm terhadap E. coli; 4,2 mm terhadap S. aureus; dan 3,9 mm terhadap B. cereus. KHM ekstrak etanol 50% pada konsentrasi 8 mg/mL terhadap E. coli; 10 mg/mL terhadap S. aureus; dan 8 mg/mL terhadap B. cereus; KBM pada 10 mg/mL terhadap B. cereus. Senyawa bioaktif yang berperan menghambat pertumbuhan ketiga jenis bakteri ialah saponin, flavonoid dan tanin.