cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
POTENSI BAKTERI INDIGEN DALAM MENDEGRADASI LIMBAH CAIR PABRIK KULIT SECARA IN VITRO Fidiastuti, Hasminar Rachman; Suarsini, Endang
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 1: March 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i1.3665

Abstract

Biodegradasi dapat menjadi salah satu teknologi pengolahan air limbah yang aman dan berwawasan lingkungan. Secara alamiah, bakteri yang berpotensi dalam proses biodegradasi dapat diisolasi dari limbah itu sendiri. Bakteri inilah yang disebut sebagai bakteri indigen. Sungai Badheg di kota Malang merupakan salah satu sungai yang tercemar limbah pabrik kulit. Hasil uji kualitas air dari sampel menunjukkan kondisi yang tidak memenuhi baku mutu air, yaitu TSS sebesar 400 ppm, BOD sebesar 331 mg/L, COD sebesar 544 mg/L, DO sebesar 3,6 mg/L dan kadar lemak sebesar 280 mg/L. Limbah pabrik kulit memiliki karakteristik yang berbau tajam, berwarna hitam pekat, dan mengandung lemak dalam jumlah yang besar. Lemak diketahui sebagai salah satu bahan organik yang sulit untuk diuraikan secara alamiah. Peran bakteri indigen akan mengoptimalkan proses biodegradasi lemak yang terjadi. Kegiatan biodegradasi dilakukan dengan cara mengintroduksi bakteri indigen yang telah diseleksi dari proses isolasi dan memiliki potensi pendegradasi paling tinggi, kemudian dikultur dan diinokulasikan kembali pada sampel air, sehingga proses transformasi akan berlangsung lebih optimal. Hasil biodegradasi secara in vitro menggunakan bakteri indigen, menunjukkan perubahan TSS sebesar 293ppm, BOD 117 mg/L, COD sebesar 165 mg/L, DO sebesar 19 mg/L dan kadar lemak sebesar 0,02 mg/L. Biodegradasi merupakan cara yang efektif dalam mendegradasi bahan organik, terutama kadar lemak.
Pemanfaatan Tumbuhan Obat untuk Mengobati Penyakit Infeksi pada Masyarakat Dayak Tomun di Desa Lopus Lamandau Kalimantan Tengah Santoso, Eka Andy; Jumari, Jumari; Utami, Sri
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i1.19380

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit disebabkan oleh organisme yang biasanya diderita oleh seluruh kalangan masyarakat. Pengobatan penyakit fisik dapat dilakukan dengan mengunakan pengobatan tradisional berupa ramuan tumbuhan obat. Masyarakat Dayak Tomun salah satu masyarakat tradisional yang tinggal di seluruh kawasan Lamandau Kalimantan Tengah yang sering menderita gangguan kesehatan berupa penyakit infeksi. Masyarakat Dayak Tomun memiliki pengetahuan lokal mengenai pemanfaatan tumbuhan-tumbuhan obat untuk ramuan obat penyakit infeksi yang harus dilestarikan dan dokumentasikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat dalam mengobati penyakit infeksi pada masyarakat Dayak Tomun di Desa Lopus Lamandau. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode wawancara semi terstruktur dan eksplorasi parsitipatif kepada enam informan kunci yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh 18 jenis tumbuhan obat terdiri dari 13 famili digunakan dalam mengobati penyakit 9 jenis penyakit. Sebanyak 3 jenis tumbuhan yang banyak digunakan pengobatan penyakit infeksi yaitu Eurycoma longifolia Jack,  Achasma coccineum (Blume) Valeton dan Tinospora crispa (L.) Hook. F Th.. Penyakit infeksi yang banyak diobati menggunakan tumbuhan obat yaitu diare/mmebocor (32%). Ramuan tubuhan obat penyakit infeksi oleh masyarakat Dayak Tomun banyak  diramu dari daun (39%), dengan teknik direbus (52%) dan penyajiannya diminum (75%). Pengetahuan lokal pemanfaatan tumbuhan mengobati peyakit infeksi harus diaplikasikan secara terus-menerus dan dijaga kelestariannya agar tidak punah.
Pengaruh Genetik dan Lingkungan Terhadap Pertumbuhan Sengon (Falcataria molucanna) Ras Lahan Jawa Susanto, Mudji; Baskorowati, Liliana
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6883

Abstract

Tegakan sengon (Falcataria molucanna) ras lahan Jawa dibangun di  Bali dengan tujuan untuk mengetahui keragaman pertumbuhan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik pada umur 1-3 tahun. Tegakan sengon tersebut dibangunsebagai uji keturunan dengan rancangan Baris Kolom Incomplete Block Design (IBD). Tegakan sengon tersebut menguji 25 famili half-sib dengan single plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman pertumbuhan yang disebabkanoleh faktor genetik (aditif ) maupun faktor lingkungan berubah-ubah setiap tahun. Pada tahun pertama ragam aditif mempunyai peranan 3,38% untuk tinggi pohon dan 0,67% untuk diameter batang; pada tahun kedua ragam aditif sebesar3,40% untuk tinggi pohon dan 3,05% untuk diameter batang; dan pada tahun ketiga ragam aditif sebesar 3,90% untuk tinggi pohon dan 7,00% untuk diameter batang. Sedangkan sisanya mulai tahun pertama sampai ketiga pertumbuhandipengaruhi oleh ragam lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pertumbuhan tanaman sengon ras lahan Jawa mayoritas dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sehingga disarankan tanaman sengon ras lahan Jawa harusmenggunakan sitim silvikultur yang tepat yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman sengon.
Diversity and Conservation Status of Gelodok Fish (Perciformes: Gobiidae) in East Pohuwato Coastal Area, Gorontalo Province, Indonesia Cono, Titi Hawanda Metania; Hasim, Hasim; Hamidun, Marini Susanti; Baderan, Dewi Wahyuni. K; Dunggio, Iswan
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 10, No 2: September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v10i2.23114

Abstract

This study aims to determine the diversity and conservation status of Gelodok fish in the Pohuwato Coastal Mangrove Area. Data collection techniques were carried out by surveying the location to see the conditions and determine the sampling site. Sampling was done by cruising method using 3x3 meter size net. The fish found then analyzed the level of diversity and conservation status. The results showed that the spadefish found in the mangrove area of East Pohuwato Village consisted of two species of spadefish, namely Periophthalmus malaccensis and Periophthalmus argentilineatus with a diversity value of 0.17016 classified as low diversity. The conservation status of Periophthalmus malaccensis is included in the Data Deficient (DD) category and Periophthalmus argentilineatus is included in the Least Concern (LC) category based on the IUCN Red List of Threatened Species (IUCN)