cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Annual Research Seminar
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 350 Documents
Implementasi Algoritma Auction pada Penjadwalan Transportasi Publik Bus Rapid Transit Trans-Musi (Studi Kasus : Semua Koridor di Kota Palembang) Putra Bahtera Jaya Bangun; Sisca Octarina; Narasti Wulandari
Annual Research Seminar (ARS) Vol 4, No 1 (2018): ARS 2018
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan kendaraan merupakan proses pengaturan kendaraan terhadap himpunan perjalanan (trip) yang berasal dari jadwal keberangkatan (timetable) sehingga dapat meminimumkan biaya operasional. Penjadwalan kendaraan seharusnya mencakup jadwal pengisian bahan bakar. BRT Trans Musi hanya dapat mengisi bahan bakar di Alang-Alang Lebar. Selain itu, bus tersebut harus dalam kondisi tidak membawapenumpang. Oleh karena itu, penjadwalan kendaraan tersebut memperhatikan aspek-aspek seperti waktu keberangkatan dan waktu kedatangan. Penelitian ini menggunakan algoritma Auction untuk menyelesaikan masalah penjadwalan transportasipublik. Keluaran dari algoritma ini berupa barisan perjalanan, pembuatan timetable, dan biaya operasional yang dikeluarkan per hari pada setiap Koridor. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh total biaya operasional yang dikeluarkan untuk melakukan semua trip pada satu hari untuk setiap Koridor, dimana Koridor Alang-Alang Lebar − Ampera sebesar Rp 45.164.955,00, Koridor Plaju − PS Mall sebesar Rp 6.748.545,00, Koridor Bandara − Alang-Alang Lebar sebesar Rp 2.657.397,00, Koridor Karya Jaya − Jakabaring sebesar Rp  2.181.019,00, Koridor Alang-Alang Lebar − OPI Mall sebesar Rp 8.546.416,00, Koridor Pusri − PS Mall sebesar Rp 3.320.712,00, dan Koridor PIM−Sako sebesar Rp 7.222.858,00.  
IDENTIFIKASI TANDA TANGAN MENGGUNAKAN TRANSFORMASI GABOR WAVELET DAN JARAK MINKOWSKI Junia Kurniati
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanda tangan memiliki beberapa kesulitan untuk di lakukan identifikasi yang disebabkan karena banyaknya variasi tanda tangan yang diperlukan terhadap tanda tangan orang yang sama, hal ini memiliki kecenderungan perubahan berdasarkan posisi, ukuran, dan kemiringan. Tanda tangan yang akan di identifikasi akan diambil terlebih dahulu ciri-cirinya dengan melakukan proses ekstraksi ciri. Salah satu metode ekstraksi ciri adalah Transformasi Gabor Wavelet (TGW). TGW mampu mendeskripsikan variasi citra tanda tangan menjadi beberapa nilai ekstraksi ciri berdasarkan orientasi dan scale. Untuk itu, dikembangkan perangkat lunak untuk mengekstraksi ciri citra tanda tangan dengan metode TGW serta melakukan identifikasi tanda tangan  menggunakan jarak Minkowski. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa metode TGW mendapatkan hasil yang baik pada proses ekstraksi ciri, dengan persentase hasil pengujian identifikasi tanda tangan untuk data uji terhadap data latih adalah sebesar 81% yaitu menggunakan jarak Minkowski parameter 2, 74% untuk jarak Minkowski parameter 4, dan 74% untuk jarak Minkowski parameter 6. 
Penyusunan Timetable Trans Musi Palembang untuk Rute Alang-Alang Lebar (AAL) – Ampera pada Interval Waktu 06.00-12.00 WIB dengan Menggunakan Branch and Bound Irmeilyana Irmeilyana; Maya Meilensa; Anita Desiani; Ali Amran
Annual Research Seminar (ARS) Vol 5, No 1 (2019): ARS 2019
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan sektor penting untuk melancarkan arus barang maupun manusia tidak terkecuali di Kota Palembang. Rendahnya tingkat pelayanan angkutan umum membuat masyarakat menggunakan kendaraan pribadi yang menyebabkan kepadatan lalu lintas dan terjadi kemacetan. Salah satu upaya Pemerintah Kota Palembang untuk mengurangi kemacetan yaitu mengadakan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Musi. Trans Musi banyak diminati oleh masyarakat karena mempunyai banyak keunggulan dan lebih nyaman dan aman dibandingkan dengan angkutan umum lainnya. Berdasarkan hasil observasi lapangan pada bulan September 2018 kepadatan penumpang dan interval waktu kedatangan bis menjadi sebagian kekurangan dari Trans Musi ini yaitu penumpukan penumpang di halte karena jadwal kedatangan bis tidak menentu sehingga penyusunan daftar tabel waktu keberangkatan (Timetable) harus diatur agar tidak terjadi kepadatan penumpang. Salah satu metode yang dapat membantu dalam penyusunan Timetable yaitu metode Branch and Bound, metode ini merupakan metode yang paling efektif untuk menghasilkan penyelesaian permasalahan program linier secara optimal. Penelitian ini membahas penyusunan Timetable untuk rute AAL – Ampera untuk interval waktu 06.00- 12.00 WIB menggunakan metode Branch and Bound. Hasil yang diperoleh dari Timetable yaitu jumlah keberangkatan pada rute AAL-Ampera terdapat 50 keberangkatan sedangkan pada rute Ampera-AAL terdapat 46 keberangkatan. Rute AAL-Ampera pada waktu 06.00-07.00 WIB memliki headway 5 menit sedangkan untuk waktu 07.00-12.00 WIB memiliki headway 7,5- 10 menit. Rute Ampera-AAL untuk waktu 06.00-12.00 WIB memiliki interval headway 6 – 10 menit sehingga tidak terjadinya crowding (penumpukan penumpang).
Pengembangan Sistem Informasi Manajmen Data Sekolah Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu pujianto pujianto
Annual Research Seminar (ARS) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi berdampak pada semua bidang terutama pada bidang pendidikan. Penggunaan teknologi informasi yang diterapkan melalui sistem informasi memberikan kemudahan pada penggunanya. Kemudahan yang diperoleh dalam penggunaan sistem informasi adalah memudahkan pengelolaan data serta melakukan pencarian data berdasarkan kategori yang telah ditentukan. Fenomena yang terjadi pada sekolah dan dinas pendidikan di Kabupaten OKU adalah sulitnya melakukan pengelompokkan data berdasarkan umur, agama, usia, jarak rumah ke sekolah bagi siswa dan guru serta pengelompokkan jenjang pendidikan guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan waterfall model. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah rancangan dan sistem informasi pengolahan data sekolah. Kelebihan dari sistem ini pengguna dapat melakukan impor data dalam bentuk microsoft excel dan melakukan ekspor data dalam bentuk microsoft excel. Sistem yang dihasilkan juga dapat menampilkan pencarian dan laporan berdasarkan kategori yang telah ditentukan. Kekurangan dari sistem ini adalah data hanya bisa di expor dalam bentu excel dan ditampilkan dalam monitor dan dicetak melalui printer.
Penghapusan Noise Pada Citra Kamera CCTV Menggunakan Metode Gaussian Filter Gabriel Ekoputra H.C; Sukemi Sukemi
Annual Research Seminar (ARS) Vol 5, No 1 (2019): ARS 2019
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui penyebab kemacetan kita perlu mendapatkan informasi yang akurat dari kamera pengawas lalu lintas. Namun, citra yang didapat terkadang memiliki noise sehingga perlu dihilangkan. Penelitian yang menggunakan gaussian filter untuk menghilangkan noise sudah banyak digunakan. Mulai dari matrix 3x3, 5x5, 7x7, dan 9x9. Pada penelitian ini akan mencari matrix pada Gaussian filter yang paling optimal. Untuk data sampel menggunakan data citra yang dihasilkan dari CCTV NTMC di depan pasarCinde, Kota Palembang. Perancangan ini menggunakan gambar dinamis atau secara realtime, lalu melalui proses pengolahan citra dengan tahap grayscale. Selanjutnya dilakukan proses optimalisasi menggunakan program untuk mendapatkan nilai dan waktu proses pada matrix 5x5, 7x7, 9x9. Sehingga bisa membandingkan matrix mana yang lebih optimal digunakan untuk mengurangi noise pada citra.
Hubungan Prilaku Remaja Berinternet di Inderalaya Reza Firsandaya Malik; Deris Stiawan; Erwin Erwin; Rossi Passarella; sutarno sutarno; Sarmayanta Sembiring; Ahmad Heryanto
Annual Research Seminar (ARS) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indralaya known as the City of Students and Education, also has more than 30 boarding school, and 60 senior high school / vocational school spread over Ogan Ilir. Implementation of community service performed in Inderalaya to determine the relationship of the behavior of teenagers surfs the internet and provide knowledge about healthy and safe while surfing an internet. The method of data collection using questionnaires. Number of questionnaires distributed as many as 27 participants from SMAN 1 Inderalaya Utara and Pondok Pesantren Al Ittifaqiyah based on age from 15 to 17 years. Results showed teenagers have the tendency to access the internet every day with a duration of 1-2 hours and mostly done in the bedroom. Applications often they use is social networking. The teens also have the courage to meet with people who are known via online with a percentage of 29.6%.
ANALISIS CYBER LAW DALAM PEMBERANTASAN CYBER TERORISM DI INDONESIA Eka Lusyanti Marpaung; Mila astuti; Ali Ibrahim
Annual Research Seminar (ARS) Vol 3, No 1 (2017): ARS 2017
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT-Computer crimes need to be aware of terrorist acts committed through this cyberspace. This allows it to happen in cyberspace just way different from the conventional acts of terrorism that exist in the real world but the effect can be felt also in the real world. this analysis is a research that is juridical-normative. To collect the necessary materials, the writer has been using literature research method, that is by studying law books, articles covering legal issues, the set of laws and regulations applicable in Indonesia, as well as various other written sources. The result of the research shows how to formulate offense against the criminal act of cyber terrorism in accordance with the positive law in Indonesia and how the application of Indonesian positive law to the criminal act of cyber terrorism. First, the offense on Law no. 15 of 2003 on Combating Terrorism Crime and Law Number 11 Year 2008
Prediksi mahasiswa Drop Out dengan menggunakan Algoritma Klasifikasi Data Mining Jasmir Jasmir; Dodo Zaenal Abidin; Pareza Alam Jusia; Errissya Rasywir
Annual Research Seminar (ARS) Vol 4, No 1 (2018): ARS 2018
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahun lembaga perguruan tinggi pasti menerima mahasiswa baru, termasuk STIKOM Dinamika Bangsa Jambi. Kehadiran mahasiswa baru ini lambat laun akan menjadi tumpukan data yang luar biasa. Dengan adanya tumpukan data ini penulis mencoba memanfaatkannya untuk mencari informasi baru. Di STIKOM Dinamika Bangsa tumpukan data yang digunakan merupakan data akademik yaitu data IP (Indeks Prestasi) mahasiswa dari semester satu sampai semester empat. Dengan adanya data ini, penulis melakukan prediksi mahasiswa drop out. Data dari semester satu sampai semester empat ini akan menjadi dasar perhitungan prediksi yang penulis lakukan dengan tujuan dapat menemukan informasi mahasiswa yang kemungkinan drop out dengan menggunakan salah satu algoritma data mining yaitu k-Nearest Neighbor.  Hasil dari penelitian ini adalah nilai prediksi mahasiswa yang akan terkena drop out.
Analisis Perbandingan Algoritma Fuzzy C-Means dan K-Means Yohannes Yohannes
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klasterisasi merupakan teknik pengelompokkan data berdasarkan kemiripan data. Teknik klasterisasi ini banyak digunakan pada bidang ilmu komputer khususnya pengolahan citra, pengenalan pola, dan data mining. Banyak sekali algoritma yang digunakan untuk klasterisasi data. Algoritma yang sering digunakan untuk klasterisasi data  pada umumnya adalah Fuzzy C-Means dan K-Means. Algoritma Fuzzy C-Means merupakan algoritma klasterisasi dimana data dikelompokkan ke dalam suatu pusat cluster data dengan derajat keanggotaan masing-masing cluster. Sedangkan algoritma K-Means merupakan teknik mengelompokkan data dengan mempartisi data ke dalam beberapa cluster dengan menetapkan sejumlah objek data terdekatnya. Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan algoritma Fuzzy C-Means dan K-Means dalam hal klasterisasi data dengan jumlah klaster dan jumlah data yang berbeda.
Perancangan Data Mining untuk Klasifikasi Prediksi Penyakit ISPA dengan Algoritma C4.5 Dwi Meylitasari Tarigan; Dian Palupi Rini; Verlly Puspita
Annual Research Seminar (ARS) Vol 3, No 1 (2017): ARS 2017
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat beberapa kasus kematian anak dibawah umur 1  tahun meninggal akibat terkena penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) , pada tahun 2015 mencapai 579 kasus kematian anak disebabkan oleh ISPA. Saat ini teknologi dapat memberikan informasi yang cepat dan akurat khususnya di lingkungan kesehatan baik untuk tim kesehatan, dokter, perawat bahkan untuk pasien sendiri agar lebih mudah mengontrol kesehatan mereka. Data mining berhubungan dengan pencarian data untuk menemukan pola atau pengetahuan dari data keseluruhan. Ternyata kumpulan data yang besar dapat menghasilkan sebuah data yang hasilnya dapat memberikan informasi pengetahuan yang baru. Data mining adalah sebuah langkah penting dalam proses menemukan pengetahuan. Pada penelitian ini akan dibahas tentang perancangan data mining menggunakan algoritma C4.5 untuk memprediksi penyakit ISPA akut atau tidak akut pada anak dengan memilih kandidat kriteria yang digunakanpada penelitian ini sehingga dapat memberikan kontribusi kepada tim medis di lingkungan kesehatan untuk mengatahui dan menindak lanjut pasien yang terkena penyakit ISPA.