cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2010): SAINS " : 6 Documents clear
High Rate Water Treatment Plant System: Successful Implementation ajit, Moh
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 2, No 1 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The High Rate Water Treatment Plant (HR-WTP) system, which is inexpensive, effective and efficient, hasbeen developed to reduce the common operational problems, and also as an alternative for thedevelopment of water treatment plant systems capacity in Indonesia. HR-WTP-system is superior to thoseof conventional WTP-systems in respect to its capacity, performance, as well as operational liability ofthe system.Mathematical model of the HR-WTP system had been developed and simulation using the mathematicalmodel as well as field observation had been clarified.Implementation of HR-WTP-system in up-rating of the Dekeng-WTP system at PDAM Kota Bogor provedsuccessful in increasing the plant capacity from its original of 500 Lps to more than 1200 Lps. Anothersuccessful application of HR-WTP-system was experienced in the upgrading and up-rating of thePedindang-WTP system at PDAM Kota Pangkalpinang where the plant capacity can be increased fromits original of 50 Lps to 300 Lps. The performance of the WTP-system was also significantly improvedfrom poor performance to very good performance.Keywords: conventional system, filtration rate, high rate system, surface loading
Faktor Lingkungan Fisik yang Paling Berpengaruh Terhadap Potensi Pencemaran Benzena pada Airtanah di Sekitar SPBU 44.552.10 Yogyakarta Muryani, Eni
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 2, No 1 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SPBU 44.552.10 Yogyakarta letaknya berbatasan langsung dengan pemukiman, tahun 1999 pernah bocordan mencemari sumur warga. Faktor-faktor lingkungan fisik yang dijadikan parameter dalam penentuanpotensi pencemaran benzena terhadap airtanah pada penelitian ini yakni: kedalaman muka airtanah daridasar tangki, daya serap di atas muka airtanah, permeabilitas akifer, kemiringan muka airtanah, danjarak horisontal dari sumber pencemar. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor lingkungan fisikyang paling berpengaruh terhadap potensi pencemaran benzena pada airtanah di lingkungan sekitarSPBU tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman muka airtanah dari dasar tangki adalahfaktor yang paling berpengaruh terhadap kelas potensi pencemaran benzena di 80 titik sampling sumursekitar SPBU 44.552.10., dengan koefisien korelasi sebesar 0,967. Hal ini mengindikasikan adanyahubungan yang sangat kuat antara potensi pencemaran benzena dan kedalaman muka airtanah.Kata kunci: air tanah, potensi pencemaran benzena, SPBU
Pengelolaan Kawasan Sungai Code Berbasis Masyarakat Brontowiyono, Widodo; Lupiyanto, Ribut; Wijaya, Donan
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 2, No 1 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diantara beberapa sungai yang melintas di Yogyakarta, Sungai Code menjadi pusat perhatian banyakpihak dan memiliki tingkat kemendesakan dalam pengelolaannya. Kawasan Sungai Code memiliki potensipositif berupa letak yang strategis dalam orientasinya dengan lokasi lain, eksotisme lingkungan yangberpotensi bagi pengembangan ekowisata, juga potensi sosial budaya yang menarik. Semakinmeningkatnya aktivitas pembangunan ekonomi, perubahan tata guna lahan dan meningkatnyapertumbuhan penduduk mengakibatkan tingginya tekanan kawasan sungai terhadap lingkungan.Pemukiman yang padat telah menghiasi bantaran sungai dan kondisi kualitas airnya pun menunjukkankecenderungan semakin memburuk. Salah satu prasyarat penting dalam implementasi penataan kawasanyang optimal adalah pelibatan peran seluruh stakeholder (community-based development), mulai dariperencanaan hingga operasionalisasi dan evaluasi. Partisipasi masyarakat lokal menjadi kunci strategisuntuk dapat diberdayakan dan disinergiskan dengan komponen lainnya. Komunitas masyarakat lokalbanyak terbentuk dan terorganisasi di setiap penggal kawasan sungai. Perguruan tinggi dan instansipemerintah juga banyak melakukan program di Sungai Code. Permasalahan mendasarnya adalah pihakpihakterkait tersebut belum terkoordinasi secara terpadu dan program penataannya juga belumsistematis. Hasil analisa tulisan ini merekomendasikan agar supaya pelibatan partisipasi masyarakatdilakukan melalui pemberdayaan komunitas lokal. Seluruh komunitas yang ada dapat dikoordinasikandalam satu lembaga formal yang didukung penuh oleh pemerintah daerah. Dukungan pemerintah daerahberupa fasilitasi program, jaringan, hingga pendanaan. Pihak-pihak lain seperti perguruan tinggi,swasta, LSM, dan lainnya juga dapat berperan dengan turut menguatkan komunitas tersebut denganprogram-program pemberdayaan.Kata kunci: Sungai Code, Pemberdayaan Masyarakat, Komunitas Lokal
Studi Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Produk dan Jasa Kreatif Purnama Putra, Hijrah; Yuriandala, Yebi
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 2, No 1 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber sampah terbanyak adalah berasal dari pemukiman, komposisinya berupa 75% terdiri darisampah organik dan hanya 25% sampah anorganik. Sampah organik telah banyak dimanfaatkan sebagaibahan pembuatan kompos, briket serta biogas, tetapi sampah anorganik masih sangat minimpengelolaannya. Sampah anorganik sangat sulit didegradasi bahkan tidak dapat didegradasi sama sekalioleh alam, oleh karena itu diperlukan suatu lahan yang sangat luas untuk mengimbangi produksi sampahjenis ini. Sampah anorganik yang paling banyak dijumpai di masyarakat adalah sampah plastik. Padatahun 2008 produksi sampah plastik untuk kemasan mencapai 925.000 ton dan sekitar 80%nyaberpotensi menjadi sampah yang berbahaya bagi lingkungan. Karena potensinya yang cukup besar,alangkah lebih baik untuk memanfaatkan sampah plastik ini menjadi produk dan jasa kreatif dalamrangka mengelola sampah plastik dengan baik, sehingga plastik benar-benar mendukung kehidupan kita.Sebagai produk kreatif, karya kreasi sampah plastik memiliki nilai komersial yang menjanjikan. Produkini memiliki daya jual yang dapat menghasilkan keuntungan. Secara umum, bisnis ini terbagi dalam duajenis, yaitu produk dan jasa.Kata kunci: sampah, plastik, produk, dan jasa kreatif
Pengendalian Kebisingan pada Fasilitas Pendidikan Studi Kasus Gedung Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta S. Handoko, Jarwa Prasetya
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 2, No 1 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan merupakan masalah yang menyertai perkembangan pembangunan kota, sebagai akibatmeningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas penduduk di perkotaan. Kebisingan yang kita dirasakan,dapat kita kurangi tingkat gangguannya dengan melakukan upaya pengurangan atau pengendaliankebisingan. Seiring dengan berkembangnya pembangunan disegala bidang di Indonesia dan diYogyakarta pada khususnya, meningkatnya pertumbuhan sarana dan prasarana transportasi daratmenyebabkan kebisingan dari arus lalu lintas yang ada menjadi tidak terhindarkan.Gedung Sekolah Pascasarjana UGM sebagai salah satu bangunan milik UGM yang berfungsi untukkegiatan pendidikan, berlokasi di Bulaksumur utara yang merupakan kawasan yang sangat pesatperkembangannya, baik pertumbuhan permukiman penduduk maupun arus lalu lintasnya, sehinggamemiliki tingkat kebisingan lingkungan yang cukup tinggi.Sebagai gedung untuk pendidikan perguruan tinggi, Gedung Sekolah Pascasarjana UGM diharapkandapat menjadi tempat yang kondusif bagi terlaksananya kegiatan akademik, sehingga dibutuhkan tingkatkebisingan yang rendah. Hal tersebut membutuhkan suatu pengendalian kebisingan lingkungan diGedung Sekolah Pascasarjana UGM. Pengendalian kebisingan dilakukan terhadap kebisingan ekteriordan interior seluruh bangunan.Dengan makalah ini dapat diperoleh gambaran umum tentang upaya yang dilakukan, manfaat yangdiperoleh dan kekurangan- kekurangan yang terdapat dalam pengendalian kebisingan pada fasilitaspendidikan dengan studi kasus Gedung Sekolah Pasca Sarjana UGM Yogyakarta. Makalah inimerupakan suatu proses evaluasi purna huni level indikatif dengan metode deskriptif mengenaipengendalian kebisingan yang dilakukan dikaitkan dengan indikasi keberhasilan pengendaliankebisingan pada bangunan.Terdapat beberapa rekomendasi dari pembahasan yang dilakukan pada makalah ini yaitu: (1) pemilihansite atau lokasi fasilitas pendidikan dioptimalkan pada daerah dengan kepadatan penduduk rendah dandiusahakan tidak pada pusat ekonomi, (2) pengendalian kebisingan interior, efektif dilakukan denganperancangan organisasi ruang yang mempertimbangkan fungsi dan tingkat kebisingan yang diijinkanuntuk fungsi bersangkutan, (3) pengendalian eksterior dapat dilakukan dengan menggunakan penghalangdan atau barier bising, memperluas sempadan bangunan, meletakan bangunan yang membutuhkanketenangan pada posisi terjauh dari sumber kebisingan lingkungan yang ada. Selain itu dapatmenggunakan parfum akustik yang berupa gemericik air untuk menyamarkan kebisingan lingkungan yangterjadi.Kata kunci: kebisingan, pengendalian kebisingan, fasilitas pendidikan
Pengaruh Variasi Bobot Bulking Agent Terhadap Waktu Pengomposan Sampah Organik Rumah Makan Widiarti, Ika Wahyuning
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 2, No 1 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Volume sampah organik yang cukup besar selalu dihasilkan dari usaha rumah makan. Untuk mengatasitimbulan sampah organik ini maka upaya yang dapat dilakukan adalah pengomposan. Namun karenasampah ini memiliki kadar air tinggi maka diperlukan bulking agent untuk menurunkan kadar airtersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan bulking agent terhadap waktupengomposan sampah rumah makan. Variasi bobot bulking agent yang ditambahkan ke sampah rumahmakan adalah 10%, 20% dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahawa bulking agent 30% mempunyaiwaktu pengomposan yang tercepat yaitu 26 hari, bulking agent 20% selama 34 hari dan bulking agent10% selama 46 hari. Secara umum, kandungan hara dalam kompos yang dihasilkan dari penelitianmemenuhi SNI (19-7030-2004).Kata kunci: Sampah rumah makan, bulking agent, kadar air, waktu pengomposan

Page 1 of 1 | Total Record : 6