cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Gramatika
ISSN : 24428485     EISSN : 24606316     DOI : -
Core Subject : Education,
The purpose of this journal is to publish scientific works for lecturers, researchers, students, and practitioners in Indonesia or abroad to present their new ideas, concepts and theories in Indonesian language and literature education such as: 1. The results of research development of language learning and Indonesian literature. 2. The results of experimental research of language education and Indonesian literature. 3. The result of research of class action of teaching of language and literature indonesia. 4. Result of research of language and literature of Indonesia. 5. Linguistic analysis and literary analysis.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016)" : 10 Documents clear
WUJUD KIAS DALAM TAMBO MINANGKABAU M. Hum, Yendra SS
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.62 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.736

Abstract

AbstractResearch on kias in Tambo Minangkabau’s focused on the study of figurative forms and and forming figurative inspiration. This research aims to explain any forms of figurative and the inspiration forming figurative in Tambo Minangkabau. Based on the analysis conducted, figurative forms are identified into simile, metaphor, personification, alegori, parabel, sinekdoke, epitet, eponim, paranomasia, and  antonomasia. Forms of figurative metaphors are identified form the most dominant form of variations convey stories in Tambo Minangkabau. Pattern conception of Minangkabau community built through forms and characteristic of nature that prefigured to all aspects to serve the teaching and philosophy of life and then poured into Tambo Minangkabau. Minangkabau  people whose way of thinking is metaphorical. This is a manifestation of the philosophy of  “Alam Takambang Jadi Guru”. Conceptual relationship of linguistic form with dimensions of the socio-cultural seen in relation of meaning. That is mean linguistic patterns are always associated with patterns of socio-cultural speech community including culture that inspired the metaphors in the text of Tambo Minangkabau. the inspiration forming figurative are activity or process of acquiring knowledge and poured into Tambo Minangkabau and became a source of teaching, rule, custom, and culture. forming figurative inspiration in TM are figurative inspiration from nature, figurative inspiration from objects (tool),  figurative inspiration from animals, inspiration from pattern of human bodies, and inspiration from the concept of religion. AbstrakPenelitian mengenai kias dalam Tambo Minangkabau difokuskan pada kajian bentuk kias dan inspirasi pembentuk kias dalam Tambo Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja bentuk-bentuk kias dan menjelaskan inspirasi pembentuk kias yang terdapat dalam teks Tambo Minangkabau. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, bentuk-bentuk kias yang teridentifikasi antara lain seperti simile, metafora, personifikasi, alegori, parabel, sinekdoke, epitet, eponim, paranomasia, dan antonomasia. Dari bentuk-bentuk kias yang teridentifikasi bentuk metafora merupakan bentuk yang paling dominan sebagai variasi penyampai cerita.  Pola konsepsi masyarakat Mk dibangun melalui bentuk, sifat, dan ciri alam yang dimetaforakan ke segala aspek kehidupan untuk dijadikan pengajaran dan pandangan hidup yang dituangkan kedalam Tambo. Cara berfikir orang Mk yang bersifat metaforikal Ini merupakan perwujudan dari filosofi  Alam Takambang Jadi Guru yang dianut oleh masyarakat Mk. Hubungan konseptual bentuk linguistik dengan dimensi lingkungan sosio-kultural terlihat antar hubungan makna. Artinya, pola-pola linguistik selalu berhubungan dengan pola-pola sosio-kultural masyarakat penutur, termasuk budaya masyarakat MK yang menjadi sumber inspirasi kias dalam teks TM. Inspirasi pembentuk kias  ini merupakan kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan termasuk kesadaran dan perasaan atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri dan juga sebagai proses sosial, pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh orang Mk sebagai hasil pemerolehan pengetahuan yang kemudian dituangkan kedalam teks TM yang kemudian menjadi sumber dari pengajaran, aturan, adat, dan budaya Mk. Yang menjadi sumber inspirasi pembentuk kias dalam TM adalah inspirasi kias dari alam, inspirasi kias dari benda, inspirasi kias dari binatang, inspirasi kias dari anggota tubuh, dan inspirasi kias dari konsep agama. Keywords: Tambo, Minangkabau, Kias.
SARKASME Dalam LIRIK LAGU DANGDUT KEKINIAN (KAJIAN SEMANTIK) AFRINDA, PUTRI DIAN
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.095 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.1040

Abstract

AbstrakTulisan ini berisi pembahasan tentang diksi yang terdapat pada lirik lagu dangdut kekinian. Pembahasan ini dilandasi pandangan bahwa diksi merupakan pilihan kata yang menunjukkan maksud atau hal yang akan ditujukan. Diksi atau pilihan kata sangat berperan dalam komunikasi, baik lisan, maupun tulisan. Diksi pada lirik lagu merupakan penyampaian pesan. Jika maksud yang disampaikan pembicara ataupun penulis berbeda dengan yang ditanggapi pendengar atau pembaca, maka diksi yang digunakan berarti kurang tepat, sehingga bermakna ganda. Kreativitas pilihan kata yang digunakan pada lirik lagu, juga mewakili makna dari lagu tersebut. Tulisan ini akan menguraikan perubahan makna yang berjenis sarkasme dalam lirik lagu pada aliran musik dangdut masa kini atau kekinian. Lagu pada umumnya dapat dinikmati oleh semua kalangan. Mulai dari generasi tua, muda, dewasa hingga anak-anak. Jika lagu yang didengar tidak sesuai dengan umurnya, maka hal ini secara tidak langsung dapat menghancurkan karakter anak. Untuk membentuk karakter anak dimulai sejak dalam kandungan ibu. Calon bayi sudah diperdengarkan musik-musik klasik untuk merangsang motorik sehingga bayi lebih aktif bergerak. Karena musik klasik dianggap mirip dengan detak jantung sang ibu. Lagu yang berkembang saat ini lebih mengutamakan musik yang asyik diputar, lirik lagu yang mudah diingat, dibandingkan diksi yang menjiwai lagu tersebut. Hal ini mengakibatkan lagu tersebut kurang bermanfaat atau bermakna bagi pendengar. Jika hanya sekedar nikmat untuk didengar, maka sebuah lagu tersebut akan kehilangan jiwa karena tidak bermakna. Lagu atau nyanyian, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi ada maksud yang hendak disampaikan oleh pencipta lagu. 
Kepribadian Tokoh Jun dalam Novel Tiga Cinta, Ibu karya Gus Tf Sakai (Kajian Psycho-social Crisis Erikson) S.S., M.Hum, Samsiarni
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.866 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.1205

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat permasalahaan identitas yang terepresentasi melalui tokoh Jun dalam novel Tiga Cinta, Ibu karya Gus Tf Sakai dengan menggunakan teori psycho-crisis Erikson. Tokoh Jun merupakan representasi masyarakat Minangkabau yang mengalami kegamangan terhadap identitas sosialnya dikarenakan terjadinya benturan antara tradisi dan modernitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan konten analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Tiga Cinta, Ibu karya Gus Tf Sakai memperlihatkan permasalahan identitas berupa kebingungan identitas (identity confusion) yang dialami tokoh Jun sebagai orang Minangkabau yang telah lama hidup di luar Minangkabau. Identitasnya sebagai orang Minangkabau membuatnya harus berada dalam ikatan tradisi tersebut yang memaksanya untuk tidak menikahi calon istrinya karena silsilah adat. Kebingungan ini membuat tokoh Jun berada dalam dilema untuk menerima atau menolak dalam perbenturan tradisi dan modernitas yang dialaminya. Pada akhirnya ia memutuskan tidak mengikuti aturan tradisi. Pilihan yang diambil oleh tokoh Jun adalah bentuk krisis identitas yang dialami oleh sebagaian masyarakat dewasa ini. Kata kunci : Identitas, Tradisi, Modernitas, Novel.
KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MIND MAP SISWA KELAS X SMA NEGERI 14 PADANG Satini, M.Pd, Ria
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.432 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.976

Abstract

Abstrak Kemampuan menulis merupakan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah kemampuan penting lainnya. Menuangkan ide-ide dan gagasan ke dalam bentuk tulisan tidaklah mudah. Setelah dilakukan observasi dan wawancara di SMA Negeri 14 Padang ditemukan permasalahan sebagai berikut. Permasalahan ini dilatarbelakangi oleh hal-hal sebagai berikut. Pertama, kurangnya minat siswa dalam menulis. Kedua, sulitnya menentukan tema dan diksi yang tepat dalam menulis sebuah karangan, walaupun latihan mengarang sudah sering mereka kerjakan. Ketiga, guru belum menggunakan teknik pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan dalam pembelajaran menulis karangan eksposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 14 Padang dalam menulis karangan eksposisi dengan menggunakan teknik mind map.Jenis penelitian ini ialah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini diperoleh gambaran bahwa rata-rata kemampuan  menulis karangan eksposisi melalui teknik mind map siswa  kelas X SMA Negeri 14 Padang terjadi peningkatan dari sebelum menggunakan teknik mind map dengan sesudah menggunakan teknik mind map. Peningkatannya dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil kemampuan menulis karangan eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 14 Padang dengan menggunakan teknik mind map meningkat. Nilai rata-rata kemampuan menulis karangan eksposisi meningkat menjadi 76,67 dengan kualifikasi baik. Jika dilihat dari kemampuan menulis karangan eksposisi siswa  terjadi peningkatan sebesar 9,67% dengan menggunakan teknik mind map, maka terjadi peningkatan yang signifikan.    Kata kunci : kemampuan, menulis karangan eksposisi, teknik mind map         
KONTRIBUSI KEMAMPUAN MEMAHAMI CERPEN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 PADANG yulisna, risa
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.267 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.1101

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tiga hal sebagai berikut. Pertama, siswa tidak menyukai kegiatan menulis. Kedua, siswa memiliki kemampuan yang rendah dalam menulis karya sastra termasuk cerpen. Ketiga,   siswa jarang membaca karya sastra termasuk karya sastra cerpen. Keempat, kemampuan memahami bacaan siswa masih rendah. Kelima, kemampuan memahami cerpen siswa rendah. Siswa mengalami kesulitan dalam menentukan dan memahami unsur-unsur cerpen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan memahami cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 4 Padang dan keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 4 Padang, serta kontribusi kemampuan memahami cerpen terhadap keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 4 Padang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Padang dengan sampel berjumlah 30 orang. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui dua jenis tes yaitu tes objektif dan tes unjuk kerja. Tes objektif digunakan untuk mengumpulkan data memahami bacaan cerpen sedangkan tes unjuk kerja digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan menulis cerpen. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan hal-hal berikut. Pertama, kemampuan memahami cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 4 Padang pada kualifikasi lebih dari cukup (75,33). Kedua, kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 4 Padang berada pada kualifikasi cukup (63,33). Ketiga, terdapat kontribusi yang signifikan antara kemampuan memahami cerpen terhadap keterampilan menulis cerpen sebesar 61%.
GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM KUMPULAN PUISI MELIHAT API BEKERJA KARYA M AAN MANSYUR (TINJAUAN STILISTIKA) Laila, M.Pd, Aruna
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.122 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.842

Abstract

Penggunaan gaya bahasa dalam puisi akan menjadikan puisi memiliki banyak makna. Gaya bahasa mempergunakan susunan kata-kata yang artinya sengaja disimpangkan dari susunan dan arti biasa dengan maksud medapatkan kesegaran dan kekuatan ekspresi. Gaya  bahasa yang digunakan masing-masing penyair akan berbeda-beda, dan memiliki nilai tersendiri. Salah seorang penyair yang banyak menggunakan gaya bahasa dalam puisinya adalah M Aaan Mansyur. Dalam kumpulan puisinya yang berjudul Melihat Api Bekerja M Aan Mansyur menggunakan gaya bahasa yang sangat bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah, pertama untuk mendeskripsikan bentuk gaya bahasa perbandingan yang terdapat dalam kumpulan puisi Melihat Api Bekerja karya M Aan Mansyur. Kedua mendeskripsikan makna gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi Melihat Api Bekerja karya M Aan Mansyur. Ketiga mengetahui pfrekuensi pemunculan gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi Melihat Api Bekerja karya M Aan Mansyur. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan gaya bahasa perbandingan yang ditemukan dalam kumpulan puisi Melihat Api Bekerja karya M Aan Mansyur adalah perumpamaan, metafora, personifikasi, depersonifikasi, antithesis, serta pleonasme dan tautologi. Pada umumnya gaya bahasa perbandingan yang dilukiskan M Aan Mansyur dalam kumpulan puisi Melihat Api Bekerja adalah untuk menggambarkan kisah cinta dengan kekasih dan kasih sayang kepada ibu. Unkapan cinta, kasih sayang serta kemesraan yang tergambar dalam gaya bahasa perbadingan sangat indah, puitis dan romatis.
KONTRIBUSI MINAT BACA PUISI DAN PENGUASAAN GAYA BAHASA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PUISI BEBAS SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 LEMBAH GUMANTI sari, asri wahyuni
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.083 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.1087

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan minat baca puisi dan penguasaan gaya bahasa terhadap keterampilan menulis puisi bebas siswa kelas IX SMP Negeri 2 Lembah Gumanti. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) minat baca berkontribusi terhadap keterampilan menulis puisi bebas, (2) penguasaan gaya bahasa berkontribusi terhadap keterampilan menulis puisi bebas, (3) minat baca dan penguasaan gaya bahasa secara bersama-sama berkontribusi terhadap keterampilan menulis puisi bebas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasional. Populasi adalah siswa kelas IX SMP Negeri 2 Lembah Gumanti yang berjumlah 158 orang dengan sampel 29 0rang. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dikumpulkan dengan  menggunakan angket untuk mengetahui minat baca, tes pilihan ganda untuk penguasaan gaya bahasa, dan tes unjuk kerja untuk mengukur keterampilan menulis puisi bebas. Data dianalisis dengan teknik korelasi dan regresi. Untuk menguji hipotesis pertama dan kedua digunakan teknik korelasi dan regresi sederhana, sedangkan  untuk menguji hipotesis ketiga digunakan teknik korelasi dan regresi ganda. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa keterampilan menulis puisi bebas siswa kelas IX SMP N Lembah Gumanti sebagai berikut. Pertama, minat baca siswa kelas IX SMP N 1 Lembah Gumanti memperoleh nilai rata-rata sebesar 65% pada rentangan 56-65% berkualifikasi sedang. Kedua, penguasaan gaya bahasa siswa kelas IX SMP N Lembah Gumanti memperoleh nilai rata-rata sebesar 65,35% pada rentangan 66-75% berkualifikasi cukup. Ketiga, keterampilan menulis puisi bebas siswa kelas IX SMP N Lembah Gumanti memperoleh nilai rata-rata sebesar 61,79% pada rentangan 56-65% berkualifikasi sedang. Keempat, terdapat hubungan antara minat baca dan penguasaan gaya bahasa terhadap keterampilan menulis puisi bebas siswa kelas IX Lembah Gumanti. Berdasarkan penghitungan di atas, Fhitung< Ftabelatau 10,62 < 1,87 dan thitung >ttabel 4,498>1,70 maka dapat disimpulkan bahwa hasil tes keterampilan menulis puisi bebas (Y) dan hasil angket minat baca (X1) mempunyai varians yang homogen.  Kata kunci: korelasi, minat baca, penguasaan  gaya bahasa, menulis puisi bebas
PENERAPAN TEKNIK PEMODELAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SURAT RESMI SISWA KELAS VIII SMP Fitri, Rahayu
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.702 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.1200

Abstract

Kemampuan menulis surat resmi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Padang Ganting masih rendah. Rendahnya kemampuan menulis surat resmi tersebut disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa mengenai surat resmi dan teknik mengajar yang digunakan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil penerapan teknik pemodelan untuk meningkatkan kemampuan menulis surat resmi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Padang Ganting. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.D SMP Negeri 1 Padang Ganting yang berjumlah 30 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan tahapan yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Data penelitian diperoleh dengan dua cara, yaitu nontes dari lembar observasi dan wawancara, serta tes menulis surat resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pemodelan dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII.D SMP Negeri 1 Padang Ganting dalam menulis surat resmi. Peningkatan ini dapat dilihat dari hasil rata-rata tes siswa pada prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pada prasiklus, nilai rata-rata tes menulis surat resmi siswa 46,4 dengan kualifikasi hampir cukup. Pada siklus I, nilai rata-rata tes siswa meningkat menjadi 69,4 dengan kualifikasi lebih dari cukup. Pada siklus II, nilai rata-rata tes siswa juga mengalami peningkatan menjadi 81,7 dengan kualifikasi baik.
PENGEMBANGAN RPKPS DAN SAP MENYIMAK BERBASIS PENDEKATAN CONTEKSTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Mana, Lira
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.416 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.986

Abstract

Permasalahan perangkat pembelajaran yang belum melibatkan mahasiswa dalam merancang kegiatan nyata apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kelas. Oleh karena itu perlu dikembangkan perangkat pembelajaran berbasis CTL untuk mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat berupa Silabus, RPKPS, dan Bahan Ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kevalidan perangkat, kepraktisan perangkat pembelajaran, serta  keefektifan perangkat pembelajaran berbasis CTL pada mata kuliah Pengajaran Keterampilan Menyimak.   Metode penelitian ini adalah   model pengembangan. Subjek uji coba dalam penelitian pengembangan ini adalah mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat yang mengambil mata kuliah Menyimak. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini antara lain: Instrumen kevalidan, Instrumen kepraktisan dan Instrumen keefektifan. Data yang diperoleh melalui berbagai instrumen dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis pendahuluan diperoleh bahwa mahasiswa membutuhkan perangkat pembelajaran berbasis CTL pada pembelajaran keterampilan menyimak di STKIP PGRI Sumbar..Kata kunci: pengembangan perangkat pembelajaran, menyimak, basis CTL
EROTIS DAN GAYA PENCERITAAN DALAM KUMPULAN CERPEN KARYA DJENAR MAESA AYU Septia, M.Pd, Emil
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.386 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.1099

Abstract

AbstrakPenelitian ini memaparkan permasalahan makna bahasa cerpen yang dinilai erotis sebenarnya berbeda dengan karya satra yang bernilai pornografi. Unsur erotis di dalam kumpulan cerpen ini disampaikan melalui gaya bahasa yang khas dan halus, sehingga tidak bermakna pornografi. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan unsur erotis di dalam kumpulan cerpen Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Maesa Ayu dari sudut pandang gaya bahasa. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yang menitikberatkan pada analisis isi (content analysis). Kumpulan cerpen tersebut sekaligus menjadi objek penelitian ini. Untuk memperoleh hasil penelitian digunakan toeri sturktural. Berdasarkan hasil dan pembahasan bahwa setiap cerpen di dalam kumpulan Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) pada umumnya mengandung unsur erotis cumbuan, ciuman dan adegan ranjang yang disampaikan melalui gaya bahasa metafora, personifikasi, sarkasme, sinisme, dan repetisi. Tetapi terdapat satu cerpen dalam kumpulan cerpen ini yang tidak mengandung unsur erotis. Dalam penganalisisan unsur kata, kalimat, dan wacana erotis dalam kumpulan cerpen ini terdapat amanat moral, sehingga di dalam cerpen ini tidak hanya menggambarkan unsur erotisnya saja.

Page 1 of 1 | Total Record : 10