cover
Contact Name
Aaz Azamudin Tifani
Contact Email
atifani@gmail.com
Phone
+6285315002217
Journal Mail Official
atifani@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Pertanian Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 23546190     EISSN : 25416154     DOI : -
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), with registered number p-ISSN: 2354-6190, e-ISSN: 2541-615X, is a scientific journal published by Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of Agricultural and Animal Sciences : Agribusiness, Agrotechnology, Animal Production, Ecosocio Livestock, and Livestock Product. Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) published by twice a year, July and December.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 12 Documents clear
SIFAT-SIFAT KUANTITATIF KAMBING KACANG BETINA SEBAGAI SUMBER BIBIT DI KECAMATAN LEMAHSUGIH KABUPATEN MAJALENGKA Tatang Tatang; Lili Adam Yuliandri; Oki Imanudin
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat pada Tanggal 5 - 24 Nopember 2014. Lokasi ini dipilih berdasarkan atas pertimbangan daerah tersebut memiliki populasi terbanyak di Kabupaten Majalengka. Ternak yang diamati adalah kambing kacang betina yang berumur antara 8 – 12 bulan sejumlah 94 ekor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat-sifat kuantitatif kambing kacang betina yang berada di Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bersifat purposive sampling dengan menggunakan metode survei. Peubah yang diamati adalah Lingkar Dada (LD), Panjang Badan (PB) dan Tinggi Pundak (TP). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian kambing kacang betina dengan kisaran 8 – 12 bulan menunjukan bahwa: lingkar dada 55,49 ± 5,87 cm, panjang badan 53,35 ± 6,65cm, tinggi pundak 52,12 ± 4,44 cm. Kata Kunci : Sifat Kuantitatif, Ukuran-ukuran Tubuh, Kambing Kacang Betina
PENGARUH CENDAWAN Trichoderma sp. DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI MERAH KERITING Ika Cartika; Umar Dani; Mimi Asminah
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh cendawan Trichoderma spp. dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah keriting (Capsicum annuum L.). Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan desa Sunia Baru Banjaran Majalengka pada bulan September 2011 sampai Januari 2012. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan empat ulangan. Percobaan terdiri dari 2 faktor  yaitu (1) dosis Trichoderma spp. (tanpa Tricho-G, 100 ml larutan Tricho-G, 200 ml Tricho-G dan 300 ml Tricho-G), dan (2) jenis pupuk nitrogen (Urea 400 kg/ha dan ZA 200 kg/ha). Untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan digunakan Uji Jarak Berganda Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi interaksi antara pengaruh Trichoderma spp. dan pupuk nitrogen terhadap semua parameter pengamatan, akan tetapi terjadi pengaruh mandiri dari Trichoderma spp. terhadap tinggi tanaman umur 9 dan 10 mst, jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman. Dosis 200 ml Tricho-G menunjukan hasil paling tinggi terhadap semua variabel pengamatan. Sementara pengaruh mandiri pupuk nitrogen hanya terjadi pada jumlah bunga per tanaman yang menunjukan pupuk Urea 400 kg/ha menghasilkan jumlah bunga lebih tinggi dibanding pupuk ZA 200 kg/ha. Kata kunci : Cabai merah keriting, Trichoderma spp., Pupuk Urea, Pupuk ZA.
PENGARUH POLA KEMITRAAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI TEBU Analia Utami; Dinar Dinar; Kosasih Sumantri
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Issues in this research is about the effect of partnership system on cane farmers income at PT PG Rajawali II, PG Jatitujuh Unit, Majalengka with 53 cane farmer respondents. This reseach used some questionnaire as a data collection tool, and was done by using simple random sampling. This research used descriptive method with data collection through field observations and some questionnaire. Data obtained were processed by simple linear regression on SPSS software for Windows 21st version. The reseach showed that the partnership model are applied in PG Rajawali II PG Jatitujuh unit is intiplasma partnership system. This partnership system can increase the income of cane farmers dan get the positive effect on the income of sugar cane farmers by 54%. The conclusion in this reseach is cane farmers' incomes can be affected by the partnership system. Key words : Partnership System, Cane Farmers
KOMBINASI PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR, KOMPOS DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum.L) KULTIVAR MAJA CIPANAS Supriyatna Supriyatna; Syafrullah Salman; Dadan Ramdani Nugraha
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2016, di Lahan Praktikum SMK Negeri Maja. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 7 kombinasi pupuk anorganik (berbagai dosis Urea, SP-36 dan KCl) dan pupuk organik (Pupuk Organik Cair dan Kompos) yang diulang sebanyak 4 kali ulangan, maka terdapat 28 petak percobaan. Variabel pengamatan meliputi komponen pertumbuhan dan komponen hasil. Jika hasil perhitungan sidik ragam menunjukan hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan B (8  ton/ha Kompos + 5 cc/l POC + 40 kg/ha Urea + 60 kg/ha  ZA + dan 40 kg/ha KCl) menunjukan hasil yang paling baik terhadap diameter umbi, bobot umbi dan bobot umbi per tanaman. Perlakuan C (6 ton/ha Kompos + 5 cc/l POC + 80 kg/ha Urea + 120 kg/ha ZA + 80 kg/ha KCL) menunjukan hasil paling baik terhadap jumlah daun dan bobot kering tanaman per rumpun. Perlakuan E  (2 ton/ha Kompos + 5 cc/l POC + 160 kg/ha Urea + 240 kg/ha ZA dan 160 kg/ha KCL) menunjukan hasil paling baik terhadap jumlah umbi per tanaman.Kata kunci : Bawang Merah, Pupuk Organik Cair, Kompos, Pupuk Anorganik.
PENGARUH DOSIS PUPUK ANORGANIK DAN MACAM MOL (MIKROORGANISME LOKAL) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) KULTIVAR INPARI 30 pipit Fithriani; Dadan Ramdani Nugraha
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di lahan milik BP3K Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka mulai Bulan Maret - Juni 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis pengaruh interaksi pemberian berbagai dosis pupuk anorganik dan macam MOL (Mikroorganisme Lokal) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) Kultivar Inpari 30. Metode percobaan menggunakan metode eksperimen di lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial dan diulang sebanyak empat kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk anorganik  (P) yang terdiri atas tiga taraf perlakuan, yaitu P1(200 kg Urea/ha + 100 kg NPK/ha (-50 kg dari pupuk anjuran)); P2 (250 kg Urea/ha + 150 kg NPK/ha (pupuk anjuran)); dan P3 (300 kg Urea/ha + 200 kg NPK/ha (+50 kg dari pupuk anjuran)). Faktor kedua adalah macam MOL (M) yang terdiri atas empat taraf perlakuan yaitu M1 (tanpa MOL (sebagai kontrol)); M2 (MOL bonggol pisang); M3 (MOL buah-buahan); M4 (MOL urin kelinci). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan Uji F, selanjutnya untuk mengetahui nilai rata-rata setiap perlakuan dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi pemberian dosis pupuk anorganik dan macam MOL. Dosis 250 kg urea/ha + 150 kg NPK/ha disertai pemberian MOL buah-buahan memberikan  pengaruh baik terhadap jumlah malai, jumlah anakan produktif, jumlah gabah isi per rumpun, bobot gabah isi per rumpun dan bobot ubinan. Dosis MOL yang digunakan 400 cc /14 liter air = 28,58 cc /liter air. Kata Kunci : Pupuk Anorganik, Mikroorganisme Lokal, Padi
PENGARUH EKOWISATA TERHADAP KONDISI EKONOMI MASYARAKAT Iis Nurpahiyyah; Jaka Sulaksana; Delis Hadiana
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di Desa Sangiang Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka pada obyek wisata Situ Sangiang mulai Bulan Maret - Juni 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, bagaimana gambaran ekowisata Situ Sangiang dan kondisi ekonomi masyarakat di kawasan ekowisata Situ Sangiang, serta untuk mengetahui pengaruh ekowisata terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan teknik penentuan responden sensus yang berjumlah responden 28 orang yang terdiri dari pramuwisata, pedagang, dan MPGC. Teknis analisis yang digunakan yaitu deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ekowisata Situ Sangiang merupakan tempat wisata ziarah dan umum. Sarana dan prasarana yang ada di kawasan ekowisata Situ Sangiang kurang memadai seperti belum tersedianya mushola dan kamar mandi (WC) untuk pengunjung. Kondisi ekonomi masyarakat sekitar kawasan ekowisata Situ Sangiang dilihat dari pendapatan, pendapatan rata-rata ekowisata lebih kecil dari non ekowiata (Rp.5.028.572,- < Rp. 28.057.143,-). Ekowisata dilihat dari variabel kesempatan berusaha, penyerapan tenaga kerja, dan manajemen pengelolaan berpengaruh secara simultan terhadap kondisi ekonomi masyarakat, sedangkan secara parsial hanya dua variabel yang berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat yaitu penyerapan tenaga kerja dan menajemen pengelolaan. Kata Kunci : Situ Sangiang, Ekowisata, Sosial Ekonomi Masyarakat
PERFORMA TELUR TETAS BURUNG PUYUH JEPANG (Coturnix coturnix japonica) BERDASARKAN PERBEDAAN BENTUK TELUR Agy Gun Gun; Ulfa Indah Laela Rahmah; Dini Widianingrum
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan dilaksanakan dari tanggal 10-28 Juni 2016 di laboratorium Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Majalengka, Jawa Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui performa dan besarnya pengaruh telur tetas burung puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica) berdasarkan perbedaan bentuk telur dan mengukur besarnya pengaruh perbedaan bentuk telur terhadap performa telur tetas burung puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan bentuk telur yaitu lancip (O1), sedang (O2) dan bulat (O3) yang masing-masing perlakuan diulang 7 kali, setiap ulangan terdiri dari 5 butir telur burung puyuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk telur tidak berpengaruh nyata terhadap performa penetasan burung puyuh jepang (fertilitas, lama tetas, daya tetas, bobot tetas dan jenis kelamin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perbedaan bentuk telur tidak berpengaruh nyata terhadap performa telur tetas burung puyuh jepang. Bentuk telur lancip menghasilkan performa telur tetas yang paling baik yaitu fertilitas 94.28%, lama tetas 17.9 hari, daya tetas 93.93%, bobot tetas 7.97 g dan jenis kelamin jantan 51.61% betina 48.39%.Kata kunci : Performa Telur Tetas, Puyuh, Bentuk Telur.
POLA KEMITRAAN KLASTER BAWANG MERAH Ade Mulyadi Rohmat; Jaka Sulaksana; Delis Hadiana
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Kulur Kecamatan Majalengka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : 1) Keragaan usahatani bawang merah dengan pola kemitraan pada salah satu sentra produksi bawang merah di Kabupaten Majalengka, 2) Besarnya pendapatan usahatani klaster bawang merah dengan pola kemitraan dan non kemitraan di Desa Kulur Kecamatan Majalengka, 3) Adakah perbedaan pendapatan antara petani klaster bawang merah dengan pola kemitraan dan non kemitraan di Desa Kulur Kecamatan Majalengka. Teknik penelitian yang digunakan metode pencacahan lengkap (sensus), artinya semua populasi dijadikan sampel dengan unit analisa petani pola kemitraan dan non kemitraan dengan jumlah responden 10 orang petani pola kemitraan dan 15 orang petani pola non kemitraan. Berdasarkan hasil penelitian: 1) pola kemitraan yang digunakan adalah dagang umum dan analisis usahatani klaster bawang merah terdapat perbedaan pendapatan antara petani bawang merah yang melakukan pola kemitraan dengan pola non kemitraan. 2)  Pendapatan per hektar yang diperoleh oleh petani bawang merah yang menggunakan pola kemitraan sebesar Rp. 197.880.900,- dan yang menggunakan pola non kemitraan  sebesar Rp. 137.061.500,-/ hektar, 3) Terdapat  besar pendapatan antara pola kemitraan dengan non kemitraan.Kata Kunci : Usahatani Bawang Merah, Klaster, Pola Kemitraan.
PERFORMA TELUR TETAS BURUNG PUYUH JEPANG (Coturnix coturnix japonica) BERDASARKAN PERBEDAAN BOBOT TELUR Mirza Fantiana; Rachmat Somanjaya; Dini Widianingrum
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan dilaksanakan di Laboratorium Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Majalengka, mulai tanggal 10-30 Juni 2016. Tujuan penelitian yaitu untuk mengukur besarnya pengaruh perbedaan bobot telur terhadap performa telur tetas burung puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica) dan mengetahui bobot telur yang menghasilkan performa telur tetas paling baik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu ringan (B1=9,5-10,5 g), sedang (B2=10,6-11,5 g), dan berat (B3=11,6-12,6 g), setiap perlakuan diulang 7 kali, setiap ulangan terdiri atas 5 butir telur, sehingga total telur yang digunakan sebanyak 105 butir. Hasil penelitian menunjukan bahwa bobot telur burung puyuh tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap fertilitas, lama tetas, daya tetas dan jenis kelamin, tetapi berpengaruh nyata terhadap bobot tetas. Telur yang ditetaskan berukuran normal dan ideal. Kategori bobot ringan dan sedang menunjukan performa yang baik, dan kategori terbaik yaitu kategori berat yang lebih banyak menghasilkan betina sekitar 57,14 %. Kata Kunci : Performa Telur Tetas, Puyuh, Bobot Telur 
ANALISIS SISTEM AGRIBISNIS AYAM RAS PETELUR Yayat Syarif Hidayat; Jaka Sulaksana; Kosasih Sumantri
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem agribisnis ayam ras petelur dan tingkat pendapatannya. Penelitian dilakukan di peternakan Argalingga Farm Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka. Data yang diolah dan dianalisis didapatkan dari hasil kuesioner dan wawancara dengan pemilik dan karyawan Argalingga Farm serta dari pedagang sebagai data pendukung. Dari hasil penelitian diketahui bahwa usahatani ayam ras petelur di Argalingga Farm merupakan sistem agribisnis yang melibatkan subsistem agribisnis dari mulai hulu sampai hilir, termasuk subsistem penunjang. Argalingga Farm memulai usahanya dengan memelihara 1000 ekor ayam dan saat ini telah mencapai 4800 ekor strain Lohmann. Pengadaan sarana produksi, seperti pakan, obat-obatan, vaksin, dan peralatan memanfaatkan penyedia sarana produksi yang berlokasi tidak jauh dari lokasi kandang. Dalam pengelolaannya, usahatani dikembangkan dengan manajemen sederhana. Dua unit kandang seluas 800 m2 di atas tanah 1000 m2, dipelihara ayam ras petelur usia 16 minggu sampai usia ayam afkir dengan masa produksi 16,5 bulan. Distribusi telur konsumsi menggunakan dua saluran, melalui pedagang besar ke pengecer dan langsung ke pengecer, ada yang diambil langsung oleh pedagang dan ada yang diantar. Produksi telur rata-rata perhari sebanyak 17,1 peti dan dijual dengan harga fluktuatif mengikuti harga pasar. Subsistem penunjang yang terlibat di Argalingga Farm hanya melibatkan lembaga keuangan dan kebijakan pasar. Tingkat pendapatan pada agribisnis ayam ras petelur di Argalingga Farm mencapai angka R/C rasio 1,61 dan termasuk kategori untung. Kata Kunci: Sistem, Agribisnis, Telur

Page 1 of 2 | Total Record : 12