cover
Contact Name
faizatul faridy
Contact Email
bunayya@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285277724488
Journal Mail Official
bunayya@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam, Banda Aceh, 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak
ISSN : 24604437     EISSN : 25493329     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bunayya (Jurnal Pendidikan Anak) Terbit 6 bulan sekali (Januari dan Juli) sudah dimulai sejak juni 2015, diterbitkan oleh program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Jurnal ini diharapkan sebagai media bagi dosen, peneliti, praktisi, guru, mahasiswa dan masyarakat luas yang memiliki perhatian terhadap bidang pendidikan dan pembelajaran anak usia dini. Redaksi menerima naskah berupa hasil penelitian, studi pustaka, pengamatan atau pendapat atas suatu masalah yang timbul dalam kaitannya dengan perkembangan bidang-bidang di atas dan belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Redaksi berhak memperbaiki atau mempersingkat tanpa mengubah isi. Artikel dimuat setelah melalui tahap seleksi.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2015): Juli 2015" : 8 Documents clear
PEMBINAAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DALAM KELUARGA Nurma Dewi
Bunayya Vol 1, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.368 KB)

Abstract

Tulisan ini berjudul “Fungsi Keluarga dalam Pembinaan Kecerdasan Spiritual Anak”. Kecerdasan spiritual sangat penting dalam kehidupan manusia apalagi dalam dunia pendidikan. Karena ia akan memberi kemampuan kepada manusia untuk membedakan yang baik dengan yang buruk, memberi manusia rasa moral dan memberi manusia kemampuan untuk memecahkan persoalan makna dan nilai. Ketiadaan kecerdasan spiritual akan mengakibatkan hilangnya ketenangan bathin dan pada akhirnya hilangnya kebahagian. Dari itu, perlunya penanaman kecerdasan spiritual sejak dini pada buah hati, dan itu dimulai dari lingkungan keluarga terutama orang tua. Dengan kecerdasan spiritual manusia dapat mengenal jati dirinya dan mengenal Tuhannya. Karena manusia yang memiliki spiritual yang baik akan memiliki hubungan yang kuat dengan Allah, sehingga akan berdampak pula kepada kepandaian dalam berinteraksi dengan manusia. Permasalahan pokok penelitian ini adalah bagaimana peran keluarga dalam membina kecerdasan spiritual anak, langkahlangkah apa saja yang dilakukan keluarga dalam pembinaan kecerdasan spiritual anak. Adapun tujuan penulis mengangkat sebuah karangan ini adalah untuk mengetahui peran keluarga dalam membina kecerdasan spiritual anak, untuk mengetahui langkah-langkah yang dilakukan keluarga dalam pembinaan kecerdasan spiritual anak. Untuk sampai pada tujuan penelitian ini, maka penulis menggunakan metode deskriptif analisis yaitu penelitian terhadap fakta-fakta yang ada sekarang dan melaporkan seperti apa yang terjadi. Untuk pengumpulan data dilakukan kajian kepustakaan (Library Research) baik terhadap literatur-literatur yang mendukung kajian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi keluarga dalam pembinaan kecerdasan spiritual antara lain meliputi, fungsi edukatif, sosialisasi, afeksi, religius, ekonomis, rekreasi dan bioligis. Secara keseluruhan keluarga mempunyai peran yang sangat besar dalam mencendaskan anak-anaknya. Karena keluarga merupakan lembaga pendidikan utama dan pertama yang di dapat oleh anak.
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN IMAJINASI TERHADAP KETERAMPILAN BERCERITA PADA ANAK USIA DINI Azhari Azhari
Bunayya Vol 1, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.274 KB)

Abstract

Keterampilan berbahasa seorang anak harus diarahkan dan bina secak usia anak dini, kemampuan berbahasa seseorang menunjukkan kecerdasanya dalam mengungkapkan kata-kata dan kalimat-kalimat tersentu secara teratur dan tepat. Kemampuan bercerita anak dipengaruhi oleh kemampuan dasar imajinasi anak tersebut, setiap anak memiliki kemampuan imajinasi yang bervariasi, maka secara psikologis guru harus mampu membina dan mengembangkan kemampuan dasar imajinasi anak agar dapat mencerdaskan anak tersebut dalam berpikir dan menuangkan imajinasinya ke dalam hal-hal yang positif. Melalui tulisan ini ingin diungkapkan bagaimana peran guru dalam mengembangkan imajinasi anak dalam bercerita, dan bagaimana peran guru untuk mengasah kemampuan anak dalam bercerita Guru memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan imanisi anak, mengasah kemampuan anak agar mampu bercerita melalui imanisi yang ada, penggunaan metode dan media pembelajaran yang tepat sangat menentukan keberhasilan guru dalam mengembangkan kemampuan bercerita anak usia dini. Guru dapat menggunakan metode yang bersesuaian dengan media yang diterapkan, dalam menembangkan imajinasi anak untuk bercerita guru dapat menggunakan media visua berupa gambar dan media audio visual berupa film kartun yang bernuansa Islami.
PEMBINAAN IKLIM KASIH SAYANG TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA Nurbayani Nurbayani
Bunayya Vol 1, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.386 KB)

Abstract

Tulisan ini bermaksud memberikan gambaran tentang pentingnya kasih sayang bagi anak dalam keluarga. Penulisan ini di dasarkan pada kebutuhan anak diusia kanak-kanak karena mereka belum sempurna keilmuan dan kesiapan mental untuk hidup berdampingan dengan orang dewasa. Oleh karena itu orang tua memiliki tugas memberi pendidikan yang dapat mengakomodir kebutuhan fitrah naluriah mereka. Anak adalah amanah Allah yang perlu diberikan pendidikan . Proses pendidikan anak dimulai dari dalam kandungan hingga dewasa. Orang tua memiliki tanggung jawab mendidik anak dengan cara yang benar sesuai dengan ajaran Islam. Kewajiban utama adalah menanamkan keimanan ke dalam jiwa anak. Keluarga muslim yang dibina atas dasar keimanan memiliki identitas sebagai berikut: pertama, berakidah yang benar dan kepada Allah SWT. Kedua, beribadah (al-ibadah ash-shahihah) sesuai dengan syari’at Allah dan Rasul-Nya. Dan ketiga, menerapkan nilai-nilai moral (al-Akhlakul karimah) dalam keluarga melalui pendidikan dalam rumah tangga.
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM A.Samad Usman
Bunayya Vol 1, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.325 KB)

Abstract

Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT adalah tempatnya salah dan lupa. Banyak orang tua yang lupa akan kewajibannya terhadap sang anak karena lebih mementingkan urusan duniawi dan menelantarkan anak mereka sehingga sang anak menjadi kurang kasih sayang dan kebanyakan terpengaruh oleh pergaulan negatif dari lingkungan sekitarnya. Pendidikan adalah sebuah aktivitas manusia yang memiliki maksud mengembangkan individu sepenuhnya. Islam merupakan agama yang sangat menekankan pendidikan bagi manusia. Hal itu terbukti dengan adanya banyak hadits dan ayat al- Qur’an yang menunjukkan tentang pendidikan. Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Hadits sebagai sumber utama agama Islam. kedua sumber ini menjadi pijakan bagi orang tua dalam mendidik anak untuk menjadi anak yang salih.
IBU SEBAGAI HYPNOTIST TERHEBAT DI DUNIA Salami Salami
Bunayya Vol 1, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.232 KB)

Abstract

Ibu adalah orang yang paling pertama bersentuhan langsung secara fisik dan psikis dengan anaknya. Interaksi seorang ibu dengan anaknya sudah dimulai sejak seorang anak masih berada dalam kandungan. Oleh karena itu apapun yang dirasakan dan dilakukan oleh seorang ibu, positif atau negatif, akan langsung berdampak bagi seorang anak sejak mulai dalam kandungan sampai anak dewasa. Penelitian terus berkembang tentang pengaruh seorang ibu terhadap tumbuh kembang seorang anak, terutama perkembangan psikologisnya. Oleh karena itu seorang ibu harus terus belajar tentang berbagai ilmu yang terkait dengan pendidikan anak sehingga dia hanya memberikan dampak positif dan menghindari dampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Karena ibu mampu meprogram pikiran anaknya dalam berbagai interaksi, maka ibu disebut sebagai penghipnosis (hypnotist) hebat di dunia.
KONSEP PEMBINAAN ANAK SHALIH DALAM PENDIDIKAN ISLAM Samsuardi Samsuardi
Bunayya Vol 1, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.16 KB)

Abstract

Jurnal ini mengkaji tentang konsep pembinaan anak dalam tinjauan pendidikan Islam. Konsep pemibanaan anak shalih dalam pendidikan Islam senantiasa merujuk pada tuntunan al-Qur’an dan al-Hadits. Pembinaan anak harus dilakukan secara intergral dengan melibatkan triipusat kependidikan, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga wadah tersebut perlu memperkuat kerjasama dan bertanggung jawab secara kolektif bagi pembinaan anak. Dalam pendidikan Islam, meskipun ketiga lembaga di atas memiliki tanggung jawab dan peranan yang sama dalam hal pembinaan anak, namun tanggung jawab orang tua dikeluarga tetap yang utama dibandingkan sekolah dan masyarakat. Pendidikan di rumah tangga menjadi cikal bakal utama yang memiliki peranan cukup singnifikan dan nilai lebih dibandingkan sekolah dan masyararakat. Adapun yang menjadi cakupan materi inti dalam pembinaan anak mencakup tiga aspek dasar, yakni Aqidah, Ibadah, dan Akhlak. Internalisasi kertiga aspek materi pendidikan ini perlu diupayakan melalui pemberian keteladan, pembiasaan, cerita, ceramah, serta metode diskusi. Kesemuaan metode di atas, menjadi kunci strategis dalam pembinaan anak. Implikasi inilah yang nantinya melahirkan pribadi muslim yang utuh, yang di samping memiliki Knowledge (pengetahuan) juga memiliki moralitas yang tinggi yang akan berguna bagi nusa dan bangsa.
KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU (TKIT) AL-AZHAR LAMGUGOB BANDA ACEH Muthmainnah Muthmainnah
Bunayya Vol 1, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.584 KB)

Abstract

Taman Kanak-kanak (TK) merupakan lembaga pendidikan formal yang ditempuh anak pada masa pra-sekolah. Pendidkan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu dari bagian kurikulum TK yang bertujuan untuk membekali anak dengan pendidikan agama pada masa usia dini. Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Al-Azhar merupakan salah satu TK yang memiliki kurikulum PAI yang memadai di samping mengajarkan sains lainnya kepada anak dengan menggunakan metode-metode yang tidak membosankan dalam pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan sejauh mana kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) diajarkan pada tingkat Pendidikan Usia Dini (PAUD). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan dekumentasi lalu dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasilnya adalah bahwa kurikulum PAI pada TKIT Al-Azhar mencakup berbagai aspek keagamaan seperti: al-quran, hadits, ibadah, dan muamalah dengan menggunakan metode belajar sambil bermain sehingga anak tidak bosan dalam belajar.
THE GOLDEN AGE : MASA EFEKTIF MERANCANG KUALITAS ANAK Loeziana Uce
Bunayya Vol 1, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.356 KB)

Abstract

Mencetak anak sukses bukan hanya tergantung pada lembaga pendidikan formal, melainkan bisa kita mulai dengan memberikan pendidikan di dalam keluarga sejak usia dini. Satu diantara faktor penentu keberhasilan mencetak anak yang berkualitas adalah dengan memanfaatkan suatu kesempatan emas, atau masa keemasan dalam periodisasi tumbuh kembanh mausia atau yang dalam kajian periodisasi pertumbuhan dan perkembangan manusia. dikenal dengan istilah The Golden Age. Dari berbagai penelitian ditemukan bahwa The Golden Age ini terdapat pada masa konsepsi,yakni sejak manusia masih sebagai janin dalam Rahim ibunya hingga beberapa tahun pertama kelahirannya yang diistilahkan dengan usia dini. Dalam kajian mengenai The golden age yang berarti masa keemasan dalam periodisasi kehidupan ini, ternyata peranannya mengambil porsi cukup besar dalam menentukan kualitas manusia. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa the Golden Age merupakan masa yang sangat efektif dan urgen untuk dilakukannya optimalisasi berbagai potensi kecerdasan yang dimiliki oleh anak manusia untuk menuju Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Keberhasilan ataupun kegagalan pengembangan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual seorang anak sering terletak pada tingkat kemampuan dan kesadaran orang tua dalam memanfaatkan peluang pada masa keemasan ini. Tingkat optimalisasi peran pengasuhan orang tua yang kontinyu dan konsisten terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak pada priode tersebut sangat menentukan kualitas anak dikemudian hari. Pengasuhan yang dimaksud adalah perawatan dan pendidikan , selain dengan pemberian nutrisi makanan yang memadai untuk pengembangan kecerdasan intelektual, juga nutrisi pemberian non materi untuk pengembangan kecerdasan emosi dan spiritual yang dilakukan melalui kontinuitas dan konsistensi pengasuhan, pendidikan serta penerapan disiplin dalam internalisasi dan sosialisasi ajaran agama , nilai-nilai moral, sosial dan budaya pada periode the golden age tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 8