cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Premiere Educandum
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2012)" : 6 Documents clear
KAJIAN FILSAFAT ILMU DAN FILSAFAT PENDIDIKAN TENTANG RELATIVISME KULTURAL DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT MORAL Budiwibowo, Satrijo
Premiere Educandum Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedagogik sebagai ilmu pokok dalam pendidikan, jiwa dan isinya agar dapat memenuhi persyaratan landasan konsep dan fungsinya, memerlukan landasan yang berasal dari filsafat. Filsafat mengajukan pertanyaan dan menyelidiki realita dan pengalaman yang banyak terdapat dalam pendidikan. Filsafat dan pendidikan mempunyai hubungan yang erat satu sama lain, karena problema-problema tersebut berada dalam lingkungan dua disiplin ini. Pendidikan dalam pengembangan konsep-konsepnya antara lain menggunakan dasar-dasar dari kedua konsep tersebut yaitu filsafat dan pendidikan. Aliran filsafat pendidikan mencakup naturalisme, idealisme, realisme, pragmatisme, progresivisme, esensialisme, dan perenialisme. Moralitas merupakan seperangkat aturan yang merancang bagaimana hendaknya orang saling memerlakukan satu sama lain, bahwa orang yang rasional akan setuju untuk menerima, demi keuntungan timbal balik, asalkan semua yang lain mengikuti aturan-aturan itu juga. Masalah pokok dari kontrak sosial adalah kalau seseorang atau sekelompok orang itu mampu mempercayai orang lain atau kelompok lain untuk setia pada aturan-aturan, kecuali dalam situasi darurat.Kata Kunci: Filsafat Ilmu, Filsafat Pendidikan, Relativisme Kultural, Filsafat Moral
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MEMBUAT ALAT PERAGA IPA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS IV SDN CERMO 01 KARE MADIUN Sulistyarsi, Ani
Premiere Educandum Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar selama ini masih dominan menggunakan metode ceramah, sehingga prestasi belajar dan keaktifan siswa masih rendah. Hal ini dapat diketahui dari observasi awal di kelas IV yaitu siswa yang aktif dalam kelas hanya 20%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar dan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPA dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis proyek dalam membuat alat peraga IPA di sekolah dasar. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Cermo 01 Kare. Pengumpulan data menggunakan tes tulis untuk mengetahui prestasi belajar siswa dan lembar observasi untuk mengetahui keaktifan siswa yaitu keaktifan dalam berdiskusi dan keaktifan dalam membuat alat peraga IPA, serta untuk mengetahui siswa dalam pembelajaran. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diketahui adanya peningkatan prestasi belajar dan keaktifan siswa. Prestasi belajar siswa tuntas meningkat 37%. Aktivitas siswa tergolong aktif meningkat 25%. Aktivitas guru meningkat 22,91%. Keaktifan siswa membuat alat peraga IPA yaitu aspek membuat bagian alat peraga sesuai desain meningkat 54%, aspek keterampilan merangkai bagian alat peraga dengan benar dan sesuai meningkat 55%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa melalui penerapan strategi pembelajaran berbasis proyek dalam membuat alat peraga IPA dapat meningkatkan prestasi belajar dan keaktifan siswa kelas IV SDN Cermo 01 Kare Kabupaten Madiun.Kata Kunci: Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek, Alat Peraga IPA, Prestasi Belajar, Keaktifan siswa
KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KONSEP DASAR DAN IMPLEMENTASI) Rifai, Moch
Premiere Educandum Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guna bertahan untuk hidup atau mempertahankan kehidupan demi kelangsungan kelompok bangsa (warga masyarakatnya), diperlukan seperangkat pendidikan yang biasa disebut kompetensi (kompetensi dasar) agar bangsa Indonesia bisa menjadi sekelompok bangsa yang profesional, kompetitif, dan unggul. Kompetensi dasar adalah ruh dari kesuksesan dalam berkarya. Terpuruknya suatu bangsa baik dari aspek ekonomi, budaya, pendidikan, dan moneter bukan karena ketidakmampuan pemerintah, tetapi justru kompetensi dasar yang dimiliki penyelenggara negara itu sendiri dipertanyakan. Sangat disayangkan keluasan bumi pertiwi dari sabang sampai merauke, kekayaan alam yang berlimpah, kesuburan tanah yang bisa menghasilkan apapun tanaman yang disemai pasti berbuah, itu tidak bisa membawa bangsa Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi justru sebaliknya menjadi kuli di negeri sendiri yang akibatnya melahirkan kemiskinan, kebodohan, dan bangsa yang selalu hidup dibawah telunjuk bangsa lain, karena itu semua tidak adanya kompetensi dasar yang dimiliki bangsa kita untuk mengelola, menjaga, mengambil manfaat yang besar dari kekayaan alam yang ada, serta ketidakmampuannya menjaga kelestarian peninggalan ibu pertiwi.Kata Kunci: Pendidikan, Kompetensi, Professional
MENELUSURI SEJARAH ASAL MULA BALIKPAPAN MELALUI PERAYAAN ERAU BALIK DELAPAN SEBUAH KAJIAN BUDAYA DAN FOLKLOR Janah, Ulum
Premiere Educandum Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang sejarah asal mula Kota Balikpapan melalui perayaan Erau Balik Delapan, karena adanya fenomena budaya di sepanjang Pantai Melawai. Fenomena budaya yang belum pernah terjadi sebelumnya itu menjadi perhatian masyarakat yang mayoritas pendatang. Hal tersebut karena selama ini Kota Balikpapan dikenal tidak memiliki budaya asli, yang ada ialah budaya pendatang. Sedangkan Erau sendiri merupakan salah satu kebudayaan Kalimantan Timur yang sering dirayakan di tempat tertentu lainnya di Kalimantan Timur dan bukan di Balikpapan. Selain itu perayaan tersebut juga disakralkan dengan hadirnya Sultan Kutai, Ratu Kutai, dan Penasihat Sultan, sehingga sangat menarik untuk mengetahui keterkaitan Kesultanan Kutai dengan perayaan Erau di Balikpapan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berupa deskripsi mendalam terhadap fenomena sejarah asal mula Kota Balikpapan. Pengumpulan data menggunakan participant observation, indepth interview, dan dokumentasi. Guna mencapai kredibilitas data, dilakukan cara pengamatan secara terus-menerus dan trianggulasi. Hasil penelitian menyimpulkan asal mula Balikpapan melalui Erau Balik Delapan merupakan perpaduan antara sejarah, budaya, dan legenda yang masih mengakar di masyarakat Kutai khususnya. Kata Kunci: Sejarah Balikpapan, Perayaan Erau Balik Delapan
PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING TYPE MAKE A-MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SDN 01 MANISREJO KOTA MADIUN Mallawi, Ibadullah; Juwarti, Juwarti
Premiere Educandum Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran cooperative learning type make a-match terhadap hasil belajar IPA, dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 01 Manisrejo Kota Madiun tahun pelajaran 2011/2012. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) siswa yang diberi pembelajaran model cooperative learning type make a-match lebih baik dari siswa yang diberi pembelajaran model konvensional; (2) jika dilihat dari model pembelajaran yang digunakan ini, maka hasil belajar siswa yang diajar dengan kedua pembelajaran tersebut menunjukkan bahwa siswa yang diberi model pembelajaran make a-match lebih tertarik dan mereka merasa gembira. Karena dalam pembelajaran ini, siswa tidak hanya belajar saja akan tetapi siswa belajar sambil bermain dan ini lebih membuat siswa aktif dalam belajar. Sehingga akan menghasilkan nilai yang lebih baik dari siswa yang diberi pembelajaran konvensional, sedangkan siswa yang diberi pembelajaran konvensional cenderung pasif dan ini akan mengakibatkan hasil nilai yang rendah. Kata Kunci: Hasil Belajar IPA, Cooperatif Learning Type Make A-Match
PENERAPAN MULTIPLE INTELEGENSI DALAM KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR Samsiyah, Nur
Premiere Educandum Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multiple intelegensi ialah kecerdasan ganda yang dimiliki oleh seseorang. Intelegensi adalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Multiple intelegensi terdiri atas sembilan kecerdasan, yakni: kecerdasan linguistik, logis-matematis, spasial, musikal, kinestik, antarpribadi, interpribadi, naturalis, dan ekstensial. Setiap kecerdasan memiliki karakteristik yang berbeda. Strategi pembelajaran berbasis multiple intelegensi merupakan suatu cara mengakses informasi melalui jalur intelegensi yang ada pada tiap individu. Mengaktifkan multiple intelegensi dari seluruh indra anak dapat dilakukan dengan melatih mendengar, membaca, keterampilan menulis, dan melatih kecerdasan yang berimbang. Penerapan teori multiple intelegensi dalam program pembelajaran dikembangkan oleh guru dengan berorientasi dengan siswa. Langkah dalam menerapkan strategi pembelajaran adalah memberdayakan semua intelegensi tertentu berdasarkan intelegensi yang menonjol pada siswa.Kata Kunci : Multiple Intelegensi, Strategi Pembelajaran

Page 1 of 1 | Total Record : 6