cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2013)" : 7 Documents clear
PENGARUH BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL DENGAN PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE THERAPY UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN TEMAN SEBAYA Djarot S, Vitalis; Widyaningrum, Yuni
Jurnal Counsellia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Siswa dalam hidupnya mengemban dua tugas perkembangan, yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, kehidupan siswa di sekolah tidak dapat dilepaskan dari individu lain, mengingat bahwa siswa juga sebagai makhluk ssial. Artinya, perkembangan siswa itu terjadi, sebagian ditentukan oleh hasil interaksi dengan sesama teman, yang salah satunya disebut teman sebaya. Proses interaksi dengan teman sebaya merupakan perwujudan dari proses komunikasi, yang diharapkan akan terjadi saling mempengaruhi, sehingga menimbulkan suatu perubahan sikap atau perilaku pada diri siswa tersebut.       Interaksi dengan teman sebaya yang efektif dapat dilakukan melalui layanan bimbingan pribadi-sosial, karena hakikat layanan bimbingan pribadi-sosial adalah membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah pribadi yang disebabkan oleh dampak pergaulan sosial. Layanan bimbingan pribadi-sosial diyakini dapat membantu perubahan sikap dalam diri individu (siswa), dan  dikembangkan melalui pendekatan rasional emotif therapy. Beberapa perubahan sikap hasil dari layanan bimbingan pribadi-sosial dengan pendekatanrasional emotif therapy bersangkut paut dengan masalah pola pikir dan  kehidupan perasaan siswa.Kata Kunci: Bimbingan pribadi-sosial dengan pendekatan rational emotive therapy dan interaksi dengan teman sebaya
PENINGKATAN PEMAHAMAN DIRI MELALUI MODEL PERMAINAN JOHARI WINDOW SISWA KELAS X AK 3 SMK SORE KOTA MADIUN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Asri, Dahlia Novarianing; Trianjanisari, Puput
Jurnal Counsellia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan peneliti di lapangan dan wawancara dengan konselor sekolah, diketahui bahwa kurang lebih 70% siswa kelas X Ak 3 di SMK SORE Kota Madiun Tahun Pelajaran 2012/2013 memiliki pemahaman diri yang masih rendah. Cara yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman diri siswa adalah dengan menggunakan model permainan Johari Window. Model Johari Window merupakan model permainan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran diri (self-awareness) dan pemahaman diri (self understanding) pada individu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman diri melalui model permainan Johari Window siswa kelas X Ak 3 SMK SORE Kota Madiun tahun pelajaran 2012/2013.Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain pre-test and post test group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Ak 3 SMK SORE Kota Madiun. Pengambilan sampel  dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh yaitu siswa kelas X Ak 3 sebanyak 20 siswa.  Pengumpulan data untuk mengetahui tingkat pemahaman diri siswa sebelum dan sesudah diberikan model permainan Johari Windowdalam penelitian ini menggunakan metode angket. Dalam menganalisis data menggunakan teknik t-test.Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada perbedaan pemahaman diri siswa sebelum dan sesudah diberikan model permainan Johari Window yang berarti ada peningkatan pemahaman diri melalui model permainan Johari Window siswa kelas X Ak 3 SMK SORE Kota Madiun tahun pelajaran 2012/2013.Kata Kunci : Pemahaman Diri, Model Permainan Johari Window.
APLIKASI GAME SIMULATION UNTUK MEREDUKSI KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI UN KELAS IX SMP NEGERI I DAGANGAN Muryanto, Hagus; Kadafi, Asroful; Trisnani, Rischa Pramudia; Fitriani, Vivi Yuniar
Jurnal Counsellia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan Ujian Nasional salah satunya ditentukan oleh kondisi psikis para siswa. Perasaan takut gagal dapat menjadi beban yang menyebabkan para siswa memiliki kecemasan dalam menghadapi ujian nasional. Kecemasan ini dapat mempengaruhi kondisi psikologis mereka yang akan mengganggu aktivitas mereka sebagai reaksi terhadap adanya sesuatu yang bersifat mengancam. Ketenangan dalam menghadapi ujian nasional mutlak diperlukan bagi peserta ujian nasional. Diharapkan dalam menghadapi ujian nasional siswa dalam kondisi tenangBerdasar observasi yang dilakukan oleh peneliti, dari Jumlah total Kelas IX SMP Negeri 1 Dagangan ada 245 siswa dan  hanya 25% yang tidak mengalami kecemasan menghadapi UN. Sesuai dengan permasalahan yang diteliti dan prosedur yang ditempuh, penelitian ini menggunakan desain True-Experimental.Sampel penelitian ditetapkan secara acak yang keseluruhannya berjumlah 40 siswa SMP Negeri I Dagangan Madiun dengan perincian 20 siswa untuk kelompok yang diberi perlakuan game simulation untuk mereduksi kecemasan dalam mengahadapi UN dan 20 siswa untuk kelompok yang tidak diberi perlakuan game simulation untuk mereduksi kecemasan dalam mengahadapi UN.Pelaksanaan eksperimental berlangsung selama 10 kali 45 menit di lapangan. Data yang berhasil dikumpulkan melalui test, dianalisis dengan t-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penelitian mengenai perbedaan kecemasan siswa dalam menghadapi UN antara yang diberi perlakuan dengan game simulation dan yang tidak diberi perlakuan game simualtion dalam taraf kepercayaan 95 % terbukti secara signifikan. Begitu pula pada taraf kepercayaan 99 % terbukti ada perbedaan yang signifikan.Berdasar perhitungan t-score diketahui ada perbedaan sebesar rata-rata 6,44 antara kedua kelompok tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa game simulationberpengaruh positif dalam mereduksi kecemasan siswa dalam menghadapi UN, baik dalam taraf 95% maupun 99%.Kata Kunci: Kecemasan, Game Simulation
PERILAKU DAN INTERAKSI SOSIAL WARGA KAMPUNG IDIOT DESA SIDOHARJO DAN DESA KREBET KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO (STUDI FENOMENOLOGI MASYARAKAT RETARDASI MENTAL) Hanif, Muhammad; Asri, Dahlia Novarianing
Jurnal Counsellia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan perilaku sosial warga normal, warga retardasi mental, dan warga normal terhadap warga retardasi mental, 2)untuk mendeskripsikan interaksi sosial diantara warga normal dan warga normal dengan warga retardasi mental di kampung idiot Desa Sidoharjo dan Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten PonorogoPenelitian ini dilaksanakan di Desa Sidoharjo dan Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo selama dua belas bulan. Jenis penelitiannya kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini yaitu warga masyarakat, baik warga normal maupun warga retardasi mental. Sumber datanya yang digunakan adalah sumber primer dan skunder. Teknik pengambilan datanya dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis kualitatif model interaktif.Dari penelitian yang dilaksanakan diperoleh gambaran, bahwa pada Tahun 1970-an sampai dengan tahun 1990-an,warga masyarakat menunjukkan perilaku penolakan terhadap warga retardasi mental di kampung idiot Desa Sidoharjo dan Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo. Berbeda dengan sekarang, warga masyarakat berperilaku menerima warga retardasi mental, dengan bentuk perilaku yaitu tidak menyembunyikan, tidak membedakan dengan orang normal, mengembangkan kemandirian dalam taraf sederhana, dan menciptakan kesempatan untuk bersosialisasi. Faktor-faktor yang melatarbelakangi perilaku sosial tersebut yaitu persepsi yang positif terhadap warga retardasi mental, adanya informasi/penyuluhan, pengetahuan dan pemahaman tentang retardasi mental, kondisi ekonomi yang meningkat, perilaku tokoh-tokoh panutan yang bertindak peduli, kesadaran hidup bersosial. Warga retardasi mental yang mendapat perlakuan penerimaan dapat menjalankan aktivitas tingkah laku, keluarga, dan sosial walaupun dalam taraf yang sederhana. Interaksi sosial diantara warga masyarakat normal dan warga masyarakat normal dengan warga retardasi mental mencerminkan interaksi sosial asosiatif. Interaksi tersebut dilatarbelakangi oleh hubungan diantara warga masyarakat normal dan dengan warga retardasi mental yang komunikatif. Interaksi sosial ini menghasilkan nilai-nilai sosial, moral, norma dan lembaga sosial, sehingga keberadaan warga retardasi mental menjadi sesuatu wajar atau biasa di masyarakat desa tersebut.Kata Kunci: Perilaku Sosial, Interaksi Sosial, Warga Kampung Idiot
MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK MELALUI TERAPI BERMAIN Triningtyas, Diana Ariswanti
Jurnal Counsellia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia prasekolah anak diharapkan menguasai belajar menulis, bahasa, matematika dan ilmu pengetahuan lain. Pengetahuan akan konsep ini jauh lebih mudah diperoleh melalui kegiatan bermain. Anak usia prasekolah mempunyai rentang perhatian yang terbatas dan masih sulit diatur, apalagi belajar dengan “serius”. Tetapi bila pengalaman konsep tersebut dilakukan sambil bermain, membuat anak senang, tanpa disadari ternyata ia sudah banyak belajar. Aspek perkembangan anak dapat ditumbuhkan secara optimal dan maksimal melalui kegiatan bermain. Saat bermain, anak-anak mempelajari banyak hal penting.   Adapun jumlah anak yang diteliti adalah 23 anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan rasa percaya diri anak melalui terapi bermain. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam penelitian menggunakan metode observasi, wawancara, dan analisis data.Dinyatakan meningkat jika rata-rata prosentase masing-masing indikator yang dimiliki lebih atau sama dengan 75%. Sebaliknya percaya diri anak dinyatakan belum meningkat jika rata-rata prosentase masing-masing indikator kurang dari 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang baik dari Siklus I dan Siklus II mencapai 80%. Hal ini menunjukkan bahwa terapi bermain tepat untuk diterapkan pada anak karena mudah dipahami dan disukai anak. Kata Kunci: Terapi Bermain, Rasa Percaya Diri Anak.
TANGGAPAN NARAPIDANA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KOTA MADIUN PADA SANKSI HUKUM PIDANA ISLAM TERHADAP SIKAP TAUBATAN NASHUHA Muhayati, Siti; Martika A, Tyas
Jurnal Counsellia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiap hari masyarakat Indonesia disuguhi berita tentang tindak pidana pelanggaran Hak Syar’i Manusia (Hak Asasi Manusia), terutama pembunuhan, pencurian, perampokan dan pelakunya sebagaian besar warga negara Indonesia sendiri. Padahal warga negara Indonesia sebagain besar beriman Islam dan dibawah naungan falsaah Pancasila. Idealnya warga negara Indonesia selain taat pada ulil amri juga taat pada Allah sehingga warga negara Indonesia akan menjadi manusia yang mampu bersikap untuk mengakui, menghormati dan melindungi hak hidup dan hak memiliki harta orang lain. Tapi dalam kenyataannya warga negara Indonesia masih ada yang melakukan tindak kejahatan dan tidak jera walau pelakunya telah diberi sanksi pidana, bahkan yang belum pernah melakukan tindak kejahatan menambah jumlah pelaku tindak pidana.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tanggapan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kota Madiun pada sanksi hukum pidana Islam dengan sikap taubatan nashuha. Metode penelitian yang digunakan adalah Ex-post-facto. Populasi dalam penelitian ini adalah narapidana pelanggar Hak Syar’i Manusia (Hak Asasi manusia) sebanyak 17 orang. Angket penelitian disebarkan kepada subjek penelitian, yaitu narapidana pencurian dan perampokan di Lembaga Pemasyarakatan Kota Madiun. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu dengan cara memilih subjek berdasarkan pada putusan hukum pidana yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim.Berdasarkan analisis data dengan menggunakan analisis Spearman diketahui bahwa terdapat hubungan antara tanggapan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kota Madiun pada sanksi hukum pidana Islam dengan sikaptaubatan nashuha. Kegiatan pembinaan mental yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Kota Madiun melalui kegiatan keagamaan, yaitu berupa pengajian, baca Al-qur’an, baca Yasin dan Tahlil dapat membantu narapidana untuk mengembangkan tanggapan yang positif terhadap sanksi hukuman yang dijatuhkan kepadanya, sehingga narapidana terdorong untuk memiliki sikaptaubatan nashuha. Narapidana merasa jera dan mampu mengembangkan suatu perasaan, keyakinan dan perbuatan untuk berpindah dari perbuatan buruk ke perbuatan baik yang terus menerus dan istiqomah. Jika hal ini dapat dilakukan secara istiqomah oleh narapidana, maka setelah dinyatakan bebas, individu yang bersangkutan akan mampu menjalani kehidupan bermasyarakat yang sehat dan terhindar dari tindak kriminal di kemudian hari.Kata kunci: Tanggapan, Sanksi Hukum Pidana Islam, Sikap Taubatan Nashuha
PENERAPAN TEKNIK TOKEN ECONOMY UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK TK KARTIKA IV-21 MADIUN Chotim, Muhammad; Dewi, Novianti Kartika; Wardani, Silvia Yula; Christiana, Ratih
Jurnal Counsellia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Counsellia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia TK adalah anak yang sedang berada pada rentang usia 4-6 tahun, yang merupakan sosok individu yang sedang dalam proses perkembangan. Anak usia TK ini memiliki karakteristik dan kepribadian masing-masing serta yang lebih unik adalah anak memiliki dunianya sendiri. Adapun karakteristik anak usia TK adalah kurang mandiri, pemalu, pendiam, penakut, bergantung pada orang tua dan guru, takut untuk salah. Penerapan token economy dirasa mampu dalam meningkatkan kemandirian siswa TK Kartika IV-21 Kota Madiun.Terkait dengan perilaku mandiri dapat dikatakan sebagai kemampuan untuk mengendalikan dan mengatur pikiran, perasaan dan tindakan sendiri secara bebas serta berusaha sendiri untuk mengatasi perasaan-perasaan malu dan keragu-raguan.  Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan sendiri, serta mampu  mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain. Hal inilah yang dapat digunakan menjadi alternatif yang relevan untuk menangani anak yang berperilaku kurang mandiri diantaranya digunakan teknik token economy.Token economy dapat digunakan sebagai penguat yang dapat bertahan lama, ada beberapa keuntungan yang didapatkan dari token economies yaitu, Pertama, mereka dapat diberikan segera sesudah suatu perilaku yang diinginkan terjadi dan dipertukarkan diwaktu mendatang dengan backup reinforcers.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif eksperimen. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di TK Kartika IV-21Kota Madiun diperoleh gambaran bahwa anak usia TK di TK Kartika IV-21Kota Madiun tersebut cenderung menunjukkan perilaku kurang mandiri. Hal ini terlihat dari lembar observasi kemandirian yang dilakukan oleh peneliti dan juga berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap orang tua dan guru siswa.Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan sebanyak 3 kali yaitu mulai Berdasarkan kegiatan observasi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tingkat kemandirian anak TK Kartika IV-21 Kota Madiun masih rendah. Berangkat dari data tersebut peneliti melakukan perlakuan dengan menerapkan teknik token economy. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti seteah perlakuan diketahui bahwa kemandirian anak menjadi 41, 35% dan diketegorikan cukup mandiri. Sehingga dapat disimpulkan  bahwa teknik token economy  dapat meningkatkan kemandirian anak TK kartika IV-21 Kota Madiun.Kata Kunci: Token Economy, Kemandirian

Page 1 of 1 | Total Record : 7