cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013)" : 16 Documents clear
UPAYA PENINGKATAN KREATIF-PRODUKTIF MAHASISWA BERBASIS INFORMASI WEB PADA MATA KULIAH RISET OPERASI Suprapto, Edy; Setyansah, Reza Kusuma
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melatihkan tingkat kreativitas dan produktivitas mahasiswa yang selanjutnya diharapkan akan membantu meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus. Pada masing-masing siklus memiliki empat tahap yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester genap (kelas VI-A) tahun akademik 2011/2012 yang berjumlah 37 orang. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung dan tes. Analisa data yang dilakukan adalah analisis diskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian 37 orang mahasiswa pada siklus I diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 13,51% dan 86,49% mahasiswa yang tidak tuntas.Pada siklus II diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 27,03% dan 72,97% mahasiswa yang tidak tuntas. Pada siklus III diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah72,97% dan 27,03% mahasiswa yang tidak tuntas. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup berarti. Pada perlakuan Siklus II dan siklus III selain terdapat peningkatan prestasi, penerapan media websitemampu meningkatkan kreativitas dan produktivitas mahasiswa dalam perkuliahan riset operasi pada materi program linier.Keywords : Riset Operasi, Kreativitas, Produktivitas, Website.
UPAYA PENINGKAKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA POKOK BAHASAN PELUANG DI SMA NEGERI 1 DAGANGAN MADIUN KELAS XI IPS Susmiatiningsih, Fitri; Sanusi, Sanusi; Krisdiana, Ika
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi belajar matematika yang rendah merupakan masalah yang sering muncul dalam pembelajaran matematika. Hal ini dimungkinkan penggunaan strategi pembelajaran yang kurang tepat. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang memberikan keberhasilan terhadap siswa untuk aktif berfikir dan berinovatif. Sedangkan pembelajaran Team-GamesTournament (TGT), merupakan salah satu pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk mencari informasi dari masalah dan merencanakan pembelajaran dengan pemikiran atau ide mereka sendiri. Melalui pembelajaran Team-GamesTournament (TGT), dapat menimbulkan aktivitas siswa dalam belajar matematika sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe Team-GamesTournament (TGT), dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan peluang di SMA Negeri 1 Dagangan Madiun kelas XI IPS. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian kelas XI IPS3 dengan jumlah siswa sebanyak 29 siswa, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui adanya peningkatan nilai rata-rata aktivitas kelas dari siklus I 73,55 meningkat pada siklus II menjadi 80,45. Dari rata-rata tes formatif yang dilaksanakan pada tiap akhir siklus dapat diketahui peningkatan prestasi belajar matematika siswa, yaitu dari rata-rata tes formatif pada siklus I sebesar 68,97% meningkat menjadi 80.45% pada siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran kooperatif tipe Team-GamesTournament (TGT) dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematiaka pada pokok bahasan peluang di SMA Negeri 1 Dagangan Madiun kelas XI IPS.Kata Kunci : Kooperatif, Team-GamesTournament (TGT), Prestasi, Matematika.
PROSES BERPIKIR KREATIF SISWA SMP YANG MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL UJIAN NASIONAL A, Natalia Desi; Gembong, Sardulo; Andari, Tri
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menyelesaikan soal-soal ujian nasional matematika, siswa yang mengikuti bimbingan belajar memiliki kemampuan berpikir kreatif yang baik. Dengan mengikuti bimbingan belajar sangat membantu siswa dalam menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang mereka temukan saat menyelesaikan soal-soal dalam menghadapi ujian nasional. Proses bepikir kreatif merupakan suatu proses aktivitas mental yang terkait dengan kepekaan terhadap masalah, mempertimbangkan informasi baru dan ide-ide yang tidak biasanya dengan suatu pikiran terbuka. Dalam berpikir kreatif ada 5 tahapan yang harus dilewati yaitu orientasi, inkubasi, iluminasi, verifikasi, dan aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses berpikir siswa SMP yang mengikuti bimbingan belajar ketika menyelesaikan soal-soal ujian nasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan penelitian dilakukan pada 6 orang siswa SMP yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah yang dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori tinggi, kategori sedang, dan kategori rendah yang masing-masing kategori berjumlah dua orang siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode tes dan wawancara sedangkan teknik keabsahan data penelitian ini mengunakan teknik triangulasi teknik. Pada penelitian ini peneliti dalam menganalisis data menggunakan 3 komponen yaitu reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa pada tahap (1) orientasi: a. semua subyek kategori tinggi, sedang dan rendah mampu mengumpulkan informasi dengan baik. b. Mengidentifikasi masalah, subjek kategori tinggi dan sedang dapat mengidentifikasi masalah dengan baik, sedangkan pada kategori rendah dapat mengidentifikasi masalah dengan cukup. (2) inkubasi: subyek kategori tinggi dan sedang mampu melewati dengan baik sedangkan subyek kategori rendah mampu melewatinya dengan cukup. (3) iluminasi: subyek kategori tinggi dapat menemukan ide atau inspirasi dengan baik, subyek kategori sedang belum dapat disimpulkan secara umum. (4) verifikasi:a. Mengevaluasi pemecahan masalah, subyek kategori tinggi dan sedang mampu mengevaluasi pemecahan masalah baik, sedangkan subyek kategori rendah belum dapat disimpulkan secara umum, b. Memutuskan solusi, semua subyek dapat memutuskan solusi dengan baik. (5) aplikasi: semua subyek mengambil langkah-langkah solusi dengan cukup.Kata kunci : Proses, Berpikir Kreatif, Bimbingan Belajar, Ujian Nasional.
PROFIL PEMAHAMAN KONSEP SEGITIGA PADA SISWA SEKOLAH DASAR (SD) BERDASARKAN TEORI VAN HEILE Purnamawati, Yayuk; Gembong, Sardulo; Setyaningrum, Ervina Maret
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai anggapan muncul di benak siswa sebagai pelaksana pendidikan bahwa matematika adalah mata pelajaran sulit untuk dipahami. Pemahaman meliputi perilaku yang menunjukkan kemampuan siswa dalam menangkap pengertian suatu konsep. Salah satu materi yang perlu penanaman konsep adalah materi segitiga. Pada teori Van Hiele mengatakan bahwa tingkatan untuk pemahaman geometri dasar meliputi 5 tingkatan yaitu tahap informasi, orientasi terbimbing, eksplitasi, orientasi bebas, integrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui profil pemahaman konsep segitiga pada siswa Sekolah (SD) berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 6 siswa kelas III SD N 03 Dimong. Teknik pengumpulan data diperoleh dari metode tes tulis dan tes wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber dan teknik sedangkan teknik analisis datanya adalah non-statistik dengan menggunakan transkrip wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kategori tinggi memiliki kecenderungan pemaham konsep geometri yang baik, siswa kategori sedang memiliki kecenderungan pemaham konsep geometri yang cukup baik sedangkan siswa kategori rendah memiliki pemaham konsep geometri yang kurang.Kata Kunci : Pemahaman Konsep, Konsep Segitiga Dasar, Teori Van Hiele
PROSES BERNALAR SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL-SOAL OPERASI BILANGAN DENGAN SOAL MATEMATIKA REALISTIK Suherman, Suherman
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kemampuan berpikir dan berlogika siswa. Proses bernalar siswa terutama pada tingkat sekolah dasar masih rendah. Salah satu faktornya adalah belum menekankan pada pengembangan daya nalar (reasoning), logika dan proses berpikir siswa. Pengajaran matematika umumnya didominasi oleh pengenalan rumus-rumus serta konsep-konsep secara verbal, tanpa ada perhatian yang cukup terhadap pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses bernalar siswa dalam mengerjkan soal-soal operasi bilangan. Populasi pada siswa kelas IV SD Pucangsawit 79 Jebres Surakarta tahun pelajaran 2010/2011, dengan sampel sebanyak 4 orang. Hasil penelitian bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal tantangan yang menuntut kemampuan bernalar; siswa kurang kreatif dalam menyusun langkah atau strategi dalam penyelesaiannya; siswa belum optimal dalam memberikan ide-idenya pada soal yang menuntut kemampuan siswa untuk memberikan gagasan atau ide dalam bentuk alasan pada jawaban.Kata Kunci : Proses Bernalar, Matematika Realistik
ANALISIS KESALAHAN PENYELESAIAN SOAL URAIAN MATEMATIKA SISWA MTs PADA POKOK BAHASAN UNSUR-UNSUR LINGKARAN Apriliawan, Agita; Gembong, Sardulo; Sanusi, Sanusi
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal uraian pokok bahasan unsur-unsur lingkaran.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif karena penelitian mengarah pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret kondisi tentang apa yang sebenarnya terjadi dilapangan. Dalam penelitian ini dipilih subyek sebanyak 6 siswa MTs Negeri Caruban. Subyek dipilih berdasarkan rekomendeasi guru mata pelajaran matematika dengan kriteria 2 siswa dengan kemampuan matematika tinggi, 2 siswa dengan kemampuan matematika sedang, dan 2 siswa dengan kemampuan matematika rendah.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan wawancara. Tes digunakan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pokok bahasan unsur-unsur lingkaran, sedangkan wawancara digunakan untuk menelusuri kesalahan yang dilakukan siswa secara lebih mendalam. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber atau triangulasi data. Triangulasi ini mengarahkan peneliti agar di dalam mengumpulkan data, peneliti wajib menggunakan beragam sumber data yang tersedia. Sumber data yang digunakan adalah data hasil tes, dan data hasil wawancara. Dari hasil tes dan wawancara maka dapat disimpulkan bahwa 1) kesalahan dalam menginterprestasi bahasa yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan rendah cenderung tidak mengalami kesalahan dalam memahami maksud soal. b) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan rendah cenderung tidak mengalami kesalahan dalam menerjemahkan soal dari bahasa umum ke model matematika. 2) kesalahan konsep yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam menerapkan konsep. b) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam dalam menerapkan rumus. c) siswa dengan kemampuan matematika rendah cenderung mengalami kesalahan dalam menentukan prosedur pengerjaan soal. 3) kesalahan teknis yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam melakukan operasi hitung. 4) kesalahan kealpaan yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika rendah cenderung mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal. b) Siswa dengan kemampuan matematika tinggi cenderung tidak mengalami kesalahan dalam kecermatan meneliti hasil pekerjaannya.Kata Kunci : Analisis, Kesalahan Siswa, Unsur-Unsur Lingkaran
PROFIL BERPIKIR SISWA DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA DALAM MENYELESAIAKAN KESEBANGUNAN DAN SIMETRI PADA BANGUN DATAR KELAS V SDN REJOMULYO KABUPATEN MAGETAN TAHUN AJARAN 2012/2013 Wijayanti, Anis Dwi; Sanusi, Sanusi; Handoyo, Beni
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dan mendeskripsikan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika khususnya pada sub bab kesebangunan dan simetri pada bangun datar. Penentuan subjek di dalam penelitian ini berdasarkan nilai tes formatif yang dilakukan guru pada ulangan harian siswa kelas V SDN Rejomulyo yang berjumlah 16 siswa. Teknik pengambilan subjek menggunakan hasil tes formatif berupa ulangan harian yang dilakukan guru sehingga di diperoleh 2 siswa berkategori tinggi, 2 siswa berkategori sedang dan 2 siswa berkategori rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah kegiatan mereduksi data, menampilkan data, dan melakukan verifikasi untuk membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa kategori tinggi memiliki kecenderungan yang sedang dalam memeriksa proses dan hasil. Sedangkan untuk tahapan kreativitas yang lain siswa tergolong baik yaitu siswa mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian masalah dengan tepat dan benar dalam menyelesaikan masalah kesebangunan dan simetri pada bangun datar. Siswa kategori sedang memiliki kecenderungan yang sedang dalam tahapan kreativitas yaitu siswa mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, melaksanakan rencana penyelesaian masalah dan memeriksa proses dan hasil sehingga siswa dapat menyelesaikan soal kesebangunan dan simetri pada bangun datar dengan cukup runtut walaupun ada yang kurang tepat. Siswa kategori rendah memiliki kecenderungan yang sedang dalam menguraikan jawaban secara terperinci sedangkan untuk tahapan kreativitas yang lain siswa tergolong kurang yaitu siswa belum mampu memahami masalah, siswa belum mampu merencanakan penyelesaian masalah dan siswa belum mampu dalam melaksanakan rencana penyelesaian masalah kesebangunan dan simetri pada bangun datar dengan tepat dan benar.Kata kunci : berpikir Kreatif, Kreativitas Siswa, Pemecahan Masalah Matematika.
PEMANFAAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL FILKARTIKA (FILM KARTUN MATEMATIKA) DENGAN POKOK BAHASAN BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS IV SD Hariyanti, Dwi; Rachmat, Basuki; Murdjito, Murdjito
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting, karena tidak terlepas dari aspek kehidupan sehari-hari. Para siswa sering kali begitu tegang menghadapi pelajaran matematika. Hal ini disebabkan karena siswa sering mendengar bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan abstrak. Penggunaan media audio visual Filkartika dalam pembelajaran matematika dianggap mampu meningkatkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran tersebut. Maka dari itu, peneliti bergagasan untuk menggunakan media audio visual Filkartika sebagai media pembelajaran tontonan edukatif yang menarik dan menyenangkan sehingga membuat siswa menyenangi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan respon dan hasil belajar siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran audio visual Filkartika. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 01 Josenan yang dikategorikan menjadi tiga yaitu dua subyek dengan kategori kemampuan tinggi, dua subyek dengan kategori kemampuan sedang, dan dua subyek dengan kategori kemampuan rendah. Jenis penelitian yang digunakan dalam peelitian ini adalah kualitatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasi, tes dan wawancara. Teknik keabsahan datanya yaitu dengan triangulasi data. Sedangkan teknik analisis datanya terdiri dari empat alur yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah 66,67% siswa menunjukkan respon yang positif terhadap pemanfaatan media Filkartika dan 33,33% siswa menunjukkan respon negatif. Sedangkan ditinjau dari hasil belajarnya, sebanyak 16,67% siswa memiliki tingkat penguasaan materi amat baik, sebanyak 33,33% siswa memiliki tingkat penguasaan materi dengan baik, sebanyak 16,67% siswa memiliki tingkat penguasaan materi cukup, dan sebanyak 33,33% siswa memiliki tingkat penguasaan materi amat kurang.Kata Kunci : Media Pembelajaran, Audio Visual, Filkartika, Bangun Ruang
PROSES BERPIKIR KREATIF SISWA SMP YANG MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL UJIAN NASIONAL Natalia Desi A.; Sardulo Gembong; Tri Andari
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.367 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v1i2.475

Abstract

Dalam menyelesaikan soal-soal ujian nasional matematika, siswa yang mengikuti bimbingan belajar memiliki kemampuan berpikir kreatif yang baik. Dengan mengikuti bimbingan belajar sangat membantu siswa dalam menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang mereka temukan saat menyelesaikan soal-soal dalam menghadapi ujian nasional. Proses bepikir kreatif merupakan suatu proses aktivitas mental yang terkait dengan kepekaan terhadap masalah, mempertimbangkan informasi baru dan ide-ide yang tidak biasanya dengan suatu pikiran terbuka. Dalam berpikir kreatif ada 5 tahapan yang harus dilewati yaitu orientasi, inkubasi, iluminasi, verifikasi, dan aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses berpikir siswa SMP yang mengikuti bimbingan belajar ketika menyelesaikan soal-soal ujian nasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan penelitian dilakukan pada 6 orang siswa SMP yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah yang dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori tinggi, kategori sedang, dan kategori rendah yang masing-masing kategori berjumlah dua orang siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode tes dan wawancara sedangkan teknik keabsahan data penelitian ini mengunakan teknik triangulasi teknik. Pada penelitian ini peneliti dalam menganalisis data menggunakan 3 komponen yaitu reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa pada tahap (1) orientasi: a. semua subyek kategori tinggi, sedang dan rendah mampu mengumpulkan informasi dengan baik. b. Mengidentifikasi masalah, subjek kategori tinggi dan sedang dapat mengidentifikasi masalah dengan baik, sedangkan pada kategori rendah dapat mengidentifikasi masalah dengan cukup. (2) inkubasi: subyek kategori tinggi dan sedang mampu melewati dengan baik sedangkan subyek kategori rendah mampu melewatinya dengan cukup. (3) iluminasi: subyek kategori tinggi dapat menemukan ide atau inspirasi dengan baik, subyek kategori sedang belum dapat disimpulkan secara umum. (4) verifikasi:a. Mengevaluasi pemecahan masalah, subyek kategori tinggi dan sedang mampu mengevaluasi pemecahan masalah baik, sedangkan subyek kategori rendah belum dapat disimpulkan secara umum, b. Memutuskan solusi, semua subyek dapat memutuskan solusi dengan baik. (5) aplikasi: semua subyek mengambil langkah-langkah solusi dengan cukup.
ANALISIS KESALAHAN PENYELESAIAN SOAL URAIAN MATEMATIKA SISWA MTs PADA POKOK BAHASAN UNSUR-UNSUR LINGKARAN Agita Apriliawan; Sardulo Gembong; Sanusi Sanusi
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.349 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v1i2.480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal uraian pokok bahasan unsur-unsur lingkaran.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif karena penelitian mengarah pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret kondisi tentang apa yang sebenarnya terjadi dilapangan. Dalam penelitian ini dipilih subyek sebanyak 6 siswa MTs Negeri Caruban. Subyek dipilih berdasarkan rekomendeasi guru mata pelajaran matematika dengan kriteria 2 siswa dengan kemampuan matematika tinggi, 2 siswa dengan kemampuan matematika sedang, dan 2 siswa dengan kemampuan matematika rendah.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan wawancara. Tes digunakan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pokok bahasan unsur-unsur lingkaran, sedangkan wawancara digunakan untuk menelusuri kesalahan yang dilakukan siswa secara lebih mendalam. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber atau triangulasi data. Triangulasi ini mengarahkan peneliti agar di dalam mengumpulkan data, peneliti wajib menggunakan beragam sumber data yang tersedia. Sumber data yang digunakan adalah data hasil tes, dan data hasil wawancara. Dari hasil tes dan wawancara maka dapat disimpulkan bahwa 1) kesalahan dalam menginterprestasi bahasa yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan rendah cenderung tidak mengalami kesalahan dalam memahami maksud soal. b) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan rendah cenderung tidak mengalami kesalahan dalam menerjemahkan soal dari bahasa umum ke model matematika. 2) kesalahan konsep yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam menerapkan konsep. b) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam dalam menerapkan rumus. c) siswa dengan kemampuan matematika rendah cenderung mengalami kesalahan dalam menentukan prosedur pengerjaan soal. 3) kesalahan teknis yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung tidak mengalami kesalahan dalam melakukan operasi hitung. 4) kesalahan kealpaan yang dilakukan siswa MTs kelas VIII adalah a) siswa dengan kemampuan matematika rendah cenderung mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal. b) Siswa dengan kemampuan matematika tinggi cenderung tidak mengalami kesalahan dalam kecermatan meneliti hasil pekerjaannya.

Page 1 of 2 | Total Record : 16