AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 11, No 1 (2021)"
:
8 Documents
clear
Hermeneutika Sebuah Metode Interpretasi Dalam Kajian Filsafat Sejarah
Humar Sidik;
Ika Putri Sulistyana
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.6224
Hermeneutika merupakan sebuah metode interpretasi terhadap sebuah simbol baik berupa teks atau lambang lainnya. Dalam perkembangannya sebagai metode hermeneutika banyak dianut oleh berbagai disiplin ilmu demi mengungkapkan makna yang tersirat dalam sebuah simbol atau teks. Salah satu disiplin ilmu yang menggunakan hermeneutika sebagai metodenya adalah sejarah. Sejarah menggunakan hermeneutika pada bagian interpretasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menunjukan pentingnya hermeneutika dalam kajian filsafat sejarah. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif-analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukan beberapa hal, diantaranya yaitu, varian atau jenis-jenis dalam hermeneutika mulai dari hermeneutika romantis milik Friedrich Ernst Daniel Schleiermarcher, hermeneutika metodis karya Wilhelm Dilthey, hermeneutika fenomenologis yang dibangun oleh Edmund Husserl, hermeneutika dialektis dengan eksemplar Martin Herdegger, hermeneutika kritisnya Jurgen Habermas, dan hermeneutika milik Paul Ricouer yang sering digunakan dalam teks sastra serta yang terakhir metode hermeneutika dekonstruksionis hasil pemikiran Jacques Derrida. Selain itu dibahas juga alasan hermeneutika menjadi sebuah metode dalam filsafat sejarah dan bagaimana cara memahami filsafat sejarah dengan hermeneutika. Sehingga penelitian ini berfokus pada hermeneutika sebagai metode penafsiran teks dalam filsafat sejarah dan varian yang sering digunakan dalam hermeneutika pada kajian filsafat sejarah. Hal ini dilakukan demi membatasi terlalu luasnya objek kajian dalam penelitian.
Nilai-Nilai Kepemimpinan dan Pendidikan Karakter: Studi Tokoh Bupati Sumoroto III Raden Mas Brotodirjo
Safira Anugeraheni;
S Soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.8228
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai nilai kepemimpinan Bupati Sumoroto III yaitu Raden Mas Brotodirjo sebagai upaya pembentukan Pendidikan karakter di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studidokumentasi. Observasi dilakukan dengan pengamatan langsung secara non partisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat. Wawancara dilakukan baik secara terstruktur maupun secara bebas..Analisis data penelitian ini berpedoman pada langkah-langkah analisis data penelitian kualitatif yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa nilai kepemimpinan Raden Mas Brotodirjo dalam memimpin kabupaten Sumoroto antara lain integritas dan moralitas serta kemampuan dalam melihat visi dan misi kenegaraan. Sedangkan nilai Pendidikan karakter yang terkandung dalam kepemimpinan Raden Mas Brotodirjo yaitu a) Cinta Tanah Air, b)Semangat kebangsaan dan c) Bertanggung Jawab.
Media Poster Dan Film Sebagai Instrumen Propaganda Militer Jepang Di Indonesia 1942-1945
Gema Budiarto
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.6206
Penelitian ini menelaah penggunaan media poster dan film yang digunakan oleh militer Jepang selama menduduki Indonesia 1942-1945. Melalui paham Hakkō Ichiu (/八紘一宇) dan doktrin Dai Tōa Kyōeiken (大東亜共栄圏) atau dikenal dikenal dengan sebutan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya harus membawa Jepang masuk dalam Perang Dunia II front Pasifik. Awal tahun 1940-an, Jepang mulai bergerak untuk mewujudkan cita-citanya dengan menginvasi wilayah-wilayah yang diduduki oleh bangsa-bangsa barat seperti Inggirs di Malaya, Perancis di Indonchina Perancis, Amerika Serikat di Filipina, dan Belanda di Indonesia. Tidak hanya melakukan perang secara fisik tetapi Jepang juga melakukan perang urat saraf atau perang propaganda. Media yang paling berpengaruh yang digunakan oleh Jepang dalam perang propaganda tersebut yakni media poster dan film. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan diantaranya heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media propaganda poster dan film yang dibuat oleh militer Jepang efektif dalam memobilisasi rakyat untuk dapat bekerjasama dengan Militer Jepang demi terciptanya Kawasan Kemakmuran Asia Timur Raya di bawah pimpinan Jepang.
Situs Sunan Rejodanu Desa Pucang Rejo Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun Sebagai Wisata Sejarah Dan Religi
Imelda Eka Aprilia;
Anjar Mukti Wibowo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.8219
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap profil Sunan Rejodanu, mengidentifikasi peninggalan-peninggalan sejarah di situs Sunan Rejodanu di Desa Pucangrejo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun dan menganalisis potensinya sebagai wisata sejarah dan religi. Hasil penelitian menunjukkan Sunan Rejodanu atau Muhammad Nur Ali Zaen berasal dari Rembang Jawa Tengah yang datang ke Madiun untuk mencari adiknya yang hilang pasca perang Jawa. Di Madiun, Sunan Rejodanu belajar dan menyebarkan agama Islam dan diberi gelar Sunan. Oleh gurunya ditugasi mengelola pondok pesantren dan mampu membawa perubahan besar, namun pondok tesebut hancur beserta masjidnya karena banjir bandang. Peninggalan Sunan Rejodanu yang tersisa adalah makam, batu kejen yang disakralkan oleh masyarakat setempat, dan sumur. Situs Sunan Rejodanu memiliki nama lain yang menarik perhatian, yaitu Makam Antik Tengah Sungai, disamping sosok dan perjalanan hidup Sunan Rejodanu yang menyejarah. Tradisi keagamaan juga masih kuat di Situs Makan Sunan Rejodanu sehingga potensial sebagai wisata sejarah dan wisata religi.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Situs Astana Gede Kawali Untuk Meningkatkan Ketahanan Budaya Lokal Siswa
Aan Suryana;
Dewi Ratih
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.5391
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis sejarah lokal dengan menampilkan eksistensi Situs Astana Gede Kawali untuk meningkatkan ketahanan budaya siswa, serta menganalisis keefektifan produk bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Plus Informatika Ciamis dengan menggunakan metode penelitian Reseach & Development (R&D) dari Borg & Gall. Hasil penelitian menunjukan: 1) model dan metode pembelajaran yang diterapkan masih didominasi oleh guru dan masih menggunakan bahan ajar yang sudah disediakan di sekolah; 2) Penggunaan situs sejarah lokal sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran belum dilakukan secara optimal; 3) Pengembangan bahan ajar berbasis sejarah lokal Situs Astana Gede Kawali dilakukan dengan mengembangkan bahan ajar yang sudah ada dan dilakukan pembaharuan serta disesuaikan dengan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Materi Pokok pembelajaran. Penerapan bahan ajar berbasis sejarah lokal Situs Astana Gede Kawali efektif meningkatkan ketahanan budaya dan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dari hasil evaluasi belajar yang sangat tinggi dan aktivitas pembelajaran yang sangat baik.
Sejarah Pembangunan Jalur Kereta Api Sebagai Alat Transportasi Di Sumatera Selatan Tahun 1914-1933
R Ravico;
Berlian Susetyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.8052
Abad 18-19 yang menjadi momentum revolusi industri, dan berkembangnya kapitalis Kolonial Belanda. Berdampak bagi kehidupan di Hindia Belanda khususnya Kerisidenan Palembang sebagai wilayah koloni Belanda. Salah satu dampaknya ialah dibangunnya alat transportasi kereta api. Prioritas pembangunan kereta api sebagai upaya pemangkasan biaya angkut dan mempersingkat waktu dalam mengankut hasil bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sejarah pembangunan rel kereta api dan di Sumatera Selatan tahun 1914-1933. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah: heuristik yaitu mengumpulkan sumber data, kemudian memverifikasi data, tahapan berikutnya menginterpretasi dan terakhir adalah menuliskan sejarah secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan rel kereta api di Sumatera Selatan dimulai tahun 1914 melalui rute Kertapati, Palembang. Kemudian diteruskan hingga ke Prabumulih, Muara Enim dan Lahat yang selesai tahun 1924. Jalur kereta api terakhir di Lubuk Linggau pada tahun 1933. Tujuan awal pembangunan rel kereta api adalah untuk memangkas biaya trasporatsi pengangkutan hasil bumi seperti karet, batu bara, emas, kopi dan lainnya. Namun dalam perkembangannya kereta api tidak hanya berfungsi sebagai moda angkutan hasil bumi akan tetapi juga sebagai moda transportasi penumpang.
Hegemoni Kolonialisme Terhadap Kekuasaan di Nusantara: Strategi Politik Daendels Meruntuhkan Kesultanan Banten Tahun 1808-1811
Faizal Arifin
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.8000
Penelitian ini menganalisis berbagai kebijakan politik praktis Herman Willem Daendels kepada Kesultanan Banten saat periode lemahnya kekuasaan politik Banten. Peristiwa ini menarik untuk diteliti karena sebagai wilayah yang secara geopolitik berpotensi membahayakan Batavia serta memiliki potensi ekonomi, yang menjadi motivasi politik Daendels dalam kekuasaannya yang singkat turut serta melumpuhkan penguasa tradisional (kesultanan) Banten yang telah berdiri beberapa abad. Metode sejarah dengan pendekatan sejarah politik digunakan untuk menelaah dan menganalisa berbagai catatan historis mengenai strategi serta implementasi politik Daendels yang memanfaatkan dengan cermat situasi melemahnya kekuasaan Kesultanan Banten. Hasil penelitian menunjukkan berbagai peristiwa politik diantaranya penolakan Sultan menyerahkan Keraton dan terbunuhnya utusan Belanda, Daendels mendapatkan legitimasi untuk melucuti kekuasaan Banten hingga dihapuskan dan tidak memiliki kedaulatan. Meskipun secara institusi politik Kesultanan sudah dihapuskan namun harapan kembalinya “Sultan Banten” tidak berhenti dan Islamisasi budaya tetap mengakar pada masyarakat Banten.
Tingkat Literasi Multikultural Mahasiswa Pendidikan Sejarah Dalam Memahami Materi Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia
Hendra Kurniawan
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.5592
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat literasi multikultural mahasiswa pendidikan sejarah dalam memahami materi sejarah pergerakan nasional Indonesia pada ranah hard skill dan soft skill. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan pada keseluruhan populasi yakni mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sanata Dharma Angkatan 2015 dan 2016 sejumlah 80 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes prestasi, angket, dan studi kepustakaan. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi multikultural mahasiswa pendidikan sejarah dalam memahami materi sejarah pergerakan nasional Indonesia pada ranah hard skill termasuk rendah karena hanya 44% mahasiswa yang memiliki pemahaman di atas kategori cukup. Pada ranah soft skill termasuk tinggi ditunjukkan sebanyak 91% mahasiswa mengungkapkan sikap multikultural di atas kategori cukup. Implikasi dari penelitian ini melahirkan rekomendasi akan perlunya revisi bahan ajar sejarah pergerakan nasional Indonesia dengan memperhatikan literasi multikultural pada ranah materi.