cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 02 (2014)" : 8 Documents clear
Mengenal Sistem Pengetahuan, Teknologi, Dan Ekonomi Nelayan Pantai Utara Jawa Singgih Tri Sulistiyono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.048 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.825

Abstract

Bahwa budaya masyarakat nelayan merupakan ‘sea-side culture’ yang paling tua dalam khasanah budaya bahari. Meskipun dalam sejarah budaya masyarakat nelayan di pantai utara Jawa mengalami perkembangan yang lamban jika dibandingkan dengan sektor kebaharian yang lain (seperti perkapalan dan perdagangan) namun budaya masyarakat nelayan juga mengalami perkembangan sejalan dengan modernisasi yang merebak di sektor-sektor yang terkait. Faktor ekologis telah memprekondiskan corak budaya nelayan merupakan budaya yang khas jika dibandingkan dengan berbagai komunitas di sekitarnya. Kekhasan budaya nelayan dapat dilihat antara lain dari unsur budaya yang terkait dengan sistem pengetahuan, teknologi, dan ekonomi mereka, seperti sistem bagi hasil, pengetahuan tentang posisi dan arah di tengah laut, iklim dan cuaca, arah arus dan angin, teknologi prahu, berbagai jenis alat tangkat, dan teknologi pengolahan ikan.
Pengaruh Peristiwa Gerakan 30 September 1965 Terhadap Kondisi Sosio psikologis Masyarakat Kelurahan Wungu Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun 1965-1998 Mathory Aquarta; Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.475 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peristiwa gerakan 30 September 1965 terhadap kondisi psikologi sosial masyarakat Kelurahan Wungu Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun pada tahun 1965-1998. Selain itu peneliti juga ingin mengetahui bagaimana pengaruh peristiwa tersebut dalam aspek ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengaruh peristiwa gerakan 30 September 1965 terhadap kondisi psikologi sosial masyarakat Kelurahan Wungu Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun pada tahun 1965-1998, adalah adanya beberapa warga masyarakat Kelurahan Wungu yang ikut menjadi tahanan politik dan menghilang setelah ditangkap oleh intel tentara pemerintah. Mayoritas warga masyarakat yang terdiri dari petani dan pedagang saat itu masih berpendidikan rendah sehingga mudah didekati oleh oknum-oknum PKI Muncul rasa takut dan was-was pada sebagian besar warga masyarakat Kelurahan Wungu karena takut disebut atau dituduh sebagai anggota PKI. Pada masa Orba, warga Kelurahan Wungu rasa takut dan was-was ini masih sangat besar ketika bertemu tentara, polisi, dan orang asing yang tidak dikenal. Hingga masa sekarang masih ada rasa takut pada sebagian warga apabila diwawancara yang berhubungan dengan sejarah PKI di Kelurahan Wungu.
Kehidupan Demokrasi Indonesia Dan Masalah Gender (Perspektif Sosio-Historis) M.H.Sri Rahayu
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.617 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.826

Abstract

AbstrakStratifikasi sosial menyebabkan terjadinya tingkatan-tingkatan atau kelas-kelas dalam masyarakat di semua belahan bumi ini. Pengaruh jaman pencerahan (Aufklarung) hingga jaman refomasi membawa perubahan yang signifikan dalam perjalanan sejarah umat manusia. Sehingga munculah teori-teori sosial atau teori kelas yang dicetuskan oleh Karl Marx yang dapat membantu analisis sosial untuk memahami ketidakadilan dalam masalah gender. Perkembangan kehidupan demokrasi merupakan salah satu sarana guna memecahkan masalah gender, karena demokrasi memberikan peluang terhadap kesetaraan kehidupan manusia antara pria dan wanita tanpa ada pembedaan status, sehingga terjadilah apa yang dikenal dengan istilah kesejajaran atau mitra sejajar.
Perubahan Sosial Kaum Perempuan Samin Di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora Tahun 1995-2012 Irma Septikawati; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.532 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk Perubahan Sosial Kaum Perempuan Samin Di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora Tahun 1995-2012.. Adapun bentuk dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif datanya tidak berbentuk angka, menekankan pada kondisi obyek yang alamiah untuk memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa, kenyataannya tidak ada rekayasa dalam aktifitas tersebut saat penelitian berlangsung. Pengambilan data melalui sumber data primer diperoleh dari wawancara dengan informan, dan sumber data sekunder diperoleh dari Desa Klopoduwur dan profil sejarah Samin serta bahan pustaka. Validasi yang digunakan yaitu validasi sumber dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bentuk perubahan kaum perempuan Samin meliputi perubahan secara cepat yakni pemanfaatan teknologi yang memberi efek pada perempuan Samin, dan perubahan  lambat berupa pola perilaku yang membutuhkan penyesuaian lebih lama seperti peralihan cara berpakaian dari kebaya ke pakaian modern. Perubahan yang direncanakan seperti pernikahan dengan mencatatkan ke KUA, pendidikan ada kemauan bersekolah serta ada kesediaan patuh terhadap pemerintah. Perubahan tidak direncanakan yakni mereka tidak memiliki lahan pertanian (akibat ketidaksadaran) dalam persoalan ekonomi sekitar tahun 1997. Faktor yang berpengaruh dalam perubahan  yakni intern meliputi keterbukaan dengan masyarakat, adanya penduduk baru, dan ketidakpuasan pada pola hidup yang lama. Faktor ekstern meliputi mata pencaharian di bidang pertanian, sistem kepercayaan, media masa dalam penambahan informasi baru. Dampak perubahan yang dialami oleh kaum perempuan Samin antara lain 1).kehidupan kaum perempuan Samin dulunya tradisional, mulai mengalami kemajuan akibat arus globalisasi berupa kemajuan teknologi yang telah memasuki ranah keseharian mereka. 2). Ekonomi perempuan Samin dulunya kekurangan sekarang kondisi baik, 3).Perubahan dalam diri perempuan Samin, dapat menyamakan derajat dengan masyarakat sekitar
Kehidupan Sosial Ekonomi Juru Pelihara Situs Cagar Budaya Di Madiun Tahun 2013 Hermawan Purwo Sasmito; Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.693 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.827

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi yang dialami juru pelihara situs cagar budaya tahun 2013. Selain itu sejarah keberadaan juru pelihara di madiun. Juru pelihara kebanyakan berasal dari juru kunci benda cagar budaya setempat. Adapun juru pelihara terbagi menjadi juru pelihara BPCB Trowulan, Provinsi dan juru pelihara sukarela. Pada tahun 2013 kehidupan sosial juru pelihara sudah mengalami peningkatan namun juga ada sebagian dari juru pelihara masih memerlukan perhatian. Perkembangan yang terjadi saat ini juru pelihara telah mampu meningkatkan kehidupan ekonomi mereka melalui pekerjaan mandiri. Disamping itu ada juga juru pelihara yang sudah mampu mengembangkan potensi wilayahnya. Ini merupakan salah satu wujud dari kehidupan sosial yang dapat meningkatkan tperekonomian masyarakat sekitar. Selain itu contoh lain yaitu dengan diadakannya kegiatan tradisi upacara adat di sekitar benda cagar budaya yang dibantu pemerintah daerah telah mampu memberikan pengaruh dalam sendi ekonomi. Untuk pihak pemerintah khususnya pemerintah daerah setempat memang belum memberikan anggaran khusus terhadap benda cagar budaya dan juru pelihara. Namun tetap memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap keberadaan mereka. Selain itu juga tetap memberikan bingkisan sebagai rasa terima kasih kepada juru pelihara. Kemudian dari pihak BPCB Trowulan dan pemerintah provinsi telah memberikan perhatian yang banyak kepada keberadaan juru pelihara sebagai bagian dari satuan kerja dalam bidang kebudayaan. Ini dibuktikan dengan di berikannya tunjangan secara berkala dan penyediaan kebutuhan untuk pemeliharaan benda cagar budaya
Pola Kepemimpinan Di Pondok Modern Babussalam Desa Mojorejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun Tahun 2008-2013 Mona Bonita; Anjar Mukti Wibowo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.427 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.832

Abstract

Penelitian ini bertujuan penelitian untuk mengetahui pola kepemimpinan di Pondok Modern Babussalam Desa Mojorejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun tahun 2008 sampai 2013. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif deskriptif, sumber yang digunakan berasal dari sumber primer dan sekunder, teknik penggalian sumber dengan wawancara dan observasi, penelitian ini bentuk validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran data dengan menggunakan trianggulasi sumber penelitian, dan tahap akhir adalah verifikasi. Berdasarkan penelitian dapat diperoleh bahwa perkembangan Pondok Modern Babussalam mengalami jatuh bangun, penuh dengan tantangan baik dari dalam maupun dari luar, akan tetapi dengan ketabahan dan mujahadah pendiri serta pengasuh pondok modern, pondok ini dapat dikenal masyarakat luas dan banyak yang berminat menuntut ilmu di dalamnya, yang pada akhirnya pondok ini mengalami kejayaan. Kejayaan yang telah diraih Pondok Modern Babussalam mengalami kemunduran ditinjau dari kuantitas santrinya, disamping permasalahan tersebut yaitu wafatnya pendiri, sehingga kehilangan sosok pemimpin. Kepemimpinan akhirnya dilanjutkan oleh keponakan pendiri yang bernama Ust. Ahmad Fauzani Effendy, S.Ag, M.Pd.I.  Kuantitas santri semakin tahun semakin turun, pengurus serta pemimpin berusaha sekuat tenaga demi kelangsungan pondok, yang pada akhirnya diadakan reuni akbar semua alumni, dari reuni tersebut dihasilkan keputusan untuk dibentuknya badan wakaf, keputusan badan wakaf yaitu dibentuknya tiga pimpinan, yaitu Ust. Ahmad Fauzany Effendi, Ust. Burhanuddin, Ust. Ahmadi MS
Studi Perkembangan Aliran Kebatinan Kerohanian Sapta Darma Di Kabupaten Magetan Tahun 1956-2011 Andriawan Bagus Hantoro; Abraham Nurcahyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.126 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan aliran kebatinan kerohanian Sapta Darma di Kabupaten Magetan Tahun 1956-20011. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan data menggunakan dua sumber yaitu sumber data primer dari hasil wawancara dengan informan, kemudian sumber data sekunder dari foto dan dokumen yang ada di Persada Kabupaten Magetan yaitu Desa Milangasri. Validasi yang dipergunakan untuk menguji kebenaran data yaitu menggunakan validasi sumber. Menggunakan analisis data model interaktif Miles dan Huberman yang didalamnya terdapat 3 tahapan yaitu melalui proses reduksi data, sajian data dan verifikasi atau proses penarikan kesimpulan.Sapta Darma telah ada di Kabupaten Magetan sejak tahun 1957. Sapta Darma itu sendiri terjadi melalui wahyu yang di terima oleh Hardjosapoero dari Kediri pada tahun 1956. Selanjutnya Hardjosapoero bergelar Panuntun Agung Sri Gutama dan menyebarkan ajarannya ke seluruh wilayah di Indonesia. Dalam penyebarannya di Kabupaten Magetan, Sri Gutama melakukan peruwatan di beberapa tempat, di antaranya adalah Telaga Sarangan, Air Terjun dan Hargo Dalem Gunung Lawu, dibantu oleh Sri Pawenang dan berhasil menuntun sujud masyarakat Magetan.
Perkembangan Kota Madiun Sebagai Kota Gadis Tahun 2000-2013 Yudi Hartono; Dodeik Phrasetyo; Yuli Astutik; Dewi Sugiarti; Intan Permata Sari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.611 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.829

Abstract

Kota Madiun adalah sebuah kota berpenduduk kurang lebih 170.000 jiwa terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur. Kota Madiun sesuai dengan visinya menjadi Kota Perkembangan Perekonomian Bagian Barat Provinsi Jawa Timur dengan mengedepankan tiga indikator perkembangan laju perkonomian yaitu “GADIS” yang memiliki kepanjangan Kota Perdagangan, Pendidikan, dan Industri. Penelitian ini akan mengungkap pola perkembangan Kota Madiun sebagai Kota perdagangan, pendidikan, dan industri. Metode Penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka, Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi  dan analisis data menggunakan analisis interaktif oleh Milles dan Hubberman. Kota Madiun sejak tahun 2000 mulai berkembang pesat dengan mengedepankan banyak pembangunan di tiga bidang perdagangan, pendidikan, dan industri dengan masing-masing menuai hasil PAD Tahun 2010 hingga Rp. 41.757.000.000. Hasil tersebut didapat dari hasil perdagangan baik di bidang hasil panen pertanian/perkebunan, hasil perdagangan pasar tradisional/ritel/modern, 7 industri besar di Kota Madiun, dan sekolah-sekolah dengan pendidikan berkualitas mulai SD hingga Perguruan Tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8