cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2017)" : 8 Documents clear
Pendidikan Nasional dan Kualitas Manusia Indonesia Dalam Perspektif Sejarah Yudi Hartono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.471 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i2.1491

Abstract

Pendidikan yang tepat dan bermutu dapat disiapkan oleh manusia dan masyarakat  yang memiliki kemampuan dan keunggulan di masa depan. Untuk mengoptimalkan kontribusi pendidikan, maka semua pihak berkontribusi penting, termasuk pengelola pendidikan itu sendiri, pihak swasta, pemerintah, dan masyarakat pada umumnya. Kontribusi pendidikan terhadap kualitas manusia Indonesia sejak kemerdekaan hingga reformasi menarik untuk dikaji. Orde lama merupakan satu fase yang berusaha membangun masyarakat sipil yang kuat. Orde lama menghapuskan sistem pendidikan elitism pada masa kolonial dan memberlakukan politik persatuan nasional. Pendidikan menjadi wahana penmbangunan karakter bangsa. Orde Baru mengedepankan moto “membangun manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia” dan berbagai kebijakan turunannya memberi kontribusi bagi kualitas manusia bagi dunia industri khususnya untuk mendukung pembangunan ekonomi, namun terdapat empat masalah pokok dalam pendidikan di Indonesia: pemerataan, mutu, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Era  reformasi  memberikan  ruang  yang  cukup besar bagi perumusan kebijakan-kebijakan pendidikan baru yang bersifat reformatif dan revolusioner. Namun demikian, sistem pendidikan nasional Indonesia terlihat masih bersifat tambal sulam, mulai dari kebijakan kurikulum, manajemen, sistem pembelajaran, tuntutan kualitas guru, tuntutan fasilitas dan dana pendidikan, kurang memiliki prioritas yang ingin dicapai.
Golongan Tua Menggagas Pergerakan Nasional: Pemikiran R.M.T Koesoemo Oetoyo di Bidang PolitikTahun 1908-1942 Reni Dikawati; Ajat Sudrajat
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.53 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i2.1487

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran dan peranan R.M.T Koesoemo Oetoyo sebagai golongan tua yang mengkonsep dan berperan dalam pergerakan nasional Indonesia di bidang politik tahun 1908-1942. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Adapun tahapan yang dirumuskan menurut langkah-langkah penelitian sejarah Kuntowijoyo, yaitu pemilihan topik, heuristik, verivikasi, intrepretasi, dan historiografi. Sumber data berupa sumber primer dan sekunder yaitu arsip, memo, notulen, dokumen, foto, koran, wawancara, dan  buku. Hasil penelitian menunjukkan pembaharuan pengetahuan sejarah, yaitu pelurusan bahwa tidak semua golongan tua bersifat moderat. Melihat semangat zaman pada masa itu, Koesoemo Oetoyo merupakan tokoh yang revolusioner dibandingkan pangreh praja pada masanya, dengan mendukung dan mengkonsep pergerakan nasional yang sesuai untuk arah pergerakan bangsa. Pergerakan nasional dalam konsep pemikiran Oetoyo merupakan usaha perbaikan dalam segala aspek kehidupan politik, sosial, dan ekonomi, ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Politik dipandang sebagai alat mencapai tujuan, sehingga perlu pendekatan yang sesuai dengan semangat zaman pada masa itu, yaitu diplomasi. Konsepsi pemikiran Oetoyo mampu mengakomodasi keanekaragaman organisasi pergerakan menjadi satu kesatuan partai sebagai wakil rakyat, yaitu Parindra. Peran Koesoemo Oetoyo dalam politik yaitu mendorong lahirnya organisasi pertama pangreh praja (Sedio Muljo), mendirikan Dewan Desa dan Dewan Kabupaten, menjadi Ketua Boedi Oetomo, anggota Volksraad, Fraksi Nasional,  menuntut otonomi dan Indonesia berparlemen.
Makna Simbolik Arsitektur Gereja Santo Cornelius Kelurahan Pangongangan Kecamatan Manguharjo Kota Madiun Jawa Timur Annisa Tri Rahmawati; Abraham Nurcahyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.213 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i2.1492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolik arsitektur Gereja Santo Cornelius. Penelitian ini dilakukan di Gereja Katolik Santo Cornelius Kelurahan Pangongangan Kecamatan Manguharjo Kota Madiun. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian sejarah, sehingga menggunakan metode sejarah dalam pelaksanaanya. Teknik pengambilan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah analisis data model interaktif. Gereja Santo Cornelius berdiri tanggal 12 Maret 1899, dibangun dengan memiliki menara dan salib diatasnya. Dinamakan Gereja Santo Cornelius karena Cornelius adalah seorang imam yang bijaksana,saleh dan  seorang imam yang penuh kedamaian, keadilan dan kemuliaan Tuhan dengan Mahkota Kemartiran. Kerena hal itulah, umat Katolik menamakan dengan Gereja Santo Cornelius. Tabernakel dilengkapi dengan lampu yang menyala terus sebagai simbol Yesus Kristus Menyala abadi. Itu sebabnya, ketika orang masuk Gereja biasanya didahului dengan pengambilan air suci di depan pintu masuk lalu melakukan tanda salib dan seterusnya bersujud. Posisi menara diletakkan disebelah kiri pintu masuk, memberikan simbol Allah yang melindungi manusia dengan tangan kanan-Nya (apabila dilihat posisi altar adalah posisi dimana Allah hadir dan memandang ke arah masuk umat),dan makna psikologisnya yaitu memberikan rasa aman mengingat manusia selalu merasa lemah di sebelah kiri.
Batik Pring: Sejarah Perkembangan Batik Modern Desa Sidomukti Tahun 2002-2015 Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Nia Ulfia Krismawati
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.396 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i2.1488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah perkembangan industri batik dan perkembangan motif batik. Lokasi penelitian  di Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, khususnya di dua kelompok usaha bersama (KUBE) yaitu KUBE Mukti Rahayu dan Mukti Lestari. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari lokasi penelitian berupa wawancara dengan pendiri dan pembatik dan dokumentasi. Data sekunder berupa studi pustaka yang terkait dengan sejarah perkembangan industri batik di Desa Sidomukti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Industri Batik Pring Desa Sidomukti didirikan pada tahun 2002 oleh kepala desa yang bernama Pak Tikno, KUBE pertama yang didirikan diberi nama Mukti Rahayu dengan anggota sebanyak 36 pembatik. Pada tahun 2006 didirikan KUBE baru dengan nama Mukti Lestari yang beranggotakan 30 orang. Pada tahun 2014 mulai dirintis KUBE baru yang diberi nama Sri Tanjung yang mempunyai konsep berbeda dari 2 KUBE sebelumnya. Perkembangan industri diiringi dengan perkembangan motif batik diantaranya Motif Batik Pring Sedapur, Pring Sulur, Bambu Batu, Pring Bonggolan, Jalak Lawu,  Pring Ijen, Pring Sekar Jagad, Pring Sekar Melati, Pring Bunga, Pring Kipas, Pring Cecek, Pring Kuning, Magetan Kumandang, Pring Polos, Bambu Rumput, Pring Gunungan, Pring Naga, Pring Bunga Krisan, dan Pring Parang Garuda. Pembuatan Batik Pring Sidomukti dari segi pembuatan, masih dengan teknik tradisional yaitu teknik tulis yang memberikan kesan batik yang sebenarnya.
Literasi Kemandirian Sikap Mahasiswa Melalui Pembelajaran Entreprenuer Sejarah Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Madiun Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.964 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i2.1497

Abstract

Sikap kemandirian merupakan salah satu pilar keberhasilan seseorang dalam berwirausaha. Seiring dengan ketatnya persaingan kerja, maka perguruan tinggi memiliki tugas untuk mempersiapkan lulusan untuk siap dalam  menghadapi persaingan dengan membekali mahasiswa dengan teori dan konsep entrepreneur. Diperlukan literasi entrepreneur kepada mahasiswa melalui proses belajar mengajar entrepreneur yang berupa literasi entrepreneur dalam dimensi ketrampilan, dimensi fungsi serta  dimensi media. Melalui literasi tersebut peluang ekonomi akan mudah untuk dipahami oleh mahasiswa. Namun demikian, dalam implementasi kurikulum entrepreneur diperlukan kesadaran akan kontribusi mata kuliah keahlian program studi pendidikan sejarah untuk memperkuat wawasan didalam membaca peluang ekonomi secara kritis.
Penggunaan Sumber Belajar Digital Exelsa Moodle dan Komik Toondo Dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Sejarah Brigida Intan Printina
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.016 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i2.1489

Abstract

Pembelajaran sejarah saat ini menjadi sangat penting bagi dunia pendidikan. Semakin banyak masyarakat yang tidak menyadari jati dirinya sebagai warga negara Indonesia karena tidak memiliki pengetahuan tentang perjuangan bangsa di masa lalu.Penyampaian pesan masa lalu dapat dikemas dengan menarik jika para pendidik sejarah mau bertransformasi lewat media pembelajaran tanpa menghilangkan esensi dari nilai dan karater bangsa. Menyadari betapa kencangnya arus teknologi dan digitalisasi peneliti ingin membuka konseksi untuk memanfaatkan media sebagai bahan penunjang pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan sumber belajar digital lewat exelsa moodle dan komik Toondo sebagai sarana yang tepat menggali sejarah secara efektif dan mampu meningkatkan kreativitas belajar yang sudah diujikan di Universitas Sanata Dharma khusunya pada mata kuliah Multimedia Pembelajaran Sejarah dan Sejarah Gereja. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Metode penelitian dilakukan melalui dua siklus, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan dilanjutkan dengan perencanaan siklus berikutnya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa media pembelajaran sejarah melalui Exelsa Moodle dan Komik Toondo memberi pengaruh yang besar bagi kreativitas peserta didik dan pembelajaran sejarah dapat divisualisasikan dengan mudah sehingga lebih menarik dan inovatif baik bagi pengajar maupun peserta didik.
Makam Kuno Belanda (Kerkhof) di Kabupaten Ngawi dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.113 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i2.1490

Abstract

Makam Kuno Belanda (Kerkhof) merupakan salah satu jejak peninggalan Kolonialisme Belanda di Kabupaten Ngawi. Latar belakangsejarah Makam Kuno Belanda (Kerkhof), memiliki nilai-nilai sejarah yang bisa diwariskan ke generasi sekarang  sebagai sumber belajar sejarah. Lokasinya terletak Kelurahan Pelem Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Makam Kuno Belanda dibangun pada tahun 1885 dibawah pimpinan Gubernur Jendral Van Den Bosch pada waktu menjajah daerah Ngawi. Makam Kuno Belanda dibangun dengan tujuan untuk menguburkan tentara Belanda beserta keluarganya yang telah mati. Sebagai sumber belajar sejarah Ngawi dengan wilayahnya yang strategis merupakan daerah yang penting bagi Belanda untuk mendirikan benteng sehingga mempermudah untuk menguasai daerah sekitar.
Hubungan Antara Pemahaman Sejarah Nasional Indonesia dan Wawasan Kebangsaan Dengan Karakter Mahasiswa (Studi Pada Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Galuh Ciamis) Yadi Kusmayadi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.47 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v7i2.1486

Abstract

Penelitian Kuantitatif ini bertujuan untuk mengungkap tingkat hubungan pemahaman sejarah nasional Indonesia dan wawasan kebangsaan terhadap karakter mahasiswa. Hipotesisnya adalah (1). terdapat hubungan antara pemahaman sejarah nasional indonesia dengan karakter mahasiswa, (2). terdapat hubungan antara wawasan kebangsaan dengan karakter mahasiswa, (3). terdapat hubungan pemahaman sejarah nasional indonesia dan wawasan kebangsaan secara bersama-sama dengan karakter mahasiswa. Subjek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Galuh Ciamis tingkat III semester 6 dan tingkat IV semester VIII. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes, dan angket.Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi, regresi sederhana dan regresi ganda pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara Pemahaman SNI (X1) dengan karakter mahasiswa (Y) dapat diterima dengan koefisien korelasi sebesar 0.590, koefisien regresi sebesar 0.159 pada konstanta 100.876 dan thit(5.535) >ttab (1.663) dengan taraf signifikansi 5%; (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara wawasan kebangsaan (X2) dengan karakter mahasiswa (Y) dapat diterima dengan koefisien korelasi sebesar 0.604, koefisien regresi sebesar 0.442 pada konstanta 52.272 dan thit(6.867) >ttab(1.663) dengan taraf signifikansi 5%; (3) terdapat hubungan positif yang signifikan pemahaman SNI (X1) dan wawasan kebangsaan (X2) secara bersama-sama dengan karakter mahasiswa (Y) dapat diterima dengan koefisien korelasi sebesar 0.605, koefisien regresi pemahaman SNI sebesar 0.079, koefisien regresi wawasan kebangsaan sebesar 0.441 pada konstanta 50.215, koefisien determinasi sebesar 0.366 dengan persamaan gars regresi ganda = 50.215 + 0.079X1 + 0.441X2 dan Fhit (23.376) >Ftab (3.111) dengan taraf signifikansi 5%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8