cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2019)" : 8 Documents clear
Kesadaran Berbangsa Dan Elite Baru Dalam Historiografi Buku Teks SMA Kelas XI Kurikulum 2006 Andre Bagus Irshanto
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.66 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i1.2824

Abstract

Buku   teks   sejarah adalah salah satu   hasil   dari  karya   historiografi   yang peruntukannya  untuk   kepentingan  pendidikan terutama    untuk dijadikan   bahan  acuan    untuk mengajar  di kelas   oleh guru,  dan bagi siswa   buku teks  dijadikan sebagai  salah satu  sumber    belajar  sejarah .  Dalam buku  teks  sejarah  selain  sebagai    alat pendidikan  juga   dapat  digunakan sebagai  alat untuk menanamkan  ideologi atau  faham   tertentu  melalui     peristiwa  sejarah   yang disesuaikan   dengan  rezim  yang  berkuasa  saat itu  pada  massa  orde  baru   buku teks  sejarah sangat  kental   akan  unsur  ideologisme     terutama    pancasila   dan militerisme    dibandingkan   dengan  saintifisme     keilmuan  sejarah  itu  sendiri .  Metode  yang digunakan dalam  menulis     makalah ini  adalah  metode  analisis   isi  , yaitu  memberikan    penafsiran dan pemaknaan  terhadap teks-teks  yang  berasal dari buku teks  sejarah    .   Dalam  tulisan ini  penulis  akan  mengambil  contoh  historiografi   buku  teks  pasca  orde   baru   yaitu  buku    teks  sejarah   ketika  diberlakukannya     kurikulum 2006   (KTSP)  pada  kelas  XI   jurusan  IPS  dengan    bab  yang  akan dikaji    mengenai    masa    pergerakan  nasional (  1908-1942).   Dalam  tulisan ini  akan  mengkaji mengenai   konsep  elite  baru   dan kesadaran  berbengsa  pada  massa  pergerakan  nasional.
Upacara Mendhak Ki Buyut Terik (Studi Nilai Budaya Dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah) Yeti Ika Nur Hayati; Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.827 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i1.3638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan upacara mendhak Ki Buyut Terik di Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan studi nilai budaya dan potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan skunder. Informan ditentukan dengan mengunakan teknik Snowball sampling. Pengumpulan data mengunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya dengan teknik Coding Model Strauss dan Corbin. Hasil penelitian menggambarkan bahwa upacara mendhak Ki Buyut Terik merupakan upacara tradisional yang diselenggarakan disetiap tahunya pada tangal 24-27 Jumadil Awal di dalam pelaksanaanya terdapat 4 rangkaian kegiatan yang harus dilakukan yaitu: upacara duduk sendang, upacara bersih cungkup, pagelaran wayangan dan sanggringan. Nilai budaya yang terkandung dalam upacara mendhak Ki Buyut Terik adalah nilai gotong royong, nilai kerohanian, nilai spiritual, nilai moral, nilai keadilan, dan nilai kesejahteraan. Upacara mendhak Ki Buyut Terik ini memiliki nilai budaya yang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah mengenai zaman Islam dalam aspek budaya dalam masyarakat sekarang terutama dalam penegakkan nilai-nilai kemasyarakatan, kelestarian budaya dan nilai-nilai Islami.
Pengaruh Model Pembelajaran STAD Berbantu Media Film Situs Astana Gede Kawali Terhadap Kesadaran Sejarah Siswa (Studi Penelitian Kuasi Eksperimen Di Kelas X SMAN 1 Baregbeg) Yadi Kusmayadi; Aan Suryana
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.734 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i1.3413

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Student Team’s Achievment Division (STAD) Berbantuan Media Film Situs “Astana Gede Kawali Terhadap Kesadaran Sejarah Siswa (Studi Penelitian Kuasi Eksperimen Di Kelas X SMAN 1 Baregbeg). Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievment Division (STAD) berbantuan media film situs “Astana Gede Kawali” terhadap kesadaran sejarah siswa pada mata pelajaran sejarah, serta menemukan pengaruh kesadaran sejarah terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan menggunakan Desain Kelompok Kontrol Non-ekuivalen.  Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Baregbeg. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu pemilihan secara acak atau random sampling dengan cara pengundian. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X  di SMAN 1 Baregbeg dan kelas XIPA 1 dan X IPA 2. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar dan kesadaran sejarah siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD berbantuan media film Situs Astana Gede Kawali dengan siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD berbantuan media film, yaitu hasil belajar rata-rata  76,19 untuk kelas eksperimen dan 69,29 untuk kelas kontrol. Kedua, terdapat pengaruh kesadaran sejarah dan hasil belajar siswa.
Kajian Sosioreligi Nilai-Nilai Upacara Aruh Baharin Dalam Masyarakat Dayak Meratus Halong Kabupaten Balangan Sebagai Sumber Pembelajaran Nilai Berbasis Multikultural Rydho Bagus Pratama; Abraham Nurcahyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.791 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i1.3640

Abstract

Penelitian ini, bertujuan untuk menyatakan bagaimana nilai-nilai positif dalam sistem religi dari budaya lokal Dayak Meratus Halong. Penelitian ini, juga menekankan pada aspek nilai-nilai positif dari budaya, adat-istiadat, dan kearifan lokal dari suku Dayak Meratus Halong. Hal tersebut termanifestasikan dalam sistem religi yang dinamakan sebagai “Aruh baharin”. Pembahasan tentang nilai-nilai upacara aruh baharin dalam masyarakat dayak meratus halong dijelaskan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dimana jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif yaitu jenis penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena yang ada, baik secara alamiah atau rekayasa buatan manusia. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah Aruh baharin adalah sebuah hajatan besar atau pesta panen padi yang diadakan oleh masyarakat Dayak Meratus Halong. Prosesi upacara aruh baharin berlangsung pada empat tempat pemujaan, salah satu tempat terpenting bagi masyarakat Dayak Meratus Halong adalah dibalai adat Sarumpun. Kegiatan dibalai adat, upacara aruh baharin berlangsung dengan skala yang lebih besar. Prosesinya diadakan selama 7 hari siang dan malam. Sedangkan untuk skala yang lebih kecil lagi, diadakan dirumah warga secara pribadi selama 3 hari siang dan malam. Prosesi puncak dari ritual upacara aruh baharin terjadi pada malam ketiga hingga keenam, di mana para balian melakukan proses batandik (menari) mengelilingi tempat pemujaan dengan diiringi oleh bunyi-bunyian alat musik tradisional berupa gamelan.
Pengembangan Bahan Ajar (Modul) Sejarah Indonesia Berbasis Candi-Candi Di Blitar Untuk Meningkatkan Kesadaran Sejarah Wafiyatu Maslahah; Lailatul Rofiah
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.841 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i1.3418

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan jangka panjang yakni supaya pembelajaran sejarah Indonesia lebih bermakna dan mampu menanamkan sikap kepada peserta didik. Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini yakni dapat menghasilkan sebuah produk bahan ajar (modul) yang dapat digunakan untuk melengkapi pembelajaran sejarah Indonesia pada Madrasah Aliyah Swasta Se-Kabupaten Blitar serta dapat menumbuhkan kesadaran sejarah pada siswa. Rencana penelitian akan menggunakan model pengembangan  (Research and Development). Langkah-langkah yang akan dilakukan yaitu 1.) studi pendahuluan dilakukan dengan menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, 2.) tahap observasi untuk mengumpulkan informasi tentang candi-candi di Blitar, 3.) tahap pengembangan desain bahan ajar (modul) yaitu a.) Mendesain, b.)Validasi desain oleh ahli, c.) Revisi desain, d.) Uji coba produk, e.) Mengevaluasi dan merevisi produk, f.) Uji coba pemakaian, g.) Revisi produk, h.) Produksi, 4.) tahap uji efektifitas bahan ajar (modul) untuk meningkatkan keasadaran sejarah dengan eksperimen quasi dengan tahap sebagai berikut a.) Uji normalitas, b.) Uji Homogenitas, dan b.) Uji t.  Hasil dari penelitian ini bahwa 1.) pengembangan bahan ajar (modul) sejarah indonesia berbasis candi-candi di kabupaten blitar untuk meningkatkan kesadaran sejarah memiliki kelayakan karena telah dilakukan validasi oleh validator  dengan diperoleh nilai rata-rata 3,75. Dilakukan uji terbatas dan uji lebih luas dengan masing-masing rata-rata yang diperoleh 3,5 dan 3,775. 2.) Efektifitas pengembangan bahan ajar (modul) sejarah Indonesia berbasis candi-candi di Kabupaten Blitar yang dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran sejarah sangat efektif diketahui bahwa thit : 4,823 > ttab 1,683 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Akulturasi Budaya Mahasiswa Dalam Pergaulan Sosial Di Kampus (Studi Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Madiun) Yosef Antonius Thaumaet; Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.678 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i1.3641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Akulturasi Budaya serta untuk menganalisis proses akulturasi budaya mahasiswa dalam pergaulan sosial dan kendala yang dihadapi mahasiswa dalam proses akulturasi budaya dalam pergaulan sosial di kampus Universitas PGRI Madiun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan berdasarkan prosedur-prosedur berikut yaitu 1) tahap membangun kerangka konseptual, 2) tahap merumuskan permasalah penelitian, 3) tahapan pemilihan subyek penelitian, 4) tahapan pengembangan instrumen penelitian, 5) tahapan pengumpulan data, 6) tahapan analisa data dan 7) tahapan menarik kesimpulan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan cara yaitu 1) reduksi data, 2) penyajian data dan 3) penarikan kesimpulan. Analisis data ini berfungsi sebagai teknik dalam membuat kesimpulan-kesimpulan yang tepat dan dapat dipertanggung jawabkan. Akulturasi budaya adalah proses bertemunya beberapa kebudayaan di kampus, menyebabkan mereka memiliki hubungan pertemanan yang baik. Permasalahan yang dihadapai mampu mereka selesaikan dengan cara yang bijak. Hal ini karena kedua belah pihak memiliki kesadaran yang besar dalam saling memahami perbedaan. Pada dasarnya mereka berasal dari latar belakang yang sama, Jadi bentuk akulturasi yang terjadi di Program Studi pendidikan Sejarah Universitas PGRI Madiun seperti pergaulan sosial dan bahasa. Namun mereka tetap mampu mempertahankan budaya mereka tanpa menghilangkan dan menggantikan dengan hal baru. Mereka tetap bangga dengan budaya yang dibawa dari daerah asal tempat tinggal.
Analisa Potensi Geografis Timur Tengah Menjadi Kekuatan Teritori Melalui Komik Digital Berlandaskan Paradigma Pedagogi Reflektif Brigida Intan Printina
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1765.307 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i1.3642

Abstract

Analisa Potensi Geografis Timur Tengah Menjadi Kekuatan Teritori Melalui Komik Digital Berlandaskan Paradigma Pedagogi Reflektif telah menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0 menjadi peluang. Tujuan penelitian ini ialah 1)menganalisis potensi geografis Timur Tengah menjadi kekuatan teritori ; 2)menguraikan komik digital berlandaskan paradigma pedagogi reflektif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang menggambarkan tentang kegiatan atau informasi tentang kondisi kelas yang sedang berlangsung. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dengan teknik cuplikan yang dikenal dengan purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah salah satu informan untuk mendapatkan informasi mengenai media yang tepat. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Banyak pelopor nasionalisme Arab yang memiliki misi menyelamatkan bangsanya terbebas dari tradisi yang terlalu konservatif untuk tetap memajukan bangsa serta terbebas dari penetrasi asing diantaranya Sultan Abdul Hamid II(Turki), Al-Tahtawi (Mesir), Muhammad  Rashid  Rida (Syria), Mustafa Kemal Ataturkh (Turki), Gammal Abdul Nasser (Mesir). Selain gagasan para nasionalis wilayah lain yang merasakan pengaruh asing yang kuat langsung bereaksi dengan membuat ketetapan netralitas dengan tidak memihak blok manapun yang memiliki kepentingan. Namun, ada pengecualian untuk Arab Saudi dimana AS tetap bekerjasama dalam bidang ekonomi dan terbukti dengan adanya perusahaan asing ARAMCO (Arabia American Company Oil) dan ini dirasa lebih menguntukan dari pada menempatkan pangkalan militer asing.; 2) Frekuensi mahasiswa yang menguraikan analisa potensi geografis Timur Tengah menjadi kekuatan teritori melalui komik digital berlandaskan paradigma pedagogi reflektif ialah sebesar 30% atau sekitar 15 dari jumlah keseleuruhan mahasiswa 50, sedangkan topik lain (tokoh, konflik ideologi, konflik kepentingan barat, konflik perbatasan) mendapatkan porsi rata-rata seitar 10-20%.
Pelarangan Buku di Indonesia era Orde Baru: Perspektif Panoptikon Michel Foucault Muhammad Iqbal
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.558 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v9i1.3591

Abstract

Pelarangan buku adalah bentuk paradoks di negara demokrasi karena memperlihatkan kesewenang­wenangan dalam membatasi kebebasan berpikir, berpendapat, dan berekspresi. Padahal semua itu dijamin oleh prinsip­prinsip dasar demokrasi, bahkan secara tegas ditulis dalam Undang­Undang Dasar 1945. Melarang buku juga menjadi paradoks bagi kehidupan bermedia di Indonesia yang lebih dari satu dekade terakhir telah mengumandangkan dukungan terhadap kebebasan pers. Pelarangan buku, di sisi lain, mengindikasikan  ambiguitas  kebijakan  penguasa. Alih­alih mengantisipasi polemik di masyarakat, lewat tindakan pelarangan buku, pemerintah memperlihatkan praktik­praktik primitif dalam mengontrol, mengarahkan, membatasi, bahkan memandulkan cara berpikir masyarakat. Pelarangan buku juga mencerminkan ketakutan penguasa dengan mengekang hak politik warga negaranya, tidak mengakui adanya keanekaragaman perspektif dan sudut pandang. Artikel ini ingin meneroka sejarah kebijakan pelarangan buku oleh rezim Orde Baru (Orba), guna mencatat perubahan bentuk dan orientasi yang melatari tindakan pelarangan buku sesuai konteks zamannya, serta apa dampaknya terhadap pendisiplinan masyarakat Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 8