cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains
ISSN : 23379049     EISSN : 25024671     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit dua kali setahun, pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014)" : 22 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DISERTAI MEDIA RIIL DAN MEDIA VIRTUIL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Laksana, M. Soeprijadi Djoko
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif melalui media riil dan media virtuil, gaya belajar dan interaksinya terhadap prestasi belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Prodi Biologi semester I IKIP PGRI Madiun Tahun Akademik 2012/2013. Sampel diperoleh dengan teknik sampling jenuh terdiri dari 2 kelas. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes.Data dianalisis menggunakan anava dua jalan dengan SPSS 18. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment Karl Pearson dan uji reliabilitas menggunakan persamaan Kuder Richardson. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: 1) ada pengaruh penggunaan model pembelajaran generatif terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa; 2) ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa; 3) tidak ada interaksi antara model pembelajaran generatif melalui media riil dan virtual dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor;Kata Kunci : Model Pembelajaran Generatif, Media Riil, Media Virtuil, Gaya Belajar
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW YANG BERORIENTASI PADA KETERAMPILAN KOMUNIKASI ILMIAH MAHASISWA DALAM MATAKULIAH FISIKA KUANTUM Mislan Sasono
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.801 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) mengembangkan perangkat pembelajaran fisika kuantum pokok bahasan persamaan Max Planck, Schrodinger, dan ketidakpastian Hiesenberg dengan model pembelajaran kooperati jigsaw yang berorientasi pada keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa, 2) memperoleh gambaran kualitas produk dan kualitas proses belajar mahasiswa dengan mengimplementasikan perangkat pembelajaran dalam pembelajaran kooperatif jigsaw, 3) mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif jigsaw terhadap keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa. Perangkat pembelajaran tersebut diimplikasikan oleh dosen model pada matakuliah fisika kuantum dan dengan terpenuhinya tujuan tersebut diharapkan keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa dan hasil belajar meningkat melalui model pembelajaran kooperatif jigsaw.Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian pengembangan (Developmental Research). Dalam mengembangkan perangkat pembelajaran digunakan Four-D Model, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), tahap ujicoba terbatas (disseminate). Perangkat pembelajaran yang telah berhasil dikembangkan didiseminasikan satu kali untuk tiga kali pembelajaran pada mahasiswa fisika kelas VIB IKIP PGRI Madiun. Setiap perangkat pembelajaran yang dikembangkan divalidasi oleh pakar, di samping itu untuk data pengamatan dilakukan iterasi (perulangan). Setiap komunikasi dan hasil belajar siswa selama pembelajaran dicatat sebagai data kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran model kooperati jigsaw yang berorientasi keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa pada matakuliah fisika kuantum, mengikuti pola 4-D Model : Define, Design, Develop, Disseminate. Tahap Define ditandai dengan dihasilkannya kebutuhan-kebutuhan di dalam proses pembelajaran, Design ditandai dengan hasil akhir berupa Draft awal perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan, sedangkan tahap Develop berupa pengembangan perangkat pembelajaran lebih lanjut, dan sebagai akhir tahapan yaitu Disseminate dengan pengujian perangkat pembelajaran. Analisis deskriptif data aktivitas mahasiswa menunjukan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan mampu meningkatkan kecenderungan mahasiswa untuk melakukan komunikasi berkaitan dengan materi adalah 75,1%, Analisis keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa menunjukan bahwa keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa sedang pada pembelajaran kooperatif jigsaw adalah 2,67 dan hasil belajar mahasiswa tuntas.
PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI BERBASIS VISUAL BASIC (VBA) SPREADSHEET EXCEL UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA PADA MATERI POTENSIAL OSILATOR HARMONIK SEDERHANA Nurhayati Nurhayati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.394 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan media berbasis visual basic (VBA) spreadsheet excel dalam membelajarkan materi potensial osilator harmonik dan menganalisis pengaruh penggunaan media tersebut terhadap penguasaan konsep dan mahasiswa fisika. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang tanggapan mahasiswa terhadap implementasi media berbasis visual basic (VBA) spreadsheet excel pada materi potensial osilator harmonik. Metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan rancangan Nonrandomized Groups Posttest-Only. Uji hipotesis menggunakan uji U Mann Whitney yang terdapat pada program SPSS. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) penguasaan konsep potensial osilator harmonik sederhana bagi mahasiswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan media berbasis visual basic spreadsheet excel lebih tinggi secara signifikan dibandingkan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan media berbasis visual basic spreadsheet excel dan (2) pembelajaran dengan menggunakan media berbasis visual basic spreadsheet excel dapat menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa pada materi potensial osilator harmonik sederhana.
KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENGAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 MADIUN Sri Utami
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.037 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.214

Abstract

Pendidikan saat ini dihadapkan pada tuntutan yang semakin meningkat, baik ragam, lebih-lebih kualitasnya, termasuk pendidikan pada MAN 2 Madiun. Di sisi lain, berdasarkan hasil evaluasi dengan kurikulum 2007, diketahui bahwa siswa belum mencapai kemampuan optimalnya. Siswa hanya tahu banyak fakta tetapi kurang mampu memanfaatkannya, oleh sebab itu sistem pendidikan saat ini dan di masa depan harus dikembangkan agar lebih responsif terhadap tuntutan masyarakat dan tantangan yang akan dihadapi.Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk; (1) Mengembangkan perangkat pembelajaran biologi SMU/MA yang bercirikan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, dan (2) Mengetahui kualitas proses dan hasil belajar biologi melalui penerapan perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2010 dalam dua tahap, yaitu (1) Tahap Pengembangan Perangkat, dan (2) Tahap Pembelajaran Nyata. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Materi Ajar, Rencana Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, dan Instrumen Tes Hasil Belajar.Hasil penelitian menunjukkan; (1) Guru mampu melakukan keseluruhan aspek pembelajaran dengan kategori baik, (2) Aktivitas guru yang dominan adalah mengelola KBM sesuai kaidah pembelajaran kooperatif, dan melatihkan siswa keterampilan kooperatif, (3) Aktivitas siswa yang dominan adalah membaca Materi Ajar, LKS, dan menulis yang relevan, (4) Keterampilan kooperatif siswa yang dominan adalah mengambil giliran dan berbagi tugas, (5) Siswa menyatakan senang dan baru terhadap perangkat dan model pembelajaran, (6) Guru menganggap perangkat pembelajaran cukup membantu dan bermanfaat, dan (7) KBM yang menerapkan perangkat dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat menuntaskan belajar siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DISERTAI MEDIA RIIL DAN MEDIA VIRTUIL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR M. Soeprijadi Djoko Laksana
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.193 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.226

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif melalui media riil dan media virtuil, gaya belajar dan interaksinya terhadap prestasi belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Prodi Biologi semester I IKIP PGRI Madiun Tahun Akademik 2012/2013. Sampel diperoleh dengan teknik sampling jenuh terdiri dari 2 kelas. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes.Data dianalisis menggunakan anava dua jalan dengan SPSS 18. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment Karl Pearson dan uji reliabilitas menggunakan persamaan Kuder Richardson. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: 1) ada pengaruh penggunaan model pembelajaran generatif terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa; 2) ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa; 3) tidak ada interaksi antara model pembelajaran generatif melalui media riil dan virtual dengan gaya belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor;
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MICROTEACHING UNTUK MELATIHKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK YANG MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DAN NILAI-NILAI KARAKTER Sanusi Sanusi; Wasilatul Murtafi’ah; Ika Krisdiana
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.841 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.228

Abstract

Guru sebagai tenaga profesional mengandung arti bahwa pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang antara lain memiliki kompetensi tertentu, yaitu kompetensi pedagogik (kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik), kompetensi kepribadian (kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik), kompetensi sosial (kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar), dan kompetensi profesional (kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam). Di dalam pendidikan calon guru, dirasa penting sekali untuk dilatihkan kompetensi-kompetensi tersebut. Salah satu kompetensi yang dapat dilatihkan dalam mata kuliah Microteching adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik tersebut seharusnya dapat mengintegrasikan teknologi informasi komunikasi dan nilai-nilai karakter. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar Microteaching untuk melatihkan kompetensi pedagogik yang mengintegrasikan teknologi informasi komunikasi dan nilai-nilai karakter. Urgensi penelitian adalah pentingnya penguasaan teknologi informasi komunikasi dan nilai-nilai karakter oleh mahasiswa yang terintegrasi melalui perkuliahan Microteaching. Tahap awal penelitian pada tahun pertama adalah menyusun instrumen untuk investigasi, melakukan analisis, membuat perencanaan dan merancang prototipe. Pada tahun pertama bahan ajar yang telah dirancang meliputi: SAP, Buku Ajar, Media, dan Pedoman Penilaian. Pada tahun kedua adalah dilanjutkan dengan pengembangan bahan ajar Microteaching dan mengimplementasikannya dalam perkuliahan. Setelah dilakukan pengembangan (development) telah diperoleh bahwa bahan ajar yang telah dirancang (SAP, Buku Ajar dan Pedoman Penilaian) dinyatakan valid oleh validator baik internal maupun eksternal. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar layak untuk digunakan pada pembelajaran Microteaching.
BIOMONITORING KUALITAS AIR SUNGAI MADIUN DENGAN BIOINDIKATOR MAKROINVERTEBRATA Joko Widiyanto; Ani Sulistayarsi
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.57 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.219

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies makroinvertebrata dan kualitas Sungai Madiun dengan menggunakan makroinvertebrata sebagai bioindikator, sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar acuan penggunaan air Sungai Madiun dalam peruntukan kebutuhan masyarakat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah biomonitoring dengan bioindikator makroinvertebrata, teknik yang digunakan dalam mengambil sampel adalah dengan teknik purposive random sampling, sampling dilakukan di empat stasiun yaitu bagian hulu bagian tengah dan bagian hilir, pengambilan sampel dilakukan setiap 2 minggu sekali selama dua bulan.Analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan Famili Biotik Indeks (FBI) yang didukung oleh paramater fisik dan kimia.Dari penelitian yang telah dilakkan pada stasiun 1 ditemukan 150 spesies dengan FBI=6,58, yang artinya termasuk kategori kualitas air buruk, dengan tingkat pencemaran terpolusi sangat banyak, pada stasiun 2 ditemukan 279 spesies dengan FBI=6,49, yang artinya termasuk kategori kualitas air sangat buruk, dengan tingkat pencemaran terpolusi sangat banyak, pada stasiun 3 ditemukan 342 spesies dengan FBI=6,64, yang artinya termasuk kategori kualitas air buruk, dengan tingkat pencemaran terpolusi sangat banyak dan pada stasiun 4 ditemukan 51 spesies dengan FBI=6,58, yang artinya termasuk kategori kualitas air buruk, dengan tingkat pencemaran terpolusi sangat banyak. Dari data sampel hewan makroinvertebrata yang ditemukan tersebut di atas terdiri dari 13 famili yang sebagian besar adalah makroinvertebrata yang tahan terhadap pencemaran.
ANALISIS BORAKS DAN UJI ORGANOLEPTIK PADA BERBAGAI IKAN ASIN YANG DIJUAL DI PASAR Nafia Umaroh; Ani Sulistyarsi
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.638 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.230

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan boraks dan uji organoleptik pada ikan asin yang beredar di pasaran dengan jenis gerih abang, gerih balur dan teriPenelitian ini berbentuk penelitian deskripstif kualitatif. Uji kadar boraks menggunakan metode titrasi volumetri. Uji organoleptik tingkat kesukaan masyarakat dilihat melalui uji warna, aroma dan tekstur dari ikan asin dengan menggunakan angket. Pengisian angket organoleptik masyarakat (ibu rumah tangga) dilakukan di Desa Klampisan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi dan mahasiswa dilakukan di kampus IKIP PGRI Madiun.Hasil penelitian kadar boraks tertinggi pada ikan asin jenis teri (C2) yaitu 3,69% dengan nilai organoleptik 72,6 dan kadar boraks terendah pada ikan asin jenis gerih balur (B2) yaitu 1,21% dengan nilai organoleptik 74,8.
PROFIL KOMPETENSI MENYELESAIKAN TES BERFIKIR TINGKAT TINGGI MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI DI PENDIDIKAN SAINS FMIPA UNESA Hasan Subekti
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.732 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.210

Abstract

Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana untuk menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan.  Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah serta mengomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program pendidikan profesi guru terintegrasi berjumlah 32 orang. Sumber data berupa skor siswa hasil analisis tes keterampilan berfikir tingkat tinggi yang dimodifikasi dari Tim USAID Prioritas. Teknik pengambilan data dilakukan oleh peneliti melalui pemberian instrument tes tulis dalam bentuk isian kepada mahasiswa, kemudian dikoreksi tingkat kebenaran jawaban berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Simpulan dari penelitian ini adalah: kompeten simahasiswa PPGT dalam menyelesaikan tes berfikir tingkat tinggi pembelajaran sains berkategori baik (dengan rerata skor 76,6). Namun demikian, terdapat pula ketercapaian indicator membuat kesimpulan data pengamatan denyut nadi per menit yang menunjukkan skor 56.3 dengan kategori cukup.Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan berfikir tinggkat tingkat mahasiswa PPGT Unesa secara mayoritas sudah baik, tetapi masih diperlukan penguatan pada materi-materi tertentu.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN ASAM LAKTAT TERHADAP KADAR GLUKOSA DAN KUALITAS TEPUNG GARUT Nasrul Rofiah Hidayati
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.323 KB) | DOI: 10.25273/jems.v2i2.205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh konsentrasi dan lama perendaman asam laktat terhadap kadar glukosa dan kualitas tepung garut (Maranta arundinacea L). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan factorial 3x3 dan tiga kali ulangan. Faktor pertama variasi konsentrasi (K) meliputi 1%, 1,5%, 2%, factor kedua lama perendaman (L) meliputi 60 menit, 90 menit, 120 menit. Pengambilan data dengan menghitung kadar glukosa menggunakan metode titrasi menggunakan Na2S2O3 dan uji organoleptik meliputi warna, bau, tekstur dan tingkat kesukaan kepada 15 panelis dengan menggunakan angket tertutup. Analisis data menggunakan analisis varian (anava) dua jalur melalui SPSS versi 17.0 dengan taraf signifikan 0,05, kemudian jika signifikan akan dilanjutkanuji BNT atau LSD. Hasil analisis menunjukkan variasi konsentrasi berpengaruh terhadap kadar glukosa(P= 0,000 < 0,05). Lama perendaman berpengaruh terhadap kadar glukosa(P= 0,000 < 0,05). Terdapat pengaruh interaksi variasi konsentrasi dan lama perendaman terhadap kadar glukosa(P= 0,013 < 0,05). Kadar glukosa tertinggi terdapat pada perlakuan K1L1 (konsentrasi 1% dan lama perendaman 60 menit), sedangkan kadar glukosa terendah pada perlakuan K3L2 dan K3L3 pada perendaman 120 menit.Hasil uji organoleptik yang disukai pada perlakuan K3L3 karena bau khas garut hilang, warna lebih putih, tekstur sangat lembut dan kadar glukosanya rendah.

Page 2 of 3 | Total Record : 22