cover
Contact Name
Nanang Fakhrur Rozi
Contact Email
nanang@itats.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iptek.journal@itats.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal IPTEK
ISSN : 14117010     EISSN : 2477507X     DOI : -
Jurnal IPTEK - Media Komunikasi Teknologi Diterbitkan secara berkala setahun 2 (dua) kali pada bulan Mei dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS). Jurnal ini memuat hal-hal yang berkaitan dengan bidang Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur, Teknik Perkapalan, Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Desain Produk, Sistem Informasi, dan Sistem Komputer baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris (diutamakan).
Arjuna Subject : -
Articles 399 Documents
Analysis of Occupational Safety and Health in the Production Process Section Using the Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Method at PT Mitra Mandiri Perkasa Gatot Basuki HM
Jurnal IPTEK Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2021.v25i1.1778

Abstract

Based on the results of the analysis carried out, it was found that there were 29 work accidents in the turning wood production process for a period of 3 years, then after the classification was carried out based on the company's working environment conditions obtained 5 categories of work accidents. The results of the calculation of the risk prority number (RPN) show that the potential failure with the highest RPN level is that the hand is exposed to wood on the rip saw machine with an RPN value of 140. Proposed improvement is that machine operators must use PPE when doing work, provide a grace period when moving raw materials to rip saw machines to provide space for workers, routine inspections and always moving materials after being processed in the rip saw machines and giving danger signs in the production process area, improving standard operational procedures and periodic supervision in accordance with the applied K3 procedures.
PENGARUH KUAT ARUS LISTRIK DAN JENIS KAMPUH LAS TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTURMAKRO PADA PENGELASAN STAINLESS STEEL AISI 304 Eriek Wahyu Restu Widodo
Jurnal IPTEK Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i2.49

Abstract

Pemilihan parameter pengelasan yang sesuai dan tepat menentukan hasil lasan, beberapa parameter yang menentukan adalah kuat arus listrik dan jenis kampuh. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kuat arus listrik dan jenis kampuh menghasilkan panas yang berbeda sehingga mempengaruhi kekerasan pada daerah lasan. Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding), merupakan las busur listrik dengan elektroda terbungkus oleh fluks, dimana fluks  berfungsi sebagai pelindung logam las. Penelitian pengaruh variasi kuat arus listrik dan jenis kampuh las SMAW terhadap kekerasan hasil lasan dan strukturmakro pada material Stainless Steel AISI 304 diperoleh nilai kekerasan daerah HAZ sebesar 270.43 kg/mm2 dan pada daerah logam lasnya sebesar 283.99 kg/mm2. Semakin besar kuat arus listrik yang diberikan akan semakin keras pula daerah lasannya. Hal ini dapat disebabkan adanya pengaruh panas (heat input) yang terjadi pada logam lasan saat proses pengelasan.Kata kunci : stainless steel AISI 304, las SMAW, kekerasan, kuat arus listrik, jenis kampuh las
Kajian Psikologi Desain, Desain Interface Speedometer Sepeda Motor Metik, Tentang Pengaruh Cara Orang Berkendara Hamdan Bahalwan
Jurnal IPTEK Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2018.v22i2.448

Abstract

Seiring bertumbuhnya perekonomian Indonesia, maka tumbuh pula kemampuan daya beli masyarakat. Masyarakat perkotaan, menggunakan kendaraan pribadi untuk menunjang aktifitas mereka. Sepeda motor metik, merupakan salah satu dari beberapa pilihan kendaraan pribadi di perkotaan di Indonesia. Juga mudahnya dalam mendapatkan kendaraan baru, membuat masyarakat berbondong-bondong membeli sepeda motor metik. Dalam setahun, pabrikan sepeda motor dapat menjual dua juta unit kendaraan lebih pada konsumen.Semakin banyaknya kendaraan di Indonesia, tidak diiringi dengan faktor-faktor keselamatan dalam berkendara. Seperti desain speedometer sepeda motor yang tidak memberikan peringatan pada pengendara ketika kendaraan sudah melalui kecepatan batas kota. Desain sepeda motor yang banyak terdapat pertemuan garis lurus yang menciptakan sudut lancip, sehingga membuat psikologi persepsi pengguna, agar memacu kendaraannya dengan kecepatan yang tinggi. Sehingga ketika terjadi kecelakaan banyak diakibatkan karena pengguna sepeda motor, memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Sepeda motor metik di Indonesia, dikuasai oleh tiga pabrikan motor, dan tiga model sepeda motor yang berbeda. Ada Honda BeAT, Honda Vario, dan Yamaha Mio M3. Permasalahan yang muncul dengan makin maraknya sepeda motor metik tersebut adalah tidak adanya peringatan kepada pengguna ketika memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Warna desain speedometer yang kurang mencolok, sehingga tidak dapat menjadi sebuah pengingat pengguna. Dengan adanya metodologi penelitian menggunakan psikologi desain, maka akan mendapatkan sebuah solusi baru tentang permasalahan yang ada. Dengan adanya permasalahan yang dihadapi tersebut maka, akan ditelaah lebih lanjut korelasi antara speedometer dengan cara orang berkendara. Sehingga dengan didapatkannya hasil tersebut pengguna dapat lebih mengontrol kecepatan ketika berkendara, dan juga dapat menekan jumlah kecelakaan lalu lintas akibat kecepatan sepeda motor yang melebihi batas wajar kecepatan normal. Selain itu pula, diharapkan agar pengguna lebih aware terhadap keselamatan dalam berkendara (safety riding).
Supply Chain Analysis Using Distribution Requirement Planning (DRP) Based On Bullwhip Effect Parameter (Case Study: Ud. Narwastu, Surabaya) Ni Luh Putu Hariastuti; Elia Fardiya; Anindya Rachma Dwicahyani
Jurnal IPTEK Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2020.v24i2.914

Abstract

Narwastu Firm is a company in Surabaya which produces traditional body care and aromatherapy. During the product distribution, this company encounters many mistakes such as inappropriateness between Purcashing Order (PO) from distributors/consumers and the goods delivered due to bullwhip effects. Therefore, this research aimed at reducing the bullwhip effects by implementing Collaborative, Planning, Forecasting, and Replenishment (CPFR) method and investigating a lot sizing technique for producing minimum distribution cost by Distribution Requirement Planning (DRP) method in order to regulate order and plan a certain distribution activity. The research results demonstrated that the bullwhip effect values after CPFR improvement of two products that could be repaired were 1.0 for Body Scrub Goats Milk Balibloom (BSC GM BB) 200 gr and 0.96 for Body Mist Sparkling White (BM SW) 60 ml. Meanwhile, the calculations by Distribution Requirement Planning (DRP) method with Economic Order Quantity (EOQ) method got the plans for ordering Body Scrub Lightening (BSC LIGHT) 200 gr by 182 times with total cost IDR 96,886,476 and Body Lotion Lightening (BL LIGHT) 250 ml by  235 times with total cost IDR 125,873,816.
KINERJA PACKED REAKTOR DALAM PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK CURAH erlinda ningsih, Yustia Wulandari M, Ervan Yoga Pratama
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.24

Abstract

Bahan bakar alternatif menjadi sebuah kebutuhan yang meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan menurunkan jumlah minyak bumi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja packed reactor dan mengetahui pengaruh variabel persen katalis 2 ; 2.5 ; 3 dan molar ratio methanol minyak 1: 23,21; 1: 26,52; 1: 29,84. Sedangkan variabel tetap pada penelitian ini adalah proses berlangsung pada suhu 50oC dan secara kontinu. Hasil yang didapat dari penelitian adalah packed reactor dengan dimensi diameter 2,54 cm, panjang 100 cm dengan kapasitas 506,45 cm3 dari bahan PVC. Berdasarkan penelitian ini, perlakuan terbaik untuk mendapatkan persen FAME adalah molar ratio methanol minyak 1:29,84, penambahan katalis 3% yaitu sebesar 98.76%.  Kata Kunci : biodiesel, kontinu, packed reaktor
PENGENDALIAN PERSEDIAAN DAN PENJADWALAN PASOKAN BAHAN BAKU IMPORT DENGAN METODE ABC ANALYSIS DI PT UNILEVER INDONESIA, CIKARANG, JAWA BARAT Happy Fauzi Afianti; Hery Hamdi Azwir
Jurnal IPTEK Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2017.v21i2.200

Abstract

Inventory control becomes a very important activity in a company because the cost of inventory can reach about 20% to 40% of the total annual value. Inventory is a capital or company asset consist of raw materials, work in process and finished product. Currently, the value of inventory at PT Unilever Indonesia Savory Factory has exceeded the maximum target of the company but some raw materials have shortage or stock-out, meaning that the current inventory condition is inefficient because the company invests too much in inventory but the shortage of inventory for certain raw materials still occurs. This is the reason why it is necessary to improve inventory efficiency. Improvements were made by utilizing ABC inventory analysis method and arranging and scheduling raw material supply as needed, then making priority scale of raw material improvement on ABC inventory analysis based on class A, B and C. The research was continued by rescheduling the tracking delivery and counting time frozen horizon which is the amount of time it takes raw materials during the distribution process or delivery process, so the frozen horizon is smaller than lead time. By performing fixed order interval on class A and fixed order quantity raw materials for class B and C raw materials, the quantity of imported raw materials gradually adjust to the needs and the high value of the company’s inventory can be reduced gradually as well. The end result is the risk of shortage can be reduced as much as 26%, overstock can be reduced by 12% and in total overall value over value inventory can be decreased as much as 23%.
Studi Komparatif Model Proses Perangkat Lunak Terhadap Karakteristik Sistem ERP Rizky Parlika; Mochammad Fikri Hidayat; Hadiansyah Rachmawan Putra; Vinza Hedi Satria; Hilman Fadlilah Lesmana; Faris Hirmar Pralas
Jurnal IPTEK Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2018.v22i2.252

Abstract

Sistem yang komprehensif dan memiliki daya respon yang cepat akan menjadi pilihan bagi para pengguna, namun tentu saja memerlukan pengembangan sistematik tidak seperti program sederhana yang dapat dikembangkan secara mandiri oleh perorangan. Sedikit banyak hal itu diakibatkan karena dunia sedang menghadapi revolusi teknologi informasi lain yang merupakan salah satu industri terbesar dan paling kompleks setelah terjadinya revolusi industri di dunia. Meningkatnya penggunaan internet, komputer dan kecerdaan buatan telah mengubah persyaratan dan praktik dalam bisnis. Paper ini membahas isu penting dan penting di dunia komputer. Hal ini terkait dengan proses manajemen perangkat lunak yang meneliti pengembangan perangkat lunak melalui model proses perangkat lunak yang akan memandu kerja dan mempengaruhi kualitas perangkat lunak dengan menggunakan beberapa teknik pengembangan, yang dikenal sebagai siklus pengembangan perangkat lunak. Contoh model pengembangannya seperti pemrograman waterfall, iterative, incremental, spiral dan extreme. Model ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, tujuan utama dari disusunnya paper ini adalah untuk menguji beberapa model pengembangan perangkat lunak dan model mana yang dapat digunakan untuk mengembangkan sistem ERP sesuai dengan karakteristik ERP.
Aplikasi Metode Microwave Hydrodistillation pada Ekstraksi Minyak Atsiri dari Bunga Kamboja (Plumeria alba) Nove Kartika Erliyanti; Erwan Adi Saputro; Rachmad Ramadhan Yogaswara; Elsa Rosyidah
Jurnal IPTEK Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2020.v24i1.865

Abstract

The aim of this study is to determine the effect of microwave power and solvent volume to the density of Frangipani essential oil, and to determine the yield effect of mass of raw material on Frangipani essential oil. Frangipani flowers that have been cut in the size of ± 2 cm are extracted in the microwave with a mass of 25 gr and 50 gr, volume of solvents is 300, 400, 500, and 600 ml. The extraction process uses microwave power of 300, 450, and 600 watt and the extraction time is three hours. The results showed that the effect of microwave power and the volume of solvent had a significant effect on the density of Frangipani flower essential oils. The result showed that the density is increase when the microwave power and the volume of solvent increase. The highest density is produced at 600-watt microwave power, 600 ml solvent volume, and 50 gram of Frangipani flower mass that is equal to 0.904 gram/ml. Yield decreases with increasing mass of raw material used. The highest yield was produced at 600-watt microwave power, 600 ml solvent volume, and 25-gram Frangipani mass, which is equal to 1.612%.C
Studi Kinetika Adsorbsi Nilai Besi pada Air Sumur Menggunakan Karbon Aktif dari Ampas Kopi Hairul Huda; Zulminadan Ardi; Adam Ari Johansyah
Jurnal IPTEK Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2015.v19i2.9

Abstract

Kandungan besi (Fe) di dalam air sumur dapat menimbulkan gangguan kesehatan, bau yang kurang enak, menyebabkan warna kuning pada dinding bak kamar mandi serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Salah satu cara untuk menurunkan kandungan besi (Fe) yaitu dengan teknik adsorbsi dengan menggunakan karbon aktif dari ampas kopi. Pembuatan karbon aktif ampas kopi terdiri atas proses preparasi sampel, karbonisasi, aktivasi dengan HCl 0,1 M, pencucian, dan pengayakan. Karbon aktif ampas kopi dengan lama perendaman HCl 0,1 M selama 48 jam, suhu karbonisasi 400 ºC selama 90 menit, serta pengayakan telah memenuhi standar mutu kualitas karbon aktif menurut SNI 06-3730-1995 dengan kadar air 11,89%, kadar abu 9,2%, rendemen 62,06% dan daya serap iod 761,4 mg/g. Karbon aktif  yang telah telah memenuhi standar kualitas ini dapat menurunkan kandungan besi di air hingga mencapai 0,060 ppm dari kandungan besi awal 13,652 ppm dengan efisiensi 99,56% dari waktu kontak terbaik yaitu 24 menit serta memiliki nilai daya serap adsorpsi maksimum sebesar 0,929 mg/gram dengan konstanta Langmuir 1,000. Penentuan orde dilakukan dengan metode regresi linear  menggunakan persamaan orde nol, satu dan dua. Orde reaksi terjadi pada orde 1.
RANCANG BANGUN SENSOR LEVEL BERBASIS SENSOR TEKANAN PADA TANGKI PROSES MINYAK KELAPA Akhmad Fahruzi
Jurnal IPTEK Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2017.v21i1.107

Abstract

Banyak metode yang dipakai didalam mengukur level suatu zat cair, diantarannya adalah menggunakan metode gelombang ultrasonik, kapasitansi dan fiber optik. Akan tetapi, dari ketiga metode tersebut bila diterapkan pada perusahaan minyak kelapa, maka akan banyak menemukan kendala dalam fabrikasinya. Hal ini dikarenakan tangki proses minyak kelapa memiliki ketinggian sampai 12 m dengan temperatur sampai 80oC. Selain itu juga keadaan tangki yang selalu terisi minyak dan tertutup rapat, hanya terdapat lubang untuk sirkulasi udara penguapan. Sehingga dalam penelitian ini diterapkan metode fluida yaitu dengan menerapkan hubungan tekanan minyak kelapa pada tangki proses dengan levelnya. Akan tetapi metode fluida memiliki ketergantungan dengan karakteristik fluidanya (minyak kelapa), salah satunya adalah massa jenis minyak kelapa, sedangkan massa jenis memiliki hubungan dengan temperatur. sehingga pada penelitian ini, untuk mencari nilai massa jenis minyak kelapa dilakukan dengan eksperimen dengan mengubah setiap nilai temperatur dari minyaknya. Pada perancangan alat ini, dipakai sensor temperatur jenis PT100 untuk mengukur temperatur minyaknya dan pengukuran tekanannya menggunakan sensor tekanan MIDAS Pressure transmitter. Dari hasil eksperimen nilai massa jenis minyak kelapa, bahwa temperatur minyak semakin tinggi akan menurunkan nilai massa jenis minyak kelapa dan sebaliknya. Pengukuran level pada alat yang menggunakan persamaan bernouli sebagai persamaan untuk kalibrasi sudah sesuai ketika alat diterapkan ke pemodelan mekanik yang telah dibuat dan pada tangki minyak kelapa diperusahaan dan mempunyai kesalahan tidak lebih dari 10% dengan rata-rata kesalahan terbesar berada pada level dibawah 60 cm.