cover
Contact Name
Nanang Fakhrur Rozi
Contact Email
nanang@itats.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iptek.journal@itats.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal IPTEK
ISSN : 14117010     EISSN : 2477507X     DOI : -
Jurnal IPTEK - Media Komunikasi Teknologi Diterbitkan secara berkala setahun 2 (dua) kali pada bulan Mei dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS). Jurnal ini memuat hal-hal yang berkaitan dengan bidang Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur, Teknik Perkapalan, Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Desain Produk, Sistem Informasi, dan Sistem Komputer baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris (diutamakan).
Arjuna Subject : -
Articles 399 Documents
PENERAPAN KONSEP LINE BALANCING UNTUK MENCAPAI EFISIENSI KERJA YANG OPTIMAL PADA SETIAP STASIUN KERJA PADA PT. HM. SAMPOERNA Tbk Rony Prabowo
Jurnal IPTEK Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i2.25

Abstract

Teknik keseimbangan lintasan diperlukan dalam proses produksi, tanpa adanya keseimbangan lintasan dalam stasiun kerja maka proses produksi tidak akan berjalan secara efektif dan efiasien. Dalam proses produksinya PT. HM. Sampoerna Tbk. dihadapkan pada permasalahan keseimbangan lintasan yaitu kurangnya efisiensi pada stasiun kerja, sehingga direncanakan untuk menetukan lintasan produksi yang optimal sehingga pembebanan pada setiap stasiun kerja akan lebih merata dan mengurangi waktu menganggur. Metode yang digunakan adalah metode pengukuran waktu kerja dengan jam henti (stop watch) dan metode bobot posisi (Method Ranked Positional Weight). Data yang dianalisis adalah waktu yang diperlukan oleh operator untuk menyelesaikan produksi rokok dan jumlah output rate untuk produk rata-rata yang dihasilkan untuk menetapkan waktu siklus ideal. Kemudian kedua data diatas dianalisis dengan menggunakan metode bobot posisi, hingga didapatkan waktu produksi dan efiasiensi lintasan yang optimal serta stasiun kerja yang optimal pula. Hasil analisis menyatakan bahwa penggunaan metode keseimbangan lintasan, perusahaan dapat mencapai efisiensi lintasan sebesar 68,54% dan mengurangi ketidakseimbangan (balance delay) sebesar 42,02% dari 73,48% menjadi 31,46% Dan target produksi sebanyak 240box/hari dapat terpenuhi.
Komputasi Penentuan Kualitas pada Fiber Optik Berdasarkan Rugi Daya dengan Gaussian Naive Bayes Menggunakan Teknologi CUDA Danang Haryo Sulaksono; Aslam Chitami Priawan Siregar
Jurnal IPTEK Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2018.v22i2.322

Abstract

Rugi daya adalah salah satu aspek yang dapat menentukan kualitas dari sebuah serat optik. Dalam penelitian ini, rugi pada serat optik diklasifikasikan berdasarkan perubahan nilai dari rugi daya berdasarkan pergeseran dan dibagi menjadi tiga kelas: bagus, sedang, dan jelek. Pembagian kelas ini berdasarkan besaran perubahan pada setiap nilai pada serat optik. Dalam klasifikasi ini juga digunakan sepuluh variabel pergeseran antara 0–450 ?m dengan interval pergeseran sebesar 50 ?m. Penelitian ini menggunakan serat optik dengan diameter 5,5 cm. Penelitian ini menggunakan metode Gaussian Naïve Bayes untuk melakukan klasifikasi terhadap data training rugi daya yang ada. Proses komputasi pada klasifikasi data dalam penelitian ini menggunakan teknologi CUDA, sebuah platform paralelisasi komputasi antara CPU dan GPU. Nilai hasil klasifikasi masih menunjukkan nilai di bawah 50%, yaitu dengan nilai 42,86%. Sehingga, masih dibutuhkan metode boosting untuk pre-processing guna mendapatkan nilai data yang tidak imbalance sedangkan hasil benchmark CUDA sendiri menunjukkan nilai rentang komputasi yang sangat cepat, antara 600–1.000 ms.
Analisa Pengukuruan Waktu Kerja guna Menentukan Jumlah Karyawan Packer di PT. Sinarmas Tbk Hastawati Chrisna Suroso; Yulvito Yulvito
Jurnal IPTEK Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2020.v24i1.906

Abstract

Peningkatan produktivitas perusahaan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beban kerja karyawan agar sesuai dengan fungsi yang ada dan beban kerja antar karyawan sesuai dengan yang dikehendaki. Pada penelitian kali ini objek penelitian adalah karyawan divisi packing dari PT. Sinarmas Agrobisnis and Food. Produk yang diamati adalah minyak filma pouch berukuran dua liter. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah karyawan yang sesuai dengan kapasitas kerjanya. Oleh karena itu, metode yang dirasa cocok yaitu pengukuran kerja secara langsung dengan menggunakan work sampling. Work sampling dilakukan dengan membuat bilangan random untuk menentukan waktu pengamatan yang kemudian dibuat sebagai acuan dalam mengamati kinerja karyawan packer. Dalam penentuan waktu normal dan waktu baku duperlukan penentuan performance rating dan penentuan allowance terlebih dahulu. Waktu normal yang didapatkan adalah 12,83 detik sedangkan waktu baku yang diperoleh adalah 15,10 detik. Hasil akhir dari penelitian ini adalah diperlukannya penambahan karyawan packer agar beban kerja dari karyawan berkurang.
KINERJA BENTUK BANGUNAN PERKANTORAN BERTINGKAT MENENGAH DI SURABAYA TERHADAP EFISIENSI ENERGI PENDINGINAN Dian Pramita Eka Laksmiyanti
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.16

Abstract

Iklim tropis dapat menjadi keuntungan sekaligus tantangan bagi seorang arsitek. Daerah tropis mendapat cahaya matahari sepanjang tahun, itu artinya dapat menghemat energi pencahayaan sekaligus banyak panas yang masuk ke dalam bangunan. Seorang arsitek harus mampu mengoptimalkan iklim agar bangunan yang dibuat lebih efisien terhadap penggunaan energi. Pada derah tropis, temperatur udara dan radasi matahari yang tinggi menjadi tantangan utama seorang arsitek terutama pada bangunan bertingkat. Bangunan bertingkat menengah memiliki luas permukaan selubung yang lebih besar disbanding bangunan bertingkat rendah, itu atinya makin banyak bidang penerima panas pada bangunan sehingga beban pendinginan akan meningkat. Banyak strategi yang dapat diambil oleh arsitek utuk mengurangi beban pendinginan, antara lain dengan memodifikasi bentuk dan material selubung bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja energi pendinginan pada bangunan bertingkat menengah di Surabaya, serta pengaruh bentuk bangunan terhadap efisiensi energi pendinginan. Metode yang diguakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan taktik simuasi. Bentuk bangunan yang ada di lapangan digenerlisir dan digunakan sebagai sample yang mewakili satu tipe bentuk. Simulasi dilakukan untuk menghitung beban pendinginan pada masing-masing sample, kemudian menganalisa hubungan bentuk bangunan dengan kinerj energi pendinginan.Secara umum s/v ratio berbnding lurus dengan beban pendinginan, namun dalam penelitian ini terdapat beberapa kasus yang berbeda. Dari penelitian ini didapat bahwa bangunan dengan bentuk octagon memiliki kinerja paling baik. Keywords: Bangunan Bertingkat; Bentuk; Energi Pendinginan; Perkantoran; Tropis
DISTILASI BERTINGKAT BIOETANOL DARI BUAH MAJA (Aegle Marmelos L.) moh arif batutah
Jurnal IPTEK Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2017.v21i2.104

Abstract

This research of bioethanol processed from fruit maja (Aegle Marmelos L.), the process consists of two stages of fermentation and ethanol fractional distillation for the separation of water with a temperature of 78°C. The fermentation process 5-day produces ethanol content of 60% in the first distillation, fractional distillation is then performed to obtain the ethanol content above 90% and 4 times distilled into ethanol optimal levels above 90%. This distillation produces ethanol content of 92%. etonal content analysis results obtained 92.19%, μ 1.498, ρ 0.8371 , 9546.223 calorific value, flash point: +21, pour point 60ᵒC not frozen and PH 5.
Supporting Docs (Cover, Editorial Board, Table of Contents) Redaksi Jurnal IPTEK
Jurnal IPTEK Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Service Quality pada Pelayanan Distribusi Ikan di Kabupaten Sidoarjo Wiwik Sulistiyowati; Verani Hartati; Arief Senja Fitrani
Jurnal IPTEK Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2015.v19i2.4

Abstract

Dengan meningkatnya kebutuhan akan ikan segar bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya, maka dinas terkait yaitu Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sidoarjo berusaha memperbaiki kualitas pelayanan distribusi dari produsen yaitu petani UKM Ikan yang berada di Sidoarjo sampai kepada tangan konsumen akhir yaitu rumah tangga. Kualitas merupakan faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis, pertumbuhan, dan peningkatan posisi bersaing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan distribusi ikan di Pasar Ikan dan atribut yang mempunyai nilai negatif tertinggi.Sehingga untuk mengetahui kualitas pelayanan distribusi ikan di pasar ikan tersebut dengan menggunakan atribut Physical Distribution Service Quality. Service Quality (kualitas layanan) merupakan upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan pelanggan.Hasil penyebaran kuesioner didapatkan data atribut yang mempunyai nilai negatif tertinggi adalah atribut Atribut A.2 yaitu penyediaan informasi mengenai ketersediaan ikan yang terdapat pada dimensi availability sebesar -0.04269.
ANALISIS RISIKO FONDASIBORED PILE& TIANG PANCANG PROYEK TUNJUNGAN PLAZA 6 SURABAYA Felicia Tria Nuciferani; Mohamad Ferdaus Noor Aulady; Nila Ananda Putri Ragilia
Jurnal IPTEK Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2017.v21i1.68

Abstract

Penerapan manajemen risiko pada proyek bangunan gedung sudah banyak mulai dilakukan, namun kebanyakan risiko yang di kelola masih bersifat umum. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau lebih dalam terkait risiko pada sebuah gedung, khususnya bangunan bawah. Pengambilan data dilakukan pada pembangunan Tunjungan Plaza 6 yang memiliki fondasi bored pile dan tiang pancang.Identifikasi risiko dilihat dari sudut pandang kontraktor untuk mengetahui tingkat probabilitas dan impact risiko terhadap kinerja biaya. Hasil dari kuesioner tahap pertama dianalisis dengan metode matriks risiko guna mengetahui peringkat risiko. Hasil dari kuesioner tahap kedua untuk mengetahui kebijakan respons risiko, faktor risiko yang berperingkat high risk pada pekerjaan fondasi bored pile dan tiang pancang adalah keruntuhan dinding penahan tanah, salah satu analisis penyebab adalah stabilitas tanah kurang baik dengan jenis respons A2 yang artinya proyek diterima dan risiko dikendalikan dengan perencanaan yang matang.
Desain Denah Rumah Tinggal untuk Kebutuhan Rumah Ramah Lingkungan Studi Kasus – Rumah Tinggal di Pondok Candra, Sidoarjo Ary Dwi Jatmiko; Agustinus Angkoso
Jurnal IPTEK Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2018.v22i1.197

Abstract

Kepedulian terhadap lingkungan sudah semakin meningkat di masyarakat, terutama dalam bidang konstruksi. Kebutuhan energi dari sektor ini yang terbesar dari perumahan dan pemukiman. Energi yang terbesar yang dibutuhkan untuk pengkondisian ruangan. Perlu adanya kajian yang menyeluruh untuk mengatasi permasalahan ini. Pengkondisian ruang merupakan cara untuk meningkatkan kenyamanan dalam hunian. Perlu adanya strategi untuk meminimalisasi penggunaan peralatan pengkondisian udara, dengan tetap menjaga kenyamanan penghuninya. Dalam mendesain bangunan ramah lingkungan, hal yang paling dasar adalah penentuan peletakan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peletakan ruangan untuk meningkatkan kenyaman hunian. Diharapkan dapat mengantisipasi keadaan lingkungan sekitar. Penataan ruang selain memperhatikan kebutuhan penghuni, dan konsep desain, perlu juga memperhatikan orientasi bangunan, dan sirkulasi udara alami. Dengan melakukan simulasi untuk mendekati potensi permasalahan, kemudian melakukan pengaturan denah selain memberikan perlindungan panas. Penataan ruang juga memperhatikan kenyamanan penghuni yang diakibatkan oleh bau. Desain yang dihasilkan untuk mengatasinya adalah menempatkan ruang sirkulasi untuk yang di area yang terkena matahari barat, untuk ruang aktif yang di daerah tersebut akan diberikan shading, dengan tetap tidak menggunakan peralatan pengkondisian udara, tetap menggunakan ventilasi alami, meletakkan cerobong matahari untuk menciptakan efek stack ventilation diletakkan pada ujung bangunan sebagai cara untuk menjamin kelancaran aliran udara.
Pembuatan Pupuk Organik Cair dengan Cara Fermentasi Limbah Cair Tahu, Starter Filtrat Kulit Pisang Dan Kubis, dan Bioaktivator EM4 Agung Rasmito; Aryanto Hutomo; Anjang Perdana Hartono
Jurnal IPTEK Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2019.v23i1.496

Abstract

Limbah cair tahu memiliki kandungan zat organik yaitu karbohidrat, protein dan lemak, yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair. Zat–zat tersebut harus dipecah terlebih dahulu menjadi unsur–unsur yang lebih sederhana dengan proses fermentasi agar dapat diserap oleh tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama fermentasi dan variasi penambahan EM4 dalam starter kulit pisang dan kubis yang paling optimum atau memenuhi peryaratan permentan No. 70 tahun 2011. Rasio EM4 dengan filtrat kulit pisang dan kubis yang digunakan adalah 10 ml/100 ml; 20 ml/100 ml; 30 ml/100 ml; 40 ml/100 ml dan 50 ml/100 ml. Volume limbah cair tahu yang dipakai adalah 500 ml untuk setiap rasio EM4/Starter. Fermentasi dilakukan secara anaerob dengan lama waktu 4 jam; 5 hari; 10 hari dan 15 hari. Pemeriksaan pupuk organik cair yang dilakukan adalah kadar Nitrogen, P2O5 dan K2O. Hasil Penelitian yang optimum didapatkan pada proses fermentasi dengan lama waktu 10 hari dan perbandingan rasio 40 ml/100 ml (EM4/Starter). Diperoleh hasil untuk parameter Nitrogen, P2O5 dan K2O berturut-turut adalah 1,24%; 1,01% dan 3,36%.