cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020" : 60 Documents clear
POTENSI TEH HIJAU DALAM MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI PROGESTIN HIPERKOLESTEROLEMIA Maydawati, Vivi; Veri, Nora
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1089

Abstract

ABSTRAKHasil Riskesdas tahun 2018 yang memperlihatkan bahwa prevalensi penyakit pembuluh darah seperti hipertensi yaitu sebesar 34.1% per 1000 penduduk. Salah satu penyebab hiperkolesterolemia adalah akibat metode kontrasepsi yang banyak digunakan yaitu KB hormonal yaitu sebesar (46.84%). DMPA meningkatkan kadar kolesterol total salam darah. Salah satu cara mengatasi efek samping akibat penggunaan Depo Progestin adalah menggunakan teh hijau yang kaya akan antioksidan.Rancangan penelitian adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pretest posttest control group design. Jumlah sampel adalah 34 orang akseptor KB DMPA yang hiperkolesterolemia di wilayah kerja Puskesmas Sapta Jaya dan dibagi kedalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan teh hijau.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan rerata kadar kolesterol antara kelompok kontrol dan perlakuan pada saat pretest dan posttest.Kesimpulan teh hijau mampu menurunkan kadar kolesterol total pada ibu akseptor KB DMPA yang mengalami hiperkolesterolemia Kata Kunci : DMPA, Kolesterol, Teh hijau
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Pemberian Makanan Pendamping Asi di Gampong Lambaroh Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya ., Syarifuddin; Najmi, Isthafan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1074

Abstract

AbstrakPenelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemerian makanan pendamping Asi. Penelitian ini bersifat deskriptif, metode pengumpulan data secara cacah lengkap, berjumlah 44 responden. Analisa data bivariat, program SPSS. Hasil penelitian bahwa, pengetahuan dan sikap ibu, berpengaruh terhadap pemberian makanan pendamping Asi. Diharapkan kepada ibu yang memiliki bayi untuk lebih sering mengikuti kegiatan posyandu dan penyuluhan yang diadakan di Gampong tersebut, dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan mencari informasi kesehatan terutama dengan keterkaitan ketepatan pemberian makanan pendamping Asi. Kata kunci : Pengetahuan, Pendamping, Asi
EVALUASI PELAYANAN PREVENTION OF MOTHER TO CHILD TRANSMISSION (PMTCT) OF HIV PADA ANTE NATAL CARE (ANC) DI RUMAH SAKIT UMUM ADAM MALIK MEDAN Lolita Nugraeny; Sumiatik Sumiatik
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.975

Abstract

AbstrakPrevention Of Mother To Child Transmission Of HIV (PMTCT) adalah upaya pengendalian HIV-AIDS dan Infeksi Menular Seksual di Indonesia serta Program Kesehatan Ibu dan Anak. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pelaksanaan pelayanan   PMTCT pada Antenatal Care di RSUP Adam Malik Medan. Penelitian ini jenis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, teknik analisa data content analysis. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan pelayanan PMTCT sudah baik, antara lain dari standar input, standar proses sudah berjalan dengan baik namun sosialisasi program terhadap pasien perlu ditingkatkan, terjadi peningkatan pada standar output pelaksanaan. Diharapkan pelayanan PMTCT meningkatkan sosialisasi program. Kata Kunci : HIV, PMTCT
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PUS DENGAN KONTRASEPSI IMPLANT DI PUSKESMAS SAMALAGA KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2020 Sarika, Sarika; Ulia, Bismi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1042

Abstract

ABSTRAKSalah satu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah implant. Kontrasepsi Implant adalah metode kontrasepsi yang diinsersikan pada bagian subdermal, yang hanya mengandung progestin dengan masa kerja panjang, dosis, rendah, dan reversibel untuk wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap PUS dengan kontrasepsi Implant Di kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen.Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik Accidental sampling berjumlah 43 orang Di Puskesmas Samalanga, Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13-17 September 2020. Pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil uji statistik chi-square antara pengetahuan PUS tentang Kontrasepsi Implant diperoleh hasil nilai p value (0,036) < dari α (0,05) maka hipotesis diterima (H0 ditolak dan Ha diterima), Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan PUS dengan kontrasepsi implant. Dan hasil uji statistik chi-square sikap PUS dengan kontrasepsi implant diperoleh hasil nilai p value (0,043) < dari α (0,05), maka hipotesis diterima (H0 ditolak dan Ha diterima). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara sikap PUS dengan kontrasepsi implant.Diharapkan kepada responden untuk lebih aktif mencari informasi dan mengikuti berbagai penyuluhan khususnya tentang Kontrasepsi Implant. Hal ini dapat diperoleh dengan memperbanyak membaca dan mengikuti acara seminar.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kontrasepsi Implant
Hubungan perilaku merokok dengan gangguan pola tidur (Insomnia) pada dewasa di wilayah kecamatan ulee kareng kotamadya banda aceh Tharida, Maimun; Desreza, Nanda; ., Thursina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1156

Abstract

ABSTRAKPerilaku merokok merupakan fenomena sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan, perilaku merokok merupakan salah satu penyebab dari gangguan pola tidur (insomnia) terjadi. Berdasarkan studi penelitian awal yang dilakukan dengan mewawancarai beberapa pengunjung, mereka mengatakan bahwa merokok merupakan hal yang wajar dilakukan bagi laki-laki dewasa, mereka tidak mengetahui bahwa rokok merupakan salah satu penyebab gangguan tidur itu terjadi, akan tetapi mereka hanya beranggapan bahwa keluhan susah tidur tersebut merupakan hal yang biasa dan tidak ada kaitannya dengan prilaku merokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan gangguan pola tidur (insomnia) pada dewasa, ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan subjek penelitian sejumlah 61 laki-laki dewasa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa uji statistik yang digunakan adalah uji Correction Contunity dan Chi Square. Hasil analisa data diperoleh p-value untuk perilaku merokok yang meliputi fungsi rokok (0,001), intensitas merokok (0,009), tempat merokok (0,007) , waktu merokokok (0,015) dan insomnia (0,007). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara perilaku merokok berupa fungsi rokok, intensitas merokok, tempat merokok, waktu merokok dengan insomnia. Disarankan laki-laki dewasa untuk mengurangi intensitas merokok dengan cara mengurangi asupan kafein dan secara sugesti, ketika akan tergoda untuk merokok.Kata kunci : Perilaku Merokok, Insomnia, dewasa
Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi Euis Ristanti; Putri Sahara Harahap; Subakir Subakir
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.980

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi kurang merupakan suatu masalah gizi yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi baik dalam jangka waktu pendek mapun panjang. Kejadian status gizi kurang di Puskesmas Paal V pada tahun 2018 sebesar 2,1%. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, partisipasi ibu dalam posyandu, pola asuh, penyakit infeksi, tingkat risiko pencemaran jamban, dan tingkat risiko pencemaran sarana air bersih dengan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 balita kasus dan 32 balita kontrol. Sampel kasus adalah ibu yang memiliki balita dengan status gizi kurang 24 orang. Sampel kontrol adalah ibu yang memiliki balita dengan status gizi baik sebanyak 24 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian diketahui bahwa % responden memiliki balita dengan status gizi kurang, 50% responden memiliki pengetahuan kurang baik, 97,9% responden memiliki partisipasi dalam posyandu baik, 37,5% responden memiliki pola asuh kurang baik, 22,9% responden memiliki balita menderita penyakit infeksi, 52,1% responden memiliki tingkat risiko pencemaran jamban risiko sedang dan 14,6% responden memiliki tingkat risiko pencemaran sarana air bersih tingkat risiko sedang. Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,043; OR=4,0), pola asuh (p=0,037; OR=4,491), penyakit infeksi (p=0,039; OR=6,6), tingkat risiko pencemaran jamban (p=0,021; OR=0,206) dengan status gizi pada balita. Tidak ada hubungan antara partisipasi ibu dalam posyandu (p=1,000; OR=2,043) dan tingkat risiko pencemaran sarana air bersih (p=1,000; OR=1,4) dengan status gizi balita. Kata Kunci      :  Faktor Mempengaruhi Status Gizi Balita 
ANALISIS NATRIUM BENZOAT PADA SAOS YANG DIPRODUKSI DI KOTA JAMBI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Nurul Rahmania; Armini Hadriyati; Muklis Sanuddin
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.971

Abstract

AbstrakSaos merupakan salah satu produk olahan makanan yang digunakan sebagai bahan penyedap makanan. Saos terbagi menjadi dua macam yaitu saos sambal dan saos tomat. Natrium benzoat merupakan pengawet dalam makanan yang jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan pengawet dan berapa jumlah kadar pengawet natrium benzoat dalam saos yang diproduksi di Kota Jambi. Pengujian sampel yang dilakukan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif dengan Spektrofotometeri UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar pengawet pada kode A (saos sambal) dan kode B (saos tomat) yang dijual pada pasar angso duo, keluarga, simpang pulai dan talang banjar melebihi batas yang telah ditentukan oleh BPOM RI No 36 Tahun 2013 yaitu 1g/kg berat bahan.Kata kunci: Saos Sambal, Saos Tomat, Natrium Benzoat, Spektrofotometri UV-Vis
FORMULASI GEL PENGHARUM RUANGAN MENGGUNAKAN KARAGENAN DAN XANTHAN GUM DENGAN MINYAK KOPI SEBAGAI PEWANGI DAN MINYAK NILAM SEBAGAI FIKSATIF Rulia Meilina; Fhasnia .
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1164

Abstract

AbstrakGel pengharum ruangan salah satu bentuk pengharum ruangan yang digunakan meredam bau taksedap di dalam ruangan. Kelebihan gel pengharum ruangan adalah pengharum yang dihasilkan memiliki kekuatan wangi yang stabil dan ketahanan wangi yang lama sesuai kebutuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi minyak nilam pada formulasi sediaaan. Metode penelitian ini adalah ekpremental laboratorium dengan prosedur memvariasikan formula minyak nilam (F1:1%; F2:0,5%; F3:0,24%; F4:0,25; F5:0%) sebagai pengikat dengan penambahan karagenan dan xhantan gum sebagai kompenen pembentuk gel dan minyak kopi sebagai bahan pewangi, selanjutnya dilakukan pengujian penguapan zat cair  dan pengujian ketahanan wangi selama 4 minggu pada 3 suhu ruangan yaitu ruang diberi kipas angin, ruang diberi AC dan ruangan biasa (suhu kamar). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Formulasi sediaan gel pengharum ruangan yang baik didapat pada formula F3 dengan konsentrasi minyak nilam 0,24%.Kata kunci: Gel pengharum, minyak nilam, minyak kopi, karagenna, xhantan gum
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK CEFTRIAXONE DAN AMPICILIN PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK RAWAT INAP DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI TAHUN 2018 Rasmaladewi, Rasmaladewi; Sanuddin, Mukhlis; Shaleha, Maratus
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.969

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia karakteristik penduduk dengan diagnosa ISPA tertinggi terjadi pada kelompok usia 1-4 tahun (25,8%). Pneumonia merupakan salah satu penyebab dari 16% kematian pada balita, diperkirakan sebanyak 920.136 balita di tahun 2015. Menurut WHO pada tahun 2013 menyebutkan dari 6,3 juta anak berusia dibawah 5 tahun yang meninggal karena disebabkan oleh infeksi adalah sebesar 51,8%. Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan terkait dengan banyaknya penyakit infeksi bakteri seperti pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di RSUD Raden Mattaher Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif, sampel diambil pada tahun 2018. Analisis data dilakukan dengan metode CEA. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai ACER Ceftriaxone lebih tinggi yaitu sebesar 8.135,78 dibandingkan dengan nilai ACER ampicillin sebesar 6.644,49. Semakin rendah nilai ACER dan semakin tinggi efektivitas terapi maka semakin efektif biaya terapi antibiotik tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi menggunakan antibiotik Ampicilin adalah obat yang paling cost-effective untuk terapi pengobatan pasien pneumonia di RSUD Raden Mattaher Jambi.Kata Kunci: CEA, Antibiotik, Pneumonia, ACER
HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL MENYIMPANG DI KELAS XI SMA TELADAN PEMATANGSIANTAR Kandace Sianipar; Renny Sinaga
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.985

Abstract

AbstrakRendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksual menjadi sangat luar biasa terhadap sikap dan perilaku seksual remaja yang semakin bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual menyimpang. Penelitian ini menggunakan kuesioner, dianalisis dengan menggunakan uji chi square (α = 0,05). Hasil penelitian didapati tidak ada hubungan jenis kelamin dengan perilaku seksual menyimpang dengan nilai (p-value= 0,779); tidak ada hubungan antara sumber informasi dengan perilaku seksual menyimpang (p-value=0,555); adanya hubungan antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual menyimpang; dan dan (p-value=0,005).Key words : Pengetahuan Remaja, Kesehatan Reproduksi