cover
Contact Name
Muhammad Alhada Fuadilah Habib
Contact Email
m.alhada@uinsatu.ac.id
Phone
+6281215079617
Journal Mail Official
annisbah.iaintulungagung@gmail.com
Editorial Address
Gedung KH. Saifudin Zuhri Jl.Mayor Sujadi Timur No 46 Tulungagung Jawa Timur 66221 Indonesia
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah
ISSN : 25495712     EISSN : 24068276     DOI : 10.21274
Core Subject : Economy, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
PERAN NEGARA DALAM KETAHANAN PERBANKAN SYARIAH DI MASA PANDEMI COVID-19 Wicaksono, Yudi Krisno; Maunah, Binti
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 8 No 1 (2021): An-Nisbah
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v8i1.3600

Abstract

Perekonomian nasional bergantung pada gerak aktivitas ekonomi masyarakat. Pandemi COVID-19 telah mengubah gaya hidup hingga melesukan aktivitas perekonomian akibat adanya aturan pembatasan mobilitas masyarakat. Indonesia bahkan resmi resesi pada kuartal ketiga tahun 2020 pada pertumbuhan ekonomi -3.49%. Industri perbankan syariah yang menjadi salah satu lembaga intermediasi keuangan juga ikut terdampak meskipun tidak lebih parah dari perbankan konvensional. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui peran negara dalam ketahanan perbankan syariah dimasa pandemi COVID-19. Adapun artikel disusun dengan pendekatan yuridis normatif dengan metode studi kepustakaan (literature review). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perbankan syariah mengalami perkembangan pada kuantitas aset sebesar Rp545,39 Triliun. Meskipun disisi lain operasi perbankan syariah juga mengalami perlambatan pertumbuhan seperti dalam pembiayaan yang disalurkan, dana pihak ketiga, dan kualitas aset, namun pertumbuhan aset perbankan syariah bahkan lebih tinggi yaitu 9,22% daripada perbankan konensional yang hanya tumbuh diangka 5%. Ketahanan perbankan syariah terhadap krisis pandemi COVID-19 ini tidak lepas dari peran negara. Berbagai regulasi yang dikeluarkan mampu menciptakan ketahanan dan bahkan mendorong pertumbuhan perbankan syariah.
KUALITAS PELAYANAN, HARGA DAN FASILITAS RUMAH KOS DI DESA PLOSOKANDANG DALAM MEMBERIKAN KEPUASAN KEPADA PENGHUNINYA susilowati, lantip
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2020): An-Nisbah
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v7i02.3605

Abstract

Motivation of this research is the increasing number of boarding houses spread in Plosokandang Village with quality service and competitive prices. The purpose of this research are to find out the quality of service, price and facilities significantly influence the satisfaction of boarding residents in Plosokandang Village. This research uses a quantitative approach to the type of associative research then analyzed using multiple linear regression test. The results of the study show that Quality of service, price and facilities together provide a significant positive effect on the satisfaction of boarding houses in Plosokandang Village.
BENEFIT SHARING DALAM PRAKTIK JOINT VENTURE (Analisis Kritis Perspektif Syariah) Hanifuddin, Iza
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2020): An-Nisbah
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v7i02.3606

Abstract

Kajian ilmiah tentang bagi hasil dalam konteks profit sharing, loss and profit sharing, dan revenue sharing atas kerjasama bisnis sudah cukup memadahi. Hal yang jarang diketahui publik ialah benefit sharing. Hal yang sering dilupakan dalam pembagian keuntungan bersama dalam usaha joint venture ialah bahwa aset bersama juga terdapat potensi keuntungan berupa manfaat. Biasanya, manfaat tidak diperhitungkan sebagai hasil karena ia tidak nampak, apalagi wujud aset perusahaan tetap ada. Pemanfaatan berizin atas aset usaha bersama dalam joint venture seringkali disalahkaprahkan untuk kepentingan pribadi melalui berbagai cara pemanfaatan, misalnya dikelola dalam bentuk sewa, bisnis online, jual beli jaringan, pemanfaatan lahan perusahaan, dan sebagainya. Mestinya, setiap hasil keuntungan atas manfaat yang dikelola sedemikian ini dikembalikan ke perusahaan bersama yang akan dibagi untuk bersama pula. Praktiknya, hal ini seringkali diabaikan begitu saja karena dianggap sebagai suatu hal yang biasa. Oleh karena itu, benefit sharing bisa dijadikan alat kontrol pengelolaan manfaat semisal ini. Kajian ini ditulis dengan pendekatan fenomena benefit sharing perusahaan joint venture dengan analisis perspektif syariah
PEMIKIRAN EKONOMI MENURUT SYEKH MUSTHAFA HUSEIN NASUTION Siregar, Siti Hairani; Hasan, Asyari
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 8 No 1 (2021): An-Nisbah
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v8i1.3611

Abstract

ABSTRAK: Penelitiaan yang berjudul Pemikiran Ekonomi Menurut Syekh Musthafa Husein Nasution ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran ekonomi menurut Syekh Musthafa Husein, seorang ulama Indonesia dan pendiri Pondok Pesantren Musthafiwayah Purba Baru. Keberadaan pesantren Mustahafawiyah di tengah masyarakat desa Purba Baru telah memebrikan dampak yang sangat baik bagi perekonomian masyarakat sekitar dan desa ini menjadi dikenal oleh masyarakat luas. Sebagai ulama dan tokoh di Mandailing Natal (Sumatera Utara), konsep-konsep dan pemikiran yang beliau bangun ternyata tidak hanya sebatas keagamaan saja, tetapi telah meluas pada aspek kehidupan masyarakat dan bangsa, seperti dalam pertanian, politik, dan ekonomi.
CREATING A SOCIAL JUSTICE TROUGH ZAKAT AND ITS RELEVANT TO POVERTY ALLEVIATION: A PERSPECTIVE OF ABUL A’LA AL-MAUDUDI Hafandi, Akhmad; Helmy, Masdar
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 8 No 1 (2021): An-Nisbah
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v8i1.3622

Abstract

This paper aims to reveal Al Maududi’s thoughts related to the concept of social justice which is proxied in the management of zakat. His thoughts emphasis on the entire economic scheme developed under the principles of sharia (Islamic law), projecting an internally balanced economic system and totally not accepting capitalism or communism. He explicitly stated that the embodiment of justice (a’dl) and welfare (falah) as a means of seeking God’s blessings (fadhl al-Allah) through the determination of its main goals using the maqasid of sharia. The results of this literature study are able to reveal that zakat philanthropy can carry out several main functions of modern public finance related to social security rights in the form of health, education, food, housing, and public transportation. Zakat is also able to reduce social inequality that arises as a result of human exploitative economic behavior and becomes an effort to achieve social justice.
UNIT KEPATUHAN DAN AUDIT INTERNAL BANK SYARIAH DI INDONESIA; SUDAHKAH SESUAI DENGAN PRINSIP SHARIAH GOVERNANCE? Arrazi, Muhammad Fakhrul
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 8 No 1 (2021): An-Nisbah
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v8i1.3747

Abstract

Shariah governance is crucial in the Islamic banking system to ensure that all commercial operations comply with Islamic principles and differentiate Islamic banking operations from conventional banking. This research discusses the similarities between the practice of the compliance unit and internal audit of Islamic banks in Indonesia and Bank Indonesia/ OJK’s regulations and existing standards. The data for the research were collected through interviews and documentation instrument, and analyzed by using qualitative methods. Based on the analysis, the researcher identified that the work practices of the compliance unit and internal audit of Islamic banks in Indonesia are in line with regulations promoted by Bank Indonesia/ OJK, AAOIFI and IFSB shariah governance, but are still not comprehensive when compared to the Shariah governance framework of Bank Negara Malaysia and the opinions of other practitioners of Islamic Economics.
TA’AWUNI-BASED MICRO INSURANCE MODEL BAGI UMKM: UPAYA MENDUKUNG PENGEMBANGAN EKOSISTEM INDUSTRI HALAL PASCA COVID-19 DI INDONESIA Sulaeman, Sulaeman; Wirawan, Amaliyah
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 8 No 1 (2021): An-Nisbah
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v8i1.3755

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan model asuransi mikro syariah yakni Ta’awuni-Based Micro Insurance Model yang berdasarkan prinsip saling tolong menolong (ta’awun) sebagai upaya dalam mengurangi beban/risiko khususnya untuk UMKM yang terlibat dalam industri produk/jasa halal pasca pandemic COVID-19 di Indonesia. Dengan menggunakan analisis BOCR, model asuransi mikro syariah berbasis prinsip ta’awun ini dapat memberikan keuntungan bagi UMKM yang berada di sektor industri halal dan bagi perusahaan asuransi syariah/LKMS dalam mendukung program-program pemerintah seperti program pemulihan ekonomi nasional (PEN) khususnya bagi UMKM yang bergerak di industri halal terlebih setelah pandemik COVID-19 di Indonesia. Selain itu, ada risiko yang akan dihadapi baik oleh perusahaan asuransi syariah maupun LKMS dalam mengimplementasikan model ini bagi UMKM seperti moral hazard. Namun, tata kelola yang baik dan pengaplikasian IT dapat mengurangi dan mencegah adanya berbagai risiko termasuk risiko moral hazard yang berpeluang timbul pada penerapan model ini. . Kata kunci: Asuransi Mikro Syariah, UMKM, COVID-19, Indonesia Abstract: This study aims to propose a sharia micro insurance model, namely the Ta'awuni-Based Micro Insurance Model which is based on the principle of mutual help (ta'awun) as an effort to reduce the burden/risk, especially for MSMEs involved in the halal industry after the COVID-19 pandemic in Indonesia. By using BOCR analysis, this sharia microinsurance model based on ta'awun principles can provide benefits for MSMEs in the halal industry sector and for sharia insurance companies/Islamic Microfinance Institutions (IMFIs) in supporting government programs such as Economic Recovery Program (Pemulihan Ekonomi Nasional), especially for MSMEs in the halal industry after the COVID-19 pandemic in Indonesia. In addition, there are risks that will be faced by both sharia insurance companies and IMFIs in implementing this model for MSMEs such as moral hazard. However, good governance and the application of IT can reduce and prevent various risks, including the risk of moral hazard that may arise in the application of this model. Keywords: Islamic Micro Insurance, MSMEs, COVID-19, Indonesia
DETERMINANT OF ISLAMIC FINANCIAL INCLUSION IN DIGITAL ERA: CROSS-PROVINCE ANALYSIS Abdullah, Zaki; Saleh, Samsubar; ., Mujiyati
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 8 No 1 (2021): An-Nisbah
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v8i1.3912

Abstract

In recent years, the Islamic financial sector has become one of the most vital sectors in the Islamic economic system in Indonesia. Therefore, more attention needs to be paid to the measurement of Islamic financial inclusion and its and policy making, especially in facing the digitalization of economy, because the digitalization can be a momentum that provides opportunities as well as threats to Islamic finance. This study attempts to measure Islamic financial inclusion at the provincial level in Indonesia through the dimensions of accessibility, availability and utilization and analyzes the impact of digitalization on Islamic financial inclusion. Measurements are made using the Sarma Index, while the analysis of the impact of digitalization on Islamic financial inclusion employs the fixed effect model on the balanced panel data. The measurement results show that developed provinces tend to have higher levels of Islamic financial inclusion compared to developing provinces. Furthermore, provinces with a Muslim majority have a higher level of Islamic financial inclusion compared to provinces with a Muslim minority populations. In the panel data analysis, it was found that internet penetration has a negative and significant effect on Islamic financial inclusion, which shows that the majority of people in Indonesia still use the internet to access entertainment content and that internet use has not been optimized to access financial services. Nevertheless, the presence of the Islamic fintech platforms has a significant positive effect on Islamic financial inclusion in Indonesia. The variable level of cell phone usage has no significant effect on the level of Islamic financial inclusion and the average length of schooling has a significant negative effect on Islamic financial inclusion.
PERCEIVED RISK DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM DAN SOCIAL CULTURE Alawiyah, Ika Trisnawati
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 8 No 1 (2021): An-Nisbah
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v8i1.4070

Abstract

Perkembangan pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat, perkembangan teknologi yang terjadi juga merambah pada sektor ekonomi. Dengan teknologi yang ada dapat memudahkan dalam bisnis yang dilakukan oleh para pengusaha dan para konsumen. Perkembangan e-commerce yang semakin meningkat di Indonesia berdampak pada gaya hidup masyarakat khususnya dalam berbelanja. Dampak dari perkembangan dan tumbuhnya e-commerce juga dirasakan oleh masyarakat kota Metro-Lampung. Dengan minimnya perusahaan e-commerce yang menyatakan bahwa sistem yang disediakan oleh perusahaannya selalu menjaga prinsip-prinsip ekonomi syariah, maka resiko-resiko dari adanya e-commerce tidak bias diabaikan seperti terjadinya kecurangan dalam bertransaksi, oleh karena itu penulis mengkaji persepsi risiko dalam transaksi e-commerce dari perspektif etika bisnis Islam dan sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi risiko dalam transaksi e-commerce dari perspektif etika bisnis Islam dan sosial budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan teoritik serta membangun teori dari data yang diterima peneliti. Sehingga hasil dari penelitian ini, bahwa persepsi risiko dalam transaksi e-commerce dalam perspektif etika bisnis Islam dan sosial budaya secara umum tidak melanggar etika bisnis Islam yang berlaku. Namun perlu adanya pembenahan label halal yang dapat menjaga keamanan konsumen khususnya konsumen muslim ketika mengambil keputusan dalam pembelian produk melalui e-commerce yang tersedia.
ANALISIS PERBANDINGAN VOLATILITAS HARGA ISSI DENGAN IHSG: STUDI KASUS MASA TURMOIL PERIODE 2019-2020 Puspitasari, Dinnar
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 8 No 2 (2021): An-Nisbah
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v8i2.4382

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh masa turmoil antara volatilitas Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Serta, menganalisis dan membandingkan seberapa besar variabel-variabel makroekonomi yang mencerminkan masa turmoil pada tahun 2019 hingga 2020 mempengaruhi volatilitas ISSI dan IHSG. Masa turmoil dalam penelitian ini yaitu penurunan harga minyak dunia, perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, pandemi Covid-19 dan demo penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dengan variabel Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi, kurs rupiah-dolar, suku bunga, harga minyak dunia, Shanghai Stock Exchange (SSE) Composite Index, New York Stock Exchange (NYSE). Variabel yang digunakan adalah data lima hari kerja dari tahun 2019 hingga 2020. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis kuantitatif menggunakan TGARCH Model dan VECM. Berdasarkan hasil TGARCH menunjukkan bahwa volatilitas ISSI memiliki pengaruh yang lebih kecil terhadap masa turmoil. Namun, hasil analisis VECM menunjukkan masa turmoil tahun 2019 hingga 2020 lebih berdampak pada volatilitas ISSI dibandingkan dengan volatilitas IHSG. Abstract: This study aims to analyze and compare the effect of turmoil period on the volatility of Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) and Jakarta Composite Index (JCI). As well, analyzing and comparing the impact of macroeconomic variables that reflect turmoil period in 2019 to 2020 affect the volatility of ISSI and JCI. The turmoil period in this research are the decline in world oil prices, trade war between the United States and China, Covid-19 pandemic and demonstration against the Omnibus Law. Variables in this model are Gross Domestic Product (GDP), inflation, rupiah-dollar exchange rate, interest rates, world oil prices, Shanghai Stock Exchange (SSE) Composite Index and New York Stock Exchange (NYSE). The variables used five working days data from 2019 to 2020. The analytical method used in this research is quantitative analysis using TGARCH Model and VECM. Based on the results of TGARCH, it shows that the volatility of ISSI has less effect on the turmoil period. However, the results of VECM analysis shows that the turmoil period of 2019 to 2020 has more impact on the volatility of ISSI than the volatility of JCI.