cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
eksplorium@batan.go.id
Editorial Address
BULETIN PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN GALIAN NUKLIR Jl. Lebak Bulus Raya No. 9, Ps. Jumat, Jakarta 12440, Indonesia, Telp (021) 7691775, 7695394, 75912956 Fax (021)7691977
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir
ISSN : 08541418     EISSN : 2503426x     DOI : https://doi.org/10.17146/eksplorium
Core Subject : Social,
Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir, adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir-BATAN yang telah diakreditasi LIPI No.749/AU2/P2MI-LIPI/08/2016 dan menempati peringkat SINTA 2
Arjuna Subject : -
Articles 194 Documents
Alterasi Akibat Proses Hidrothermal di Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara Agus Harjanto; Sutanto Sutanto; Sutarto Sutarto; Achmad Subandrio; I Made Suasta; Giri Hartono; Putu Suputra; I Gde Basten; Muhammad Fauzi; Rosdiana Rosdiana
EKSPLORIUM Vol 37, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5035.062 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2016.37.1.2666

Abstract

Bolaang Mongondow terletak di bagian tengah lengan utara Sulawesi yang disusun oleh busur magmatik berumur Neogen dan berpotensi mengandung mineral-mineral ekonomis. Hal tersebut yang melatarbelakangi dilakukan penelitian terhadap potensi sumber daya mineral. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari alterasi akibat proses hidrotermal serta hubungannya dengan cebakan emas (Au) berdasarkan kajian di lapangan maupun analisis laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian, yaitu kajian literatur, survei geologi, pengambilan conto batuan, analisis laboratorium, dan pengolahan data. Daerah penelitian merupakan kompleks intrusi diorit yang terjadi berulang kali. Andesit, batuan klastika gunung api, dan dasit yang berumur lebih tua diintrusi oleh kompleks ini. Selanjutnya, tufa dasitik, batupasir gunung api, dan endapan alluvium diendapkan di atasnya. Terdapat tiga sesar utama yang telah diukur dan dipetakan, berarah timur laut-barat daya yang terpotong oleh sesar barat-timur dan terakhir sesar barat laut-tenggara yang memotong sesar-sesar terdahulu. Alterasi hidrotermal tahap awal berhubungan dengan keberadaan diorit kuarsa muda yang menunjukkan tahapan alterasi dari pusatnya potasik sampai propilitik distal. Alterasi hidrotermal tahap akhir terdiri atas alterasi argilik, argilik lanjut, dan silika-mineral lempung±magnetit±klorit yang menumpang tindih alterasi tahap awal. Mineralisasi Cu-Au±Ag di bagian tengah daerah penelitian atau di daerah Tayap–Kinomaligan sebagian besar berasosiasi dengan diorit kuarsa muda yang teralterasi potasik dan dipotong oleh urat-urat kuarsa-magnetit-kalkopirit±bornite yang sejajar dan stockwork. Bolaang Mongondow is located in central north Sulawesi arm, which is composed of Neogen magmatic arc and potentially contain economic minerals. This condition is behind the research purpose to study the mineral resources potencies. Research aim is to study alteration caused by hydrothermal process and its relation with gold (Au) deposit based on field study and laboratory analysis. Methodologies used for the research are literature study, geological survey, rocks sampling, laboratory analysis, and data processing. Research area is a multiply diorite intrusion complex. Andesite, volcaniclastic rocks, and dacite, the older rocks, were intruded by this complex. Later, dacitic tuff, volcanic sandstone, and alluvium deposited above them. There are three measured and mapped major faults heading NE-SW crossed by E-W fault and NW-SE fault lately crossed all the older faults. Early stage hydrothermal alteration related to the existence of young quartz diorite, showing alteration stage from the potassic center to distal prophyllitic. Final stage hydrothermal alteration consist of argilic, advanced argilic, and silica-clay mineral±magnetite±chlorite alteration overlapping the earlier alteration. Mineralization of Cu-Au±Ag in central part of research area or Tayap-Kinomaligan area is mostly asociated with potassic altered young quartz diorite and crossed by paralel and stockworked quartz-magnetite-chalcopyrite±bornite vein.
Tinjauan Umum Potensi Sumberdaya Monasit di Daerah Ketapang Kalimantan Barat Bambang Soetopo; Hery Syaeful; Anang Marzuki; Slamet Sudarto
EKSPLORIUM Vol 32, No 2 (2011): November 2011
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.264 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2011.32.2.2818

Abstract

Monasit adalah salah satu mineral yang mengandung unsur thorium dan unsur tanah jarang. Secara geologi daerah penelitian terdapat indikasi mineral radioaktif yaitu monasit pada endapan aluvial yang bersumber dari batuan granit. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan perolehan informasi karakter geologi, sebaran dan potensi sumberdaya bahan galian mineral radioaktif dan perolehan informasi tersedianya area prospek mengandung monasit guna ditindak lanjuti penyelidikan eksplorasi detail. Hasil penelitian di Daerah Pangkalan Telok, Ketapang menunjukkan bahwa secara geologi batuan terdiri dari satuan lempung, satuan granit Sangiyang, satuan granit Sukadana, satuan diorit, satuan basalt dan aluvial. Akibat proses pelapukan, transportasi dan sedimentasi, maka batuan granit, mineral monasit serta zirkon terlepas dan terendapkan sebagai aluvial yang tersebar berarah Utara – Selatan. Hal ini tercermin dari nilai pengukuran radioaktivitas mineral berat, yang berkisar antara 100 – 700 c/s dan nilai radiometri soil sebesar 100 – 300 c/s. Nilai radiometri tersebut terdapat di bagian timur yang diperkirakan berasal dari granit Sukadana.  Pola penyebaran radiometri soil, mineral berat dan kadar U dan Th mempunyai arah relatif barat laut – tenggara, dengan luas area 91.511.200 m2 mempunyai kadar Th rata-rata 1,97 – 46,98 ppm/gram. Monazite is one of the minerals that contain thorium and rare earth element (RE). Geologically at study area there are indications radioactive minerals that is monazite in alluvial sediments sourced from granitic rocks. The purpose of this study to obtain information of geological character, distribution and mining of mineral resource potential of radioactive materials and availability information area prospects containing monazite detailed in order to further follow-up exploration. The results in Pangkalan Telok Base Areas, Ketapang show that the geological rock unit consists of clay unit, Sangiyang granite unit, Sukadana granite unit, diorite unit, basalt unit and alluvial. Due process of weathering, transport and sedimentation, then the granitic rock, monazite minerals and zircon separated and deposited as alluvial directional spread North – South. This is reflected from the radioactivity measurements of heavy minerals, which ranged between 100 – 700 c/s and value of soil radiometric of 100 – 300 c/s. Radiometry values are included in the eastern part of which is predicted to originate from Sukadana granite.  Patterns of distribution of soil radiometry, heavy mineral and content of U and Th have the relative direction of northwest – southeast, at area of 91,511,200 m2 has an average Th content of 1.97 to 46.98 ppm/gram.
Cover + Daftar Isi + Kata Pengantar + Indeks Isi + Indeks Mitra Bestari Editor Eksplorium
EKSPLORIUM Vol 37, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.059 KB)

Abstract

Cover dan halaman pengantar Eksplorium.
Identifikasi Batuan Gunung Api Purba di Pegunungan Selatan Yogyakarta Bagian Barat Berdasarkan Pengukuran Geolistrik Winarti Winarti; Hill Gendoet Hartono
EKSPLORIUM Vol 36, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1472.565 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2015.36.1.2771

Abstract

Daerah penelitian berada di perbatasan antara Dataran Yogyakarta dengan Pegunungan Selatan Yogyakarta bagian barat. Secara morfologi dan litologi yang tersingkap, indikasi gunung api purba yang dibuktikan dengan keterdapatan batuan gunung api seperti lava, breksi, dan tuf. Tujuan dari penelitian ini adalah identifikasi adanya batuan gunung api purba di bawah permuaan sepanjang Berbah-Imogiri berdasarkan data geolistrik. Metode yang digunakan adalah melakukan pengukuran geolistrik di empat lokasi secara mapping dengan konfigurasi dipole-dipole. Panjang bentangan untuk setiap lintasan 500 meter. Hasil pengukuran geolistrik menunjukkan pada lintasan 1 di Sumber Kulon-Kalitirto, Kecamatan Berbah,diinterpretasi adanya batuan gunung api berupa lava basal dan tuf. Lintasan 2 di Pilang-Srimulyo, Kecamatan Piyungan, diinterpretasi berupa breksi skoria. Lintasan 3 di Ngeblak-Bawuran, Kecamatan Pleret, diinterpretasi adanya tuf dan lava. Lintasan 4 di Guyangan-Wonolelo, Kecamatan Pleret diinterpretasi berupa tuf dan lava. Batuan gunung api secara umum terbaca mempunyai nilai tahanan jenis yang tinggi, yaitu >300 Ωm. Adanya kandungan air atau mineralisasi cenderung menurunkan nilai tahan jenis batuan gunung api tersebut. The study area is located between western part of Yogyakarta plains and Southern Mountains. The morphology and lithology along the Berbah-Imogiri show the existence of an ancient volcano. This is proven by outcrop of volcanic rock like lava, breccia and tuff. The aim of this study is to identify the existence of ancient volcanic rocks along Berbah-Imogiri based on geoelectrical data. The method used  to perform measurements at four locations geoelectrical mapping with dipole-dipole configuration a long stretch of track for every 500 meters. Geoelectrical measurement results showed on track 1 in Source Kulon-Kalitirto, District Berbah, interpretedas  volcanic rocks such as basalt lava and tuff. Tracks 2 in Pilang-Srimulyo, District Piyungan, iterpreted as volcanic rocks of scoria breccia. Tracks 3 in Ngeblak-Bawuran, District Pleret, interpreted as lava and tuff. And track 4 on Guyangan-Wonolelo, District Pleret interpreted as form of tuff and lava. Volcanic rocks are generally having a high resistivity value > 300 Ωm. The content of water or mineralization tends to reduce the resistivity value of resistant volcanic rock.
Evaluasi Massa Batuan Terowongan Eksplorasi Uranium Eko-Remaja, Kalan, Kalimantan Barat Dhatu Kamajati; Heri Syaeful; Mirna Berliana Garwan
EKSPLORIUM Vol 37, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.032 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2016.37.2.3110

Abstract

ABSTRAKTerowongan eksplorasi uranium Eko Remaja, Kalan, Kalimantan Barat merupakan salah satu sarana penelitian cebakan uranium yang sangat penting. Terowongan ini dibangun tahun 1980 dengan panjang 618 meter dan menembus Bukit Eko di kedua sisinya. Batuan di terowongan ini relatif kompak, tetapi memiliki zona lemah di beberapa bagiannya. Penyanggaan merupakan metode yang digunakan untuk menanggulangi keruntuhan tanah dan batuan yang terjadi pada zona lemah di terowongan. Pemasangan penyangga yang selama ini dilakukan berdasarkan pola keruntuhan yang terjadi pada saat pembukaan terowongan tanpa melalui studi khusus menyangkut karakterisasi massa batuan dan kebutuhan sistem penyangga. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat keselamatan terowongan Eko-Remaja dan kesesuaian lokasi penyangga. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan karakteristik massa batuan menggunakan metode Rock Mass Rating (RMR) antara lokasi penyangga batuan terpasang dan lokasi penyangga batuan tidak terpasang. Berdasarkan hasil analisis, nilai RMR pada lokasi terpasang penyangga diklasifikasikan ke dalam kelas IV atau batuan buruk. Sementara itu, di lokasi tidak terpasang penyangga batuan diklasifikasikan ke dalam kelas II atau batuan baik. Berdasarkan korelasi antara hasil perhitungan RMR dengan roof span terowongan Eko-Remaja disimpulkan bahwa posisi penyanggaan terowongan yang diwakili oleh lokasi pengamatan pada kedalaman 38 m, 73 m, dan 165 m sudah sesuai dengan sistem karakterisasi massa batuan menggunakan metode RMR. ABSTRACTEko-Remaja uranium exploration tunnel, Kalan, West Kalimantan is one of the important facilities for uranium deposit research. The tunnel was built in 1980 with a length of 618 meters penetrating Eko Hill on both sides. The rock inside the tunnel is relatively compact, but it has weak zones in some area. Ground supporting is a method used to overcome the soil and rock collapses which occurred in the tunnel weak zones. Installation of ground supporting system throughout the recent time based on the soil collapse pattern, which occurred when the tunnel opened without any specific study related to rock mass characterization and the requirement of ground support system. This research conducted to evaluate the safety level of Eko-Remaja tunnel and the suitability of ground support location. The evaluation performed by comparing the rock mass characteristics using Rock Mass Rating (RMR) method between the installed rock support and uninstalled rock support locations. Based on the analysis result, RMR value on the installed ground support is classified as class IV or poor rock. Meanwhile, on uninstalled location, the rock is classified as class II or fair rock. Based on the correlation between RMR calculation result and Eko-Remaja tunnel roof span, it is concluded that tunnel ground supports position which are represented by observation location on 38 m, 73 m, and 165 m depth are suitable with rock mass characterization system using RMR method.
Potensi Thorium dan Uranium di Kabupaten Bangka Barat Ngadenin Ngadenin; Heri Syaeful; Kurnia Setiawan Widana; Muhammad Nurdin
EKSPLORIUM Vol 35, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1441.352 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2014.35.2.2754

Abstract

Thorium dan uranium di Pulau Bangka terdapat di dalam mineral monasit. Secara geologi monasit terbentuk pada granit tipe S, batupasir serta endapan aluvium. Di daerah Bangka Barat terdapat beberapa granit tipe S dan aluvium hasil rombakannya sehingga wilayah ini dianggap sebagai wilayah potensial untuk terbentuk cebakan monasit tipe plaser. Granit tipe S dianggap sebagai sumber monasit sedangkan aluvium hasil rombakannya dianggap sebagai tempat berakumulasinya monasit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi geologi dan potensi sumber daya thorium dan uranium pada endapan aluvium di Bangka Barat. Metoda yang digunakan adalah pemetaan geologi, pengukuran kadar thorium dan uranium batuan, pengambilan sampel batuan granit untuk analisis petrografi, pengambilan sampel mineral berat pada aluvium untuk analisis butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi di wilayah Bangka Barat tersusun oleh satuan sekis, satuan metabatupasir, terobosan granit, terobosan diabas, satuan batupasir dan aluvium. Monasit dijumpai pada terobosan granit, satuan batupasir dan aluvium. Sesar yang berkembang adalah sesar-sesar yang berarah relatif barat laut–tenggara, timur laut–barat daya dan barat–timur. Hasil analisis butiran mineral berat menunjukkan persentase monasit rata-rata dalam mineral berat adalah sebesar 6,34%. Mineral lain yang terdapat dalam cebakan plaser dan cukup potensial adalah zirkon 36,65 %, ilmenit 19,67%, dan kasiterit 14,75%. Thorium and uranium in Bangka Island are mainly found in monazite mineral. In the geological point of view the monazite formed in S type granite, sandstones and alluvial deposits. In Bangka Baratwhere several S types granite and also alluvial deposites and this area considered as a potential area for monazite placer. S type granites are predicted as a source of monazite while alluvial deposits are considered as a dispersion place for deposition of monazite. The purpose of this study is to determine the geological information and to know the hypothetical potency of thorium and uranium resources in alluvial deposits. The methodsusedin this study are geological mapping, measurement of thorium and uranium contents in the rock, sampling of granite for petrographic analysis, sampling of heavy mineral in alluvial deposits for grain size analysis. Results of the research show that the lithology of West Bangka region composed of schist unit, meta-sandstone unit, granite intrusion, diabase intrusion, sandstone unit and alluvial deposits. Monazite is found in granite intrusion, sandstone unit and alluvial deposits. Evolving fault strend to northwest-southeast, northeast-southwest and west-east.The results of the grain size analysis of heavy mineral shows the average percentage of monazite in the heavy mineral is 6.34%. Other potential minerals contained in placer deposits are zircon 36.65%, ilmenite 19.67% and cassiterite 14.75%.
Studi Prospek Monasit di Daerah Tumbang Rusa, Tanjung Pandan, Belitung, Propinsi Bangka Belitung Bambang Soetopo; Lilik Subiantoro; Ngadenin Ngadenin; Nunik Madyaningarum
EKSPLORIUM Vol 32, No 155 (2011): Mei 2011
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.119 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2011.32.155.2828

Abstract

Mineral monasit secara kimia mengandung U, Th dan elemen tanah jarang (REE) yang secara geologi keberadaannya berasosiasi dengan zirkon sebagai endapan plaser pantai dan sungai. Sebaran granit yang mengandung monasit terdapat dalam satu jalur timah Malaysia, Bangka Belitung, Karimata. Kandungan monasit dalam konsentrat pasir 2,72 % dan dalam granit 1 – 2 %. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi karakter geologi, sebaran dan potensi sumberdaya monasit pada area 10 km2. Metode yang dilakukan adalah pengukuran radioaktivitas batuan dan endapan aluvial, pengambilan contoh mineral berat dan analisis laboratorium yang meliputi analisis butir serta kadar U, Th dan RE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara geologi batuan terdiri dari Formasi Kelapa Kampit yang berumur Karbon – Perm yang telah mengalami metamorfosa dan terpatahkan serta terterobos oleh granit berumur Trias – Jura yang mengandung monasit, zirkon. Akibat proses pelapukan, sedimentasi mineral monasit, zirkon terlepas dan terendapkan sebagai aluvial yang tersebar berarah NW – SE, yang tercermin dari data pengukuran radioaktivitas aluvial berkisar antara 75– 400 c/s. Kadar U berkisar antara 9,5 – 76,5 ppm U dan kadar Th 55 – 610 ppm Th dengan luas area prospek 399,3 Ha. Monazite mineral chemically contained U, Th and rare earth elements (REE) that geologically associated with the presence of zircon as plaser beach and river sediments. Distribution of granite that containing monazite lays on a single point lead Malaysia, Bangka Belitung, Karimata. The content of monazite sands in concentrate reached 2.719% is in the granite contain monazite 1-2%. The purpose of this research are expected to get the geological character of information acquisition, distribution and potentially resource of Monazite in the10 km2 area​​. The method taken are the radioactivity measurement of rocks and sediment, heavy mineral sampling and laboratory analysis, including grain size analysis and the levels of U, Th and RE.The Results of research showed that, in geological rock formation composed of Carbon-old klampit - Perm who have metamorfosed and unbreakable then intrusived by granite Triassic - Jurassic containing monazite, zircon. Due process of weathering, sedimentation of mineral monazite, zircon separated and deposited as alluvial scattered trending NW - SE, which is reflected from the measurement data alluvial radioactivity ranged from 75-400 c / s. U concentration ranges from 9.5 to 76.5 ppm U and Th content of 55-610 ppm Th with the prospect area 399.3 Ha.
Geologi Daerah Muntok dan Potensi Granit Menumbing Sebagai Sumber Uranium (U) dan Thorium (Th) Kurniawan Dwi Saksama; Ngadenin Ngadenin
EKSPLORIUM Vol 34, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.808 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2013.34.2.2809

Abstract

Secara geologi di Bangka Barat terdapat beberapa granit yaitu Granit Menumbing, Granit Pelangas, Granit Jebus, dan Granit Tempilang. Secara tektonik granit-granit tersebut merupakan granit jalur timah yang membentang dari Thailand–Malaysia–Bangka Belitung. Granit jalur timah atau granit sumber timah (kasiterit) dapat berperan sebagai granit sumber uranium dan thorium. Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi geologi daerah Muntok dan sekitarnya dan mengetahui potensinya sebagai sumber U dan Th. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan wilayah Muntok dan sekitarnya skala 1 : 25.000, pengukuran kadar U dan Th di wilayah Granit Menumbing, analisis petrografi dan butiran mineral berat sampel Granit Menumbing. Penentuan granit sebagai sumber U dan Th berdasarkan data keterdapatan mineral radioaktif, anomali kadar U dan Th, pengamatan megaskopis dan  mikroskopis dari granit.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi daerah Muntok dan sekitarnya merupakan dataran bergelombang denudasional hingga perbukitan dengan ketinggian berkisar 0–455 m dpl (di atas permukaan laut). Stratigrafi daerah Mentok dan sekitarnya dari tua ke muda adalah satuan metabatupasir, terobosan Granit Menumbing, dan endapan aluvial. Sesar yang berkembang adalah sesar yang berarah relatif barat-timur. Berdasarkan keberadaan mineral radioaktif, kadar U dan Th serta tipe granitnya maka Granit Menumbing merupakan granit sumber Th bukan sumber U. In the West Bangka there are some granites namely Menumbing, Pelangas, Tempilang, and Jebus granite. The granites is granite tin belt that stretches from Thailand-Malaysia-Bangka Belitung. Granite tin belt or granite source of tin (cassiterite) can act as a source of U and Th. Aims of the study is to find out the informationon the geology of Muntok area and its surrounding and to determine the potency of Menumbing granite as a source of U and Th. The methods used is surface geological mapping in Muntok areas and its surrounding with scale 1 : 25.000, measurement grade of uranium and thorium in Menumbing granite areas and petrographic and grain size analysis of sample of Menumbing granite. Determination of granites a source of  U and Th is based on content of  radioactive mineral, anomaly of U and Th, megascopic and microscopic observation of granite. Morphology of Muntok areas and its surrounding is denudasional undulating plains to hills with an elevation ranging from 0 to 455 meters. Sratigraphy of research areas from old to young is metasandstone units, granite intrusion of Menumbing and alluvial. Evolving fault is a fault trending West-East. Based on the presence of radioactive minerals, grade of U and Th as well as the type of granite, it was concluded that the Menumbing granite is a source of Th and not sources of U.
Pengendapan Uranium dan Thorium Hasil Pelarutan Slag II Mutia Anggraini; Budi Sarono; Sugeng Waluyo; Rusydi Rusydi; Sujono Sujono
EKSPLORIUM Vol 36, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.242 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2015.36.2.2776

Abstract

Proses peleburan timah menghasilkan limbah berupa slag II dalam jumlah besar. Slag II sebagai terak pada proses peleburan timah masih mengandung beberapa unsur utama antara lain 0,0619% uranium, 0,530% thorium, 0,179% P2O5, dan 6,194% logam tanah jarang (LTJ) oksida total. Berdasarkan fakta tersebut, maka sangat menarik untuk meneliti pengolahan slag II, terutama untuk memisahkan uranium dan thorium yang terkandung di dalamnya. Uranium dan thorium dilarutkan dengan pelarut asam (H2SO4). Recovery pelarutan slag II dari hasil peleburan timah pada kondisi optimum adalah 98,52% uranium, 83,16% thorium, 97,22% fosfat, dan 69,62% LTJ. Uranium, thorium, LTJ, dan fosfat yang telah terlarut diendapkan agar masing-masing unsur terpisah. Faktor yang mempengaruhi kesempurnaan reaksi pada pengendapan antara lain reagen yang digunakan, pH reaksi, suhu, dan waktu. NH4OH digunakan sebagai reagen pengendapan dengan kondisi optimum proses pada pH 4. Suhu dan waktu reaksi tidak mempengaruhi proses. Recovery pengendapan yang dihasilkan adalah 93,84% uranium dan 84,33% thorium. Tin smelting process produces waste in the form of large amount of slag II. Slag II still consist of major elements such as 0.0619% uranium, 0.530% thorium, 0.179% P2O5 and 6.194% RE total oxide. Based on that fact, the processing of slag II is interesting to be researched, particularly in separating uranium and thorium which contained in slag II. Uranium and thorium dissolved using acid reagent (H2SO4). Percentage recovery of uranium, thorium, phosphate and RE oxides by dissolution method are 98.52%, 83.16%, 97.22%, and 69.62% respectively. Dissolved uranium, thorium, phosphat, and RE were each precipitated. The factors which considerable affect the precipitation process are reagent, pH, temperature, and time. NH4OH is used as precipitation reagent, optimum condition are pH 4. Temperature and time reaction did not influence this reaction. Percentage recovery of this precipitation process at optimum condition are 93.84% uranium and 84.33% thorium.
Karakteristik Unsur Jejak Dalam Diskriminasi Magmatisme Granitoid Pulau Bangka Kurnia Setiawan Widana; Bambang Priadi
EKSPLORIUM Vol 36, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.762 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2015.36.1.2766

Abstract

Geologi Pulau Bangka disusun oleh variasi granit sebagai Granitoid Klabat yang tersebar di berbagai lokasi. Unsur jejak dapat diaplikasikan dalam diskriminasi magmatisme dalam pembentukan granitoid tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik granitoid yang tersebar di Pulau Bangka berdasarkan geokimia unsur jejak untuk diaplikasikan dalam mempelajari magmatisme, sumber dan situasi tektoniknya.Metode analisis geokimia yang diaplikasikan dengan menggunakan Analisis Aktivasi Neutron (AAN) dan portableX-Ray Fluorescence (pXRF) untuk analisis kualitatif dan kuantitatif pada 27 sampel  dari Granitoid Klabat di Pulau Bangka.Hasil penelitian ini menyimpulkan Granitoid Bangka Utara (Belinyu) dan Bangka Tengah sebagai  percampuran kerak-mantel dengan afinitas Calc-Alkaline, karakteristik Tipe I sedangkan Granitoid Bangka Selatan dan Barat asal kerak dengan afinitas High-KCalc-Alkaline sebagai Tipe S. Diharapkan diskrimasi magmatisme granitoid bermanfaat dalam memberikan panduan eksplorasi bahan galian nuklir di Pulau Bangka. Geology of Bangka Island consists by variation of granite as Klabat Granitoid scattered in various locations. Trace elements can be applied in magmatism discrimination of granitoid.The purpose of this study was to determine the characteristics Bangka Island granitoid based on trace element geochemistry to be applied in the study of magmatism, source and tectonic situation. Geochemical analyses method used are the Neutron Activation Analysis (NAA) and portableX-Ray Fluorescence (pXRF) for qualitative and quantitative analyses on 27 samples of Klabat granitoid on Bangka Island. This study concluded granitoid East Bangka (Belinyu) and Central Bangka as crust-mantle mixing with affinityCalc-Alkaline, characteristic of I Type while South and West Bangka granitoid crust origin with affinity high K Calc-Alkaline as S Type. Expectedmagmatismdiscrimination ofgranitoidhelpfulin providingradioactive mineral explorationguidein BangkaIsland.

Page 8 of 20 | Total Record : 194