cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Litbang Industri
ISSN : 22523367     EISSN : 25025007     DOI : 10.24960
Core Subject : Engineering,
Jurnal Litbang Industri (JLI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. JLI memuat artikel primer yang bersumber langsung dari hasil riset industri, olahan hasil pertanian, penanggulangan pencemaran industri. Semua naskah direview oleh mitra bestari. Jurnal Litbang Industri Padang diterbitkan oleh Balai Riset dan Standardisasi industri Padang, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. p-ISSN: 2252-3367 e-ISSN: 2502-5007
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2021)" : 13 Documents clear
Produksi garam di lahan geomembran: Perhitungan kapasitas produksi, mutu dan perbandingannya dengan garam tradisional Lancy Maurina; Mahlinda Mahlinda; Abdul Thalib; Ridho Kurniawan
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v11i2.6935.138-144

Abstract

Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah penghasil garam di Indonesia, dengan daerah utama penghasil garam terdapat di Kab. Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang dan Simeuleu. Umumnya, proses pengolahan garam masih dilakukan secara tradisional dengan cara perebusan air garam menggunakan kayu bakar sebagai pemanas hingga air menguap dan menyisakan butiran garam berwarna putih buram. Teknologi perebusan ini memiliki beberapa kekurangan diantaranya harga kayu bakar semakin mahal, jumlah produksi sangat terbatas dan mutu garam yang dihasilkan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses kristalisasi garam menggunakan geomembran, menghitung kapasitas produksi dan menguji produk sesuai SNI. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan proses produksi garam tradisional. Hasil penelitian menunjukkan, lahan geomembran dapat menghasilkan garam lebih banyak dengan selisih sebesar 1.100 kg/10 hari atau terjadi peningkatan produksi sebesar 122,22 %. Hasil uji kadar NaCl menunjukkan kadar NaCl garam geomembran lebih tinggi 6,12% dari garam tradisional. Sementara, hasil pengujian warna menunjukkan garam geomembran berwarna putih jernih, sementara garam tradisional memiliki warna putih buram.
Produksi karbon aktif arang tempurung kelapa menggunakan kombinasi metode aktivasi secara kimia dan steam tekanan rendah Ahmad Muhajir; Izarul Machdar; Mariana Mariana
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7104.110-116

Abstract

Arang dapat diubah menjadi karbon aktif melalui tahapan aktivasi, yang mana proses ini dapat dilakukan secara kimia maupun fisika, dengan tujuan memperbesar ukuran porinya.Pada paper ini telah dikaji mengenai karakteristik karbon aktif dari arang tempurung kelapa yang diaktivasi menggunakan metode kombinasi aktivasi kimia dan steam tekanan rendah. Arang tempurung kelapa yang digunakan berasal dari pengrajin di Desa Teubang Phui. Arang diaktivasi secara kimia dengan cara direndam dalam larutan Asam Fosfat (H3PO4) 60%, 70%, dan 80%, dengan lama waktu aktivasi 1, 2, dan 3 hari.  Karakterisasi karbon aktif meliputi uji kadar air, kadar zat menguap, kadar abu total, kadar karbon menunjukan nilai rata-rata yaitu berturut-turut 0,04%; 3,02%; 3,02%; dan 93,96%. Aktivasi karbon dilanjutkan dengan disteam pada suhu 100oC selama 4 jam. Hasil uji daya serap iodin menunjukan peningkatan berkisar antara 3-12% dari sebelum disteam. Semua parameter memenuhi syarat baku mutu karbon aktif menurut SNI 063730-95, kecuali bilangan iod yang nilainya < 200 mg/g. Spektrum FTIR tidak menunjukan perbedaan gugus fungsi antara sebelum dan sesudah aktivasi arang tempurung kelapa. Luas permukaan karbon aktif yang teraktivasi dengan H3PO4 60%, perendaman 1 hari, serta disteam, yaitu  23,235 m2/g.
Pengaruh ukuran saringan dan konsentrasi gula terhadap sifat fisika kimia konsentrat sari buah kundur (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn) Inda Three Anova; Kamsina Kamsina; Firdausni Firdausni; Yulia Helmi Diza; Yurnita Yurnita
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7400.145-150

Abstract

Buah kundur (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn) telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu bahan pangan fungsional. Pemanfaatan buah kundur biasanya dengan cara dibuat sari buah yang diminum langsung atau dikombinasikan dengan campuran sari buah lainnya. Kandungan buah kundur terdiri dari air, protein, karbohidrat, serat vitamin dan mineral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari perlakuan variasi ukuran saringan yaitu 40 mesh,  60 mesh,  80 mesh, dan konsentrasi gula yaitu 30% dan 40% yang digunakan pada pembuatan konsentrat sari buah kundur. Terhadap konsentrat yang diperoleh dilakukan pengamatan pH, kekentalan, analisa kadar serat, kadar gula, mineral, vitamin C dan aktivitas antioksidan. Perlakuan ukuran saringan 40 mesh dengan  konsentrasi gula 40% memberikan hasil yang optimal dengan pH 4,87, kekentalan 12,09 cP, kadar serat 0,15%,  kadar gula 29,91%, kandungan mineral kalsium (Ca) 0,0002%, magnesium (Mg) 0,0057%, kalium (K) 0,0474 % dengan kadar vitamin C 0,0057%  dan aktivitas antioksidan 55,65%.
Peningkatan daya buih susu skim sebagian rekombinasi dengan penggunaan penstabil Ahmad Johari; Sugiyono Sugiyono; Dede Robiatul Adawiyah
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v11i2.6745.79-89

Abstract

Susu banyak digunakan untuk memberikan rasa milky dan kestabilan buih pada minuman kopi seperti cappuccino dan latte. Karakteristik buih susu pada lapisan atas minuman kopi akan menentukan kualitas keseluruhan suatu produk. Penstabil berperan penting pada stabilitas buih dan tekstur produk akhir yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula susu skim sebagian rekombinasi yang disukai oleh konsumen dan meningkatkan daya buih formula terpilih dengan penambahan penstabil microcrystalline cellulose (MCC) atau xanthan gum (XG). Konsentrasi xanthan gum yang digunakan adalah 0,10%, 0,15%, 0,20% dan konsenstrasi microcrystalline cellulose yang digunakan adalah 0,08%, 0,10%, 0,12%. Formula yang disukai oleh konsumen adalah formula dengan kadar laktosa 1,60%. Formula dengan penambahan microcrystalline cellulose tidak berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol pada volume buih dan foam volume stability index (FVSI). Penambahan xanthan gum memberikan pengaruh nyata pada volume buih dan FVSI. Konsentrasi terbaik xanthan gum adalah 0,10% dengan suhu frothing 60 °C dan biaya formula Rp. 6.176,00 per Kg. Penambahan xanthan gum secara nyata meningkatkan nilai viskositas dan berdampak nyata pada sifat sensori. Sampel terpilih yang disimpan selama 0-7 hari pada suhu 4 oC memiliki nilai pH, viskositas, warna, volume buih dan FVSI yang tidak berbeda nyata serta sifat sensori (atribut gurih, milky dan asin) yang sama.
Utilization of mensiang (Actinoscorpus grosus L.) as a cellulose-rich material for furfural synthesis Fransiska Angelina G Rezekinta; Anwar Kasim; Novizar Nazir; F Failisnur
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7212.117-123

Abstract

The cellulose content of mensiang varies from 22% in the flower to 33% in the root. This could be used as a starting point for furfural synthesis. To separate furfural, several conditions are set for the distillation and evaporation processes. The conditions were rootstock part (A), upper stem part (B), whole stem part (C), whole stem with flowers part (D), and whole stem, flowers, and root part (E). Furfural content in the mensiang plant was conducted using Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GCMS) for the highest yield 11.78%, D treatment. Furfural synthesized from the mensiang plant has a furfural content of 96%. Furfural's density was 1.160 g/ml, boiling point was 161 oC, refractive index was 1.5120 obrix, and its viscosity was 1.46 cp.
Front Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 11 No. 2 Desember Tahun 2021 Sofyan Sofyan
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7569.%p

Abstract

Front Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 11 No. 2 Desember Tahun 2021
Design of mold press for the manufacturing of silica sand pellet form Dedikarni Panuh; Rieza Zulrian Aldio; Amir Surya Hidayah
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v11i2.6921.90-96

Abstract

Currently, the ceramic industries is utilizing many natural mineral resources. The purpose of this study is to design and manufacture the tool; a mold press pellet or silica sand mold  and to obtain the results of silica sand pellets that are affected by varying pressure. The materials used for the tools were STM A276, Type 410 steel. ST60 martensite. SS400 steel was used to made the round plate at a mold position. This study produced mold with dimensions of 25.45 mm of diameter, height of 89 mm, volume at 45.07 cm³ with a mold circle area of 5.06 cm² and punch cross-sectional area of 452.16 mm². The maximum pressing force on the mold was 49050 N, the normal stress result was 108.47 MPa, the strain value was 3.8 mm / mm, the modulus of elasticity value was 28.54 MPa, the mold material had a maximum limit of 812,871 MPa, indicating that the mold material used was very good. This silica sand pellet mold produced can be utilized for the development of fuel cell and composite materials.
Preparation of chitosan-based nanofiber mats containing Soluplus® as a potential polymeric carrier by electrospinning process Rizka Yulina; Irene Bonadies; Giovanni Dal Poggetto; Paola Laurienzo
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7149.124-130

Abstract

A preparation of chitosan-based nanofiber mats loaded with Soluplus as a novel carrier polymer was carried out. Soluplus, a water-soluble amphiphilic copolymer, was added to provide a nanofiber structure that will be useful in applications as drug delivery system. In this study, a mixture of chitosan, polyethylene oxide (PEO), and Soluplus micelles was electrospun into nanofibers and characterized using SEM to observe the fiber morphology. Rhodamine (Rh) was used as a model molecule trapped inside Soluplus micelles. The results showed that chitosan-based nanofiber mats were successfully realized by electrospinning of the chitosan/PEO polymer blend solution at a ratio of 3:2 with 4 wt% total polymer concentration. The optimum electrospinning parameters to obtain the nanofibers were at 30 kV electrical potential, 0.2 ml/hour feed rate, and 30 cm distance between the needle tip and the collector. The addition of Soluplus at four times greater critical micelles concentration (CMC) was still able to provide smooth and bead-less nanofibers morphology. Nanofiber mats with Rh-Soluplus have an average fiber diameter of 56 nm, a slightly thinner than the nanofibers with chitosan/PEO alone (63 nm). A preliminary study of Rh release from Soluplus micelles, as well as from Soluplus loaded in the nanofiber mats, showed slower release of Rh from Soluplus loaded in the nanofiber mats compared to the free Soluplus.
Abstrak Jurnal Litbang Industri Vol. 11 No. 2 Desember Tahun 2021 Firdausni Firdausni
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7570.iii-xii

Abstract

Abstrak Jurnal Litbang Industri Vol. 11 No. 2 Desember Tahun 2021
Pengaruh alkalisasi pada pasta kakao terhadap rendemen minyak hasil pengempaan Dewi Arziyah; Sri Mutiar
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v11i2.6901.97-102

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh alkalisasi dengan menggunakan tiga senyawa kimia terhadap lemak kakao. Alkalisasi menggunakan senyawa kimia Na2CO3, K2CO3 dan Ca(OH)2 dengan konsentrasi masing-masingnya 0,5%, 1%, 1,5%, 2% dan 2,5%. Alkalisasi dan ukuran partikel adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pengolahan untuk menghasilkan cokelat berkualitas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Data selanjutnya diuji menggunakan Least Significant Difference pada tingkat signifikansi 5% untuk menemukan karakteristik terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh interaksi antara jenis bahan kimia dengan konsentrasinya terhadap rendemen minyak kakao, pH, dan analisis warna. Kombinasi perlakuan yang menghasilkan rendemen tertinggi adalah penambahan alkali Na2CO3 pada konsentrasi 2,5% dengan suhu 80oC dengan rendemen  35,33 %.   

Page 1 of 2 | Total Record : 13