cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian)
Published by Politeknik AKA Bogor
ISSN : 02151243     EISSN : 26544075     DOI : -
Warta IHP (Industri Hasil Pertanian) is a Scientific Journal which is sourced from research papers, new theoretical/interpretive findings, and critical studies or reviews (by invitation) in the agro-based industry scope that cover any discipline such as: food science and technology, agricultural industry technology, chemistry and essential oils, agricultural products processing machinery, food microbiology, renewable energy, chemical analysis, and food engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 34, No 1 (2017)" : 14 Documents clear
Proses Reduksi Kandungan Kalsium Oksalat pada Pembuatan Tepung Talas Aviana, Tita; Hawani Loebis, Enny
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.116 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan beberapa perlakuan proses pada pembuatan tepung talas yang bertujuan untuk mengurangi kandungan kalsium oksalat. Tepung talas merupakan salah satu produk turunan umbi talas yang dibuat untuk memudahkan dalam penyimpanan untuk diolah menjadi produk makanan lainnya. Rasa gatal yang diakibatkan tingginya kandungan kalsium oksalat pada talas merupakan kendala yang perlu dihilangkan untuk meningkatkan daya terima produk olahan talas. Untuk mendapatkan tepung talas yang tidak menimbulkan rasa gatal saat dikonsumsi, dilakukan percobaan perlakuan terhadap bahan baku meliputi proses perendaman dengan larutan asam sitrat dan garam. Tepung yang dihasilkan kemudian diolah menjadi produk pangan berupa kukis dan brownies. Analisa yang dilakukan meliputi kandungan kalsium oksalat dan uji organoleptik terhadap tepung dan produk tepung talas. Pengujian kandungan oksalat  menunjukkan perlakuan perendaman dapat mengurangi kandungan kalsium oksalat pada tepung talas. Hasil uji kandungan kalsium oksalat terhadap produk kukis dan brownies adalah tidak terdeteksi.
Isolasi, Uji Aktifitas Antibakteri dan Identifikasi Senyawa Aktif Kapang Endofit dari Tanaman Belimbing Manis (Averrhoa carambola L. ) Anindyawati, Trisanti; Priadi, Dodi
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.116 KB)

Abstract

Tanaman belimbing (Averrhoa carambola) memiliki potensi farmakologis, antara lain sebagai senyawa antimikroba. Kapang endofit isolat A 1.1 yang diisolasi dari ranting tanaman belimbing, diuji potensinya sebagai antibakteri terhadap Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Uji antibakteri dilakukan dengan metoda difusi cakram. Analisis GC-MS dilakukan terhadap ekstrak etil asetat kapang endofit A 1.1 untuk identifikasi komponen kimianya. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dan ekstrak kloroform mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji. Ekstrak etil asetat mempunyai aktivitas DDH (7,5 mm) lebih besar dibanding ekstrak kloroform (6,10 mm) terhadap B. subtilis. Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat kapang endofit A 1.1 mengandung 17 komponen kimia. Komponen utamanya adalah 1-Octadecene, 1-Dococene dan 1-Hexadecene.
Flakes Sarapan Pagi Berbasis Mocaf dan Tepung Jagung Susanti, Irma; Hawani Loebis, Enny
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.116 KB)

Abstract

Produk pangan sarapan siap santap berbentuk flakes merupakan salah satu produk pangan yang cukup digemari oleh masyarakat terutama anak-anak. Hal ini dikarenakan proses yang praktis dan mengenyangkan. Saat  ini kebanyakan pangan sarapan dibuat dari serealia seperti gandum, jagung, dan beras, dan pengembangan alternatif bahan baku salah satunya dengan menggunakan tepung  Mocaf.Pada penelitian ini dibuat flake yang dibuat bahan baku utamanya adalah mokaf, dengan formulasi yaitu A1 90%:10% (tepung mocaf :tepung jagung), A2 80%:20% (tepung mocaf : tepung Jagung), A3 70%:30% (tepung mocaf :tepung jagung). Berdasakan  uji Organoleptik yang dilakukan dengan metode skalar garis, flakes terpilih adalah flakes dengan formula 80% tepung mocaf + 20%tepung jagung.  flakes tersebut memiliki kandungan sifat kimia yang meliputi kadar air  1,05%,kadar abu 1,46%, lemak 13,90%, protein 1,76%, serat pangan 3,56%, Karbohidrat  81,83%, yang kadar tersebut masuk dalam syarat SNI 01-2886-2000 makanan ringan, serta memiliki jumlah kalori yang dihasilkan  459,70 Kkal.
Identifikasi Senyawa Aktif dan Toksisitas Hayati Ekstrak N-Heksana, Etil Asetat dan Etanol Mikroalga Tetraselmis Chuii Secara Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Sri Agustini, Ni Wayan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.116 KB)

Abstract

Tetraselmis chuii adalah salah satu jenis mikroalga yang termasuk ke dalam  kelas Chlorophyceae, dan mempunyai prospek sebagai penghasil senyawa bioaktif yangbermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, antitumor, antikanker dan lain-lain.  Uji potensi suatu senyawa bioaktif diantaranya dengan melakukan uji toksisitas hayati menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).  Senyawa bioaktif diekstraksi menggunakan metode sokletasi, dengan berbagai tingkat kepolaran yaitu n-heksana (non polar), etil asetat (semi polar) dan etanol(polar).   Uji toksisitas dilakukan terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan menghitung nilai LC50. Identifikasi senyawa dengan menggunakan Kromatografi Gas Spektrofotometer Massa (KG-SM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa toksisitas hayati dari ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol dengan nilai LC50 secara berturut-turut adalah 39,30 ppm (n-heksana); 38,53 ppm (etil asetat); 239,12ppm (etanol). Tahap selanjutnya ekstrak n-heksana dan etil asetat dilakukan fraksinasi dan penyederhanaan fraksi. Pada ekstrak n-heksana diperoleh 4 fraksi, sedangkan ekstrak etil asetat diperoleh 6 fraksi.  Toksisitas hayati pada fraksi n-heksana adalah fraksi no 2 dengan nilai LC50 sebesar 32,61 ppm, mengandung Phytol 2 – Hexadecen – 1 – ol 3,7,11,15 – tetramethyl dan 1,2 Benzendicarboxylic acid, mono (2 – ethylhexyl) ester  sedangkan pada ekstrak etil asetat nilai LC50 tertinggi diperoleh dari fraksi no 1 yaitu  38,44 ppm, mengandung 1,2 Benzendicarboxylic acid, bis (2-ethylhexyl) ester.  Berdasarkan hasil yang diperolehekstrak n-heksana dan etil asetat dari T. chuii bersifat toksik dan berpotensi sebagai salah satu alternatif obat antikanker alami.
Penggunaan Kembali Katalis Nikel Bekas untuk Hidrogenasi Minyak Sawit dan Minyak Inti Sawit Abdi Hasibuan, Hasrul
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.116 KB)

Abstract

Proses hidrogenasi minyak sawit dilakukan menggunakan katalis nikel yang setelah proses akan dipisahkan dari produk dengan cara penyaringan. Katalis nikel bekas jarang sekali digunakan berulang karena efektivitasnya menurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan berulang katalis nikel bekas untuk hidrogenasi minyak sawit dan minyak inti sawit. Penelitian dilakukan dengan 4 tahapan meliputi: 1) penggunaan katalis nikel bekas untuk hidrogenasi (recycle), 2) perolehan kembali nikel dari katalis nikel bekas menggunakan teknik pelindian asam nitrat (recovery), 3) regenerasi nikel ter-recovery melalui impregnasi dan presipitasi menggunakan silika, alumina, dan bleaching earth yang selanjutnya diaktivasi dengan cara reduksi (regeneration), dan 4) pemanfaatan nikel teregenerasi untuk hidrogenasi (reuse). Katalis nikel bekas masih dapat digunakan kembali untuk hidrogenasi namun kadar asam lemak bebas pada produk meningkat. Recovery nikel sebesar 99,6% dari katalis nikel bekas dapat diperoleh menggunakan asam nitrat dengan konsentrasi 1,8 M, rasio katalis nikel bekas dan asam nitrat pada nisbah 1:14, suhu pada 80 °C dan waktu reaksi selama 4,8 jam. Katalis nikel terimpregnasi dan terpresipitasi dapat digunakan untuk menghidrogenasi minyak sawit.
Effect of Mixed Culture Lactic Acid Bacteria Fermentation and Autoclaving-Cooling Cycle on the Level of Resistant Starch Modified Purple Sweet Potato Flour (Ipomea batatas var Ayamurasaki Setiarto, Raden Haryo Bimo; Widhyastuti, Nunuk
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.116 KB)

Abstract

This study aimed to analyze the influence of mixed culture of lactic acid bacteria fermentation and autoclaving-cooling cycle for resistant starch content of modified purple sweet potato flour. Purple sweet potato slices had been fermented with mixed cultures of lactic acid bacteria (Lactobacillus plantarum B-307:Leuconostoc mesenteroides SU-LS 67) (1:1) for 24 hours at 370C. Then, fermented purple sweet potato slices had been autoclaved (1210C, 15 min) and cooled (40C, 24 hours), treatment was done for one, two and three cycles. Furthermore, purple sweet potato slices was done dried (800C, 18 hours), ground and sieved (80 mesh) to obtain modified purple sweet potato flour. Combination autoclaving-cooling and fermentation can increase levels of resistant starch of modified purple sweet potato flour. The more number of autoclaving-cooling cycle had been applied can increase significantly the levels of resistant starch. Treatment fermentation with autoclaving-cooling 1 cycles (FAC-1S) produced the highest resistant starch content (11.26%) compared to other treatments and it increased levels of resistant starch by 5.34-fold compared to control (2.11%). Increased levels of resistant starch can contribute for decrease the digestibility of modified purple sweet potato flour.
Penggunaan Kembali Katalis Nikel Bekas untuk Hidrogenasi Minyak Sawit dan Minyak Inti Sawit Hasrul Abdi Hasibuan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.741 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v34i1.4068

Abstract

ABSTRAK: Proses hidrogenasi minyak sawit dilakukan menggunakan katalis nikel yang setelah proses akan dipisahkan dari produk dengan cara penyaringan. Katalis nikel bekas jarang sekali digunakan berulang karena efektivitasnya menurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan berulang katalis nikel bekas untuk hidrogenasi minyak sawit dan minyak inti sawit. Penelitian dilakukan dengan 4 tahapan meliputi: 1) penggunaan katalis nikel bekas untuk hidrogenasi (recycle), 2) perolehan kembali nikel dari katalis nikel bekas menggunakan teknik pelindian asam nitrat (recovery), 3) regenerasi nikel ter-recovery melalui impregnasi dan presipitasi menggunakan silika, alumina, dan bleaching earth yang selanjutnya diaktivasi dengan cara reduksi (regeneration), dan 4) pemanfaatan nikel teregenerasi untuk hidrogenasi (reuse). Katalis nikel bekas masih dapat digunakan kembali untuk hidrogenasi namun kadar asam lemak bebas pada produk meningkat. Recovery nikel sebesar 99,6% dari katalis nikel bekas dapat diperoleh menggunakan asam nitrat dengan konsentrasi 1,8 M, rasio katalis nikel bekas dan asam nitrat pada nisbah 1:14, suhu pada 80 °C dan waktu reaksi selama 4,8 jam. Katalis nikel terimpregnasi dan terpresipitasi dapat digunakan untuk menghidrogenasi minyak sawit.
Modifikasi Flakes Sarapan Pagi Berbasis Mocaf dan Tepung Jagung Irma Susanti; Enny Hawani Loebis; Shilvi Meilidayani
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/warta ihp.v34i1.4067

Abstract

Produk pangan sarapan siap santap berbentuk flakes merupakan salah satu produk pangan yang cukup digemari oleh masyarakat terutama anak-anak. Hal ini dikarenakan proses penyajiapannya yang praktis dan mengenyangkan. Saat  ini kebanyakan pangan sarapan dibuat dari serealia seperti gandum, jagung, dan beras, dan pengembangan alternatif bahan baku salah satunya dengan menggunakan tepung  Mocaf. Pada penelitian ini dibuat flake yang dibuat bahan baku utamanya adalah mokaf, dengan formulasi yaitu A1 90%:10% (tepung mocaf :tepung jagung), A2 80%:20% (tepung mocaf : tepung Jagung), A3 70%:30% (tepung mocaf :tepung jagung). Berdasakan  uji Organoleptik yang dilakukan dengan metode skalar garis, flakes terpilih adalah flakes dengan formula 80% tepung mocaf + 20%tepung jagung.  flakes tersebut memiliki kandungan sifat kimia yang meliputi kadar air  1,05%,kadar abu 1,46%, lemak 13,90%, protein 1,76%, serat pangan 3,56%, Karbohidrat  81,83%, yang kadar tersebut masuk dalam syarat SNI 01-2886-2000 makanan ringan, serta memiliki jumlah kalori yang dihasilkan  459,70 Kkal.
Pengaruh Fermentasi Bakteri Asam Laktat dan Siklus Pemanasan Bertekanan-Pendinginan Terhadap Kadar Pati Resisten Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomea Batatas Var Ayamurasaki) Termodifikasi Raden Haryo Bimo Setiarto; Nunuk Widhyastuti
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.645 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v34i1.4069

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fermentasi kultur campuran bakteri asam laktat dan siklus pemanasan bertekanan–pendinginan terhadap kadar pati resisten tepung ubi jalar ungu termodifikasi. Irisan ubi jalar ungu difermentasi dengan kultur campuran bakteri asam laktat (Lactobacillus plantarum B-307: Leuconostoc mesenteroides SU-LS 67) (1:1) (vol/vol) selama 24 jam pada suhu 370C. Irisan ubi jalar ungu fermentasi selanjutnya diautoklaf (1210C, 15 menit) dan didinginkan (40C, 24 jam), perlakuan dilakukan untuk satu, dua dan tiga siklus. Irisan ubi jalar ungu kemudian dikeringkan (800C, 18 jam), digiling dan diayak (80 mesh) untuk mendapatkan tepung ubi jalar ungu modifikasi. Kombinasi pemanasan bertekanan-pendinginan dengan fermentasi mampu meningkatkan kadar pati resisten pada tepung ubi jalar ungu modifikasi. Semakin banyak jumlah siklus pemanasan bertekanan-pendinginan yang diaplikasikan dapat meningkatkan kadar pati resisten secara signifikan. Perlakuan fermentasi dengan 1 siklus pemanasan bertekanan-pendinginan (FAC-1S) menghasilkan kadar pati resisten tertinggi (11,26%) dibanding perlakuan lainnya dan meningkatkan kadar pati resisten sebesar 5,34 kali lipat dibandingkan perlakuan kontrol (2,11%). Peningkatan kadar pati resisten menyebabkan terjadinya penurunan daya cerna pada tepung ubi jalar ungu modifikasi.
Identifikasi Senyawa Aktif dan Toksisitas Hayati Ekstrak n-heksana, Etil Asetat dan etanol Mikroalga Tetraselmis chuii Secara Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Agustini, Ni wayan Sri; Setyaningrum, Miranda
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 34, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.31 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v34i1.4063

Abstract

Tetraselmis chuii adalah salah satu jenis  mikroalga yang termasuk ke dalam  kelas Chlorophyceae, dan mempunyai prospek sebagai penghasil senyawa bioaktif.  Senyawa bioaktif ini bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, antitumor, antikanker dan lain-lain.  Salah satu cara untuk mengetahui potensi suatu senyawa sebagai alternatif obat baru adalah dengan melakukan uji toksisitas hayati menggunakan metode  Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).  Senyawa bioaktif diisolasi dengan cara diekstraksi menggunakan metode sokletasi.   Pelarut yang digunakan  dengan berbagai tingkat kepolaran yaitu n-heksana (non polar), etil asetat (semi polar) dan etanol.(polar).   Uji toksisitas dilakukan  terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan menghitung nilai LC50. Identifikasi senyawa dengan menggunakan Kromatografi Gas Spektrofotometer Massa (KG-SM). Hasil  penelitian menunjukkan bahwa toksisitas hayati dari ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol dengan nilai LC50 secara berturut-turut adalah 39,30 ppm (n-heksana); 38,53 ppm (etil asetat); 239,12ppm (etanol). Tahap selanjutnya ekstrak n-heksana dan etil asetat dilakukan fraksinasi dan  penyederhanaan fraksi. Pada ekstrak n-heksana diperoleh 4 fraksi,  sedangkan eksrak etil asetat diperoleh 6 fraksi.  T0ikoksisitas hayati pada fraksi n-heksana adalah fraksi no 2 dengan nilai LC50 sebesar 32,61 ppm, sedangkan pada ekstrak etil asetat nilai LC50 tertinggi diperoleh dari fraksi no 1 yaitu  38,44 ppm. Hasil identifikasi senyawa dengan KG-SM pada fraksi no. 2 ekstrak n-heksana mengandung Phytol 2 – Hexadecen – 1 – ol 3,7,11,15 – tetramethyl dan 1,2 Benzendicarboxylic acid, mono (2 – ethylhexyl) ester, sedangkan  fraksi no. 1 ekstrak etil asetat mengandung 1,2 Benzendicarboxylic acid, bis (2-ethylhexyl) ester.  Berdasarkan hasil yang diperoleh,  ekstrak n-heksana dan etil asetat dari T. chuii bersifat toksik dan berpotensi sebagai salah satu alternatif obat antikanker yang bersifat alami.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2023) Vol 39, No 2 (2022) Vol 39, No 1 (2022) Vol 38, No 2 (2021) Vol 38, No 1 (2021) Vol 37, No 2 (2020) Vol 37, No 1 (2020) Vol 36, No 2 (2019) Vol 36, No 1 (2019) Vol 35, No 2 (2018) Vol 35, No 1 (2018) Vol 34, No 2 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 1 (2016) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 2 (2014) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 23, No 02 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 1 (1984) Vol 1, No 1 (1984) More Issue