cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian)
Published by Politeknik AKA Bogor
ISSN : 02151243     EISSN : 26544075     DOI : -
Warta IHP (Industri Hasil Pertanian) is a Scientific Journal which is sourced from research papers, new theoretical/interpretive findings, and critical studies or reviews (by invitation) in the agro-based industry scope that cover any discipline such as: food science and technology, agricultural industry technology, chemistry and essential oils, agricultural products processing machinery, food microbiology, renewable energy, chemical analysis, and food engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 36, No 1 (2019)" : 9 Documents clear
Identifikasi Skopoletin pada Ubi Kayu (Manihot esculenta C.) Sebagai Bahan Baku Industri Tapioka di Lampung Rhoito Frista Silitonga, S.Si; Fitri Hasanah; Reno Fitri Hasrini; Adityo Fajar Nugroho; Hendra Wijaya; Ika Kurnia Siswawati
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.643 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.5163

Abstract

Skopoletin adalah senyawa fenolik kumarin golongan phytoalexins yang terdapat pada banyak tanaman dan termasuk derivative kumarin yang menjadi unggulan pada beberapa jenis tanaman. Skopoletin pada berbagai jenis umbi-umbian telah diteliti, namun hasilnya masih bervariasi, terutama terkait bagian ubi kayu yang lebih banyak mengandung skopoletin. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi kandungan skopoletin pada beberapa bagian ubi kayu, yaitu ubi kayu utuh, bagian daging, daging dan kulit ari, serta  onggok dan air limbah industri tapioka yang berasal dari Lampung. Analisa kandungan skopoletin dilakukan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi dengan detektor fluoroscence. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan skopoletin tertinggi ada pada gabungan daging dan kulit ari ubi kayu, baik varietas Kasesart maupun Thailand, masing-masing sebesar 7,129 dan 7,768 mg/kg. Sedangkan nilai kandungan skopoletin pada onggok dan air limbah dari industri tapioka, berada di bawah limit deteksi alat, yaitu 0,1 mg/kg
Lembar Depan - -
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1221.434 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.5336

Abstract

Uji Stabilitas Warna Hasil Kopigmentasi Asam Tanat dan Asam Sinapat pada Pigmen Brazilin Asal Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Yuliasri Ramadhani Meutia; Irma Susanti; Nobel Christian Siregar
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.776 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.4504

Abstract

Secang merupakan jenis tanaman kayu yang berpotensi untuk digunakan sebagai pewarna alami pada makanan. Salah satu komponen warna dalam secang adalah pigmen brazilin. Suhu pemanasan, cahaya ultraviolet, dan adanya metal dapat mempengaruhi stabilitas dan laju degradasi pigmen brazilin. Salah satu cara untuk menurunkan laju degradasi pigmen brazilin adalah melalui proses kopigmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kopigmentasi dengan asam tanat dan asam sinapat terhadap stabilitas warna pigmen brazilin. Pada penelitian ini dilakukan kopigmentasi dengan senyawa kopigmen yaitu asam tanat dan asam sinapat dengan perbandingan 1:0; 1:1; 2:1; dan 5:1. Uji stabilitas dilakukan dengan menguji hasil kopigmentasi mana yang mengasilkan efek bathokromik dan hiperkromik terbaik saat dipanaskan pada suhu 40 °C, 50 °C, 60 °C, 70 °C, dan 80 °C. Pengukuran stabilitas warna diuji dengan laju retensi warna, konstanta laju degradasi (nilai k) dan pengukuran kualitas warna dilakukan menggunakan Chromameter dengan cara menguji nilai derajat merah dan biru (a value) dan °hue. Hasil menunjukkan bahwa kopigmentasi menggunakan asam tanat lebih efektif dalam menstabilkan pigmen brazilin dibandingkan dengan kopigmentasi dengan asam sinapat melalui hasil uji bathokromik, hiperkromik, retensi warna, konstanta laju degradasi, nilai a, dan nilai °hue.
Lembar Belakang - -
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.657 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.5338

Abstract

Penetapan Niasin Pada Contoh Susu Formula Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dengan Teknik Persiapan Contoh Termodifikasi yang Sederhana Febriyanti, Erna; Nurhajawarsi, Nurhajawarsi; Umbara, Fatan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.438 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.4206

Abstract

Diperoleh teknik persiapan contoh yang mudah dan sederhana untuk pengukuran niasin menggunakan KCKT pada contoh susu formula yang dimodifikasi dari metode Ekinci R (2012) dan metode Staggs et al. (2004). Niasin ditetapkan melalui metode hidrolisis asam dan dibaca menggunakan KCKT dengan detektor PDA. Di bawah kondisi optimum puncak niasin akan mucul pada waktu retensi 3,26 – 3,30 menit. Metode terpilih memiliki rentang konsentrasi 0,108 hingga 8,64 mg/L dengan nilai koefisien korelasi 0,999, konsentrasi limit deteksi sebesar 0,083 mg/L dan konsentrasi limit  kuantitasi sebesar 0,28 mg/kg.
Pengaruh Proses Pengolahan terhadap Karakteristik Protein Allergen Belalang Sawah (Oxya chinensis) Hendra Wijaya; Sri Yadial Chalid; Annisa Thaharah; Adityo Fajar Nugroho
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.659 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.4386

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh proses pengolahan belalang terhadap karakteristik protein alergen belalang. Proses pengolahan belalang yang dilakukan adalah penggorengan, perebusan, dan perendangan. Karakteristik protein alergen dilakukan dengan metode Bradford, Elektroforesis, dan immunoblotting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis belalang yang digunakan adalah Oxya chinensis. Hasil analisis proksimat belalang mentah, belalang rebus, belalang goreng dan belalang rendang adalah kadar air antara 7,62%-71,46%, kadar abu berkisar antara   0,78%-4,97%, kadar protein berkisar antara 17,00%-23,18%, kadar lemak berkisar antara 6,02%-55,44% dan kadar karbohidrat berkisar antara 0,66%-20,50%. Konsentrasi protein ekstrak belalang mentah, rebus, goreng dan rendang masing-masing adalah 7222,25 mg/L; 893,97 mg/L; 703,43 mg/L; 1123,08 mg/L. Profil protein diduga alergen pada ekstrak belalang mentah adalah antara 5 kDa – >250 kDa dengan 22 pita protein, pada belalang rebus antara 9 kDa – >250 kDa dengan 13 pita protein, pada belalang goreng antara 9 kDa – 250 >kDa dengan 8 pita protein, dan belalang rendang antara 9 kDa -250 kDa dengan 16 pita protein. Bobot molekul protein belalang mentah yang dapat berikatan dengan IgE spesifik responden adalah 70 kDa sedangkan dengan belalang rebus adalah 66 kDa, 86 kDa, 150 kDa, dan >250, dengan belalang goreng adalah 150 kDa dan >250 kDa, dan dengan belalang rendang adalah 24 kDa, 150 kDa dan >250 kDa. Proses pengolahan dengan cara direbus, digoreng dan direndang berpengaruh terhadap profil protein allergen belalang.
Peningkatan Konsentrasi Skopoletin dalam Jus Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan Teknik Eliminasi dan Pemekatan Senyawa Lukman Junaidi; Tiurlan Farida Hutajulu; Nami Lestari; Dyah Aninta Kustiarini
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.506 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.4739

Abstract

Jus mengkudu mengandung banyak komponen aktif yang bermanfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah skopoletin. Namun demikian skopoletin tersebut berada dalam kandungan yang sangat kecil. Untuk meningkatkan kandungan skopoletin tersebut dapat dilakukan melalui proses pemekatan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian peningkatan konsentrasi skopoletin dalam jus mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan teknik eliminasi dan pemekatan senyawa, untuk dapat memperoleh manfaat yang lebih baik dari jus mengkudu. Pemekatan dilakukan dengan dua cara yaitu freeze drying dan waterbath. Produk yang digunakan pada penelitian ini merupakan produk komersil yaitu: produk jus pekat (DS), produk premium/ekspor (PP) dan produk pasar lokal (EP). Hasil penelitian menunjukkan pemekatan dengan freeze drying diperoleh kadar skopoletin tertinggi dalam jus mengkudu DS sebesar 40,58 ppm. Sedangkan pemekatan menggunakan waterbath, kadar skopoletin tertinggi diperoleh pada jus mengkudu DS sebesar 0,308 ppm.
Sifat Fisikokimia Oleoresin Fuli Pala Hasil Ekstraksi Berbantu Ultrasonik Pada Metode Pengeringan yang Berbeda Aryanis Mutia Zahra; I Wayan Budiastra; Sugiyono S; Sutrisno Suro Mardjan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.369 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.4722

Abstract

Ekstraksi berbantu ultrasonik (Ultrasound Assisted Extraction, UAE) dapat meningkatkan rendemen, kualitas dan fungsionalitas ekstrak serta mempersingkat waktu ekstraksi. Fuli memiliki lebih banyak senyawa aromatik yang dapat dipertahankan dalam berbagai proses pengolahan daripada biji pala. Pengeringan menjadi proses penting yang mempengaruhi kualitas fuli pala sebagai bahan baku oleoresin. Penelitian ini membandingkan rendemen, sifat fisik dan komposisi senyawa kimia oleoresin fuli pala hasil UAE pada metode pengeringan yang berbeda. Fuli pala dikeringkan dengan dua metode pengeringan (penjemuran dan pengasapan), digiling menjadi bubuk berukuran 60 mesh. UAE diaplikasikan pada bubuk fuli pala dalam etanol (1:4 b:v) pada frekuensi 20 kHz, daya 700 W, amplitudo 90%, suhu maksimum 50oC dan waktu ekstraksi 45 menit. Maserasi  selama 7 jam pada suhu ruang dilakukan sebagai perlakuan kontrol. Sifat fisik (bobot jenis, indeks bias, nilai a*, kroma dan hue) oleoresin fuli pala hasil UAE berbeda nyata antara pengasapan dan penjemuran. Sifat fisik (bobot jenis, indeks bias, nilai L, nilai a*, nilai b*, kroma dan hue) oleoresin juga berbeda nyata antara hasil ekstraksi berbantu ultrasonik dan maserasi. Pengasapan menghasilkan rendemen, sisa penguapan dan total senyawa utama oleoresin fuli pala hasil ekstraksi berbantu ultrasonik (19,78%, 24,36%, dan 63,37%) lebih tinggi dari penjemuran (15,80%, 23,05%, dan 53,91%) serta maserasi (14,49%, 22,07%, dan 54,31%).
Pengembangan Model Jaringan Syaraf Tiruan untuk Penentuan Kandungan Kimia Biji Kopi Arabika Gayo dengan NIRS Hafiz Fajrin Aditama; I Wayan Budiastra; Slamet Widodo
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Balai Besar Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.399 KB) | DOI: 10.32765/warta ihp.v36i1.4767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model jaringan syaraf tiruan (JST) terbaik untuk memprediksi kandungan kimia biji kopi arabika Gayo dan memvalidasi model. Data input yang digunakan adalah data principal component (PC) spektra yang terlebih dahulu telah dilakukan pre-treatment data menggunakan multiplicative scatter correction (MSC), Normalisasi (N-1,1), dan turunan pertama Savitzky-Golay (dg1). Model JST menggunakan Multilayer Perceptron (MLP) feed forward neural network dengan algoritma pelatihan dasar Levenberg-Marquard. Penggunaan 10 jumlah neuron lapisan tersembunyi sudah cukup untuk dapat memprediksi kandungan kimia biji kopi Gayo. Kadar air dapat diprediksi dengan model JST menggunakan 8 jumlah PC dan normalisasi (r = 0,96; CV = 1,77%; RPD = 3,79). Kafein dapat diprediksi dengan 8 jumlah PC dan kombinasi normalisasi dengan dg1 (r = 0,98; CV = 2,15%; RPD = 4,44). Karbohidrat dapat diprediksi dengan menggunakan 5 jumlah PC dan dg1 (r = 0,99; CV = 0,27%; RPD = 9,55). Lemak dapat diprediksi dengan menggunakan 8 jumlah PC dan kombinasi MSC dengan dg1 (r = 1; CV = 0,41%; RPD = 19,11). Protein dapat diprediksi dengan menggunakan 5 jumlah PC dan kombinasi MSC dengan dg1 (r = 0,99; CV = 0,84%; RPD = 7,08). 

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2023) Vol 39, No 2 (2022) Vol 39, No 1 (2022) Vol 38, No 2 (2021) Vol 38, No 1 (2021) Vol 37, No 2 (2020) Vol 37, No 1 (2020) Vol 36, No 2 (2019) Vol 36, No 1 (2019) Vol 35, No 2 (2018) Vol 35, No 1 (2018) Vol 34, No 2 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 34, No 1 (2017) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 02 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 01 (2016) Vol 33, No 1 (2016) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 02 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 32, No 01 (2015) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 02 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 01 (2014) Vol 31, No 2 (2014) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 02 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 30, No 01 (2013) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 02 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 29, No 01 (2012) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 02 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 28, No 01 (2011) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 02 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 27, No 01 (2010) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 02 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 26, No 01 (2009) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 02 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 25, No 01 (2008) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 02 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 24, No 01 (2007) Vol 23, No 02 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 23, No 01 (2006) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 02 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 22, No 01 (2005) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 02 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 21, No 01 (2004) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 20, No 1-2 (2003) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 19, No 1-2 (2002) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 18, No 1-2 (2001) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 17, No 1-2 (2000) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 16, No 1-2 (1999) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 15, No 1-2 (1998) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 14, No 1-2 (1997) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 13, No 1-2 (1996) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 12, No 1-2 (1995) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 11, No 1-2 (1994) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 10, No 1-2 (1993) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 9, No 1-2 (1992) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 02 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 8, No 01 (1991) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 02 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 7, No 01 (1990) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 02 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 6, No 01 (1989) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 02 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 5, No 01 (1988) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 02 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 4, No 01 (1987) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 02 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 3, No 01 (1986) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 02 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 2, No 01 (1985) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 02 (1984) Vol 1, No 1 (1984) Vol 1, No 1 (1984) More Issue