cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arena Tekstil
ISSN : 05184010     EISSN : 25487264     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel dalam bidang tekstil yang meliputi teknik, kimia, material, desain serta konservasi energi dan lingkungan. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian orisinal yang menyampaikan informasi baru pada bidang tekstil, hasil penelitian teknis yang menggambarkan suatu pengembangan, kemajuan teknis, dan inovasi dalam manufaktur dan processing, teknik laboran dengan data eksperimental yang cukup yang mengilustrasikan kegunaan suatu metoda atau peralatan tertentu, atau artikel tinjauan ilmiah (review) yang mengupas secara kritis suatu topik pada bidang tekstil yang cukup penting. Topik bahasan tidak bersifat umum, tetapi berupa suatu aspek yang dibahas secara mendalam.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 38, No 1 (2023)" : 7 Documents clear
Preface Arena Tekstil Vol 38 No 1 2023 Author BBT
Arena Tekstil Vol 38, No 1 (2023)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v38i1.8170

Abstract

POTENSI PENGGUNAAN ZAT BERBASIS PARAFIN DALAM PENYEMPURNAAN TAHAN AIR PADA KAIN KAPAS DAN POLIESTER Wulan Safrihatini Atikah; Alifah Apriliani Suryawan
Arena Tekstil Vol 38, No 1 (2023)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v38i1.7866

Abstract

Kebutuhan akan kain dengan sifat tahan air banyak dibutuhkan dan banyak ditemukan pada produk tekstil. Sifat tersebut dapat dicapai dengan pengerjaan penyempurnaan tahan air. Zat yang banyak digunakan untuk proses tersebut adalah senyawa fluorokarbon. Penggunaan senyawa fluorokarbon secara terus menerus dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan manusia. Sebagai upaya dalam menurunkan dampak negatif yang ditimbulkan, maka dicarikan zat alternatif lain yang diharapkan mampu mengatasi keterbatasan tersebut yaitu senyawa parafin. Percobaan dilakukan dengan melakukan proses penyempurnaan tahan air pada kain kapas dan kain poliester menggunakan senyawa parafin dan fluorokarbon dengan variasi konsentrasi 30; 50; 70; dan 90 mL/L. Metode proses yang digunakan adalah pad-dry-cure. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji siram, uji daya tembus udara, uji kekakuan kain serta sudut kontak. Hasil evaluasi pada kain yang diproses penyempurnaan tahan air menunjukkan bahwa konsentrasi optimum zat berbasis parafin diperoleh pada konsentrasi 70 mL/L. Nilai uji siram pada kain penyempurnaan tahan air menunjukan nilai sebesar 100 untuk nilai sebelum pencucian. Nilai uji siram setelah 5x pencucian didapatkan sebesar 50 untuk kapas dan 100 untuk kain poliester. Nilai uji sudut kontak pada kain kapas dengan konsentrasi fluorokarbon adalah 138,7 dan konsentrasi parafin adalah 128,3. Nilai daya tembus udara yang tidak berubah secara signifikan. Nilai kekakuan kain untuk kapas yaitu 10-38 kg/cm3 dan 4-35 kg/cm3 pada kain poliester. Hasil uji menunjukkan bahwa penggunaan zat berbasis parafin dapat dijadikan sebagai alternatif penggunaan fluorokarbon pada penyempurnaan tahan air.
ADSORPSI ZAT WARNA TEKSTIL DIRECT BLUE 14 MENGGUNAKAN KITOSAN TERMODIFIKASI DAN KOMPOSIT KITOSAN TERMODIFIKASI BENTONIT Wulan Septiani; Rachmawati Rachmawati; Muhammad Ali Zulfikar
Arena Tekstil Vol 38, No 1 (2023)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v38i1.8071

Abstract

Dalam studi ini dipelajari kemampuan adsorpsi dari kitosan dan bentonit yang dimodifikasi untuk menyisihkan warna pada larutan yang mengandung zat warna tekstil Direct Blue 14 (DB 14). Kitosan termodifikasi disintesis dengan penambahan glutaraldehid (KG) sedangkan komposit kitosan termodifikasi-bentonit dilakukan penambahan bentonit pada kitosan termodifikasi (KKGB). Aspek yang dipelajari meliputi pengaruh waktu kontak, dosis adsorben, dan konsentrasi awal larutan zat warna. Mekanisme proses adsorpsi dievaluasi menggunakan model isoterm dan kinetika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi penyisihan warna dan penurunan kapasitas adsorpsi KG dan KKGB terjadi pada dosis adsorben lebih tinggi dan konsentrasi awal zat warna lebih rendah. Waktu kesetimbangan adsorpsi DB 14 pada kedua adsorben dicapai pada 20 menit. Dosis adsorben optimum untuk KG dan KKGB dicapai pada dosis masing-masing sebesar 1,0 g/L dan 1,4 g/L, dengan penyisihan zat warna berturut-turut sebesar 91,6% dan 91,8%. Kinetika adsorpsi DB 14 pada KG dan KKGB sesuai dengan model orde kedua semu dengan nilai K2 0,060 g .g-1 .min-1 dan R2 0,999 untuk KG dan K2 0,081 g.mg-1 .min-1 dan R2 0,999 untuk KKGB. Data kesetimbangan adsorpsi DB 14 pada KG paling baik digambarkan oleh model isoterm Langmuir dengan nilai KL 8,482 L/mg dan R2 0,999 sedangkan untuk KKGB paling baik digambarkan oleh model isoterm Freundlich dengan nilai KF 7,157 mg/g dan R2 0,999.
STUDI TENTANG POTENSI SERAT NANO PVA/AGNO3 SEBAGAI MATERIAL ANTI BAKTERI MELALUI PROSES ELEKTROSPINNING UNTUK APLIKASI MEDIS Hendra Hendra
Arena Tekstil Vol 38, No 1 (2023)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v38i1.8087

Abstract

PVA atau Polyvinil Alcohol adalah polymer yang larut dalam air serta memiliki kekuatan dan modulus yang tinggi. PVA merupakan polymer yang sangat menarik sehingga banyak peneliti-peneliti yang menggunakan PVA untuk pembuatan serat-serat nano melalui proses elektrospinning. Pada tulisan ini, PVA yang dilarutkan dalam air, selanjutnya dibuat menjadi serat-serat nano dengan menggunakan teknik elektrospinning. Parameter proses saat pembuatan serat seperti konsentrasi larutan, jarak antara ujung jarum dengan kolektor, kecepatan penyuapan larutan, dan tegangan listrik divariasikan sehingga diperoleh informasi diameter tertentu dari serat sehingga cocok untuk diaplikasikan untuk produk-produk tertentu seperti halnya filtrasi. Diameter dari serat-serat nano yang dibuat dengan berbagai macam variasi parameter tersebut selanjutnya diinvestigasi dengan menggunakan Scanning Electron Microscope. Hasil menunjukkan, dengan menambah tegangan listrik dari 30 Kv sampai 38 Kv, diameter serat menurun saat parameter yang lain dijaga secara konstan. Akan tetapi, ditemukan bahwa diameter serat-serat nano terlihat meningkat saat konsentrasi larutan ditingkatkan dari 5% sampai ke 15%. Fenomena menurunnya diameter serat-serat nano terlihat juga saat kecepatan penyuapan larutan ditingkatkan dari 0,4 ml/jam sampai ke 1,2 ml/jam. Merujuk pada perubahan jarak antara ujung jarum dengan kolektor, terlihat bahwa diameter serat-serat nano menurun ketika jarak diubah dari 5 cm ke 10 cm, akan tetapi pada saat jarak jarum dan kolektor ditingkatkan menjadi 15 cm, diameter serat-serat nano terlihat meningkat. Selanjutnya, kami perluas penelitian ini dengan menambahkan anti bakteri AgNO3 pada larutan PVA untuk mengetahui efek dari konsentrasi AgNO3 dalam larutan terhadap diameter serat-serat nano serta dampaknya terhadap aktivitas bakteri. Hasil menunjukkan bahwa konestrasi AgNO3 pada larutan menunjukkan diameter yang lebih besar, dan kemampuan yang lebih tinggi dalam meredam aktivitas bakteri. Penemuan ini akan sangat bermanfaat untuk pembuatan material yang dapat dipalikasikan untuk bidang medis seperti material pembalut luka.
PENYERAPAN LOGAM KROM TOTAL (Cr) LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN LIMBAH BAGLOG Pleurotus ostreatus DENGAN WAKTU KONTAK BERBEDA Ratna Stia Dewi; Sri Lestari; Ani Siti Nuraini
Arena Tekstil Vol 38, No 1 (2023)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v38i1.6466

Abstract

Limbah cair industri tekstil tradisional batik berasal dari proses pewarnaan yang mengandung logam berat salah satunya yaitu kromium (Cr). Logam Cr memiliki daya racun tinggi dan termasuk jenis logam bahan beracun dan berbahaya (B3). Pemanfaatan limbah medium tanam jamur (baglog) tiram putih (Pleurotus ostreatus) dapat digunakan sebagai bahan penyerap untuk menurunkan kandungan Cr pada limbah cair batik karena limbah baglog P. ostreatus masih mengandung miselium P. ostreatus dan selulosa serbuk gergaji kayu. Miselium P. ostreatus yang terkandung dalam serbuk gergaji kayu berguna untuk menyerap ion logam berat dari limbah cair dan selulosa, sehingga berpotensi sebagai bahan penyerap logam berat Cr. Tujuan penelitian adalah mengetahui kemampuan limbah baglog P. ostreatus dalam menyerap logam berat Cr total, serta waktu kontak optimum limbah baglog P. ostreatus dalam menyerap logam Cr total. Hasil penelitian menunjukkan limbah baglog P. ostreatus memiliki kemampuan untuk menyerap logam Cr total dalam limbah cair batik pada waktu kontak dengan variasi 24, 48, 72, 96, 120, 144, 168, 192 dan 216 jam, berturut-turut yaitu sebesar 22%, 45%, 15%, 35%, 45%, 60%, 62%, 76%, dan 29%. Pada proses ini terjadi penguraian substrat yang menyebabkan perubahan pH dan temperatur akibat metabolisme fungi, yaitu pada pH 5,6 – 6 dan  temperatur 26˚C – 28˚C sesuai dengan baku mutu yang diperbolehkan. Penggunaan limbah baglog P. ostreatus sebagai adsorben mampu menurunkan kadar kromium total secara optimum dengan perlakuan waktu kontak 192 jam dengan hasil sebesar 76%.
DEKOLORISASI ZAT WARNA AZO MENGGUNAKAN ADVANCED OXIDATION PROCESS BERBASIS OZON Qomarudin Helmy; Mindriany Syafila
Arena Tekstil Vol 38, No 1 (2023)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v38i1.8142

Abstract

Industri tekstil dalam proses manufakturnya, membutuhkan air dalam jumlah yang sangat banyak dimana kurang lebih 70% dari air proses tersebut akan berubah menjadi air limbah. Limbah cair industri tekstil diketahui mengandung senyawa warna yang sulit terdegradasi sehingga dapat menyebabkan permasalahan nilai estetika di badan air penerima, membahayakan keanekaragaman hayati dan mengandung bahan toksik dan karsinogenik yang mengganggu kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kebanyakan industri tekstil di Kawasan Bandung membuang air limbahnya ke Sungai Citarum Hulu yang mengandung zat warna berupa zat warna azo. Salah satu teknologi pengolahan lanjutan untuk dekolorisasi warna adalah Advanced Oxidation Process (AOP) dengan ozon (O3) yang mampu dekolorisasi limbah efluen tekstil. Proses ozonasi dilakukan pada reaktor bervolume 16 L secara batch pada zat warna Reactive Black 5 (RB5), Reactive Yellow (RY), dan Reactive Blue (RB) dengan variasi konsentrasi 5 mg/L, 10 mg/L, 15 mg/L dan variasi dosis ozon 7,44 mg/menit dan 22,32 mg/menit. Dekolorisasi warna RB5, RY, dan RB di variasi konsentrasi 5 mg/L dan 10 mg/L mencapai 100% pada dosis ozon sebesar 22,32 mg/menit. Dekolorisasi warna pada variasi konsentrasi warna 15 mg/L dengan variasi dosis ozon 22,32 mg/menit untuk RB5 99,77% sedangkan RY dan RB mencapai 100%. Hasil konsentrasi ozon terlarut yang terukur rendah menunjukkan bahwa ozon telah bereaksi dan mengoksidasi senyawa-senyawa organik yang terkandung dalam limbah. Penyisihan COD terbesar didapatkan pada reaktor dengan variasi dosis ozon 22,32 mg/menit, yaitu mencapai 100%. Hasil percobaan dekolorisasi warna azo yang terbaik berturut-turut adalah RB>RY>RB5.
APLIKASI POLIMER ZEIN DARI CORN GLUTEN MEAL SEBAGAI SENYAWA HIDROFOBIK PADA KAIN KAPAS Desti Martina; Noerati Noerati; Doni Sugiyana
Arena Tekstil Vol 38, No 1 (2023)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v38i1.7788

Abstract

Penelitian tentang biopolimer dalam bidang industri semakin meningkat, seiring dengan  perhatian terhadap  masalah lingkungan. Salah satu biopolimer yang cukup menarik perhatian adalah Zein. Zein merupakan protein prolamina yang diperoleh dari tepung jagung. Zein bersifat hidrofobik dan memiliki kemampuan dibuat film, dan telah digunakan dalam bidang teknologi pangan sebagai pengemas makanan. Pada penelitian ini zein diekstraksi dari Corn Gluten Meal (CGM) hasil produk samping pengolahan jagung. Isolasi zein dari CGM menggunakan alkohol 70% NaOH dan NaHSO3 selama 2 jam pada suhu 60oC menghasilkan kadar protein zein sebanyak 70,36%. Spektrum FT-IR zein hasil isolasi menunjukkan puncak serapan pada bilangan gelombang 1690 cm-1 dan 1490 cm-1 yang merupakan puncak serapan amida I dan II. Zein hasil isolasi diaplikasikan pada kain kapas dengan metode pad dry cure pada suhu 150oC selama 2 menit,  dengan berbagai variasi konsentrasi: 0, 25, 50, 75, 100, dan 125 g/L. Hasil pengujian tetesan air menunjukkan naiknya konsentrasi zein, menghasilkan waktu serap kain kapas yang lebih lambat. Hasil optimum dipilih pada konsentrasi zein sebesar 100 g/L menghasilkan waktu serap sebesar  325 detik. Pengujian sudut kontak kain yang mengalami perlakuan zein 100g/L  memiliki sudut kontak sebesar 128o. Hasil tersebut menunjukkan kain bersifat hidrofobik. Dengan demikian polimer zein berpotensi untuk  dikembangkan sebagai zat penyempurnaan tolak air pada kain kapas.

Page 1 of 1 | Total Record : 7