cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI CROSS-LINGUAL SEMANTIC SIMILARITY ANTAR KATA DENGAN METODE POINTWISE MUTUAL INFORMATION Anita Muhsini, Sri Reski
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v18i1.11056

Abstract

Implementasi pengukuran kesamaan semantik memiliki peran yang sangat penting dalam beberapa bidang Natural Language Processing (NLP), dimana hasilnya seringkali dijadikan dasar dalam melakukan task NLP yang lebih lanjut. Salah satu penerapannya yaitu dengan melakukan pengukuran kesamaan semantik multibahasa antar kata. Pengukuran ini dilatarbelakangi oleh suatu masalah dimana saat ini banyak sistem pencarian informasi yang harus berurusan dengan teks atau dokumen multibahasa. Sepasang kata dinyatakan memiliki kesamaan semantik jika pasangan kata tersebut memiliki kesamaan dari sisi makna atau konsep. Pada penelitian ini, diimplementasikan perhitungan kesamaan semantik antar kata pada bahasa yang berbeda yaitu bahasa Inggris dan bahasa Spanyol. Korpus yang digunakan pada penelitian ini yakni Europarl Parallel Corpus pada bahasa Inggris dan bahasa Spanyol. Konteks kata bersumber dari Swadesh list, serta hasil dari kesamaan semantiknya dibandingkan dengan datasetGold Standard SemEval 2017 Crosslingual Semantic Similarity untuk diukur nilai korelasinya. Hasil pengujian yang didapat terlihat bahwa pengukuran metode PMI mampu menghasilkan korelasi sebesar 0,5781 untuk korelasi Pearson dan 0.5762 untuk korelasi Spearman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Implementasi pengukuran Crosslingual Semantic Similarity menggunakan metode Pointwise Mutual Information (PMI) mampu menghasilkan korelasi terbaik. Peneliti merekomendasikan pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menggunakan dataset lain untuk membuktikan seberapa efektif metode pengukuran Poitnwise Mutual Information (PMI) dalam mengukur Crosslingual Semantic Similarity antar kata.
PEMECAHAN MASALAH SPASIAL MATEMATIS CALON GURU MATEMATIKA DITINJAU DARI LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN MASALAH POLYA Alghadari, Fiki
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v16i3.4816

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi subjek studi dalam menyelesaikan masalah spasial dengan mengaplikasikan langkah-langkah umum pemecahan masalah dari Polya. Objek studi yaitutulisan jawaban penyelesaian tes kemampuan pemecahan masalah spasial matematis yang dibuat oleh subjek. Subjek studi ini adalah tiga orangmahasiswa tahun pelajaran 2015/2016.Pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif. Analisisdifokuskan pada beberapa tulisan jawaban oleh subjek. Kelemahan subjek pada kemampuan pemecahan masalah spasial terlihat pada kekeliruanberimajinasi membentuk mental image membayangkanspatial imageryatau visual imagerydalam pemikirannya,sehingga subjek perempuan gagal membuat transformasi spasialdengan benar. Kegagalan ini merupakan masalah padakemampuan visualisasi spasialdan akan berdampak pula pada gagalnya memecahkan masalah spasial. Hasil analisis yang tidak konsisten ditemukan antara analisis tes pertama dan yang kedua, karena kualitas tes memang berbeda secara spasial.
ANALISIS NILAI BUDAYA NYANYIAN LUSI DI NEGERI DULAK Tawaulu, Abdul Karim
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v17i3.9614

Abstract

Sastra lisan di tengah peradaban manusia tidak dapat ditolak karena ia menjadi bagian dari sebuah realitas sosial, apalagi bagi masyarakat tradisional. Realitas sosial itu kemudian berwujud menjadi tata nilai yang mengikat dan dijadikan sebagai pengetahuan lokal masyarakat pendukungnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai budaya yang terdapatdalam nyanyian Lusi dengan instrumen utamanya adalah peneliti sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang memusatkan analisis pada data-data empiris yang diperoleh di lapangan.
BIMBINGAN DAN KONSELING KOMUNITAS UNTUK MENDUKUNG POSITIVE YOUTH DEVELOPMENT (Penelitian Tindakan Partisipatoris Bersama Komunitas Schoolzone) Suryahadikusumah, Ahmad Rofi; Yustiana, Yusi Riksa
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ialah menghasilkan program bimbingan dan konseling komunitas yang tepat untuk mendukung PYD pada anggota komunitas schoolzone di Radio SE 88.1 FM Bandung. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan partisipatoris. Penelitian dilakukan di Radio SE 88.1 FM Bandung dengan subjek penelitian anggota komunitas schoolzone, yaitu komunitas remaja yang memiliki ketertarikan dalam bidang penyiaran radio. Penelitian menghasilkan program bimbingan dan konseling komunitas yang tepat untuk mendukung PYD berdasarkan refleksi terhadap dua siklus tindakaan. Rekomendasi ditujukan kepada 1) anggota komunitas untuk mempertahankan kompetensi yang dicapai selama intervensi, 2) Radio SE 88.1 FM untuk menggunakan pola pembinaan komunitas berdasarkan tindakan pada penelitian, 3) praktisi bimbingan dan konseling yang akan melakukan bimbingan dan konseling komunitas untuk mendukung PYD agar memiliki keterampilan memahami karakterstik keterampilan psikologis yang dibutuhkan anggota, memahami pola interkasi, dan mampu melibatkan berbagai pihak dalam proses bimbingan konseling komunitas, serta 4) peneliti selanjutnya untuk mengintegrasikan bimbigan dan konseling komunitas dengan aspek akademik anggota komunitas, sehingga mencapai PYD yang menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGOPERASIKAN APLIKASI PRESENTASI DENGAN MENERAPKAN MODEL KONTEKSTUAL SISWA KELAS 11 AP 1 SMK NEGERI 3 BANDUNG Madiana, Gina
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objek penelitian adalah siswa kelas 11 AP 1, dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam memahami materi Mengoperasikan Aplikasi Presentasi Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Apliksi Presentasi di SMK Negeri 3 Bandung.Materi ini sering dianggap materi yang menyulitkan dan membosankan, khususnya di SMK, padahal kemampuan ini amat diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan khususnnya para siswa kompetensi Administrasi Perkantoran, dimana mereka jika telah menyelesaikan studinya diharapkan harus mampu dan terampil menerapkannya dalam melaksanakan khususnya menyiapkan bahan untuk dipresentasikan. Salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan modul sebagai sumber belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini dimaksudkan untuk: (1) Mendapatkan gambaran mengenai penerapan modul sebagai sumber belajar; (2) Mengidentifikasikan kesulitan yang dihadapi siswa dalam memahami konsep Mengoperasikan Aplikasi Presentasi dengan menerapkan modul sebagai sumber belajar; (3) Mendeskripsikan perubahan siswa dalam proses pembelajaran melalui penerapan modul sebagai sumber belajar; dan (4) Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan penyebaran angket, observasi dan tes hasil pembelajaran yang menjadi subjek penelitian adalah kelas 11 AP 1 di SMK Negeri 3 Bandung.Masil penelitian ini memperlihatkan bahwa pembelajaran Mengoperasikan Aplikasi Presentasi Kopetensi Dasar Mendeskripsikan Aplikasi Presentasi dengan menggunakan modul sebagai sumber belajar, setelah dilakukan tindakan melalui penelitian ini, memperlihatkan adanya peningkatan perolehan hasil belajar dan motivasi belajar siswa baik dilihat dari segi nilai secara individu ataupun nilai ratarata.
PROFIL KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH MENENGAH Komaruddin, Komaruddin
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v18i1.11061

Abstract

Kompetensi dapat diberi makna sebagai orang yang memiliki kemampuan, kekuasaan, kewenangan, keterampilan, pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan suatu tugas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendekskripsikan suatu kenyataan atau informasi tentang kompetensi guru agama sebagaimana adanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Variabel yang diteliti adalah kompetensi guru agama yang dipelajari secara tersendiri tanpa dikaitkan secara inferensial dengan variabel yang lain. Hasil penelitian mengemukakan bahwa penguasaan materi pelajaran guru PAI pada delapan SLTP termasuk dalm kategori baik, dengan rata-rata skor 74.00. Walaupun sudah masuk ke dalam kategori baik, tetapi masih perlu ditingkatkan. Sedangkan untuk hasil kompetensi individual guru didelapan kota tersebut termasuk kategori baik (B) dengan retana skor 70,78. Hal ini menunjukan bahwa guru cukup mempunyai komitmen yang baik terhadap tugasnya,serta mencerminkan adanya sikap kepribadian yang mantap, dan patut diteladani. Dan untuk kompetensi sosial guru, hasil penelitian menunjukan hasil yang tergolong baik (B), dengan rerata skor 72,18. Artinya guru pendidikan agama islam mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan warga sekolah, masyarakat dilingkungan sekolah, dan tempat tinggalnya. Deskripsi tentang kompetensi ini diharapkan akan menambah pemahaman kita tentang kompetensi guru agama.
PENERAPAN METODE SOLFEGGIO UNTUK SISWA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KELAS VII Husna, Mugi Nurul
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 17, No 1 (2017): PENGEMBANGAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v17i1.6636

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah penerapan metode solfeggio untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VII. Peneliti menemukan bahwa di kelas VII SMP tidak diberikan materi tentang teori dasar musik yang salah satunya adalah solfeggio. Hal ini dikarenakan tidak adanya materi tersebut di dalam kurikulum 2013. Dalam meneliti masalah ini, peneliti merujuk kepada teori musik yang dikemukakan oleh Jamalus yang mengatakan bahwa kegiatan musik didasarkan pada dua kemampuan penting, yaitu penguasaan unsur-unsur musik dan faktorfaktor yang berhubungan dengan pendengaran. Kesimpulan dari makalah ini adalah bahwa solfeggio merupakan salah satu teori dasar musik yang penting dan harus diberikan kepada siswa pada tingkat pertama. Karena tanpa bekal pengetahuan tentang solfeggio, siswa tidak akan punya kemampuan bermain musik yang baik. Materi ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dasar musikal. Kemampuan ini meliputi kemampuan mendengar, kemampuan menirukan dan kemampuan membaca notasi musik.
PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PENGAWAS SEKOLAH DASAR DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA BEKASI Priatna, Asep
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v16i3.4823

Abstract

Kualitas kerja tenaga kependidikan termasuk di dalamnya Pengawas Sekolah Dasar menjadi sorotan publik dalam menilai tinggi rendahnya mutu pendidikan di sekolah. Kinerja Pengawas Sekolah Dasar dipengaruhi banyak faktor, salah satunya dipengaruhi oleh kompetensi yang dimiliki oleh mereka dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Berdasarkan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dinyatakan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki dan dihayati oleh pengawas. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kompetensi terhadap kinerja Pengawas Sekolah Dasar di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh Pengawas Sekolah Dasar di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Untuk mengetahui gambaran umum tentang kompetensi dan kinerja Pengawas Sekolah Dasar digunakan formula arimatic meandan untuk menguji korelasi digunakan formula Pearson Product Momen. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan metode penelitian di atas, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Kompetensi Pengawas Sekolah Dasar termasuk kategori sangat baikdengan nilai mean (x) sebesar 95,35; (2) Kinerja Pengawas Sekolah Dasar termasuk kategori sangat baik dengan nilai mean (x) sebesar 66,50; dan (3) Koefsien korelasi (r) sebesar 0,632 artinya dapat dikategorikan bahwa kompetensi Pengawas Sekolah Dasar berpengaruh besar (39,94%) terhadap kinerja mereka. Akhirnya penelitian ini merekomendasikan bahwa Pengawas Sekolah Dasar perlu mempertahankan dan mengembangkan kompetensinya untuk lebih mengoptimalkan tugas profesionalnya. Kompetensi yang dimaksud meliputi peningkatan kualifikasi pendidikan dan pengembangan keterampilan supervisi khususnya supervisi akademik dan manajerial.
MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN TERHADAP MUTU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Kurniady, Dedy Achmad; Setiawati, Linda; Nurlatifah, Siti
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v17i3.9620

Abstract

Berbicara mengenai mutu pendidikan, akan berkaitan langsung dengan peran sekolah sebagai lembaga pendidikan. Pengelolaan belajar mengajar di sekolah sangat berarti dalam menentukan keberhasilan siswa. Untuk mencapai mutu sekolah yang baik, biaya pendidikan harus dikelola dengan optimal. Oleh karena itu, tahapan pada manajemen pembiayaan pendidikan perlu diperhatikan. Pada dasarnya tujuan manajemen pembiayaan pendidikan adalah terselenggaranya proses pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik yang diharapkan. Manajemen pembiayaan pendidikan di SMK berada pada kategori sangat tinggi, artinya kepala sekolah pada SMK telah mampu melaksanakan manajemen pembiayaan pendidikan secara maksimal mulai dari perencanaan pembiayaan dan penganggaran, implementasi pembiayaan, pengawasan dan pengendalian pembiayaan dan pertanggung jawaban atau akuntabilitas.
PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH TERHADAP MUTU KINERJA SEKOLAH DI SMP NEGERI SE-KABUPATEN SUBANG Purnama, Dody Wahyudi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v16i2.4243

Abstract

Masalah yang menjadi kajian dari penelitian ini adalah mutu kinerja sekolah. Inti kajiannya difokuskan pada faktorfaktor yang mempengaruhi mutu kinerja sekolah, meliputi kemampuan manajerial kepala sekolah dan manajemen berbasis sekolah. Berdasarkan hal tersebut, pokok masalah yang diungkap dalam penelitian ini adalah sejauhmana pengaruh kemampuan manajerial kepala sekolah melalui pelaksanaan manajemen berbasis sekolah terhadap mutu kinerja sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuntitatif, dengan teknik pengumpulan data angket skala lima kategori likert, terhadap 73 orang pembantu kepala sekolah (PKS) di SMP Negeri se-Kabupaten Subang. Terdapat tiga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kemampuan manajerial kepala sekolah terhadap mutu kinerja sekolah; (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kemampuan manajerial kepala sekolah terhadap pelaksanaan manajemen berbasis sekolah; dan (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan manajerial kepala sekolah, pelaksanaan manajemen berbasis sekolah terhadap mutu kinerja sekolah. Hasil penelitian memperoleh gambaran bahwa kemampuan manjerial kepala sekolah dan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah di SMP Negeri se-Kabupaten Subang berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu kinerja sekolah.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 2 (2025) Vol 25, No 1 (2025) Vol 23, No 1 (2023): Pendidikan Vol 22, No 3 (2022) Vol 22, No 2 (2022) Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 3 (2021) Vol 21, No 2 (2021) Vol 21, No 1 (2021) Vol 20, No 3 (2020) Vol 20, No 2 (2020) Vol 20, No 1 (2020): MEDIA PEMBELAJARAN Vol 19, No 3 (2019): PERMASALAHAN PENDIDIKAN Vol 19, No 2 (2019): PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR Vol 18, No 3 (2018): PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 3 (2018): PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 2 (2018): KOMPETENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 2 (2018): KOMPETENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN Vol 18, No 1 (2018): MUTU PENDIDIKAN Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 17, No 3 (2017): MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DAN MODEL PEMBELAJARAN Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN Vol 17, No 1 (2017): PENGEMBANGAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK Vol 17, No 1 (2017): PENGEMBANGAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 16, No 3 (2016): KREATIFITAS DAN TEKNOLOGI INFORMASI Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Vol 16, No 2 (2016): PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Vol 16, No 1 (2016): PENGEMBANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 16, No 1 (2016): PENGEMBANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 15, No 3 (2015): STRATEGI DAN PEMBELAJARAN Vol 15, No 3 (2015): STRATEGI DAN PEMBELAJARAN Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL Vol 15, No 2 (2015): PENGEMBANGAN MODEL Vol 15, No 2 (2015): Penelitian Pendidikan Vol 15, No 1 (2015): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 15, No 1 (2015): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 15, No 1 (2015): Penelitian Pendidikan Vol 14, No 2 (2014): PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER Vol 14, No 2 (2014): PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN KARAKTER Vol 14, No 1 (2014): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 14, No 1 (2014): INOVASI MODEL DALAM PENDIDIKAN Vol 13, No 2 (2013): APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 2 (2013): APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 1 (2013): MODEL PEMBELAJARAN Vol 13, No 1 (2013): MODEL PEMBELAJARAN More Issue