Articles
72 Documents
EVALUASI PROGRAM KONSERVASI GUNA MELESTARIKAN KELANGSUNGAN EKOLOGI DI TAMAN TEGALLEGA
Farisanto, Dhani
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jurel.v12i2.1468
Masalah yang dibahas adalah seberapa jauh UPT Tegallega menjalankan program konservasidan apakah Taman Tegallega telah memiliki kesesuaian fungsi seperti yang telah ditetapkanPERDA No.1 Tahun 2008 dengan kondisi faktual. Penelitian bertujuan untuk mengukurapakah program yang dijalankan UPT Tegalega telah mengacu pada pilar-pilar konservasi danmenganalisis apakah Taman Tegallega telah berfungsi sesuai dengan tiga fungsi yangdtetapkan, yaitu : fungsi ekologis, fungsi sosial, dan fungsi estetika.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program konservasi yang dijalankan UPT Tegallegatelah mengacu pada pilar konservasi, tetapi ada beberapa program vital yang tidak dapatterlaksana. Taman Tegallega memiliki ruang terbuka khusus untuk vegetasi seluas 40% dariluas keseluruhan taman, hal ini menunjukkan bahwa Taman Tegallega telah memenuhistandar yang telah ditetapkan oleh UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, hanyasaja persebaran vegetasi di taman ini tidak merata. Fungsi Taman Tegallega sebagai tempatberlangsungnya kegiatan sosial masyarakat juga telah baik, beragam aktifitas masyarakatterjadi di taman ini. Pengelola harus melakukan program pembibitan ulang vegetasi yangrusak, pengadaan sumber daya manusia di bidang polisi taman, dan meratakan persebaranvegetasi yang ada guna menjaga kelestarian ekologi di Taman Tegallega.Kata kunci: konservasi, Taman Tegalega, ekologi
KAPASITAS DAYA DUKUNG PSIKOLOGI WISATAWAN DI PANANJAKAN 1, TAMAN NASIONAL BROMO, TENGGER SEMERU, JAWA TIMUR
Cahyadi, Hery Sigit
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jurel.v13i1.2035
Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru sangat berpengaruh terhadap tingkat kepadatan yang ada disana terutama di Kawasan Pananjakan 1 yang merupakan tempat favorit untuk melihat matahari terbit. Lokasi yang sempit dan banyaknya orang ditambah dengan jumlah kendaraan menyebabkan pengunjung berdesak-desakan untuk menyaksikan matahari tersebut. Keadaana tersebut tentu saja menimbulkan berbagaimacam pertanyaan apakah wisatawan mendapatkan kenyaman dan pengalaman berwisata yang mereka harapkan? Kepadatan di sebuah daya tarik wisata merupakan mimpi buruk yang dihadapi oleh wisatawan karena pada umumnya mereka mengharapkan adanya ruang yang luas dan kebebasan dalam melakukan aktivitasnya. Oleh karena itu studi ini mencoba untuk mengetahui bagaimana persepsi wisatawan mengenai kepadatan yang mereka hadapi pada saat mengunjung Pananjakan 1. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatatif dengan teknik sampling aksidental dengan menyebarkan kuesioner tertutup kepada 30 wisatawan nusantara dan 35 wisatawan mancanegara dimana tingkat toleransi pengukuran wisatawan berdasarkan pada personal characteristics of visitors, characteristics of other visitors encountered, dan situational variables towards crowding. Manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas daya dukung psikologi wisatawan dan perbedaan persepsi diantara mereka.Kata Kunci: Pananjakan 1, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kepadatan, wisatawan nusantara, wisatawan manca Negara, kapasitas daya dukung psikologi
ASSIGNMENT DESIGN SHAPES STUDENT LEARNING
Budi Wahyuni, Retno;
Kuswardhani, Naniek
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jurel.v12i2.1464
Designing a good assignment will shape the student learning. Have we known the mostimportant thing in designing and selecting assignments for our students. Asstated byMaryellen Weimer (2015:2):†We can more effectively shape learning outcomes if we startwith objectives that force us to get specific about whatwe want students to know and be ableto.â€Specific coourse objectives should be decided before designing a good assignment that canforce the teacher to find specific assignment matched to what the students have to know andbe able to do, so a teacher can have more effective learning outcomes. Every assignmentinfluences the shape of learning outcomes.In modern era technology a teacher has more options to design writing assignments. Theresearch done is finding the learning outcomes from the students by giving the same writingdesign assignment. The data is taken from comparing their writing through blog or respons toposts that students know, will be read and commented on not only by their peers but also bypublic blog posts, and peer writing that will be read and commented on only by their partner.The result is the students could get a lot of comments that can make them more aware of theirmistakes in writing through blog, while through peer writing the students get comments onlyfrom their partners. In other words, the students could get better outcomes through blog thanpeer writing.Keywords: a good assignment, learning outcomes, objectives
KONSEP PENATAAN RUANG SITU BAGENDIT SEBAGAI KAWASAN WISATA ALAM DENGAN FUNGSI LINDUNG DI KABUPATEN GARUT
Darsiharjo, Darsiharjo
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jurel.v13i1.2017
Peraturan daerah Jawa Barat No. 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelestarian dan Pengendalian Pemanfaatan Kawasan Lindung menetapkan Situ Bagendit sebagai kawasan lindung, dengan maksud dan tujuannya adalah melindungi kawasan situ dari kegiatan budidaya yang dapat mengganggu kelestarian fungsi situ itu sendiri. Pemanfaatan pariwisata yang tidak terkendali di kawasan ini menyebabkan ruang-ruang di dalam kawasan menjadi tidak kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi jalan tengah antara dua fungsi operasionalisasi Situ Bagendit sebagai kawasan lindung juga sebagai kawasan wisata. Penelitian ini merujuk teori tentang penataan ruang dari Wilson dan Piper (2010) yang mengangkat konsep penataan lahan proporsional untuk menyeimbangkan antara permintaan untuk pengembangan dengan kebutuhan untuk melindungi lingkungan demi mencapai tujuan secara sosial dan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif serta analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (1984) disempurnakan dengan analisis kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan wisata alam. Konsep ini membagi tiga area penataan, yaitu penataan ruang wisata pada area badan air Situ Bagendit, penataan ruang wisata pada area bagian-bagian tertentu sempadan Situ Bagendit, serta penataan ruang lindung pada bagian-bagian sempadan tertentu Situ Bagendit. Konsep ini menjadi solusi jalan tengah guna tetap memberikan kesempatan kepada penduduk sekitar berkegiatan ekonomi di dalam kawasan dengan tetap memperhatikan kesesuaian lahan juga perlindungan kawasan. Hal ini menjadi perhatian bagi pihak-pihak terkait terutama Pemprov Jawa Barat dan juga Pemkab Garut untuk betul-betul konsen dalam penyelenggaraan kawasan lindung yang dimanfaatkan menjadi kawasan wisata agar tetap terjaga fungsinya serta berkelanjutan
PENGEMBANGAN GEOPARK CILETUH BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI KAWASAN GEOWISATA DI KABUPATEN SUKABUMI
Darsiharjo, Darsiharjo
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jurel.v13i1.2036
Geopark adalah taman bumi yang termasuk dalam kawasan konservasi, yang memiliki unsur geodiversity (keragaman geologi), biodiversity (keragaman hayati, dan cultural diversity (keragaman budaya) yang di dalamnya memiliki aspek dalam bidang pendidikan sebagai pengetahuan di bidang ilmu kebumian pada keunikan dan keragaman warisan bumi dan aspek ekonomi dari peran masyarakat dalam pengelolaan kawasan sebagai geowisata. Adanya aktifitas pariwisata dalam kegiatan geowisata di suatu Geopark yang dijalankan oleh masyarakat adalah komponen penting dalam keberhasilan pengelolaan Geopark. Kunci Keberhasilan pengembangan dan pengelolaan Geopark ada pada peran dan partisipasi masyarakat lokal yang aktif dan paham akan pengertian geopark itu sendiri, sayangnya di kawasan Geopark Ciletuh masih ada sebagian masyarakat yang belum paham akan pengertian geopark dan masih melakukan penambangan batu dan penebangan hutan yang bertentangan dengan prinsip geopark yaitu sustainable development. Adanya bantuan dari pemerintah baik nasional atau daerah dan dari PT. Bio Farma melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) di Geopark Ciletuh lambat laun telah memperlihatkan hasil yang positif walaupun belum secara total dan menyeluruh di karenakan kawasan ini memiliki lahan yang cukup luas dan masyarakat yang harus dibina pun banyak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode Miles Huberman sebagai teknik analisis data untuk memilah data yang dikumpulkan peneliti melalui informan dengan menggunakan cara purposive sampling sebanyak mungkin, yang kemudian direduksi, dijadikan sebuah display data dan diambil kesimpulan dari pengumpulan data tersebut, ditambah analisis tapak sebagai penentuan zonasi menurut potensi lahan masing-masing. Nantinya hasil penelitian yang menggunakan metode di atas akan berbentuk matriks pengembangan tiap potensi wisata disana dengan tabel dan dijelaskan secara deskriptif.Kata Kunci: Geopark, Geowisata, Partisipasi Masyarakat.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP TURN OVER INTENTION KARYAWAN DEPARTEMEN FRONT OFFICE DI HOTEL IBIS BANDUNG TRANS STUDIO
Iskandar, Syarief
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jurel.v12i2.1465
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadapturn overintention karyawan. Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah pengaruhkepemimpinan sebagai variabel independen. Sedangkan kemandirian daerah sebagai variabeldependen.Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan departemen Ifront office di hotel Ibis Bandung.Teknik pemilihan sampel yaitu menggunakan metode sampel jenuh. Sedangkan metodeanalisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana pada tarafsignifikansi sebesar 5%. Program yang digunakan dalam menganalisis data menggunakanStatistical Package for Social Sciences (SPSS) Ver. 19.00.Hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukan bahwa adanya pengaruh signifikan darivariabel kepemimpinan terhadap turn over intention karyawan.Kata kunci: kepemimpinan, turn over intention karyawan
PENGARUH INTERPRETASI TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN BERKUNJUNG DI MUSEUM NASIONAL GEDUNG PERUNDINGAN LINGGARJATI KABUPATEN KUNINGAN
Kastolani, Wanjat;
Rahmafitria, Fitri
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jurel.v13i1.2020
Gedung Perundingan Linggarjati merupakan tempat terjadinya Perjanjian Linggarjati antara Indonesia dan Belanda pada 11-13 November 1946. Namun tingkat kunjungan yang masih fluktuatif dan interpretasi di Gedung ini belum efektif sehingga terjadi ketidakpuasan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh interpretasi (X) terhadap kepuasan wisatawan yang berkunjung (Y) ke Gedung Perundingan Linggarjati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan cara penelitian menggunakan kuesioner.. Populasi dalam penelitian ini yaitu pengunjung yang mengunjungi Gedung Perundingan Linggarjati. Sedangkan sampel yang diambil dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik regresi linier sederhana Hasil penelitian ini menunjukan bahwa interpretasi berpengaruh sebesar 26,5% terhadap kepuasan pengunjung. Hal ini menunjukan bahwa interpretasi berpengaruh positif terhadap kepuasan pengunjung dan interpretasi yang ada masih dapat dioptimalkan. Saran untuk pihak pengelola Gedung Perundingan Linggarjati agar tetap menjaga dan merawat benda koleksi di Gedung, dapat meningkatkan inovasi penampilan papan informasi serta meningkat kinerja dan loyalitas pemandu. Sehingga kepuasan pengunjung dapat lebih meningkat dan dapat menguntungkan pihak Gedung Perundingan Linggarjati.Kata Kunci: Interpretasi, Kepuasan Pengunjung, dan Gedung Perundingan Linggarjati
PENGEMBANGAN POTENSI AGROWISATA (STUDI KASUS DI KPBS PANGALENGAN, BANDUNG, INDONESIA)
Rosita, Rosita
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jurel.v12i2.1461
Pangalengan adalah sebuah wilayah yang terletak di Kabupaten Bandung yang terkenalsebagai pusat peternakan sapi perah. Mulai dari abad ke-20, ketika sejumlah pelarian BoerWar dari Afrika Selatan datang ke Bandung pada era kolonial Belanda, mereka mendirikanberbagai bisnis, termasuk membuka peternakan sapi perah di Pangalengan yang sekarangdisebut KPBS Pangalengan. Namun, sejarah dan pengalaman yang lama tidak membuatpengembangan KPBS Pangalengan menjadi signifikan, meskipun memiliki potensi lebih darisekedar peternakan sapi perah. Tempat ini memiliki potensi untuk pendidikan dan jugapariwisata. Berdasarkan fenomena ini, peneliti bermaksud untuk meneliti potensi yang ada diKPBS Pangalengan untuk melihatnya sebagai tempat untuk agrowisata. Penelitian inimenggunakan metode deskriptif kualitatif, dan data-data penelitian dikumpulkan melaluiobservasi dan wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk menjelaskan potensi diKPBS Pangalengan yang dapat dikembangkan untuk agrowisata, 2) menjelaskan fasilitaspendukung yang tersedia, 3) menjelaskan cara untuk mengembangkan agrowisata sesuaidengan potensi.Kata kunci: agrowisata, peternakan sapi perah, potensi, KPBS Pengalengan
PENGARUH STRATEGI PENETAPAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG DI KAWASAN WISATA KAMPUNG BATU MALAKASARI BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG
Indra Giri, Septian
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jurel.v12i2.1466
Penelitian ini mencoba untuk menganalisis tingkat menarik dari strategi harga yangditerapkan oleh wisatawan dan bagaimana keputusan dalam wisatawan turis yangmengunjungi Kampung Batu Malakasari. Selain itu, penelitian ini juga berusahamempengaruhi keputusan strategi harga kunjungan wisatawan. Strategi dalam penetapanharga menjadi semakin penting sebagai konsumen pada umumnya saat ini cenderung mencarinilai ketika membeli barang atau jasa. Ini berlaku juga untuk konsumen dari jasa pariwisataatau disebut wisatawan. Strategi harga yang baik akan positif terhadap keputusan kunjunganwisatawan. Fenomena yang mencoba untuk dibuktikan oleh para peneliti di kawasan wisataKabupaten Kampung Batu Malakasari Baleendah Bandung.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini sendiri adalahdeskriptif dan kausal. Desain deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran tentangvariabel yang akan diteliti. Sedangkan desain berguna untuk mengukur hubungan kausalantara variabel-variabel penelitian. Kuesioner digunakan untuk mencari data primer padaPricing Strategi variabel (X), dan Visit Keputusan (Y). Data yang terkumpul kemudian diolahdengan menggunakan teknik analisis data regresi, untuk mendapatkan jumlah pengaruhvariabel X ke Y.Menurut penelitian, diketahui bahwa variabel X berpengaruh positif pada variabel Y. Dengankata lain, semakin baik Strategi Penetapan Harga diadopsi di Kampung Batu Malakasari makakeputusan kunjungan wisatawan ke Kampung Batu Malaksari akan naik.Kata kunci: harga, strategi penetapan harga, keputusan berkunjung