cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2013)" : 9 Documents clear
ANALISIS HARGA LAHAN BERDASARKAN CITRA PENGINDERAAN JAUH RESOLUSI TINGGI Hidayati, Iswari Nur
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i1.3309

Abstract

Pemetaan harga lahan di Yogyakarta sangat diperlukan, hal ini dikarenakan kenaikan harga lahan sangat pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Pemetaan harga lahan menggunakan parameter yang bisa disadap menggunakan data penginderaan jauh seperti aksesibilitas lahan, penggunaan lahan, dengan aksesibilitas negatif. Oleh karena itu, peneliti mempunyai gagasan untuk melakukan penelitian tentang harga lahan. Adapun tujuan penelitian adalah a) Mengetahui kemampuan citra Quickbird untuk mengetahui tingkat harga lahan, b) Untuk mengetahui distribusi spasial tentang harga lahan di Kecamatan Jetis. Data penginderaan jauh akan digunakan untuk ekstrasi data penggunaan lahan. Penelitian ini terdiri atas tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pemrosesan data, dan tahap analisis data. Data penggunaan lahan akan dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui aksesibilitas lahan positif dan lahan negatif. Beberapa parameter ini digunakan untuk mendukung dalam memetakan harga lahan di Kecamatan Jetis.Untuk menambah informasi, pengumpulan data lapangan sangat diperlukan untuk mendukung pemetaan ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa citra Quickbird dapat digunakan untuk penelitian ini dengan akurasi pemetaan sebesar 92,49%. Hasil pemetaan harga lahan ini dibagi menjadi empat kelas dengan kelas harga lahan tertinggi terdapat 52,35%. Harga lahan tinggi terdapat 22,94%, kelas lahan sedang terdapat 21,76%, dan kelas lahan rendah mempunyai luasan sekitar 2,75%.Kata kunci : harga lahan, penginderaan jauh, pemetaan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE DAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP-KONSEP GEOGRAFI Rifani, Irfan
Jurnal Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan pemahaman konsep pada peserta didik. Rendahnya pemahaman konsep ini disebabkan oleh penggunaan pola pikir yang rendah pada proses perubahan konseptual. Peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran Learning Cycle dan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) untuk meningkatkan pemahaman konsep. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen desain kelompok pembanding pretes dan postest (pretest-posttest comparasion group design). Perolehan data dilakukan dengan tes (pretes postes), LKS dan pedoman observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik persentase dan Uji z. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, pemahaman konsep pada peserta didik dengan penerapan model pembelajaran Learning Cycle dan Search, Solve, Create, and Share (SSCS) mengalami peningkatan setelah perlakuan. Kedua, sebagian besar indikator pemahaman konsep telah dikuasai oleh peserta didik. Indikator yang belum optimal dikuasai adalah kemampuan mencontohkan (exemplifying). Ketiga, masih terdapat peserta didik yang mengalami miskonsepsi dan tidak menguasai konsep. Keempat, efektifitas penerapan model pembelajaran Learning Cycle dan Search, Solve, Create, and Share (SSCS) dapat disimpulkan: pertama, terjadi peningkatan aktivitas peserta didik yang mendukung efektivitas pembelajaran yang mencerminkan proses pembelajaran dari pertemuan kesatu, kedua dan ketiga mengalami perkembangan ke arah lebih baik. Kedua, guru berupanya memberi dorongan kepada peserta didik untuk selalu mengikuti pembelajaran dengan baik. Nilai afeksi dan non kognitif lainnya diperhatikan oleh guru sebagai upaya memberikan pembelajaran lain selain materi yang sedang dipelajari oleh peserta didik. Berdasarkan hal tersebut guru berperan baik dalam proses pembelajaran dan mendukung terhadap efektifitas pembelajaran yang dilakukan. Kata kunci: model pembelajaran, learning cycle, SSCS, pemahaman konsep
PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD UNTUK PEMETAAN PENGGUNAAN LAHAN DI CIBEUNYING KOTA BANDUNG Agustina, Azfia
Jurnal Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra Quickbird merupakan salah satu citra penginderan jauh dengan resolusi tinggi sebesar 0,6 meter sehingga mampu menyajikan data dengan tingkat kerincian yang tinggi.Berbagai fungsi wilayah yang dimiliki Wilayah Cibeunying yaitu sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan dan kawasan lindung menjadikan wilayah ini memiliki penggunaan lahan yang bervariasi sehingga menarik untuk dipetakan.Tujuan dari makalah ini yaitu memetakan penggunaan lahan di wilayah Cibeunying Kota Bandung dengan menggunakan Citra Quickbird.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penginderaan jauh sedangkan teknik pengumpulan data berupa teknik interpretasi visual on screen dan survai lapangan. Populasi dan sampel diambil secara acak berimbang (Proporsional Random Sampling) meliputi seluruh blok penggunaan lahan yang ada di Wilayah Cibeunying Kota Bandung yang teridentifikasi pada citra. Uji ketelitian interpretasi citra Quickbird menggunakan kaidah Short (confussion matrix) dengan hasil uji ketelitian 93,75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan di wilayah Cibeunying sebagian besar berupa permukiman (55%), perdagangan (8%), lembaga pemerintah (5%), dan tidak ada lahan bangunan (16%)..Pola penggunaan lahan di Wilayah Cibeunying menunjukkan pola spasial yang beragam, artinya masing-masing bentuk penggunaan lahan memiliki pola tersendiri. Sebagian besar bentuk penggunaan lahan di Wilayah Cibeunying memiliki pola mengelompok atau clustered dengan jumlah bentuk penggunaan lahan sebanyak 16 buah, 14 bentuk penggunaan lahan lainnya memiliki pola acak atau random dan hanya 3 bentuk penggunaan lahan memiliki pola seragam.Kata kunci: Citra Quickbird, pemetaan, penggunaan lahan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN POE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK Wiguna, Cipta Suhud
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i1.3306

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran geografi. Model pembelajaran POE dapat mengembangkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kreatif. Metode penelitian menggunakan quasi ekperimen non equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik Kelas X SMAN Darmaraja Sumedang. Sampelnya terdiri atas kelas X5 (kelas eksperimen) dan kelas X6 (kelas kontrol). Instrumen untuk pengukuran pemahaman konsep adalah test dan kemampuan berpikir kreatif adalah LKS. Pengujian hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian: 1) Terdap at perbedaan hasil pre test-post test pemahaman konsep erosi peserta didik pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran POE; 2) Terdapat perbedaan hasil pre test-post test pemahaman konsep erosi peserta didik pada kelas kontrol dengan model konvensional; 3) Terdapat perbedaan pemahaman konsep erosi peserta didik pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol; 4) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran POE berpengaruh terhadap pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Untuk itu, direkomendasikan penggunaan model pembelajaran POE pada pembelajaran geografi. Perlu diperhatikan dalam pelaksanaan model pembelajaran POE yaitu guru harus memahami model POE, matang dalam persiapan, serta senantiasa memantau dan membimbing peserta didik dalam tahapan-tahapan pembelajaran POE.Kata kunci: model pembelajaran, POE, pemahaman konsep, kemampuan berpikir kreatif
PEMBELAJARAN OUTDOOR STUDY UNTUK MEMBENTUK KEPEDULIAN LINGKUNGAN Rasmilah, Ikeu
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i1.3312

Abstract

Program pengajaran memungkinkan terciptanya suatu lingkungan yang memberi peluang untuk proses belajar yang efektif dan bermakna bagi peserta didik.Peneliti dalam tesis ini berhipotesa bahwa pendekatan pembelajaran di luar kelas dapat mendorong dan memotivasi belajar anak, menambah aspek kegembiraan dan kesenangan, mengekspolarasi dan menciptakan suasana belajar sambil bermain, mengasah aktivitas fisik dan kreativitas peserta didik. Untuk mewujudkan suasana pembelajaran seperti itu tidak terlepas dari kondisi sumber dan metode pembelajaran yang digunakan. Tesis ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh pemanfaatan potensi lingkungan sebagai sumber belajar dan pemanfaatan strategi pembelajaran Outdoor Study dalam pembentukan sikap kepedulian terhadap lingkungan dengan mengimplikasikan agar peserta didik memiliki sikap bertanggung jawab terhadap pemanfaatan dan pelestarian lingkungan. Untuk menganalisis hasil penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan strategi pree eksperimen designs/non designs, (tidak menggunakan variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara random), jenis metode one-shot case study, (memberikan perlakuan terhadap suatu kelompok dan hasilnya diobservasi) sehingga hasil penelitian menunjukan pengaruh pemanfaatan potensi lingkungan dan penerapan strategi pembelajaran Outdoor Study dengan menggunakan metode karyawisata pada pembelajaran geografi dalam mencapai kompetensi dasar pembelajaran yang diharapkan sangat tepat. Pemanfaatan lingkungan dalam kegiatan pembelajaran telah menunjukkan keterlibatanpara peserta didik pada dunia nyata, maka dengan menjadikan lingkungan alam sebagai sumber belajar telah menghilangkan pandangan verbalisme peserta didik terhadap pembelajaran geografi. Pembelajaran yang menggunakan pendekatan di luar kelas (kontektual) sangat mendukung khususnya pada materi pembelajaran lingkungan hidup, karena memiliki nilai pendorong yang memotivasi belajar anak. Sebab itu dengan penggunaan setting alam terbuka sebagai sarana kelas telah memberikan dukungan terhadap proses belajar secara menyeluruh dan menambah aspek kegembiraan serta kesenangan bagi para peserta didik dalam pembelajarannya. Kata kunci: pembelajaran outdoor study, metode karyawisata, kepedulian lingkungan.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR DAN SIKAP CINTA TANAH AIR PESERTA DIDIK Suhayah, Yayah
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i1.3307

Abstract

Latar belakang penelitian adalah hasil belajar yang rendah, kurang rasa cinta tanah air, hilang rasa persatuan peserta didik bahkan mengarah kepada perpecahan. Penggunaan metode mengajar yang monoton, kurangnya media pembelajaran interaktif yang berakibat kemampuan berpikir siswa kurang terlatih dan berdampak pada hasil belajarnya. Perlu dilakukan berbagai upaya, salah satunya adalah menggunakan media pembelajaran interaktif. Subjek penelitian siswa Kelas VIII SMPN 3 1 Ban dun g berjumlah 60 siswa. Metode penelitian menggunakan eksperimen. Pengumpulan data dengan teknik tes (pretes, postes), dan non tes (skala sikap kategori Likert). Teknik pengolahan data adalah Uji T, Uji normalitas, dan homogenitas dengan bantuan program SPSS versi 17,0. Hasil analisis data menunjukkan 1) tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil pre-tes siswa antara kelas yang menggunakan media interaktif dengan kelas yang menggunakan media gambar 2) terdapat perbedaan signifikan terhadap hasil pos-test siswa antara kelas yang menggunakan media interaktif dengan kelas yang menggunakan media gambar 3) terdapat perbedaan signifikan terhadap hasil pre-test dan posttest siswa yang menggunakan media interaktif yang menggunakan media gambar, 4) terdapat perbedaan signifikan sikap cinta tanah air peserta didik antara pre-tes dan post tes siswa yang menggunakan media interaktif dengan siswa yang menggunakan media gambar. Adapun kendala yang dihadapi adalah waktu yang kurang cukup dan masih ada siswa yang membuka situs lain ketika pembelajaran interaktif berlangsung. Kata kunci: Media Interaktif, Hasil Belajar, Sikap Cinta Tanah Air.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOGRAFI BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER Asymanidar, Asymanidar
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i1.3302

Abstract

Implementasi pendidikan karakter di sekolah mengharuskan guru mengembangkan perangkat pembelajaran yang dapat mengarahkan peserta didik pada tercapainya karakter yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran geografi berbasis pendidikan karakter peduli lingkungan pada materi pokok hidrosfer. Metode pengembangan menggunakan model 4-D (four D) yang terdiri atas empat tahap yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Hasil analisis dokumen perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa selama ini implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran geografi di SMA negeri 8 Pekanbaru belum terlaksana dengan baik. Karena itu perlu dikembangkan perangkat pembelajaran yang berguna secara efektif untuk membangun karakter peduli lingkungan peserta didik khususnya pada materi pokok hidrosfer. Terbukti dari hasil analisis validitas perangkat pembelajaran menunjukkan kategori sangat baik, praktikalitas perangkat oleh guru sangat baik dan oleh peserta didik kategori baik. Efektifitas perangkat dilihat dari hasil belajar ranah kognitif dan afektif juga dalam kategori baik. Penelitian pengembangan perangkat pembelajaran ini baru sampai pada tahap tiga pengembangan (develop) dari empat tahap pengembangan model 4-D. Akan lebih baik jika model pengembangan ini dilakukan sampai pada tahap penyebaran (disseminate) sehingga perangkat pembelajaran dapat dikembangkan dalam skala yang lebih luas.  Kata kunci: perangkat pembelajaran geografi, karakter peduli lingkungan.
KONTRIBUSI MOTIVASI BELAJAR DAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR GEOGRAFIS Chepy, Indra
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v13i1.3308

Abstract

Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mampu menunjang kebutuhan peserta didik dalam meningkatkan pemahaman tentang fenomena-fenomena keruangan khususnya pada lapisan geosfer. Hal ini menjadi tantangan bagi pendidikan geografi untuk membentuk peserta didik yang memiliki potensi dalam mengenal ragam budaya dan sumber daya alam. Kemampuan berpikir secara geografis merupakan pola yang dikembangkan dalam pembelajaran geografi. Kemampuan berpikir tersebut harus ditunjang dengan motivasi yang tinggi, sehingga dapat membentuk kreativitas peserta didik yang dapat memberikan ide-ide baru. Judul penelitian ini adalah kontribusi motivasi belajar dan kreativitas peserta didik terhadap kemampuan berpikir secara geografis di SMA kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahawa tingkat motivasi, kreativitas dan kemampuan berpikir secara geografis masih rendah. Hal ini dimungkinkan karena pembelajaran geografi di SMA kota Bandung belum memberikan kontribusi yang besar terhadap motivasi belajar dan kreativitas peserta didik yang dapat menunjang terhadap kemampuan berpikir secara geografis. Peserta didik akan tertarik untuk belajar geografi, jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi peserta didik. Kemampuan berpikir geografis yang sudah dimilki oleh peserta didik secara alami seharus dipertajam kembali dengan pembelajaran geografi yang ditampilkan lebih kreatif dalam kegiatan belajar agar peserta didik dapat mengasah kemampuan berpikir secara geografis dalam memahami pelajaran geografi.Kata kunci : Motivasi belajar, Kreativitas dan Kemampuan Berpikir Secara Geografis
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN DENGAN MEMANFAATKAN KEBUN RAYA KUNINGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR Nuryana, Heru
Jurnal Gea Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber belajar merupakan kompenen yang tidak dapat dipisahkan dari tercapainya keberhasilan suatu pembelajaran. Lingkungan merupakan salah satu komponen yang dapat menjadi alternatif sebagai sumber belajar. Keberadaan Kebun Raya Kuningan memiliki potensi sebagai sumber belajar, karena salah satu tujuan dibangunnya Kebun Raya Kuningan adalah sebagai pengembangan fasilitas pendidikan untuk meningkatkan kepedulian dan apresiasi masyarakat terhadap upaya konservasi tumbuhan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, mengetahui pemanfaatan, membuat desain pembelajran geografi, dan mengkaji efektivitas pemanfaatan Kebun Raya Kuningan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran geografi dengan menggunakan metode deskriptif dan metode kasus. Sampel dalam penelitian ini adalah Kebun Raya Kuningan, siswa kelas XI IPS 1 SMA negeri 1 Pasawahan, dan guru geografi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, instrumen tes, intrumen lembar kerja siswa (LKS), studi literatur, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui Kebun Raya Kuningan memiliki potensi sebagai sumber belajar yaitu faktor lingkungan dan manusianya. Pemanfaatan Kebun Raya Kuningan sebagai sumber belajar masih rendah hanya 40,5% guru geografi sudah memanfaatkannya. Desain pembelajaran geografi yang dirancang yaitu menggunakan metode penugasan atau resitasi dengan teknik berkunjung (field trip). Dari hasil penilaian pembelajaran 83,9% siswa memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan m in imal (KKM), sehingga Kebun Raya Kuningan berada pada tingkat “efektif” sebagai sumber belajar.Kata kunci: desain pembelajaran, pembelajaran, sumber belajar.

Page 1 of 1 | Total Record : 9