cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2006)" : 9 Documents clear
PARTISIPASI PENDUDUK DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI KECAMATAN BLANAKAN KABUPATEN SUBANG (Kajian Perbandingan Antara Penduduk Asli dan Pendatang) Mulyadi, Asep
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i2.1738

Abstract

Pembangunan dibidang pendidikan merupakan upaya yang ditempuh dalam rangka memperoleh manusia berkualitas. Keberhasilan pembangunan nasional sangat tergantung pada kemampuan bangsa yang bersangkutan untuk mengoptimalkan sumberdaya manusia yang dimiliki. Melalui proses pendidikan diharapkan kebutuhan akan sumberdaya manusia berkualitas dapat terpenuhi, sehingga pendidikan menjadi prasyarat utama dalam menopang keberhasilan pembangunan nasional secara keseluruhan. Keberhasilan dalam pembangunan pendidikan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya, diantaranya adalah faktor sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat serta peranan pemerintah. Di samping budaya yang masih belum mendukung, faktor ekonomi ternyata masih merupakan faktor dominan bagi masyarakat di kecamatan Blanakan untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Faktor-faktor tersebut menjadi sedikit berbeda ketika membandingkan antara masyarakat atau penduduk "asli" dan pendatang. Masyarakat pendatang lebih memiliki motivasi tinggi dalam berpartisipasi di bidang pendidikan anak-anak mereka, dibandingkan dengan penduduk asli. Latar belakang pendidikan, pendapatan, dan jenis pekerjaan cukup berhubungan erat dengan rata-rata tingkat partisipasi dalam bidang pendidikan anak-anak mereka di semua jenjang, tetapi sikap atau pandangan hidup mereka sebagai pendatang yang ingin selalu eksis di tempat mereka tinggal, lebih dominan sebagai faktor yang menempatkan pendidikan memiliki nilai penting dalam kehidupannya. Kata Kunci: Partisipasi, pendidikan.
PENINGKATAN PENDIDIKAN PADA MASYARAKAT SEKITAR HUTAN DI KABUPATEN BANDUNG (Suatu alternatif untuk menekan terjadinya perambahan hutan) Eridiana, Wahyu
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i2.1743

Abstract

Hutan di Kabupaten Bandung dari 89.331,190 ha, sebesar 16.613 ha, telah digarap dijadikan lahan pertanian oleh 34.740 KK penduduk sekitarnya. Penggarapan hutan oleh para petani dengan tanaman musiman, menimbulkan kekhawatiran yang mendalam pada pihak penanggung jawab pengawasan dan pengelolaan, karena akan menimbulkan gangguan kelestarian lingkungan di kawasan hutan tersebut. Sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan terjadinya penurunan kualitas lingkungan, dipilihlah bentuk kerja sama pengelolaan hutan bersama masyarakat yang dinamakan PHBM, dengan tanaman pokoknya adalah tanaman kopi. Program ini mulai dilaksanakan tahun 2000 di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, dengan luas areal tanam 54,51 ha. Pada tahun 2001 diperluas ke Kecamatan Kertasari dengan luas tanaman di 2 kecamatan tersebut sebesar 150 ha. Pada tahun 2004 di perluas ke kecamatan Pacet dan luas tanamnya menjadi 275 ha. Terakhir pada tahun 2005 diperluas ke 10 kecamatan dengan luas areal tanam mencapai 889 ha. Penanganan melalui program PHBM, baru menyentuh satu sisi yaitu mengantisipasi kerusakan hutan. Sedangkan akar permasalahan seperti andalan hidupnya hanya didapatkan dari pertanian dengan lahan sempit, tidak memiliki keterampilan lain, tingkat kesadaran lingkungan rendah, yang mendorong tindakan perambahan, belum dilakukan pemecahan yang saksama. Sehubungan hal itu, peningkatan pendidikan pada masyarakat hutan dapat dipilih untuk dijadikan solusi pemecahan masalah di atas dan melengkapi penanganan yang saat ini sudah dilaksanakan oleh pihak pemerintah. Kata Kunci: Pendidikan masyarakat, perambahan hutan.
PENDIDIKAN PETANI DAN ALTERNATIF PEMANFAATAN LAHAN BERKELANJUTAN DI DAERAH HULU SUNGAI CIKAPUNDUNG Darsiharjo, Darsiharjo
Jurnal Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sampai saat ini masih dianggap sebagai negara agraris, karena sebagian kebutuhan hidup masyarakatnya masih bertumpu pada hasil pertanian. Di sisi lain, mata pencaharian bertani yang dilakukan oleh sebagian masyarakat sering menimbulkan kerusakan dan dianggap tidak berkelanjutan, yang ditandai oleh banyaknya lahan pertanian di tempat yang tidak direkomendasikan sehingga menimbulkan erosi, sedimentasi, banjir, longsor, dan tanah semakin tandus serta tidak ekonomis. Dalam berbagai seminar, diskusi, dan laporan penelitian, petani sering dijadikan kambing hitam dalam mempercepat kerusakan lahan, sementara solusi untuk memperbaiki dan mencegah kerusakan lahan sering tidak dipahami dan sulit dilaksanakan oleh petani. Para konseptor dan pakar kadang-kadang tidak pernah mencoba dan memberikan contoh secara langsung bentuk pemanfaatan lahan yang produktif secara berkelanjutan. Pendidikan petani tidak hanya diukur dari pendidikan formal yang dimiliki oleh petani saja, melainkan harus diukur dari pengalaman dan praktik langsung di lahan pertanian, sehingga kriteria yang digunakan untuk mengukur keberhasilan petani harus sesuai antara pendekatan teoretis dengan pendekatan praktik di lapangan. Kesadaran petani akan kehidupan masa depan sebagai salah satu modal untuk mendidik petani menjadi petani yang kompetitif dan komparatif dalam mencari berbagai solusi pemanfaatan lahan berkelanjutan dengan biaya rendah. Kata Kunci: Pendidikan petani, pemanfaatan lahan, daerah hulu sungai.
SUMBER BELAJAR PADA PENGAJARAN GEOGRAFI Pasya, Gurniwan Kamil
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i2.1744

Abstract

Setiap proses belajar mengajar pada pengajaran geografi akan memerlukan sumber belajar, yang dapat diperoleh dari buku paket yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Banyaknya buku paket yang tersedia di wilayah perkotaan ternyata tidak menjadi jaminan di dalamnya memiliki banyak kelengkapan sebagai bahan pengajaran, apalagi bagi mereka yang berada di pedesaan yang memiliki keterbatasan buku paket perlu untuk melengkapi bahan tersebut melalui sumber-sumber yang lain. Keadaan ini menjadikan PBM tergantung pada guru dalam memberikan materi pengajaran, sehingga guru dianggap sebagai sumber dan petunjuk yang sangat penting dalam memahami geografi. Karena itu, setiap guru geografi dituntut kreativitasnya dalam mencari sumber pengajaran terutama dengan memanfaatkan lingkungan sekitarnya. Perlu diingat bahwa selain buku paket pengajaran geografi terdapat di lingkungan sekitar siswa atau kehidupan sehari-hari yang dialami secara nyata dan langsung oleh siswa yang dapat dijadikan sumber belajar. Di samping itu, guru juga dapat mencari dan mengajarkan mengenai fenomena geografi yang terjadi akhir-akhir ini yang berasal dari berita surat kabar, majalah, dan televisi. Kata Kunci : Sumber belajar, bahan pengajaran, lingkungan.
PENGGUNAAN MEDIA KOMIK TANPA KATA UNTUK MENINGKATKAN KEBERANIAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMPN 12 BANDUNG Hayati, Sri; Yani, Ahmad; Waluya, Bagja
Jurnal Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) disosialisasikan, keterampilan siswa dalam mengemukakan pendapat menjadi syarat penting yang harus dibina. Selama ini ada kecenderungan bahwa siswa masih sulit untuk mengemukakan pendapat. Keberanian mereka ”berbicara” di ruang kelas sangat terbatas. Berdasarkan hasil observasi awal diduga bahwa metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru di SMPN 12 Bandung masih cenderung memanfaatkan metode ceramah. Dengan asumsi bahwa anak kurang berani mengemukakan pendapat, maka diperlukan suatu media yang dapat membina keberanian siswa untuk mengemukakan pendapat. Dalam rangka menemukan berbagai model dan media pembelajaran yang formulanya dapat memotivasi siswa mengemukakan pendapat perlu dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) melalui media komik pada mata pelajaran geografi. Hasil penelitian didapatkan: 1) tingkat keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapat dapat ditingkatkan melalui penyesuaian dan pembiasaan diri atau terus dilatih, 2) Media komik tanpa kata-kata dapat dijadikan salah satu alternatif bentuk media yang efektif dalam pembelajaran karena dapat merangsang siswa untuk mengemukakan pendapatnya, 3) Terjadi diskusi yang hidup, dimana siswa banyak mengemukakan pendapat dan berusaha mempertahankan argumen dari hasil pekerjaannya. Di sisi lain siswa juga belajar mengkritisi hasil karya orang lain. Selain itu, Siswa tidak hanya berani mengemukakan pendapat, lebih dari itu memiliki kepercayaan diri yang kuat. Kata kunci: komik tanpa kata, keberanian berpendapat, Geografi SMP
CARA MEMILIH STRATEGI PEMBELAJARAN GEOGRAFI DALAM KURIKULUM 2004 Susilawati, Susilawati
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i2.1736

Abstract

Kurikulum 2004 mengamanatkan kepada pelajaran geografi di sekolah untuk menyampaikan materi tentang keragaman budaya bangsa Indonesia. Beban yang berat tersebut, tidak cukup bagi guru geografi hanya menyampaikan materi dalam bentuk hafalan tetapi diharapkan lebih dari itu yaitu bagaimana menyampaikan geografi secara lebih baik. Strategi pembelajaran pada jaman teknologi informasi saat ini relatif sangat beragam. Tantangannya, guru dituntut untuk terampil menampilkan pembelajaran geografi lebih baik. Rumusan masalah diorientasikan pada bagaimana strategi yang cocok untuk geografi dengan melihat karakteristik mata pelajaran, model pembelajaran, dan memilih strategi pembelajaran geografi pada kurikulum 2004. Tujuan penelitian ini adalah ingin memberi arah bagaimana cara guru menentukan strategi pembelajaran geografi pada kurikulum 2004. Adapun metode penelitiannya menggunakan pendekatan deskriptif yaitu dengan kajian literatur. Hasil penelitiannya adalah bahwa dalam merumuskan strategi pembelajaran perlu memikirkan sejumlah metode pembelajaran apakah menggunakan metode ceramah, diskusi, atau lainnya. Sebelum menentukan strategi pembelajaran harus ditetapkan dahulu pendekatan dan model pembelajaran yang akan digunakan. Tapi perlu juga diperhatikan, bahwa sebelum pendekatan dan model pembelajaran ditetapkan, pahami dahulu karakteristik pokok bahasan dan kompetensi dasar yang akan dikuasai siswa. Kata kunci: Memilih, Strategi Pembelajaran, Kurikulum 2004.
PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI PERSEKOLAHAN Nandi, Nandi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i2.1741

Abstract

Peranan multimedia interaktif semakin memegang peranan yang sangat penting dalam bidang pendidikan sejalan dengan pertumbuhan pengguna komputer dan pertumbuhan internet di masyarakat yang semakin memudahkan aliran produk multimedia dari satu komputer ke komputer lainnya. Kemampuan untuk merancang multimedia yang tepat, memadukan berbagai elemen multimedia dan menuangkannya dalam sebuah story board merupakan satu kunci keberhasilan sebuah proyek pengembangan produk multimedia interaktif. Pembelajaran geografi di persekolahan membutuhkan metode dan media yang baru agar pembelajaran geografi bergairah dan meningkatkan minat siswa untuk belajar geografi, melalui multimedia interaktif pembelajaran geografi di persekolahan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Kata kunci: Multimedia interaktif, Teknologi Komputer, Pembelajaran Geografi.
MODEL PEMBELAJARAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Sugandi, Dede
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i2.1737

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknik informasi, telah dimanfaatkan pada bidang pemetaan dengan menggunakan komputer sebagai bagian untuk menyajikan data dan informasi keruangan. Sehingga, bentuk, pola dan sistem pada kartografi menjadi acuan dalam penyajian informasi keruangan. SIG merupakan sistem yang berakar pada kartografi yang berperan untuk menyajikan, menampilkan, mengedit, menganalisis dan mencetak data keruangan yang hasilnya berupa peta, grafik dan data keruangan. Proses pembelajaran mata pelajaran geografi dengan kajian SIG di SMA muncul masalah, seperti : 1) Bagaimana model pembelajaran kajian SIG dan ketersediaan perangkat penunjang Proses pembelajaran SIG pada mata pelajaran Geografi di Sekolah Menengah Atas(SMA)? Sedangkan untuk memperoleh dan memecahkan masalah tentang Proses pembelajaran mata pelajaran Geografi kajian SIG adalah: 1) Menganalisis model pembelajaran kajian SIG dan ketersediaan perangkat penunjang Proses pembelajaran SIG pada mata pelajaran Geografi di Sekolah Menengah Atas (SMA). Model pembelajaran SIG di SMA merupakan keterampilan yang sangat menunjang dalam proses pembuatan peta. Keterampilan ini perlu ditunjang fasilitas pembelajaran. Kesimpulan yang diperoleh adalah : 1) SIG merupakan kajian keterampilan pada mata pelajaran geografi, 2) Model pembelajaran kajian SIG harus dilakukan secara bertahap dengan berbagai latihan dalam menyajikan informasi keruangan dengan menggunakan Komputer. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Sistem Informasi Geografi.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI MELALUI PENGEMBANGAN MEDIA PENDIDIKAN Setiawan, Iwan
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i2.1742

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran geografi adalah adanya penilaian dari sejumlah siswa bahwa pelajaran tersebut tidak menarik dan membosankan. Di samping itu, masyarakat menilai pelajaran geografi belum berhasil memenuhi harapan dalam mengenalkan fenomena atau objek geografi kepada siswa, baik pada skala global maupun skala lokal. Banyak siswa yang tidak mengetahui dengan persis letak negara di antara negara lainnya. Selain itu, diantara mereka juga banyak yang tidak mengenal kondisi fisik dan sosial-budaya di daerahnya. Permasalahan tersebut tidak lepas dari kemampuan guru geografi itu sendiri dan minimnya penggunaan media pembelajaran. Padahal jika penggunaan media pembelajaran lebih bervariasi, termasuk dengan media audio-visual, pembelajaran geografi bisa lebih menarik. Apalagi jika siswa diajak ke lapangan untuk mengenal kondisi fisik dan sosial budaya daerahnya. Permasalahan yang muncul adalah pada kemampuan guru untuk memahami fenomena yang ada di daerahnya dan ketersediaan media audiovisual di sekolah serta kemampuan guru untuk menampilkan fenomena tersebut melalui media audio-visual. Di tengah keterbatasan yang ada, maka kemitraan antar guru dan antara guru dengan lembaga pendidikan tinggi sangat diperlukan untuk bersama-sama mengatasi permasalahan yang dihadapi, khususnya lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan geografi atau ilmu geografi. Kata Kunci: Kualitas, Pembelajaran, Geografi, Media Pendidikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9