cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
STUDI KADAR TIMBAL (Pb) PADA TANAMAN KANGKUNG (Ipomea aquatik Forsk) DI SISI JALAN RAYA PURBAYASA KABUPATEN PURBALINGGATAHUN 2016 Yuke Anggi Saptika; Dwi Bayu Karti Utami
Buletin Keslingmas Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.444 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i1.3013

Abstract

Pb merupakan salah satu zat pencemar udara yang berasal dari sisa pembakaran kendaraan bermotor.Jumlah Pb yang ada di udara dapat mempengaruhi lingkungan di sekitarnya antara lain sayuran yang ditanam dipinggir jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar timbal (Pb) pada tanaman kangkung, kepadatankendaraan bermotor, kondisi lingkungan di sekitar lokasi penanaman kangkung dan pengelolaan tanamankangkung di Sisi Jalan Raya Purbayasa Kabupaten Purbalingga tahun 2016. Metode penelitian yang digunakanbersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui gambaran kadar timbal (Pb) pada tanaman kangkung, kepadatankendaraan bermotor, kondisi lingkungan di sekitar lokasi penanaman kangkung dan pengelolaan tanamankangkung di Sisi Jalan Raya Purbayasa Kabupaten Purbalingga tahun 2016. Hasil rata – rata yang diperoleh daripenelitian pada titik pertama yaitu sebesar 0,053 mg/kg bb dan titik kedua (KM 3) sebesar 0,032 mg/kg bb masihbrada di bawah nilai ambang batas SNI 7387:2009 tentang batas maksimum cemaran logam berat berat padapangan yaitu 0,5 mg/kg. Kepadatan kendaraan di sekitar tempat tersebut yaitu arus stabil untuk sepeda motor danbebas untuk mobil. Kondisi lingkungan termasuk berhawa sedang dan pengelolaan tanaman kangkung pada titikpertama menggunakan pestisida. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini adalah kangkung yang ditanam dipinggir Jalan Raya Purbayasa sudah terpapar dengan timbal (Pb) tetapi masih dibawah nilai ambang batas danmasih aman untuk dikonsumsi. Untuk para petani sebaiknya kurangi penggunaan pestisida, sebelum dimasakdiicuci terlebih dahulu dibawah air mengalir, melakukan penghijauan lingkungan dengan penanaman pohonperindang di sepanjang jalan.
HUBUNGAN INTENSITAS SUARA MESIN PENGGILINGAN PADI DENGAN KELUHAN GANGGUAN PENDENGARAN PEKERJA DI DESA KURIPAN KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP TAHUN 2015 Friandini Bayu Purwaningtyas; Djamaluddin Ramlan
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.534 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3052

Abstract

Tenaga kerja mempunyai peranan yang penting sebagai penggerak roda pembangunan nasional khususnyayang berkaitan dengan sektor industri yang tidak luput dari resiko terjadi celaka dan penyakit sebagai akibat daripekerjaan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran hubungan intensitas suara mesinpenggilingan padi dengan keluhan gangguan pendengaran pekerja. Metode penelitian yang digunakan adalahpenelitian observasi analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian dilakukan di 3 lokasi penggilingan padidi desa kuripan kecamatan kesugihan kabupaten cilacap. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja padapenggilingan padi dengan total keseluruhan pekerja: 8 orang.Hasil dari penelitian ini diketahui terdapat 5 titikpengukuran yang tidak memenuhi syarat ( NAB = 85 dBA ). Titik A1 sebesar 87.24 dBA, titik A2 sebesar 91.6dBA, titik B4 sebesar 85.62 dBA, titik C1 sebesar 92.17 dBA, titik C2 sebesar 86.22 dBA. Jenis keluhan yang dialamipekerja pada 3 lokasi penggilingan padi yaitu berupa telinga berdenging, percakapan diulang, gangguankomunikasi dan keluhan pusing/sakit kepala.Simpulan dari penelitian ini adalah hasil uji statistik menggunakankorelasi range spearman’s diperoleh hasil p = 0,223 α ( 0,05 ), artinya tidak ada hubungan antara intensitassuara mesin penggilingan padi dengan keluhan gangguan pendengaran pekerja di Desa Kuripan KecamatanKesugihan Kabupaten Cilacap. Disarankan untuk penelitian lebih lanjut dilakukan penambahan jumlah responden.
HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU BTA (+) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Tri Wahyuni; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.238 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i1.3088

Abstract

Salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian Tb Paru BTA positif adalah lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan.Puskesmas II Kembaran merupakan puskesmas yang paling tinggi Tb Paru BTA (+) yaitu sebesar 69 kasus.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian Tb Paru BTA (+) di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran tahun 2015.Penelitian ini bersifat observasional dengan menggunakan metode case control.Variabel yang diteliti meliputi luas jendela ruang keluarga, luas jendela kamar, luas ventilasi ruang keluarga, luas ventilasi kamar, kepadatan penghuni, jenis lantai dan jenis dinding. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Luas jendela ruang keluarga (p=0,229;OR=1,974), luas jendela kamar (p=0,531;OR=1,818), luas ventilasi ruang keluarga (p=0,026; OR= 0,229), luas ventilasi kamar (p=1,000;OR= 0,643), kepadatan penghuni (p=0,004;OR=7,875), jenis lantai (p=0,026;OR=10,545),dan jenis dinding (p=0,004;OR= 7,875) Kesimpulan dari peneliti ini adalah ada hubungan antara luas ventilasi ruang keluarga, kepadatan penghuni, jenis lantai, jenis dinding dengan kejadian Tb Paru BTA Positif dan tidak ada hubungan antara luas jendela ruang keluarga, luas jendela kamar, luas ventilasi kamar dengan kejadian Tb paru BTA positif.
PENGARUH PENGGUNAAN “FILDOMTIK KIT” TERHADAP KUALITAS LIMBAH CAIR ANGKRINGAN DI DEPAN MORO PURWOKERTO TAHUN 2016 Lestiya Aprianne; Djamaluddin Ramlan
Buletin Keslingmas Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.278 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i2.2969

Abstract

Pedagang angkringan merupakan pelaku usaha makanan yang hasilakhir dari aktivitas warung makanpinggir jalan berupa air limbah yang menimbulkan masalah berupa bau dan pencemaran. “Fildomtik Kit” akronimdari Filter Limbah Domestik adalah sebuah rekayasa alat pengolahan limbah domestik. Penggunaan alat FildomtikKit sebagai alat pengolahan air limbah belum pernah dilakukan sebelumnya. Sehingga peneliti bertujuan untukmengetahui pengaruh penggunaan Fildomtik Kit terhadap kualitas fisik cair domestik angkringan di depan MoroPurwokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre experiment dengan metode pre test and post test designyang bertujuan untuk mengetahui penurunan tingkat kekeruhan, warna, bau, dan TSS air limbah antara sebelumdan sesudah perlakuan menggunakan Fildomtik Kit.Hasil penelitian sebelum perlakuan untuk parameter kekeruhan9,2 NTU, warna 215 TCU, warna tidak memenuhi syarat dan TSS 662 mg/L. Hasil percobaan pertama didapatkanhasil kekeruhan 4,9 NTU, warna 125 TCU, bau memenuhi syarat, TSS 198 mg/L, percobaan kedua didapatkan hasilkekeruhan 4,2 NTU, warna 123 TCU, bau memenuhi syarat, TSS 142 mg/L, dan pada percobaan ketiga didapatkanhasil kekeruhan 4,6 NTU, warna 119 TCU, bau memenuhi syarat, TSS 82 mg/L. Hal ini menunjukkan terjadi adanyapenurunan pada parameter kekeruhan, warna, bau dan TSS pada setiap perlakuan
ANALISIS HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TB PARU DI WILAYAH PUSKESMAS II AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Syahbani Syahbani; Lagiono Lagiono
Buletin Keslingmas Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.835 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i4.3121

Abstract

Jumlah suspek TB paru di Kabupaten Banyumas Tahun 2014 sebanyak 1.454 kasus dan terdiagnosisBTA + sebanyak 1.991 kasus yang lebih banyak dibandingkan jumlah suspek. Tujuan umumpenelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah (jenis lantai, luas ventilasi,pencahayaan alami, kepadatan hunain) terhadap kejadian penyakit TB Paru di wilayah Puskesmas IIAjibarang Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik denganpendekatan case control study di wilayah Puskesmas II Ajibarang Kabupaten Banyumas PropinsiJawa Tengah. Populasi penelitian mencakup semua penderita TB Paru yang ada di wilayahPuskesmas II Ajibarang, berjumlah 48 penderita pada tahun 2014 - 2015. Sampel dalam penelitianini berjumlah 96 orang, terdiri dari kelompok kasus berjumlah 48 orang dan kelompok kontrolberjumlah 48 orang yang dihitung dengan teknik purposive sampling, Hasil penelitian menyatakanbahwa jenis lantai rumah sebagian besar kedap air yaitu 63 rumah (65,6%), luas ventilasi memenuhisyarat yaitu 55 rumah (57,3%), pencahayaan alami memenuhi syarat yaitu 75 rumah (78,1%) dankepadatan huniannya memenuhi syarat yaitu 76 rumah (79,2%). Ada hubungan antara jenis lantai (pvalue = 0,018; OR = 2,846), luas ventilasi (p value = 0,023; OR = 2,600), pencahayaan alami (pvalue = 0,026; OR = 3,182) dan kepadatan hunian (p value = 0,003; OR = 5,500) dengan kejadianTB Paru di Wilayah Puskesmas II Ajibarang Tahun 2015. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adahubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian TB Paru. Penelitian ini perlu dikembangkanlebih lanjut dengan meneliti faktor lain yang dapat mempengaruhi kejadian TB paru dari aspekperilaku keluarga penderita TB paru.
BENDEL KESLINGMAS NO 122TAHUN 2014 Hani, Desita Frida, Nirma Dedi, Dkk
Buletin Keslingmas Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1818.338 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v33i122.3003

Abstract

RSUD  Prof.  Dr.  Margono  Soekarjo  Purwokerto  is  the  regional  hospital type  B  area  that  provide  specialized  medical  care  and  subspecialty  limited. Pavilion Soeparjo Rustam treatment room is a treatment that treating all kinds of  diseases both infectious diseases and non-infectious diseases, so the potential occurrence of nosocomial infection. The purpose of this study was to determine of  disinfection  effectiveness  in  reducing  the  number  of  germs  air  in  Paviliun Soeparjo  Rustam  treatment  room  RSUD  Prof.  Dr.  Margono  Soekarjo Purwokerto.   This research is analytic research with cross sectional approach. Type of  variable  used  is  the free  variable (disinfection),  dependent  variable  (number  of  air  germs),  potentially  confounding  variables  (temperature,  humidity,  lighting, ventilation and a vast volume of space).    According to the result of investigation, the average number of germs air  before  disinfection  is  265  CFU/m3,  after  disinfection  is  20  CFU/m3.  Average  effective  disinfection  is  92.45%.  The  average  temperature  was  23.5  oC.  The average  humidity  was  50.55  %.  The  average  lighting  is  179.7  Lux.  Extensive ventilation in Paviliun Soeparjo Rustam treatment room is 0.9 m2. Room volume is 36 m3.   Researchers concluded the use of disinfection is effective in reducing the number  of  air  germs.  The  researcher  gives  suggestion  if  another  researcher wants to do a disinfectant they must using full PPE.  
PENGARUH PERASAN DAUN BABADOTAN (Ageratum conyzoides) SEBAGAI REPELLENT TERHADAP DAYA HINGGAP NYAMUK Aedes aegypti DI LOKA LITBANG P2B2 CIAMIS TAHUN 2015 Welas Indrasari; Hari Rudijanto IW
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.167 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3042

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia menjadi masalah kesehatan masyarakat dan merupakanpenyakit endemis hampir di seluruh provinsi. Salah satu alternatif yang berpotensi untuk mengendalikan populasivektor nyamuk Aedes aegypti adalah menggunakan insektisida. Daun babadotan mengandung saponin, flavanoid,fenol dan minyak atsiri sehingga dapat dijadikan sebagai insektisida alami. Tujuan penelitian ini adalahmenghitung konsentrasi perasan daun babadotan(Ageratum conyzoides) yang paling efektif sebagai repellentnyamuk Aedes aegypti. Metode dalam penelitian ini adalah true experimental (eksperimen sesungguhnya) dan datadi analisis menggunakan anova dan post hoc test.Hasil penelitian perasan daun babadotan (Ageratum conyzoides)menunjukan terdapat perbedaan jumlah nyamuk yang hinggap pada berbagai konsentrasi, konsentrasi 100% padajam kedua mempunyai daya proteksi sebesar 96,96% dan nilai signifikasi 0,000 (0,005) yang berarti terdapatperbedaan jumlah nyamuk hinggap pada berbagai konsentrasi perasan yang digunakan.Berdasarkan hasil tersebut,terlihat bahwa perasan daun babadotan (Ageratum conyzoides) dapat digunakan sebagai penolak nyamuk Aedesaegypti. Di sarankan untuk peneliti selanjutnya melakukan uji lanjutan seperti repellent perasan babadotan digantimenjadi ekstrak dan hanya menguji efektifitas kandungan minyak atsiri sebagai daya tolak nyamuk.
DESKRIPSI KONDISI SANITASI DI PONDOK PESANTREN MODERN ZAM-ZAM MUHAMMADIYAH DESA PERNASIDI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Iqmah Setyowati; Lagiono Lagiono
Buletin Keslingmas Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.754 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i1.3079

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Agama Islam, yang dalam kegiatannya mengembangkan fungsi peningkatan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi sanitasi di lingkungan pondok pesantren. Metode penelitian yang digunakan deskriptif yaitu dengan melakukan pengamatan, pengukuran dan wawancara. Hasil dimasukan dalam bentuk narasi dan tabel, kemudian di analisis dan dihubungkan dengan peraturan yang ada. Hasil penelitian didapatkan bahwa sanitasi pondok pesantren Modern Zam-zam Muhammadiyah termasuk dalam kategori cukup dengan presentase 73%. Kondisi lokasi, lingkungan dan bangunan terawat, dilengkapi pagar, tata ruang dan penggunaannya sesuai dengan fungsinya. Kamar dan ruang masih dalam keadaan kotor tetapi permukaan bagian dalam mudah dibersihkan, dinding berwarna terang, kepadataan hunian 1,23 m² per orang.Jamban dan kamar mandi tidak terpisah, kondisi dinding kamar mandi terdapat kerak. Simpulan penelitian adalah sanitasi pondok pesantren Modern Zam-zam Muhammadiyah termasuk dalam kategori cukup baik.
STUDI HYGIENE SANITASI PENGOLAHAN MAKANAN DAN KANDUNGAN Salmonella sp PADA BAKSO YANG DIJUAL DI JALAN JENDERAL SUDIRMAN SOKARAJA TAHUN 2016 Bening Ratri Wiji; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.214 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i1.2959

Abstract

Kasus keracunan makanan menduduki urutan penyebab kejadian luar biasa (KLB) kedua di Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan hygiene sanitasi pengolahan makanan dan kandungan bakteri Salmonella sp pada bakso yang dijual di Jl. Jenderal Sudirman  Sokaraja Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hygiene sanitasi pengolahan makanan dan kandungan bakteri Salmonella sp pada bakso yang dijual di Jl. Jenderal Sudirman  Sokaraja Tahun 2016. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang menggambarkan hygiene sanitasi pengolahan makanan dan kandungan Salmonella sp pada bakso. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi menggunakan checklist dan pemeriksaan bakso di laboratorium. Hasil hygiene sanitasi pengolahan bakso di 5 pedagang mulai dari penjamah, sanitasi alat, sanitasi tempat pengolahan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan bakso, pengangkutan bakso, dan penyajian bakso dikategorikan tidak memenuhi syarat. Sedangkan bahan makanan, pemilihan bahan makanan, dan penyimpanan bakso dikategorikan memenuhi syarat. Berdasarkan pemeriksaan 5 sampel bakso di laboratorium kelima sampel bakso negatif Salmonella sp. Untuk pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT) pada alat makan kelima warung bakso semuanya tidak memenuhi syarat. Kesimpulan hygiene sanitasi pengolahan bakso di 5 pedagang masih ada yang tidak memenuhi syarat, serta dalam 5 sampel bakso negatif Salmonella sp dan Angka Lempeng Total dari 5 warung tidak memenuhi syarat. Saran yang dapat diberikan yaitu sebaiknya pemilik warung memperbaiki hygiene sanitasi pengolahan makanan dan menggunakan 3 bak cuci untuk mencuci alat-alat dapur agar mengurangi angka kuman di alat pengolahan.
HUBUNGAN PRAKTIK PENCEGAHAN DAN KONDISI FISIK RUMAH PENDERITA TB PARU DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Umi Mukarromah; Lagiono Lagiono
Buletin Keslingmas Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.006 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i4.3112

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan, terutama di negara-negaraberkembang termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan praktik pencegahandan kondisi fisik rumah dengan kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas II Sumpiuh KabupatenBanyumas Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas II Sumpiuh KabupatenBanyumas pada bulan Maret – April tahun 2016 menggunakan rancangan penelitian case control denganpendekatan retrospektif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 23 orang diambil dengan teknik totalsampling dan sampel kontrol 46 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis datamenggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa praktek pencegahan TB paru sebagianbesar baik = 51 orang (73,9%), jenis lantai rumah memenuhi syarat = 43 rumah (62,3%), kondisi dindingrumah memenuhi syarat = 55 rumah (79,7%), ventilasi rumah memenuhi syarat = 46 rumah (66,7%),kondisi dapur rumah memenuhi syarat = 55 rumah (79,7%) dan kepadatan hunian memenuhi syarat = 61rumah (88,4%). Ada hubungan antara praktik pencegahan TB paru (p value = 0,020; OR = 3,654), jenislantai (p value = 0,022; OR = 3,300), dinding rumah (p value = 0,001; OR = 6,395), ventilasi rumah (pvalue = 0,019; OR = 3,471), kondisi fisik dapur (p value = 0,006; OR = 5,271) dan kepadatan hunian rumah(p value = 0,001; OR = 19,688). dengan kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas II SumpiuhKabupaten Banyumas. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan hubungan praktik pencegahan dankondisi fisik rumah dengan kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas II Sumpiuh Kabupaten BanyumasTahun 2016. Hasil penelitian ini perlu dipublikasikan sebagai bahan referensi ilmiah dan kepustakaansekaligus sebagai bahan pengembangan ilmu kesehatan khususnya

Page 10 of 52 | Total Record : 516


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue