cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
HUBUNGAN KEGIATAN PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN ALAT PENGOLAHAN AIR TERHADAP KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM (DAM) DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2016 Yuli Driyaningsih; Sugeng Abdullah; Suparmin Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.337 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i1.3009

Abstract

Depot air minum merupakan depot yang mengolah air baku menjadi air minum dan menjualnya kepadamasyarakat.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan alatpengolahan air terhadap kualitas mikrobiologi air minum pada depot air minum di Kabupaten Kebumen. Jenispenelitian adalah observasional dengan rancangan crossectional, yang dilakukan dari bulan apri sampai denganJuni 2016 dengan jumlah sampel sebanyak 90 depot air minum. Instrumen pengumpul data berupa check list untukpenilaian kegiatan operasional dan pemeliharaan dan hasil uji laboratorium kualitas mikrobiologi air minumparameter MPN Koliform. Hasil uji univariat terhadap kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan alat pengolahanair pada DAM diperoleh hasil 17 (18,9%) dengan kriteria buruk dan 73 (81,1%) dengan kriteria baik. Padapemeriksaan kualitas MPN Koliform air minum diperoleh hasil 67 (74,4%) memenuhi syarat dan 23 (25,6%) tidakmemenuhi syarat. Hasil uji Bivariat pada hubungan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan alat pengolahan airterhadap kulaitas mikrobiologi air minum diperoleh hasil depot dengan kriteria operasional pemeliharaan baik dankualitas mikrobiologi memenuhi syarat sebanyak 62 (68,9%) , Depot dengan kriteria baik dan kualitas air minumtidak memenuhi syarat sebesar 11 (12,2%) , depot dengan kriteria buruk dan kualitas mikrobiologi memenuhisyarat sebesar 5 (5,6%) serta depot dengan kriteria buruk dan kualitas mikrobiologi tidak memenuhi syarat sebesar12 (13,3%). Analisa data dengan uji chi square pada taraf signifikan didapat hasil p value 0,000, ada hubungankegiatan pengoperasian dan pemeliharaan alat pengolahan air terhadap kualitas mikrobiologi air minum padaDAM di Kabupaten Kebumen.
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SRUWENG KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2015 Dharma Cahyo Nugroho; Nur Hilal
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.099 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3047

Abstract

Rumah sakit sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupunorang sehat, atau dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaranlingkungan dan gangguan kesehatan. Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng Kebumen merupakan rumahsakit yang menghasilkan sampah medis dari setiap kegiatan medis di setiap ruangan rumah sakit. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui pengelolaan sampah medis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah SruwengKebumen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah netode deskriptif yaitu menggambarkan pengelolaansampah medis di RS PKU Muhammadiyah Sruweng Kebumen.Hasil penelitian yang didapatkan yaitu rata-ratavolume sampah medis adalah 218,7 Liter per hari dan rata-rata berat sampah medis adalah 46 Kg per hari, padafase penimbulan masih ditemukan sampah non medis yang tercampur di tempat sampah medis, pada fasepewadahan masih ada tempat sampah medis yang dilapisi kantong plastik berwarna hitam, pada fase pengangkutanbelum menggunakan jalur khusus untuk pengangkutan.Simpulan penelitian ini adalah penilaian pelaksanaanpengelolaan sampah medis secara umum masuk dalam kategori baik dengan skor 81,08%. Peneliti menyarankansebaiknya dilakukan pemantauan untuk kegiatan pengelolaan sampah medis yang masih menimbulkanpermasalahan dan semua kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah medis.
KEMAMPUAN DAYA BUNUH TERHADAP NYAMUK Anopheles Spp DIBEDAKAN MENURUT LAMA PAPARAN DAN JENIS INSEKTISIDA TAHUN 2015 Ratih Kesuma Dewi; Aris Santjaka
Buletin Keslingmas Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.958 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i1.3084

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Upaya pemberantasan yang dapat dilakukan yaitu menekan densitas vektor dengan penyemprotan atau dengan kelambu berinsektisida. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama paparan dan merk insektisida terhadap kematian nyamuk Anopheles Spp. Jenis penelitian yang dipilih eksperimen dengan kualifikasi true experimental design dengan desain penelitian the posttest-only control group design. Uji statistik menggunakan Block Anova kemudian dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian rata-rata kematian nyamuk pada merk insektisida B, H, V dan kontrol secara berturut-turut yaitu 19, 19.5, 18.75 dan 15. Rata-rata kematian nyamuk pada lama paparan 30’, 60’, 120’ dan 3600’ secara berturut-turut yaitu 2.75, 19.5, 20 dan 20. Hasil signifikasi menunjukan nilai 0,043 α (0,05) untuk lama paparan sehingga Ho ditolak artinya ada perbedaan ketahanan nyamuk, berdasarkan lama paparan yang berbeda dan nilai 0,308 α (0,05) untuk merk insektisida sehingga Ho diterima artinya tidak ada perbedaan merk insektisida dalam membunuh nyamuk Anopheles Spp. Hasil penelitian dapat disimpulkan suhu dan kelembaban nyaman untuk nyamuk. Ada perbedaan lama paparan yaitu antara lama paparan 30’, 60’, 120’ dan 3600’ dan tidak ada perbedaan kemampuan merk insektisida dalam membunuh nyamuk Anopheles Spp. Sehingga kemampuan tertinggi daya bunuh nyamuk pada paparan 60 menit.   
KOMPARASI ANGKA KUMAN PADA ALAT MAKAN SEBELUM DAN SESUDAH DESINFEKSI DI INSTALASI GIZI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2016 Eka Sarawati; Budi Triyantoro
Buletin Keslingmas Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.522 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i2.2965

Abstract

Peralatan makanan yang kontak langsung dengan makanan tidak boleh mangandung angka kuman yangmelebihi 100 koloni/ cm2 dan bakteri E. coli/ cm2 pada permukaan alat makan. Alat makan yang terdapat angkakuman yang melebihi ketentuan berati tidak memenuhi syarat kesehatan. Tujuan penelitian yaitu mengetahui jumlahangka kuman pada alat makan sebelum dan sesudah desinfeksi di instalasi Gizi RSUD Prof. Dr. Margono SoekarjoPurwokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan motode pendekatan crosssectional. Sampel alat yang diambil menggunakan teknik purposive sampling adalah 3 plato, 3 gelas dan 3 sendok.Pengumpulan data dengan cara melakukan pemeriksaan dan perhitungan angka kuman, wawancara dan observasi.Disimpulkan hasil sebelum desinfeksi angka kuman pada alat makan dari 9 sampel ( 3 plato, 3 gelas dan 3 sendok)rata-rata yaitu plato 293.100 koloni/ cm2, gelas 2.933,33 koloni/ cm2 dan sendok 96,333,33 koloni/ cm2. Hasilsesudah desinfeksi angka kuman pada alat makan dari 9 sampel rata-rata yaitu plato 8.733,33 koloni/ cm2, gelas21,66 koloni/ cm2 dan sendok 1.533,33 koloni/ cm2. Disarankan untuk pihak rumah sakit, sebaiknya menyediakantempat penyimpanan alat makan yang tertutup dan memberi teguran kepada petugas yang tidak menggunakan alatpelindung diri.
EFISIENSI ALAT PENGOLAH LIMBAH LAUNDRY UNTUK MENURUNKAN KADAR DETERJEN DI DESA DUKUHWALUH KECAMATAN KEMBARAN TAHUN 2016 Maili Wijhah Tsabity; Hari Rudijanto IW
Buletin Keslingmas Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.931 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i4.3117

Abstract

Kebutuhan air bersih merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.Banyaknya Laundry kiloan langsung membuang limbahnya ke badan air sehingga dapat menurunkankualitas air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi salah satu dari berbagai pencemaran airdengan alat pengolah limbah laundry dalam menurunkan kadar deterjen. Eksperimen menggunakanalat pengolah limbah laundry bentuk prototype. Pengolahan gabungan secara fisik menggunakan zeolitdengan karbon aktif dan secara kimia menggunakan tawas (Alumunium sulfat) dengan soda abu.Pengoperasian alat menggunakan debit 50 ml/menit dan 100 ml/menit. Sampel dalam penelitian yaituair limbah laundry. Analisis menggunakan uji pre-post test dan t test independent. Hasil penelitian rataratakadar deterjen pada debit 50 ml/menit dan 100 ml/menit yaitu 0,00167 mg/lt dan 0,047 mg/lt. Ujipre-post test menunjukan Ho ditolak. Hasil analisis efisiensi rata –rata kadar deterjen antara debit 50ml/menit dan 100 ml/menit berturut-turut yaitu 99,724 % dan 92,188 %. Uji t test independentmenunjukan ada perbedaan kadar deterjen antar debit. Hasil penelitian disimpulkan bahwa adaperbedaan kadar deterjen sesudah pengolahan dengan alat pengolah limbah laundry. Ada perbedaankadar deterjen yang tidak bermakna sesudah pengolahan antar debit menurut statistik. Disarankanuntuk pemilik usaha laundry kiloan menggunakan deterjen yang ramah lingkungan danmengaplikasikan alat p engolah limbah laundry.
STUDI PEMAKAIAN PESTISIDA PADA PETANI KENTANG DI DESA DIENG KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2015 Fatmawati Fatmawati; Suparmin Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.256 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3038

Abstract

Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo sebagian besar wilayahnya digunakan sebagailahan pertanian, berdasarkan survey pendahuluan yang peneliti lakukan, dari 2.203 jumlah penduduk Desa Dieng,1.371 (67,45%) diantaranya adalah petani kentang. Tingginya jumlah petani kentang di Desa Dieng menunjukkanadanya pemakaian pestisida sehingga dimungkinkan ada residu pestisida baik di lingkungan maupun di produkpanen yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pemakaian pestisida pada petani kentang.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik, dengan wawancara, observasi dan pemeriksaanresidu pestisida pada tanah dan kentang di Laboratorium Pengujian dan Penelitian UGM menggunakan metodeGaskromatografi (GC).Hasil penelitian adalah Organophospat merupakan golongan yang paling banyakdigunakan dengan presentase 72,46%. Jumlah pestisida yang digunakan petani kentang dalam bentuk powdermencapai 13.000 g sekali aplikasi, liquid mencapai 7.500 ml dan granule mencapai 3.000 g. Seluruh petanikentang (100%) mengaplikasikan pestisida dengan cara disemprot. Hasil dari penilaian K3 menunjukkan bahwa73,18 % baik dan 26,82 % buruk. Hasil pengujian residu pestisida golongan Organochlorin pada tanahmendapatkan hasil 61,47 % untuk parameter uji p:p-DDT. Kesimpulan menunjukkan pemakaian pestisida petanikentang di Desa Dieng menggunakan pestisida dengan fungsi fungisida, insektisida dan akarisida dalam bentukpowder, liquid, maupun granule.
STUDI SANITASI SOLUS PER AQUA ( SPA) DI PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Hella Prihatiningtyas; Mawaddah Mawaddah
Buletin Keslingmas Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.566 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i1.3075

Abstract

Sanitasi adalah suatu cara untuk mencegah berjangkitnya suatu penyakit menular dengan jalan memutuskan mata rantai dari sumber serta merupakan usaha kesehatan masyarakat yang menitik beratkan pada penguasaan terhadap berbagai factor lingkungan yang memepengaruhi. Solus Per Aqua (SPA) yaitu merupakan upaya kesehatan perorangan, dengan pendekatan promotif dan preventif yang menekankan pada upaya mempertahankan, menjaga dan meningkatkan kemampuan tubuh agar tercapai tingkat kesehatan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keadaan sanitasi Solus PerAqua (SPA). Metode penelitianmenggunakanjenis Deskriptif dengan metode pendekatan Observatif. Hasil penelitian yang dilakukan pada tempat SPA di Purwokerto menyebutkan bahwa keadaan sanitasi pada tempat SPA A s/d E dalam kategori baik dengan rata – rata prosentase 82,69%. Yaitu SPA A 88,00% SPA B 87,17%, SPA C 83,97%, SPA D 90,38% dan SPA E 97,43%.Simpulan menunjukkan sanitasi di tempat SPA A, B, C, D dan E di Purwokertosecara keseluruhan dalam kondisi baik.Penulis menyarankan kepada peneliti berikutnya dapat dilakukkan penelitian yang serupa akan tetapi dengan tujuan dan fokus yang berbeda dari penelitian sebelumnya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGI PADA DEPOT AIR MINUM DI PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN TAHUN 2016 Widyastuti Rahayu; Suparmin Suparmin; Asep Tata Gunawan
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.046 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.1678

Abstract

Pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat saat ini sangat bervariasi.Di kota-kota besar untuk memenuhi kebutuhan air minum, sebagian besar masyarakat mengkonsumsi air minum isi ulang yang diproduksi dari Depot Air Minum (DAM). Air minum isi Ulang dari DAM harus memiliki persyaratan yang tercantum dalam Permenkes 492 Tahun 2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan memiliki DAMsebanyak 45. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas mikrobiologi pada depot air minum di Wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan Tahun 2016. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Depot Air Minum di Wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan tahun 2016 sebanyak 45 Depot. Penelitian ini menggunakan penelitian total populasi atau Sampling Jenuh. Analisis Data yang digunakan adalah analisis deksriptif statistikdilanjutkan dengan uji Chi Square. Analisa statistik yang digunakan adalah SPSS 17. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas mikrobiologi air minum pada DAM di wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan pada penelitian ini adalah faktor: tempat (p-value = 0,176), peralatan (p-value = 0,312), perilaku penjamah (p-value = 0,108), kualitas filter (p-value = 0,108), dan jenis alat desinfeksi (p-value = 0,103)
PENGARUH BERBAGAI JENIS ATRAKTAN PADA LETHAL OVITRAP TERHADAP NYAMUK YANG TERPERANGKAP DI KELURAHAN KA RANGKLESEM KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Isna Fadlilah; Aris Santjaka
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.839 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.3107

Abstract

Latar Belakang di Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumastelah terjadi 20 kasus DBD pada tahun 2015. Pengendalian vektor penyakit DBD selama inidititikberatkan pada pengendalian kimia yang mana dapat berdampak pada lingkungan. Salah satupengendalian yang aman yaitu menggunakan lethal ovitrap dengan berbagai jenis atraktan. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis atraktan pada Iethal ovitrap terhadapjumlah nyamuk yang terperangkap. Penelitian eksperimen digunakan dalam penelitian ini denganmenggunakan quasi ekperimental design dengan design penelitian quasi time series design selama 14hari sejak lethal ovitrap diletakkan . Hasil penelitian didapatkan 71 ekor nyamuk (97%) pada lethalovitrap yang berisi atraktan air rendaman jerami, 3 ekor nyamuk (3%) pada lethal ovitrap yang berisiair setempat dan pada atraktan air rendaman gula tidak terdapat nyamuk satupun. Hal itu berartidari ketiga atraktan tersebut air rendaman jerami yang memiliki daya tarik lebih kuat bagi nyamuk.Simpulan penelitian ada perbedaan jumlah nyamuk yang terperangkap pada lethal ovitrapberdasarkan jenis atraktan. Sebaiknya air rendaman jerami sebagai atraktan dalam lethal ovitrapuntuk menarik nyamuk dibandingkan dengan atraktan air setempat dan air rendaman gula.
EFEKTIFITAS BEBERAPA JENIS ATRAKTAN DALAM MENANGKAP TELUR NYAMUK Aedes Sp DI KELURAHAN TELUK KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Ratna Pramurditya; Aris Santjaka; Arif Widyanto
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.323 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2998

Abstract

Pengendalian Aedes sp tanpa insektisida dapat digunakan dengan perangkap telur (Ovitrap). KecamatanPurwokerto Selatan dengan jumlah kasus DBD tertinggi di Kabupaten Banyumas tahun 2015 (92 kasus,1 orangmeninggal), Kelurahan yang tinggi kasus DBD yaitu Kelurahan Teluk dengan 22 kasus DBD. Penelitian inimenjawab jenis atraktan dan jenis bahan ovitrap mana yang paling baik untuk menarik nyamuk. Jenis penelitian iniyaitu eksperimen semu (Quasi Experiment) rancangan postest dengan kelompok kontrol (non randomized postestonly control group design). Sampel penelitian ini digunakan kriteria inklusi yaitu rumah penderita (3 rumah)dengan rumah disekitar rumah penderita dalam radius 200m yaitu 27 rumah (1 rumah diberi 3 perlakuan ovitrap).Analisis univariat (perhitungan jumlah telur nyamuk pada ovistrip) dan analisis bivariat (uji ANOVA Faktorial).Jumlah telur nyamuk yang paling banyak pada jenis atraktan air rendaman jerami (1.933 butir) dan jenis bahanovitrap gelas plastik (1436 butir). Spesies nyamuk yang ditemukan Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Hasilanalisis anova faktorial jenis atraktan 0,00 (p) 0,05 (α), significant Ho ditolak jadi ada perbedaan jumlah telurAedes sp yang terperangkap pada masing-masing jenis atraktan (air rendaman jerami, air rendaman gula dan airsetempat). Jenis bahan ovitrap 0,187 (p) 0,05 (α), Ho diterima jadi tidak ada perbedaan antara jumlah telurnyamuk dengan jenis bahan ovitrap (tempurung, gelas plastik dan kaleng). Interaksi jenis atraktan dan jenis bahanovitrap 0,155 (p) 0,05 (α), Ho diterima, tidak ada perbedaan interaksi jenis atraktan dan jenis bahan ovitrap.Atraktan dengan air rendaman jerami 20% paling baik digunakan untuk tempat bertelur nyamuk, sedangkan untukjenis ovitrap gelas plastik dengan atraktan air rendaman jerami paling baik digunakan. Penggunaan atraktan airrendaman jerami 20% dengan ovitrap gelas plastik dalam menangkap telur nyamuk dapat diterapkan padamasyarakat.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue