cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
KADAR FORMALIN PADA IKAN ASIN JAMBAL ROTI (Arius thalassinus) DI KAWASAN WISATA TELUK PENYU CILACAP TAHUN 2014 Seti Yuliowati; Febri Apwanti; Suparmin Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.357 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i2.3029

Abstract

Background and objectives, Fish was an export commodity that decays faster than fruits andvegetables. Jambal roti fish is salted fish products derived from Manyung fish (Arius thalassinus), is oneof the food ingredients commonly mixed with food additive that forbidden by the government, namelyformalin. The purpose of the study was to determine the formaldehyde levels content in jambal roti (Ariusthalassinus) salted fish sold in Teluk Penyu tourist resort Cilacap 2014.The research design used was descriptive research with lab analyst, to obtain vivid descriptionrelated Jambal roti salted fish (Arius thalassinus)physical condition, measuring the traders knowledgelevel and formaldehyde levels examination jambal roti (Arius thalassinus) salted fish sold in Teluk Penyutourist resort Cilacap 2014.The research results shows from 10 samples the Jambal roti salted fish (Arius thalassinus) physicalcondition measured with organoleptic obtained good categories with 70% percentage. The examinationresults shows that from 10 samples, 9 samples proved negative (did not contain formaldehyde) on thenumber of samples 1,2,3,4,5,7,8,9,10 and 1 sample contained 0.5 mg of formaldehyde which is samplenumber 6.The conclusions drawn was the tested samples number 6 positive containing formaldehyde 0.5 mg,so that sample number 6 declared not safe for public consumption. The trader knowledge level relatedforbidden food additive was poor, researchers need to provide discourse related formaldehyde danger ifused as food additive in the future so that the trader knows about the dangers of formaldehyde was aforbidden food additive.
STUDI PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA TAHUN 2015 Deppy Lucky Ibnuloh; Suparmin Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.141 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3070

Abstract

RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga merupakan rumah sakit type C milik pemerintah daerah.Kapasitas tempat tidur di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga adalah 235 tempat tidur, dengan BedOccupancy Rate (BOR) atau angka pemanfaatan tempat tidur selama bulan Januari – Maret tahun 2015 adalah75,81%. Hasil survei pendahuluan pada IPAL bulan Oktober tahun 2014 di RSUD dr. R. Goeteng TaroenadibrataPurbalingga terdapat permasalahan antara lain tidak berfungsinya mesin aerator, sehingga proses pengolahanlimbah cair tidak berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengelolaan limbah cair diRSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif evaluasiyaitu mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Penelitian ini dilakukan denganmendeskripsikan pengelolaan limbah cair pada aspek administratif (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,dan pengawasan) dengan kuesioner dan check list. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan limbah cair di RSUDdr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga termasuk kategori “Tidak Baik” diperoleh nilai yaitu 47%, karenaberdasarkan kategori penilaian skala Guttman nilai 50% termasuk kategori “Tidak Baik”. Sebaiknya perlu adapenambahan dana yang dialokasikan untuk pengelolaan limbah cair, meningkatkan sumber daya manusia sertameningkatkan kedisiplinan kerja dalam pengelolaan limbah cair rumah sakit.
HUBUNGAN KADAR DEBU PLTU KARANGKANDRI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA DI DESA KARANGKANDRI, KEC KESUGIHAN, KAB CILACAP TAHUN 2016 Ratna Rahmasari; Zaeni Budiono
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.1649

Abstract

Salah satu dampak negatif dari kegiatan industri adalah pencemaran udara.Tujuan penelitian adalah untukmengetahui hubungan kadar debu PLTU Karangkandri dengan kejadian penyakit ISPA di Desa Karangkandri,Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.Jenis penelitian merupakan penelitian analitik observasionalmenggunakan pendekatan cross sectional.Hasil Penelitian menunjukkan sebanyak 4 responden (8,33%) kadar debu rumahnya tidak memenuhi syarat, responden mengalami ISPA sebanyak 16 balita (33,33%), arah angin dariselatan menuju arah utara, curah hujan sebesar 342 mm, rata-rata kecepatan angin, suhu, dan kelembaban masingmasing sebesar 0,1 m/s; 32,50ºC; dan 81%. Serta  responden yang memiliki anggota keluarga dengan kebiasaanmerokok sebanyak 33 responden (68,75%). Uji Chi Square (x2) menunjukkan bahwa ada 2 sel yang nilai harapan 5 melebihi 20%, maka yang digunakan nilai ekspektasi pada nilai exact fisher yaitu 1. Kesimpulan tidak ada hubungan kadar debu PLTU Karangkandri dengan kejadian penyakti ISPA di Desa  Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.Disarankan kepada PLTU untuk melakukan pemantauan debu minimal 2 kali dalam setahun, yaitu musim kemarau dan musin hujan disarankan kepada masyarakat agar ventilasi rumahdipasang kawat kasa untuk memininalisir debu masuk rumah.
HUBUNGAN HYGIENE DAN SANITASI DENGAN KONTAMINASI Escherichia coli PADA JAJANAN BERSAUS DI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR SE-WILAYAH DESA WATUAGUNG KECAMATAN TAMBAK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Ristoyo Ristoyo; Budi Triyantoro; Zaeni Budiono
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.313 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3102

Abstract

Makanan jajanan memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi gizi bagi anakanak usia sekolah. Di lingkungan sekitar sekolah banyak sekali dijumpai makanan jajanan yang disediakan oleh pedagang kaki lima dan umumnya jajanan bersaus rutin dikonsumsi oleh sebagian usia sekolah. Data siswa sekolah dasar Desa Watuagung yang berobat ke Puskesmas I Tambak tahun 2015 sebanyak 48 siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan hygiene dan sanitasi dengan kontaminasi Escherichia coli pada Jajanan Bersaus di Pendidikan Sekolah Dasar se-wilayah Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 penjual makanan bersaus yang ada di Pendidikan Sekolah Dasar se-wilayah Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Tahun 2016  menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menyatakan bahwa Makanan jajanan bersaus yang berasal dari 30 pedagang, yang terjadi kontaminasi E. Coli sebanyak 15 makanan (50,0%) dan yang tidak terjadi kontaminasi sebanyak 15 makanan (50,0). Perilaku hygiene pada kategori kurang baik sebanyak 16 pedagang (53,3%) dan yang pada kategori baik sebanyak 14 pedagang (46,7%). Sanitasi tempat berjualan perilaku hygiene pada kategori kurang baik sebanyak 11 pedagang (36,7%) dan yang pada kategori baik sebanyak 19 pedagang (63,3%). Penelitian ini disimpulkan ada hubungan perilaku hygiene sanitasi dengan kontaminasi Escherichia coli pada jajanan bersaus di Pendidikan Sekolah Dasar se-wilayah Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Tahun 2016 (p value = 0,003). Ada hubungan sanitasi tempat berjualan dan alat dengan kontaminasi Escherichia coli pada jajanan bersaus di Sekolah Dasar Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Tahun 2016 (p value = 0,023). Disarankan penelitian ini perlu dikembangkan lebih lanjut dengan meneliti faktor lain yang dapat mempengaruhi kontaminasi E. coli dengan meneliti praktek pengolahan makanan di rumah pedagang.
HUBUNGAN PRAKTIK PERSONAL HYGIENE DAN KONDISI SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN ROUDHOTUT THOLIBIN SIRAU KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN Syahri Romadlon; Nur Hilal; Lagiono Lagiono
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.028 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2993

Abstract

Penyakit skabies sangat erat kaitannya dengan kebersihan diri dan lingkungan, atau apabila banyak orangyang tinggal secara bersama-sama disatu tempat yang relatif sempit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuiHubungan Antara Praktik Personal Hygiene dan Kondisi Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Skabies di PondokPesantren Roudhotut Tholibin Sirau Kecamatan Kemranjen Kabupaten BanyumasTahun 2016.Populasi dalampenelitian ini adalah semua santri di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Sirau Kemranjen KabupatenBanyumas. Jumlah santri sebanyak 119 santri. Sampel kasus diambil secara total sampling dari santri PondokPesantren Roudhotut Tholibin sirau yang menderita skabies sebanyak 42 orang dan sampel kontrolnya diambil darisantri Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an Sirau yang tidak menderita skabies sebanyak 42 orang. Penelitian inidilakukan di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Sirau Kemranjen Kabupaten Banyumas pada bulan April – Junitahun 2016. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Praktek personal hygiene pada kategori tidak baik sebanyak 32santri (38,1%) dan yang baik sebanyak 52 santri (61,9%). (2) Kepadatan hunian pada kategori tidak baik sebanyak28 santri (33,3%) dan yang baik sebanyak 56 santri (66,7%). (3) Rasio kamar mandi seluruhnya pada kategori baikyaitu 84 santri (100,0%). Kuantitas air bersih seluruhnya pada kategori baik yaitu 84 santri (100,0%). Kesimpulandalam penelitian ini adalah ada hubungan antara praktik personal hygiene dengan kejadian skabies di PondokPesantren Roudhotut Tholibin Sirau Kemranjen Kabupaten Banyumas (p value = 0,025). Ada hubungan antarakepadatan hunian dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Sirau Kemranjen KabupatenBanyumas (p value = 0,021). Penelitian ini perlu dikembangkan lebih lanjut dengan meneliti faktor yang dapatmempengaruhi praktek pencegahan skabies dengan melakukan observasi melalui desain penelitian kualitatif.
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PENYAMAKAN KULITDI PT BUDI MAKMUR KECAMATAN GEDONG KUNING YOGYAKARTA TAHUN 2014 Sri Rezeki Indah Astiani; Djamaluddin Ramlan
Buletin Keslingmas Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.041 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i1.3020

Abstract

PT Budi Makmur is one of the made leather industry that located in Yogyakarta. Itprocessing a raw leather which from goat leather that processed into wolves, shoes, etc. PT BudiMakmur also produce water waste that flows to the river and if the waste is not produced in the rightway, the waste will be very dangerous for the ecosystem in that river.The aim of this research areto know the process of the liquid waste producing leather tanning, the parameter of the liquid wastebefore and after through the producing process (COD, BOD, TSS dan pH) , and the condition of the liquidwaste producing leather tanning.The kind of this research is descriptive. The research done by collecting the field data anlaboratorium, and then analyzed and compared with the existing theory and quality of the liquid wasteproducing leather tanning.The result show that the source of the waste produce from the leather tranning. Liquid waste thatproduced is about 8.000-12.000 gallon per 1.000 wet leather pond that produced. The quality of theinfluent is BOD 1.946mg/lt, COD 1965mg/lt, TSS 1.774mg/ltd and pH 7.50. The quality of the effluent isBOD 98.61mg/lt, COD 100mg/lt, TSS 1130mg/lt and pH 7,49. The step of the liquid wasteprocessing are: filtering ink, equalitation ink, sedimentation, aeration and active mud.The writer conclude that PT Budi Makmur has already optimal to decrease the content thatcontained in the leather-liquid waste producing but the effluent that is produced still exceed the exsistingstandart quality. The suggestion to PT Budi Makmur is to more care about the liquid waste producing.
PENGUKURAN KADAR SISA CHLOR SEBELUM DAN SESUDAH PEMAKAIAN AIR KOLAM RENANG DI WATER PARK SURYA YUDHA KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 Kencana Handayani; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.505 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i1.3061

Abstract

Penyehatan kolam renang perlu dilaksanakan untuk mencegah penularan penyakit dan gangguan kesehatan Kadar sisa chlor merupakan salah satu parameter penting dalam penyehatan air kolam renang. Tujuan penelitian ini mengetahui kadar sisa chlor sebelum dan sesudah pemakaian air kolam renang Water Park Surya Yudha Kabupaten Banjarnegara. Jenis penelitian ini adalah penilitian deskriptif yang dilakukan dengan pengukuran kadar sisa chlor, kemudian dianalisis dan dibandingkan dengan ketentuan teori dan persyaratan kesehatan untuk kolam renang. Berdasarkan hasil pengukuran diketahui kadar sisa chlor air kolam renang berkisar antara 0,1 mg/l – 0,8 mg/l. Hasil pengukuran pH air kolam renang antara range 5 – 7, pengukuran suhu kolam renang dalam range 24°C – 28,5°C, dan hasil pengukuran zat organik adalah 4,42 mg/l – 28,76 mg/l. Kesimpulan hasil pengukuran kadar sisa chlor air kolam renang menunjukkan bahwa masih terdapat kolam yang belum memenuhi syarat kesehatan baik sebelum maupun sesudah pemakaian. Peneliti menyarankan untuk penelitian selanjutnya tentang hubungan kadar sisa chlor pada air kolam renang dengan jumlah pengguna berdasarkan besarnya zat organik pada air kolam renang.
HUBUNGAN SANITASI SUMUR GALI DAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS DENGAN PREVALENSI DIARE INFEKSI DI DESA PANGEBATAN KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Aditya Puspitasari; Muhamad Choirul Anwar
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.266 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3093

Abstract

Diare infeksi adalah diare yang disertai demam atau lender atau darah dalam tinja yang disebabkan virus, bakteri, dan parasit. Gejala yang ditimbulkan demam, nyeri kepala, mual, dan muntah. Salah satu faktor yang menjadi penyebab timbulnya penyakit diare infeksi yaitu factor lingkungan (sanitasi dan konstruksi sumur gali, kualitas bakteriologis dan perilaku penggunaan sarana air bersih). Penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebesar 168 sumur dengan dengan teknik random sampling dan metode cluster sampling mengambil 20% didapat sampel sebanyak 34 sumur. Variabel yang diteliti sanitasi sumur gali, kualitas bakteriologis dan perilaku pengguna sumur gali. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi square (X2). Hasil penelitian menunjukan sanitasi sumur gali dengan prevalensi diare tidak terdapat hubungan sebab X2 diperoleh nilai P = 0,513 (P0,05) ; tidak terdapat hubungan kualitas bakteriologis dengan prevalensi diare sebab X2 menunjukan nilai P= 0,546 (nilai p0,05) ; ada hubungan signifikasi perilaku pengguna dengan prevalensi diare menunjukan nilai P = 0,031 (nilai P0,05). Kesimpulanpenelitian ini sanitasi sumur gali dan kualitas bakteriologis tidak memiliki hubungan yang bermakna. Faktor yang memiliki hubungan dengan terjadinya diare yaitu perilaku pengguna sumur gali. Peneliti menyarankan agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan hidup bersih dan sehat.
TINJAUAN KANDUNGAN BAKTERI E. coli PADA SUSU KEDELAI DI PASAR KLIWON KARANG LEWAS TAHUN 2016 Septian Indra Manto; Nur Hilal
Buletin Keslingmas Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.625 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i2.2979

Abstract

Susu kedelai merupakan salah satu hasil dari olahan kedelai, memenuhi pangsa pasar menengah ke bawahkarena kandungan yang tidak kalah dengan susu hewani dan harga relative lebih murah. Penelitian ini bertujuanmengukur kandungan bakteri E. coli pada susu kedelai di Pasar Karang Lewas. Jenis penelitian ini termasukpenelitian deskriptif dan didasarkan pada hasil observasi. Hasil Penelitian kandungan bakteri E. coli pada 8sampel yang diperiksa yaitu 4 sampel dinyatakan memenuhi standar yakni 0 koloni/ml dan 4 lainnya tidakmemenuhi standar yaitu masing-masing sampel 75 koloni/ml, 20 koloni/ml, 23 koloni/ml,, dan 4 koloni/ml denganmenggunakan standar dari Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor HK.00.06.1.52.4011 tentang Penetapan BatasMaksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan Tahun 2009. Kesimpulan dalam proses pembuatan susukedelai ada 6 tahapan meliputi perendaman, perebusan, penggilingan, pemerasan, pemasakan, dan pengemasan,hasil pengukuran suhu pasteurisasi seluruhnya memenuhi standar, dan dari 8 sampel yang diperiksa, ada 4 sampelyang positif bakteri E. coli.
FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Belliya Yulis Rahmadani; Muhammad Choiroel Anwar
Buletin Keslingmas Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.463 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i4.3126

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkandari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Puskesmas Purwokerto Selatan merupakan daerahdengan jumlah kasus DBD tertinggi di wilayah Kabupaten Banyumas, pada tahun 2015 berjumlah 92 kasus..Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko lingkungan dan perilaku dengan kejadian penyakitDBD di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain studiCase Control, jumlah sampel kasus sejumlah 34 kasus dan 34 kontrol. Variabel yang diteliti meliputi keberadaanjentik, jenis TPA, warna TPA, keberadaan tanaman sekitar rumah, ventilasi, mobilitas, kebiasaan menggantungpakaian, kebiasaan tidur siang, dan kebiasaan menggunakan repellent. Analisis yang digunakan yaitu Data yangdiperoleh dianalisis ke dalam analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-square (X2) dan multivariat denganmenggunakan uji regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadianDBD yaitu variabel kebiasaan menggantung pakaian (p = 0,033 ; OR = 4,942). Hasil analisis multivariat diketahuivariabel yang berpengaruh besar/ dominan berhubungan dengan kejadian penyakit DBD adalah variabelkebiasaan menggantung pakaian (p = 0,011). Simpulan penelitian ini adalah variabel yang berhubungan dengankejadian penyakit DBD yaitu variabel kebiasaan menggantung pakaian. Variabel yang berpengaruh dominanadalah variabel kebiasaan menggantung pakaian. Disarankan bagi pihak puskesmas Purwokerto Selatan dan kaderkesehatan untuk Meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang cara mencegah DBD

Page 11 of 52 | Total Record : 516


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue