cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
PEMERIKSAAN TELUR CACING PADA KOTORAN KUKU DAN PERSONAL HYGIENE SISWA KELAS I SD NEGERI 1 BATUANTEN KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN Iqbal Mei Rizki Lutfiansyah; Lagiono Lagiono
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.676 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3037

Abstract

Kecacingan suatu bentuk infeksi oleh cacing yang ditularkan melalui perantara tanah ke manusia. Infeksicacing dewasa menyebabkan gangguan pencernaan, pendarahan, anemia,kurang gizi dan iritasi usus. Personalhygiene adalah suatu usaha pemeliharaan kesehatan diri seseorang yang bertujuan mencegah terjangkitnyapenyakit serta untuk memperbaiki status kesehatannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya telurcacing pada kotoran kuku dan mendeskripsikan personal hygiene siswa kelas I SD Negeri 1 Batuanten. Jenispenelitian ini adalah deskriptif dimaksudkan untuk mendiskripsikan secara sistematis dan akurat suatu situasi atauarea populasi tertentu yang bersifat aktual. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas I SD Negeri 1 Batuanten.Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium dan wawancara dengan responden. Hasilpemeriksaan kotoran kuku adalah semua siswa memiliki hasil yang negatif. Data dianalisis dengan analisisdeskriptif dengan mengunakan prosentase data dalam tabel dan dibandingkan dengan teori. Hasil penelitianmenunjukkan hasil negatif pada kuku siswa, tapi dalam pemeriksaan tersebut ditemukan feses pada kotoran kukutersebut. Hal ini menandakan bahwa pada kotoran kuku siswa tersebut masih kotor. Sedangkan pada indikatorpersonal hygiene yaitu 6 siswa masuk kategori baik, 14 siswa masuk kategori cukup baik dan 1 siswa masukkategori kurang baik.
STUDI KOMPARASI JUMLAH ANGKA KUMAN UDARA RUANG PERAWATAN KELAS 3 DI IRNA I RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2015 Prili Yoshintan; Agus Subagyo
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.735 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3074

Abstract

RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto merupakan salah satu Rumah Sakit tipe B pendidikan.Ruangperawatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto terdiri dari ruang rawat inap (IRNA) dan ruang rawatjalan (IRJA).Instalasi Ruang Rawat Inap (IRNA) dibagi menjadi 2 bagian, yaitu IRNA I dan IRNA II. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan angka kuman udara yang ada di 7 ruang perawatankelas III di IRNA I RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitikdengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan One Sample Test nilai signifikan 0,058 α berartiHo di tolak. Berdasarkan hasil pemeriksaan, rata-rata angka kuman udara dari 7 ruangan yang diperiksaadalah31714.2857CFU/m3,melebihi standar KEPMENKES RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang PersyaratanKesehatan Lingkungan Rumah Sakit (200-500 CFU/m3). Rata-rata suhu adalah 29,28 oC, rata-rata kelembabanadalah 64%,rata-rata pencahayaan adalah 201,42 Lux, rata-rata luas lubang ventilasi adalah 2,86 %, rata-ratakepadatan hunian adalah 6,08 m2/orang.Peneliti menyimpulkan ruang perawatan kelas III di IRNA I belumsepenuhnya memenuhi syarat dilihat dari kualitas fisik lingkungan.Peneliti menyarankan, sebaiknya diadakanjadwal pelaksanaan desinfeksi udara di ruangan secara rutin dengan di dukung pengaturan ruangan untuk pasienbaru.
STUDI DESKRIPTIF KADAR DEBU UDARA PADA PENGGILINGAN PADI DAN JAGUNG “SRI REJEKI” DESA BOJONGSARI KECAMATAN BOJONGSARI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2016 Alin Andingtyas; Susiyanti Susiyanti
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.198 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.1677

Abstract

Pencemaran udara merupakan keadaan tercemarnya udara atmosfer oleh suatu sumber, baik melalui aktifitas manusia maupun alamiah dengan dibebaskannya satu beberapa bahan zat-zat dalam kualitas maupun batas waktu tertentu yang secara karakteristik memiliki kecenderungan menimbulkan  ketimpangan susunan atmosfer secara ekologi. Pencemaran udara yang terjadi saat ini sudah menjadi masalah yang serius, dengan akibat yang sangat merugikan bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kadar debuudara pada penggilingan padi dan jagung “Sri Rejeki”. Metode penelitian ini yaitu menganalisis secara deskriptif dengan menggunakan pendekatan observasional untuk membuat gambaran tentang kadar debu pada penggilingan padi dan jagung “Sri Rejeki” Bojongsari pada saat pengukuran. Hasil penelitian didapat dengan cara pengukuran kadar debu udara menggunakan alat pengukur EPAM (Environmental Prticulate Air Monitoring 5000), jenis pengukuran adalah debu total dengan durasi pengukuran selama 15 menit dalam 1 titik pengulangan 3 hari. Pengukuran dilakukan pada 1 titik selama 3 hari didapatkan hasil kadar debu rata-rata sebesar 586,528mg/m3.Standar yang digunakan KEPMENKES RI Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri. Simpulan dari penelitian ini adalah kadar debu udara pada ruang produksi penggilingan padi dan jagung “Sri Rejeki” sebesar 586,528 mg/ m2. Apabila dibandingkan dengan baku mutu yang ada, maka kadar debu di penggilingan padi dan jagung “Sri Rejeki” diatas Nilai Ambang Batas yang ditetapkan. Pengelola atau pemilik penggilingan padi dan jagung “Sri Rejeki” sebaiknya melakukan perawatan dan pemeliharaan mesin untuk mengurangi kadar debu dari hasil produksi, pada ruang produksi sebaiknya dilengkapidengan alat scrubbing dan blower (penyedot debu),dan pengelola atau pemilik penggilingan padi sebaiknyamenyediakan masker.
HUBUNGAN LAMA MEROKOK, LAMA BERTUGAS DAN ARUS LALU LINTAS KENDARAAN DENGAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM RAMBUT POLISI LALU LINTAS DI KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2016 Dyah Wulandari; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.873 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.3106

Abstract

Latar belakang cemaran timbal (Pb) di lingkungan merupakan hasil pembakaran Pb-alkali pada bahanbakar kendaraan bermotor yang dapat terhirup oleh manusia. Kebiasaan merokok juga diketahui meningkatkankadar timbal (Pb) dalam tubuh. Polisi lalu lintas yang bertugas di jalan raya akan selalu terpapar oleh timbal (Pb)yang berasal dari emisi kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama merokok,lama bertugas dan arus lalu lintas kendaraan dengan kadar timbal (Pb) dalam rambut polisi lalu lintas. Metodepenelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di 5pos jaga lantas di Kabupaten Magelang. Sampel rambut polisi diperiksa di laboratorium. Hasil penelitianmenunjukkan rerata kadar timbal (Pb) dalam rambut 6,02 ppm. Hasil analisis uji korelasi Simple Regressionmenunjukkan variabel yang berhubungan adalah lama merokok (R 0,504;p 0,047) dan arus lalu lintas kendaraan(R 0,661;p 0,019) sedangkan lama bertugas tidak berhubungan dengan kadar timbal (Pb) dalam rambut. AnalisisUji Regressi Linier Ganda menunjukkan tidak terdapat hubungan antara ketiga variabel independen dengan kadartimbal (Pb). Simpulan, tidak ada hubungan antara lama merokok, lama bertugas dan arus lalu lintas dengan kadartimbal (Pb) dalam rambut Polisi Lalu Lintas.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN AIR MINUM GALON TERHADAP TOTAL BAKTERI COLIFORM PADA DAM X DI DESA KARANGMANGU KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Dian Nita Utami; Djamaluddin Ramlan; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.297 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2997

Abstract

Depot Air Minum merupakan usaha industri yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi airminum. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, DAM X tidak melakukan pengeringan galon, tutup galon kontakudara bebas dan konsumen DAM X menggunakan air minum dengan lama waktu penyimpanan 2-6 hari per galon.Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh lama penyimpanan air minum galon terhadap total bakteri coliformpada DAM X. Metode penelitian yang digunakan quasi experiment dengan rancangan time series design.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah total bakteri coliform hari ke-1=1,67 MPN/100ml, hari ke-2=2,4MPN/100ml, hari ke-3=1,47 MPN/100 ml, harike-4=1,47MPN/100 ml, hari ke-5=0,73 MPN/100 ml danhari ke-6=0 MPN/100 ml. Hasil analisis bivariate pengaruh lama penyimpanan air minum galon terhadap total baktericoliform pada waktu pengambilan jam 06.00 diketahuinilai R=0,284, R2=0,080, p=0,293, Y=2,627+(-0,303) X,waktu pengambilan jam 06.30 nilai R=0,293, R2=0,086, p=0,287, Y=1,760+(-0,189) X, waktu pengambilan jam07.00 nilai R=0,592, R2=0,350, p=0,108, Y=3,480+(-0,651) X dan rata-rata jumlah total bakteri coliform per hariR=0,864, R2=0,746, p=0,013, Y=2,626+(–0,382) X. Simpulan hasil penelitian adalah ada pengaruh lamapenyimpanan air minum galon terhadap total bakteri coliform pada DAM X di Desa Karangmangu KecamatanBaturraden Kabupaten Banyumas. Disarankan pengusaha Depot Air Minum meningkatkan hygiene sanitasi tempatdan peralatan sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya pencemaran bakteri terhadap air minum.
STUDI KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp PADA SATE KAMBING YANG DIJUAL DI KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES TAHUN 2014 Elendea Windi Arfila; Priyo Santoso
Buletin Keslingmas Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.398 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i1.3024

Abstract

Salmonellosis caused gastroenteristis (acute indigestion), the cause is Salmonella choleraesuisdan Salmonella enteriditis. Salmonellosis occur after an incubation time of 5-72 hours after eating foodcontaining Salmonella. Symptoms are abdominal pain, diarrhea, nausea and headache. Thepurpose of this study was to determine the presence or absence of Salmonella in goat sataysold in District of Bumiayu Subprovince of Brebes Year 2014.Research methodology that is used is descriptive, data that have been collected will becompared with the exist standard.Based on the results obtained, hygiene sanitation management satay at 6 places ranging from theselection of foodstuffs, foodstuff storage, food processing, transporting and serving food that the foodwas good with a score of 88.05%. Based on the examination of 6 samples in the laboratory goat sataycan be seen that 4 samples did not meet the standards because of the positive Salmonella while2 negative samples that meet the standards set are negative (zero).The conclusion of this research is the sanitation management of satay in six place with a scorethat is already a good 88.05%, and 6 samples of goat satay can be seen that 4 samples did not meet thestandards because of the positive Salmonella while the 2 sample negative Salmonella so as to meet thestandards that have been determined under National Agency for Drugs and Food ControlNumber.HK.00.06.1.52.4011, 2009 about the determining contamination maximum limination of microbaand chemistry on the food that is negative (zero). Suggestions can be given that the goat satay beconsumed should be completely cooked and when preparing food should refer to aspects of foodsanitation hygiene to prevent contamination.
UPAYA PENGENDALIAN KECELAKAAN KERJA DI UNIT GRANULE PT. BINA GUNA KIMIA UNGARAN SEMARANG TAHUN 2015 Roudlatun Naashichah; Zaeni Budiono
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.329 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3065

Abstract

HIRA merupakan tahapan awal dalam manajemen risiko, yang menjadi salah satu klausul dalam penerapan OHSAS18001. Pada PT. Bina Guna Kimia Ungaran Semarang, HIRA sudah diterapkan dalam mengidentifikasi bahaya,akan tetapi kecelakaan kerja masih terjadi. Tujuan penelitian ini mengetahui sumber bahaya, potensi bahaya, jenisbahaya, penilaian risiko dan upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja di Unit Granule PT. Bina Guna KimiaUngaran Semarang. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif. Subyek penelitian ini 9 pekerja dengan supervisorUnit Granule dan koordinator SHE. Hasil penelitian ini ada 17 sumber bahaya, 28 potensi bahaya, 60 jenis bahayadi Unit Granule. Penilaian risiko terhadap bahaya tersebut ada 44 risiko tinggi, 14 risiko sedang dan 2 risiko rendah.Pengendalian risiko dilakukan dengan pengendalian teknis (engineering), administrasi dan alat pelindung diri.Simpulan dari penelitian ini yaitu sumber bahaya di Unit GranulePT. Bina Guna Kimia Ungaran Semarang berasaldari bahan, alat, mesin, lingkungan kerja, cara kerja, dan perilaku yang tidak aman. Potensi bahaya di UnitGranuleada 28 potensi bahaya. Jenis bahaya ada 60 bahaya. Penilaian risiko terhadap bahaya tersebut ada 3yaituhigh, medium dan low. Upaya pengendalian yang dilakukan yaitu pengendalian teknis (engineering),administrasi dan alat pelindung diri.
STUDI SANITASI RUMAH KOS DAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) PADA PENGHUNI KOS DI KELURAHAN KARANGWANGKAL KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN2016 Reza Bintang Pamungkas; Khomsatun Khomsatun
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.688 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3097

Abstract

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup bersih sehat bagi setiap orang agar menciptakan kesajahteraan yang optimal. Rumah sehat merupakan salah satu sarana untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal, untuk memperoleh rumah yang sehat ditentukan oleh sanitasi perumahan. Tujuan penelitian Mengetahui keadaan sanitasi rumah kost dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) penghuni kost di Kelurahan Karangwangkal Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran tentang sanitasi rumah kos dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) penghuni kos, sampel yang diambil 26 rumah kos dari jenis 10 paviliun kos dan 16 induk kos, beserta penghuninya sebanyak 213 orang. Dan dibandingkan data hasil survey dengan standar yang sesuai peraturan kepmenkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999,tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan. Hasil wawancara,observasi dan pengukuran menggunakan kuesioner,checklist, dan alat ukur, hasil secara umum sanitasi rumah kos memenuhi syarat dengan rata-rata hasil penilaian 95,75%, dan untuk penilaian Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) memenuhi syarat dengan prosentase 97,12%. Pemilik kos melakukan pengecekan secara berkala pada bangunan kos,mengganti barang yang sudah tidak layak terpakai atau dapat membahayakan penghuni kos, dan memperbaiki bangunan kos yang sekiranya sudah lama termakan usia. Perlu adanya upaya untuk memperbaiki fasilitas-failitas kost/kamar yang kurang memenuhi syarat agar dapat menambah kenyamanan penghuni kos. Untuk penghuni kos mematuhi peraturan yang dibuat oleh pemilik kos atau rt/rw setempat dan menjaga hunian atau prabotan kos layaknya kepunyaan sendiri. dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
STUDI KONDISI KESEHATAN LINGKUNGAN RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2016 Risma Suryani Prasetyaningsih; Yulianto Yulianto
Buletin Keslingmas Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.955 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i2.2983

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkankesehatan masyarakat, jika rumah sakit tidak dikelola dengan baik akan memberikan dampak negatif dari rumahsakit terhadap kesehatan pasien, pengunjung dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisikesehatan lingkungan rumah sakit yang meliputi kesehatan lingkungan rumah sakit, penyehatan ruang bangunan,penyehatan makanan dan minuman, penyehatan air, pengelolaan limbah, tempat pencucian linen, pengendalianserangga dan tikus, dekontaminasi melalui desinfeksi dan sterilisasi, pengamanan radiasi, penyuluhan kesehatanlingkungan, dan unit/instalasi sanitasi rumah sakit. Hasil penelitian kondisi kesehatan lingkungan RSUDProf DrMargono Soekarjo Purwokerto yaitu kondisi kesehatan lingkungan rumah sakit 96,8% (memenuhi syarat),penyehatan ruang bangunan 88,4% (memenuhi syarat), penyehatan makanan dan minuman 90,7% (memenuhisyarat), penyehatan air 88,1% (memenuhi syarat), pengelolaan limbah 84,4% (memenuhi syarat), tempat pencucianlinen 100% (memenuhi syarat), pengendalian serangga dan tikus 100% (memenuhi syarat), dekontaminasi melaluidesinfeksi dan sterilisasi 100% (memenuhi syarat), pengamanan radiasi 75% (tidak memenuhi syarat), penyuluhankesehatan lingkungan 100% (memenuhi syarat), dan unit/instalasi sanitasi rumah sakit 100% (memenuhi syarat).Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa kondisi kesehatan lingkungan RSUD Prof Dr MargonoSoekarjo Purwokerto mendapatkan skor 93,2% dan dikatakan memenuhi syarat, hanya saja terdapat satu variabelyang tidak memenuhi syarat yaitu pada variabel IX mengenai pengamanan radiasi, disarankan kepada pihak rumahsaki dan bagian iplrs untuk lebih memperhatikan dampak yang ditimbulkan dengan cara melakukan pengadaanpelapisan timah hitam pada dinding dan daun pintu di ruang radiologi.
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN KONTAK PENDERITA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Devi Ratna Yuliani; Muhammad Choiroel Anwar
Buletin Keslingmas Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.199 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i4.3130

Abstract

Tuberkulosis Paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacteriumtuberculosis), kuman itu hidup di dalam rumah dan dapat mempengaruhi udara dalam lingkungan fisik rumah.Puskesmas Jatilawang merupakan puskesmas yang memiliki jumlah penderita Tb Paru BTA (+) yang mengalamikenaikan kasus dalam 3 tahun terakhir 21 kasus (2012), 22 kasus (2013) dan 46 kasus (2014). Penelitian ini bersifatobservasional dengan menggunakan metode case control. Sampel sebanyak 64 orang, terdiri dari 32 kasus dan 32kontrol. Variabel yang diteliti meliputi Intensitas pencahayaan rumah,kelembaban,luas ventilasi, jenis lantai, jenisdinding, kepadatan hunian dan kontak penderita. Analisis univariat dan bivariate menggunakan SPSS dengan UjiChi Square dan OR dengan CI 95% dan α : 0,05. Analisis Multivariat menggunakan Uji Regresi Logistik danmetode backward ; LR CI 95% dan α : 0,25. Hasil penelitian ini adalah Intensitas pencahayaan rumah (intensitaspencahayaan ruang keluarga (p=0,132;OR 0,407) dan intensitas pencahayaan ruang kamar (p=0,024;OR 0,209)),kelembaban (p=1,00; OR 0,802), luas ventilasi (luas ventilasi ruang keluarga (p=1,00;OR 1,00) dan luas ventilasiruang kamar (p=1,00;OR 1,152)), jenis lantai (p=1,00;OR 2,067), jenis dinding (p=1,00; OR 1,296), kepadatanhunian (p=0,606;OR 3,207) dan kontak penderita (p=1,00;OR 1,140). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adahubungan antara intensitas pencahayaan ruang kamar dengan Kejadian Tb Paru. Disarankan untuk penderita TbParu membuka jendela kamar dan menambah lubang ventilasi agar cahaya dapat masuk dalam ruang kamar.

Page 9 of 52 | Total Record : 516


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue