cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020)" : 9 Documents clear
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa Lambertus, Lambertus; Kodirun, Kodirun; Busnawir, Busnawir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.12541

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsi tentang kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif siwa. Deskripsi pemecahan masalah digunakan pentahapan Polya. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang siswa yang masing-masing 1 siswa bergaya kognitif field Independent dan bergaya kognitif field dependent. Data dikumpulkan dengan tes GEFT, tes tertulis dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang bergaya kognitif field Independent adalah berkategori baik dalam memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa kembali hasil jawaban, 2) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang bergaya kognitif field dependent adalah berkategori cukup, belum mampu membuat rencana pemecahan masalah, belum mampu melaksanakan rencana pemecahan masalah dan subjek mampu menentukan kesimpulan namun tidak memeriksa kembali rencana dan perhitungan yang telah dilakukan.
Profil Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa Ningsih, Fadjra; Sudia, Muhammad; Jafar, Jafar
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.12878

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil pemecahan masalah matematis siswa SMP yang memiliki gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif yang memuat tahapan pemecahan Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih 2 siswa SMP, masing-masing 1 siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dan 1 siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian diketahui bahwa: 1) Pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya kognitif reflektif dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, cenderung konseptual. 2) Pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya kognitif impulsif dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah, subjek impulsif cenderung proses berpikir konseptual sedangkan pada tahap membuat rencana,  melaksanakan rencana serta memeriksa kembali, cenderung semikonseptual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam memecahkan suatu masalah matematis memiliki karakteristik yang berbeda jika dilihat dari gaya kognitif. Hasil penelitian khususnya secara praktis dapat digunakan untuk mengkontruksi perbaikan pembelajaran matematik dalam mempertimbangkan gaya kognitif siswa untuk memperoleh hasil belajar siswa yang maksimal. Kata Kunci: Pemecahan Masalah Matematis, Gaya Kognitif Abstract:This study aims to reveal the mathematical problem solving profil of junior high school students who have reflective cognitive style and impulsive cognitive style that contain Polya’s stages of solving. The subjects of this study were selected 2 junior high school students, each 1 students who had a reflective cognitive style and 1 students who had an impulsive cognitive style. The results obtained in this study note that: 1) Mathematichal problem solving of students with reflective cognitive style in solving problems at the stage of understanding the problem, making plans carrying out plans and checking again, tends to be conceptual. 2) Mathematical problem solving of students with impulsive cognitive style in solving problems at the stage of understanding the problem, impulsive subjects tend to be conceptual thinking processes while at the stage of making plans, at the stage of implementing plans and checking again, tend to be semiconceptual. So it can be concluded that in solving a mathematical problem has different characteristics when viewed from cognitive style. The results of research in particular can be practically used to contruct mathematical learning improvements in considering students’ cognitive styles to obtain maximum students learning outcomes. Keywords:Mathematical Problem Solving, Cognitive Style 
Profil Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa Ningsih, Fadjra; Sudia, Muhammad; Jafar, Jafar
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.12878

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil pemecahan masalah matematis siswa SMP yang memiliki gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif yang memuat tahapan pemecahan Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih 2 siswa SMP, masing-masing 1 siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dan 1 siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian diketahui bahwa: 1) Pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya kognitif reflektif dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, cenderung konseptual. 2) Pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya kognitif impulsif dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah, subjek impulsif cenderung proses berpikir konseptual sedangkan pada tahap membuat rencana,  melaksanakan rencana serta memeriksa kembali, cenderung semikonseptual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam memecahkan suatu masalah matematis memiliki karakteristik yang berbeda jika dilihat dari gaya kognitif. Hasil penelitian khususnya secara praktis dapat digunakan untuk mengkontruksi perbaikan pembelajaran matematik dalam mempertimbangkan gaya kognitif siswa untuk memperoleh hasil belajar siswa yang maksimal. Kata Kunci: Pemecahan Masalah Matematis, Gaya Kognitif Abstract:This study aims to reveal the mathematical problem solving profil of junior high school students who have reflective cognitive style and impulsive cognitive style that contain Polya’s stages of solving. The subjects of this study were selected 2 junior high school students, each 1 students who had a reflective cognitive style and 1 students who had an impulsive cognitive style. The results obtained in this study note that: 1) Mathematichal problem solving of students with reflective cognitive style in solving problems at the stage of understanding the problem, making plans carrying out plans and checking again, tends to be conceptual. 2) Mathematical problem solving of students with impulsive cognitive style in solving problems at the stage of understanding the problem, impulsive subjects tend to be conceptual thinking processes while at the stage of making plans, at the stage of implementing plans and checking again, tend to be semiconceptual. So it can be concluded that in solving a mathematical problem has different characteristics when viewed from cognitive style. The results of research in particular can be practically used to contruct mathematical learning improvements in considering students’ cognitive styles to obtain maximum students learning outcomes. Keywords:Mathematical Problem Solving, Cognitive Style 
Eksplorasi Etnomatematika Alionda Masyarakat Buton Utara Hariyani Ode, Nining; Kadir, Kadir; Anggo, Mustamin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.14987

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep etnomatematika yang terkandung pada Alionda masyarakat Buton Utara. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara semi terstuktur. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Sumber data penelitian ini berasal dari masyarakat Buton Utara yang memahami betul tentang Alionda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alionda adalah Tradisi masyarakat Buton Utara yang berarti merangkaikan tangan. Alionda masyarakat Buton Utara tersebut memuat beberapa konsep  matematika yaitu: (a) Himpunan; (b) Peluang; (c) Lingkaran; (d) relasi. Adegan Alionda yang dimaksud adalah adegan mekoka dan adegan melionda. Konsep matematika yang digunakan dalam Alionda masyarakat Buton Utara tersebut mempunyai kesamaan dengan konsep matematika formal di Sekolah.Kata kunci: Etnomatematika, AliondaAbstract: This study aimed to explore the concept of ethnomathematics in Alionda of North Buton society. The data collection technique of this study was a semi-structured interview. The data validation test was carried out using triangulation of the source. The data source of this study was from North Buton society who fully understood Alionda. The results of the study showed that Alionda is a tradition of North Buton society, which means to join hands. Alionda of North Buton society contains several mathematical concepts, including: (a) Set; (b) Probability; (c) Circle; (d) Relation. The Alionda scenes include the mekoka scene and the melionda scene. The mathematical concept used in Alionda of North Buton society has similarities with the concept of formal mathematics in the School. Keywords: Ethnomathematics, Alionda
Analisis Kesalahan Menyelesaikan Masalah Kontekstual Ditinjau Dari Gender Putri, Rini; Lambertus, Lambertus; Sudia, Muhammad
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.15744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang jenis dan  penyebab kesalahan siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Kendari dalam menyelesaikan masalah kontekstual serta pengaruh gender dalam menyelesaikan masalah kontekstual tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) tes yang digunakan untuk mengetahui letak kesalahan siswa dalam menyelesaiakan masalah kontekstual serta adakah pengaruh gender di dalamnya; (2) wawancara yang digunakan untuk mendapatkan data faktor penyebab kesalahan. Berdasarkan hasil penelitian kesalahan menyelesaikan soal kontekstual yang dilakukan oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Kendari di antaranya adalah sebagai berikut:(1) subjek laki-laki berkemampuan matematika tinggi melakukan kesalahan membaca (reading errors), kesalahan transformasi (transform errors), kesalahan keterampilan proses (process skill errors), dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). (2) subjek laki-laki berkemampuan matematika sedang mengalami kesalahan keterampilan proses (process skil errors) dan kesalahan penentuan jawaban akhir (encoding). (3) subjek laki-laki berkemampuan matematika rendah melakukan kesalahan memahami masalah (comprehension), kesalahan transformasi (transform errors), kesalahan keterampilan proses (process skil errors)  dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). Sedangkan Jenis kesalahan yang dilakukan siswa perempuan dalam menyelesaikan masalah kontekstual berdasarkan analisis Newman, sebagai berikut: (1) subjek perempuan berkemampuan matematika tinggi melakukan kesalahan keterampilan proses (process skil errors) dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). (2) subjek perempuan berkemampuan matematika sedang melakukan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). (3) subjek perempuan berkemampuan  matematika rendah melakukan kesalahan memahami masalah (comprehension), kesalahan transformasi masalah (transform errors), kesalahan keterampilan proses (process skill errors) dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). Adapun faktor penyebab siswa laki-laki dan perempuan melakukan kesalahan karena: (1) tidak memahami masalah dalam soal, (2) lupa, tidak teliti dan tergesa-gesa.
Pengaruh Pendekatan Problem Posing Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematik Siswa SMP Ditinjau Dari Self-Efficacy Saminggu, La; Lambertus, Lambertus; Samparadja, Hafiludin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.14988

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) deskripsi kemampuan  berpikir kritis matematik (KBKM) siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Kendari; (2) pengaruh pendekatan problem posing terhadap peningkatan KBKM siswa ditinjau dari self-efficacy (SE). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 9 Kendari tahun ajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa 365 orang. Pengambilan sampel kelas dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian secara deskriptif nilai rata-rata KBKM siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Kendari mengalami penigkatan setelah diberikan perlakuan yaitu dengan pendekatan problem posing. Hasil penelitian secara inferensial: (1) Secara signifikan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa setelah diajar dengan pendekatan problem posing, (2) Secara signifikan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa setelah diajar dengan pendekatan problem posing untuk siswa yang memiliki Self-Efficacy tinggi, (3) Secara signifikan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa setelah diajar dengan pendekatan problem posing untuk siswa yang memiliki Self-Efficacy sedang, dan (4) Secara signifikan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa setelah diajar dengan pendekatan problem posing untuk siswa yang memiliki Self-Efficacy rendah. Kata Kunci: KemampuanBerpikir Kritis Matematik, Self-Efficacy, dan Pendekatan Problem  Posing. Abstract: This study aims to analyze: (1) a description of the critical thinking skills of mathematics (KBKM) class VIII SMP Negeri 9 Kendari; (2) the effect of problem posing approach to improving the student KBKM in terms of self-efficacy (SE). The population in this study were all students of class VIII at SMP Negeri 9 Kendari in the academic year 2019/2020 with the number of students 365 people. Class sampling is done using purposive sampling technique. Data analysis techniques using descriptive statistics and inferential statistics. The results of the study descriptively the average grades of KBKM for VIII grade students of SMP Negeri 9 Kendari experienced an increase after being given treatment, namely the problem posing approach. Inferential research results: (1) Significantly there is an increase in students' mathematical critical thinking skills after being taught with the problem posing approach, (2) Significantly there is an increase in students' mathematical critical thinking skills after being taught with the problem posing approach for students who have high Self-Efficacy, (3) Significantly there is an increase in students' mathematical critical thinking skills after being taught with the problem posing approach for students who have moderate Self-Efficacy, and (4) Significantly there is an increase in students' mathematical critical thinking skills after being taught with the problem posing approach for students who have low Self-Efficacy. Keywords: Critical Thinking of mathematical ability, self-efficacy, Problem Posing Approach.
Profil Kemampuan Representasi Matematik Siswa Madrasah Aliyah Ditinjau Dari Gaya Kognitif Dan Gender Rahma Hamid, Suci; Sudia, Muhammad; Samparadja, Hafiludin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.14989

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil kemampuan representasi matematik siswa MAS Pesri Kendari yang bergaya kognitif reflektif-impulsif yang ditinjau dari gender. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini diperoleh melalui Matching Familiar Figure Test (MFFT) yang dikembangkan oleh Warli. Hasil MFFT membagi dua kelompok siswa menjadi kelompok siswa bergaya kognitif reflektif dan kelompok siswa bergaya kognitif impulsif. Dari pengelompokan tersebut dipilih masing-masing 1 (satu) orang siswa Reflektif Perempuan (RP), 1 (satu) orang siswa Reflektif Laki-laki (RL), 1 (satu) orang siswa Impulsif Perempuan (IP) dan 1 (satu) orang siswa Impulsif Laki-laki (IL). Intrumen utama penelitian ini adalah peneliti dan instrumen bantunya adalah tes gaya kognitif (MFFT), tes kemampuan representasi matematik dan pedoman wawancara. Kemampuan representasi matematik dalam penelitian ini diidentifikasi melalui 3 indikator yang dikembangkan oleh Cai, Lane dan Jacobsin. Teknik analisis data dilakukan dalam tiga tahap yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa (1) Siswa laki laki dan perempuan dengan gaya kognitif reflektif maupun impulsif memiliki kemampuan menginterpretasi fenomena matematik ke dalam representasi simbolik yang lebih baik daripada kemampuan mentranslasi representasi visual ke dalam representasi simbolik dan kemampuan menggunakan representasi simbolik untuk menjelaskan ide-ide matematik. (2) Siswa dengan gaya kognitif reflektif memiliki kemampuan mentranslasi representasi visual ke dalam representasi simbolik dan kemampuan menggunakan representasi simbolik untuk menjelaskan ide-ide matematik yang lebih baik daripada siswa dengan gaya kognitif impulsif.(3) Siswa laki-laki memiliki kemampuan mentranslasi representasi visual ke dalam representasi simbolik yang lebih baik daripada siswa perempuan. Sedangkan siswa perempuan memiliki kemampuan menggunakan representasi simbolik untuk menjelaskan ide-ide matematik yang lebih baik daripada siswa laki-laki.Kata Kunci: Kemampuan Representasi, Gaya Kognitif, Gender, Reflectif-impulsif Abstract: This study was aimed at revealing the profile of the mathematical representation ability of MAS Pesri Kendari students with cognitive reflective-impulsive in terms of gender. The type of this research was a qualitative descriptive study. The subjects of this study were obtained through the Matching Familiar Figure Test (MFFT) developed by Warli. The MFFT into two groups of students with reflective cognitive style and impulsive cognitive style groups. From these groupings, 1 (one) Female Reflective Student (RP) was taken, 1 (one) Male Reflective Student (RL), 1 (one) Female Impulsive Student (IP) and 1 (one) Student Male Impulsive students (IL). The main instruments of this research were the researcher and the secondary instruments were the cognitive style test (MFFT), the mathematical representation ability test and interview guidelines. The mathematical representation analysis in this study was identified through 3 indicators developed by Cai, Lane and Jacobsin. The data analysis technique was carried out in three ways, namely (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) conclusion. Based on the results of the data analysis, it was concluded that (1) Male and female students with reflective and impulsive cognitive styles had the ability to interpret mathematical phenomena into better symbolic representations than the ability to transform visual representations into symbolic representations and the ability to use symbolic representations to explain the mathematical ideas. (2) Students with reflective cognitive styles had an ability to transform visual representations into symbolic representations and ability to use symbolic representations to explain mathematical ideas better than students with impulsive cognitive styles. (3) Male students had ability to interpret visual representation into symbolic representation better than female students. While female students had the ability to use symbolic representations to explain mathematical ideas better than male students. Keyword: Representation Ability, Cognitive Style, Gender, Reflective-impulsive
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Learning untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Materi Lingkaran Siswa Ilmiati, Ilmiati
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.21084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar  siswa dalam pelajaran Matematika pada siswa kelas VI SD Negeri 8 Watopute  dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Student Team Learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri 8 Watopute. Objek penelitian adalah keseluruhan proses dan hasil pembelajaran Matematika dengan penerapan model Kooperatif tipe Student Team Learning. Instrumen  yang digunakan adalah lembar observasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menerapkan model Kooperatif tipe Student Team Learning. Langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan yaitu perubahan dalam penyampaian materi pelajaran, siswa menganalisis permasalahan, pembentukan kelompok diskusi dengan mengubah pengelompokan siswa yang didasari dari prestasinya, siswa berpasangan untuk berdiskusi, perwakilan kelompok siswa menyampaikan hasil diskusi di depan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 8 Watopute  meningkat setelah digunakannya model Kooperatif tipe Student Team Learning dalam pembelajaran Matematika dengan materi pokok lingkaran. Peningkatan ini terbukti pada peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari skor rerata pra tindakan sebesar 60,79 menjadi 68,06 pada siklus I dan meningkat menjadi 76,88 pada siklus II. Siswa yang mencapai kriteria keberhasilan mengalami peningkatan dari 40,63% pada pra tindakan menjadi 65,63% pada siklus I dan meningkat menjadi 93,75% pada siklus II. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan aktifitas siswa dari siklus I ke siklus II, yaitu sebanyak 28,12% siswa kegiatannya meningkat antara lain: siswa aktif dalam pembelajaran, siswa lebih leluasa dalam mencari dan mengumpulkan informasi yang diinginkan, dan siswa juga memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar bersama teman.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match pada Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Tiworo Utara Kaene, La
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.21083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Hasil belajar Matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas IV SD Negeri 4 Tiworo Utara. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, di mana guru yang bertindak sebagai peneliti yang juga mengajar di kelasIV dan yang diberi tindakan dibantu oleh seorang teman sejawat yang bertindak sebagai kolaborator atau observer yang bertugas mengamati Kreativitas Guru dan siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe A Match. Penelitian dilaksanakan di kelas IV semester 1 tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini  meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pada siklus 1 ketuntasan secara klasikal  adalah 72,73% atau 16 orang dari 22 siswa. Serta dengan nilai rata – rata 73,18.  Sedangkan. Pada siklus 2 ketuntasan secara klasikal  adalah 86,36% atau 19 orang dari 22 siswa. Serta dengan nilai rata – rata 84,09. Dengan demikian pembelajaran yang berlangsung pada siklus II ini sudah dianggap berhasil karena sudah mencapai indikator.

Page 1 of 1 | Total Record : 9