cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24429791     EISSN : 27154181     DOI : 10.33772/pharmauho
Core Subject : Health, Science,
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo mengelola dan menerbitkan Jurnal Farmasi, Sains dan Kesehatan Pharmauho yang merupakan Jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi dan perkembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan pengembangan di bidang farmasi, sains dan kesehatan. Artikel dapat dikirimkan ke alamat kantor editor atau dengan menggunakan pendaftaran online Jurnal Pharmauho pada ojs.uho.ac.id. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi editor.Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho" : 10 Documents clear
Uji Aktivitas Analgesik Gel Bulung Boni (Caulerpa sp.) Terhadap Mencit Putih (Mus musculus) erika putri jayantini
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.14882

Abstract

Pain is an uncomfortable sensory and emotional feeling, associated with (threatening) tissue damage. Analgesics are substances that reduce or dispel pain without eliminating consciousness (the difference with general anesthesia). Animals that are commonly used as experimental animals are menci (Mus musculus) and white mice (Rattus novergicus). The purpose of this study was to determine the comparison of the onset of each boni gel concentration tested. The research carried out in the form of experimental by using the hot plate method. The results showed that there was no onset of boni gel with a concentration of 0.25% because the curve was still interesting. The onset obtained in boni gel with a concentration of 0.5% is occurred at the 90th minute where the area under the curve is 4248 which shows the percent of activity owned. The onset obtained in boni gel with a concentration of 0.75% is occurred at the 90th minute where the area under the curve is 5112 which shows the percent of activity owned. The greater the concentration given, the greater the arising analgesic effect. Of the three concentrations, the most effective analgesic effect was 0.75%, where analgesic activity occurred at 90 minutes by 135.902% with an SD value of 154.156 and RSD value of 113.4317%. 
REVIEW: AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN AKALIFA (Acalypha wilkesiana Müell. Arg.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Astrina Fuji Nurfadilah; Imam Adi Wicaksono; Tina Rostinawati
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.15881

Abstract

Escherichia coli (E. coli) merupakan bakteri gram negatif yang bersifat anaerob fakultatif. E. coli merupakan penyebab utama penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) dengan persentase 80-95% dan diare sebesar 25%. Saat ini, E. coli telah mengalami resisten terhadap beberapa antibiotik sehingga perlu dilakukan upaya untuk mencari senyawa baru yang berpotensi sebagai antibakteri. Daun akalifa (Acalypha wilkesiana Müell. Arg.) mempunyai aktivitas antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan bawang putih, daun sirsak, daun sirih, serta buah maja. Daun akalifa mengandung senyawa tannin, saponin, flavonoid, fenol serta alkaloid sebagai antibakteri. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun akalifa terhadap bakteri E. coli yang dapat dilihat dari diameter zona hambat dan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) serta Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Ekstrak daun akalifa diperoleh dengan metode ekstraksi maserasi, perkolasi, refluks dan soklet menggunakan pelarut air, etanol, methanol, etil asetat, n-hexan dan aseton. Ekstrak daun akalifa mempunyai akivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan zona hambat terbesar yaitu 30,2 mm pada konsentrasi ekstrak 10 mg/ml dan nilai KHM 20 μg/ml pada konsentrasi ekstrak 10 mg/ml serta KBM 5 mg/ml pada konsentrasi ekstrak 20 mg/ml dengan menggunakan metode soklet pelarut etanol.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit dan Biji Jeruk Siam Kintamani (Citrus nobilis (L) dalam Berbagai Jenis Pelarut Putu Ika Indah Indraswari; Gusti Ayu Oviani
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.15890

Abstract

Penelitian yang dilakukan adalah studi pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan bagian buah yang tidak dikonsumsi yaitu bagian kulit dan biji jeruk siam Kintamani. Pada studi yang dilakukan juga perbandingan penggunaan tiga jenis pelarut yaitu etanol 96%, etanol 70%, dan N-Hexan sehingga dapat diketahui jenis pelarut yang paling baik dalam mengambil komponen antioksidan alami dari kulit dan biji jeruk, yaitu alkaloid dan flavonoid. Dari hasil pengujian antioksidan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-picrylhydrazyl) diketahui bahwa kulit jeruk memiliki kemampuan aktivitas antioksidan yang lebih baik dari pada biji jeruk. Ekstrak kulit jeruk dengan pelarut Ethanol 96% memiliki daya hambat radikal paling besar diantara ekstrak lainnya walaupun keseluruhan ekstrak memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah ketika dihitung dengan metode IC50..This research is a preliminary study which aims to determine the ability of the fruit that is not consumed, the skin and seeds of Kintamani Orange. In this study also conducted a comparison of the use of three types of solvents, ethanol 96%, ethanol 70%, and N-Hexan so that it can be know which type of solvent is best in taking natural antioxidant components from orange peel and seeds, alkaloids and flavonoids. From the results of antioxidant testing using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method, it was found that orange peels had better antioxidant activity than orange seeds. The orange peel extract with 96% Ethanol solvent had the greatest radical inhibition power among other extracts even though the whole extract had very weak antioxidant activity when analyze by the IC50 method.
Secondary Metabolites Identification and Antioksidan Activity of Rukam (Flacourtia rukam Zoll. & Mor.) Leaf Shoots From East Kalimantan Paula Mariana Kustiawan
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.20379

Abstract

Rukam (Flacourtia rukam Zoll. & Mor.) is one of the forest plants from East Kalimantan which has the characteristic of edible fruit and red leaf shoots. There is still no research on the compounds and activities of the leaf shoots of F. rukam. The aim of this study was to identify secondary metabolites of F.rukam leaf shoots and their antioxidant activity. Qualitative phytochemical testing methods with color changes were carried out to identify secondary metabolites. Antioxidant activity test was determined by using DPPH method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Phytochemical test results from leaf shoots of F.rukam showed the presence of alkaloids, flavonoids, triterpenoids, tannins and carbohydrates. The antioxidant activity of F.rukam leaf shoots at concentrations of 25, 50, 100 μg/mL was 84, 86, 88% compared to vitamin C 92,94, 95%. This showed that the leaf shoots of F. rukam have a promising potential for antioxidant activity.
Perbandingan Kadar Kurkumin Di Rimpang Kunyit (Curcuma Longa L.) Pada Beberapa Lokasi Tumbuh Di Pulau Lombok Dwiki Setyo Nugroho; Dyke Gita Wirasisya; Agus Dwi Ananto
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.11997

Abstract

Kunyit (Curcuma longa L.) merupakan tanaman yang sering digunakan untuk pengobatan di Indonesia. Tanaman ini memiliki kandungan kurkumin yang memiliki bergam aktivitas farmakologis. Perbedaan lokasi tumbuh dapat mempengaruhi kadar metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar kurkumin dari sebuk simplisia rimpang kunyit yang diambil di beberapa daerah di pulau lombok, sampel diekstrak menggunakan pelarut etanol 96% dengan perbandingan 1:10 antara serbuk dengan pelarut, kemudian pelarut diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kental. Kadar kurkumin dihitung dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil perhitungan diperoleh kadar kurkumin tertinggi yaitu Kabupaten Lombok Utara sebesar 39,5341 g/ 100g, diikuti oleh Kabupaten Lombok Barat sebesar 28,8039 g/ 100g, Kabupaten Lombok Tengah sebesar 18,5185 g/ 100g, dan Kabupaten Lombok Timur 8,0655 g/ 100g. Dilanjutkan validasi data berupa parameter perolehan kembali SD, CV, LoD dan LoQ dengan hasil yang baik.
Antidiabetic Assay from Clusiaceae Family by Inhibition of α-Glucosidase and α-Amylase Enzyme Activity Nuraini Puspitasari
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.20898

Abstract

Diabetes mellitus which is indicated by high amount of glucose in blood became one of serious problem in Indonesia. Inhibition of enzymes responsible for causing liberation of glucose level considered to have important role in overcoming Diabetes mellitus. Activity of α-glucosidase and α-amylase enzyme inhibition assay was held to 13 species from Clusiaceae family. α-glucosidase enzyme inhibition assay used acarbose as positive standard and showed 91.17 μg/mL of IC50 value. Those which had IC50 value less than Acarbose were 14 sampels with IC50 value ranged in 22,89 to 89,91 μg/mL. Meanwhile, The most potent inhibition activity of α-amylase were methanol extract of Clusiaceae family ranged from 6.48 to 40.39μg/mL
Uji Ketersediaan Hayati tablet Parasetamol dengan Bahan Pengikat Pati Pisang Kepok ((Musa balbisiana) Deni Anggraini; Anita Lukman; Fathur Rahman; N Nurfieftien
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.15132

Abstract

Zat pengikat pada formula tablet berguna untuk menambah kohesivitas pada serbuk sehingga membentuk ikatan  pada waktu masa cetak  dikempa dan membentuk suatu masa yang kompak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat  potensi pati pisang kepok (Musa balbisiana) sebagai bahan pengikat formulasi tablet paracetamol. Formulasi tablet menggunakan  metode granulasi basah. Tablet parasetamol di formula menggunakan bahan pengikat pati pisang kepok konsentrasi 15% dalam bentuk mucilago. Tablet parasetamol yang dihasilkan dilakukan evaluasi mutu meliputi uji disolusi, waktu hancur, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, keseragaman kadar dan  friabilitas, Tablet parasetamol yang dihasilkan juga dibandingkan ketersedian hayatinya dengan tablet parasetamol inovator. Hasil menunjukkan bahwa tablet parasetamol yang diformula menggunakan bahan pengikat pati pisang kepok 15% memenuhi persyaratan mutu  tablet, terdisolusi 92% dalam waktu 30 menit dan waktu hancur 2 menit 2 detik. Tablet parasetamol yang di formula dengan bahan pengikat pati pisang kepok bioekivalen dengan tablet parasetamol inovator dengan nilai bioavailabilitas relative 1,099.
Karakter Spesifik Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Dari Tiga Tempat Tumbuh Dan Penghambatan Terhadap Staphyllococcus aureus dan Escherichia coli Dyah Aryantini
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.13925

Abstract

Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakterisasi spesifik ekstrak untuk menjamin keajegan kandungan kimia ekstrak yang bertanggungjawab dalam aktivitas farmakologidan menguji aktivitas ekstrak etanol 80% dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherricia coli. Metode ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan pelarut etanol 80%. Ekstrak berasal dari 3 tempat tumbuh yang berbeda, pengujian parameter spesifik meliputi identitas ekstrak, organoleptis, skrining fitokimia, kadar senyawa yang larut dalam air, uji kandungan kimia dengan metode KLT. Uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol buah belimbing wuluh menunjukan adanya kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Karakter ekstrak terhadap parameter spesifik kadar larut etanol dan kadar larut air dari masing-masing 3 tempat tumbuh di Jawa Timur, cara penetapannya sesuai dengan yang tercantum dalam Farmakope Herbal Indonesia 2008. Uji aktivitas menggunakan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang dibagi menjadi 5 kelompok, dengan ekstrak daun belimbing wuluh dengan konsentrasi kontrol positif dan negatif, 25%, 50%, 100%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh memiliki aktivitas menghambat kedua bakteri tersebut dan memiliki nilai rentang pada karakterisasi parameter spesifik yang disyaratkan dalam Farmakope Herbal 2008  
Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa Linn) dengan Kombinasi Pemanis Stevia dan Sorbitol Yani Ambari
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.14416

Abstract

Rosela merupakan tanaman yang memiliki kelopak bewarna merah, kaya kandungan antosianin dan antioksidan selain itu dapat dijadikan sebagai suplemen daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan formulasi tablet hisap yang baik berdasarkan karakteristik evaluasi tablet hisap. Ekstrak etanol bunga rosela diperoleh dengan metode remaserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Dalam penelitian ini dibuat tiga rancangan formulasi tablet hisap formula 1,2, dan 3 dengan variasi pemanis stevia dan sorbitol menggunakan metode granulasi basah dengan ekstrak etanol bunga rosela sebagai bahan aktif, kemudian dilakukan evaluasi tablet hisap yang meliputi uji organoleptis, kerapuhan, kekerasan, waktu melarut, keseragaman bobot, keseragaman ukuran dan uji hedonic. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi organoleptic pada tablet bewarna putih, aroma khas rosela dan rasa manis, sedangkan hasil kerapuhan berkisar 0,36% – 0,75 %, sedangkan keseragaman ukuran tablet dari ketiga formulasi berkisar 1,31 kg/cm2, sedangkan keseragaman bobot dari ketiga formulasi berkisar 0,555 gram – 0,557 gram, sedangkan uji kekerasan tablet berkisar 4,4 kg/cm2 -  5 kg/cm2, sedangkan uji waktu melarut tablet berkisar 15,1 menit – 17,1 menit, dan uji evaluasi yang terakhir yaitu uji hedonic hasilnya yaitu semua responden lebih suka pada formulasi 2 dikarenakan aroma serta rasa pada tablet hisap lebih maniss daripada formulasi 1 dan formulasi 3. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semua formulasi memiliki karakteristik evaluasi tablet hisap yang baik
ARTIKEL REVIEW : PENERAPAN STANDAR KEAMANAN PEGAWAI DI APOTEK DAN INTERVENSI APOTEKER DALAM LAYANAN KONSELING PASIEN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ni Made Widya Sukma Santi; Hani Nuraini; Yoppi Iskandar
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.11934

Abstract

Pada Bulan Desember 2019, terdeteksi coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) yang penyakitnya disebut Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Virus ini ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei di Cina. Saat ini, kasus COVID-19 yang telah dikonfirmasi telah dilaporkan di banyak negara termasuk Eropa, Amerika Utara, Afrika dan Asia, dan WHO telah menjadikannya sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Jelas bahwa pandemi COVID-19 telah menjadi peristiwa kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi di seluruh dunia. Sebagai professional kesehatan yang paling mudah diakses, apoteker yang bertugas di Apotek memiliki peran penting dalam pengendalian dan pencegahan penyakit menular untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain serta memberi nasihat mengenai tindakan pencegahan perilaku, deteksi dini dan rujukan dari orang yang dicurigai berisiko lebih tinggi terinfeksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10