cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
SOCIETAL
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2022): Edisi April" : 21 Documents clear
MOBILITAS SOSIAL MASYARAKAT DI SEKITAR PERUSAHAAN PT. VIRTUE DRAGON NIKEL INDUSTRI (VDNI) DESA MOROSI KECAMATAN MOROSI KABUPATEN KONAWE
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penilitian ini untuk mengetahui mobilitas sosial masyarakat dan mengetahui faktor apa yang menyebabkan mobilitas sosial masyarakat di sekitar serusahaan PT. Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) desa morosi kecamatan morosi kabupaten konawe. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif  kualitatif dengan teknik penggunaan data yaitu penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, penelitian lapangan terbagi atas 3 yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dibatasi terhadap warga yang mengalami mobilitas sosial di Desa Morosi. Warga yang dimaksud disini adalah warga yang secara administrasi tinggal dan terdata sebagai penduduk Desa Morosi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Berdasarkan pembahasan sebelumnya penulis menyimpulkan bahwa: 1. Mobilitas sosial yang terjadi di wilayah desa Morosi dalam hal ini khususnya masyarakat morosi telah terjadi perubahan yang begitu pesat baik dari segi status sosialnya maupun ekonominya (social climbing) dan tidak di temukan dari masyarakat disana yang mobilitas sosialnya turun (social sinking). Dan dikarenakan adanya tuntutan ekonomi dimana pengeluaran dan kebutuhan seseorang yang semakin meningkat setiap saat. Keberhasilan seseorang dalam meningkatkan kehidupannya dapat diukur dari pendapatan ekonomi yang ia peroleh. Dengan meningkatnya jumlah pendapatan mereka, maka kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan yang ditimbukan mengarahkan ke kehidupan yang lebih baik. 2. Mobilitas sosial yang terjadi dalam masyarakat disebabkan oleh berbagai faktor.Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor pendidikan,, modernisasi, ekonomidan status. Pendidikan merupakan suatu sarana mobilitas sosial yang penting bagi seseorang yang ingin meningkatkan taraf hidupnya secara ekonomi. Semakin tingginya tingkat pendidikan seseorang dipercaya akan semakin tinggi skill yang mereka miliki. Beberapa jenis pekerjaan yang memiliki tingkat pendapatan yang cukup tinggi selalu menyertakan batas minimum pendidikan terakhir yang mereka jalani. Semakin tinggi pendidikan terakhir yang mereka miliki, biasanya selalu berpengaruh terhadap jenis pekerjaan yang mereka dapatkan. Modernisasi sangat mempengaruhi mobilitas sosial karena semakin berkembang dan majunya suatu wilayah maka masyarakat yang ada di suatu wilayah akan mengalami perubahan yang mengarah dalam peningkatan ekonomi masyarakat.Ketiga, ekonomi.Kebutuhan-kebutuhan rumah tangga serta pendidikan bagi anak-anak mereka mendorong pekerja untuk selalu giat dalam mencari pendapatan yang cukup bagi kebutuhan keluarganya. Banyak pekerja yang ketika memutuskan untuk berpindah tempat bekerja mengatakan bahwa pendapatan mereka cukup meningkat jika dibandingkan dengan jenis pekerjaan mereka sebelumnya, hal inilah yang dapat menyebabkan tingkat mobilitas sosial mereka juga meninngkat. Status seseoarang mampu mempengaruhi masyarakat di wilayah morosi. Semakin tinggi status seseorang maka perubahan seseorang akan mengalami perubahan yang sangat baik, ini dapat ditandai dengan meningkatnya perekonomian yang terjadi pada seseorang.
UPAYA PENINGKATAN MODAL SOSIAL SEBAGAI STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN (Studi di Desa Lemo Bajo, Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara)
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengkaji modal sosial apa saja yang ada dilingkungan masyarakat Desa Lemo Bajo Kecamatan Wawolesea Kabupaten Konawe Utara. (2) Untuk Meningkatkan Elemen Modal Sosial Sebagai Strategi Penanggulangan Kemiskinan di Desa Lemo Bajo Kecamatan Wawolesea Kabupaten Konawe Utara. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriftif kualitatif dengan cara mengumpulkan data dengan pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi. Data yang diperoleh  disajikan dalam bentuk penjelasan dan uraian tentang Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Modal Sosial. Hasil penelitian ini menujukan bahwa strategi penanggulangan kemiskinan dengan cara memanfaatkan modal sosial yang ada dilingkungan penduduk di Desa Lemo Bajo Kecamatan Wawolesea Kabupaten Konawe Utara sangat mereka terapkan dalam kehidupan penduduk setempat seperti penerapan dan peningkatan relasi timbal balik, meningkatkan nilai sikap saling percaya, menyunjung tinggi nilai dan norma sosial yang berlaku, dan memperluas jaringan sosial yang ada.
STRATEGI IBU RUMAH TANGGA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN EKONOMI RUMAH TANGGA (Studi Kasus Pada Perempuan Pedagang Di Terminal Pangkalan Perahu Kecamatan kendari Kota Kendari)
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui strategi ibu rumah tangga dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga pada perempuan pedagang di Terminal Pangkalan Perahu Kecamatan Kendari Kota Kendari. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong ibu rumah tangga bekerja di sektor publik pada perempuan pedagang di Terminal Pangkalan Perahu Kecamatan Kendari Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif  kualitatif dengan Teknik pengumpulan datanya antara lain Observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Wawancara dilakukan pada 12 orang perempuan yang telah berkeluarga dan mempunyai anak, yang bekerja sebagai pedagang. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi ibu rumah tangga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga: pertama, strategi aktif yaitu dengan berdagang di terminal pangkalan perahu kecamatan kendari kota kendari; kedua, strategi pasif yaitu Menghemat Pengeluaran; ketiga, strategi jaringan yaitu meminjam kepada kerabat. Adapun faktor-faktor yang mendorong ibu rumah tangga bekerja di sektor publik: untuk menambah penghasilan keluarga, agar ekonomi tidak tergantung pada suami, adanya keinginan untuk bekerja, melanjutkan pekerjaan orang tua, faktor dukungan suami
STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR PEMUDA KELURAHAN BONE-BONE DAN KELURAHAN TARAFU (Studi Di Kecamatan Batupuaro Kota Baubau)
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya konflik antara pemuda di Kelurahan Bone -bone dan Kelurahan Tarafu, Kota Baubau, dan untuk mengetahui strategi penyelesaian konflik yang terjadi antar pemuda di Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu, Kota Baubau. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah deskriptif kualitatif, adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan. a.) Wawancara, teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara lisan dan langsung (bertatap muka) dengan informan yang ditunjang oleh pedoman wawancara. b.) Dokumentasi yakni dalam pengumpulan data melalui peninggalan tertulis (dokumen-dokumen) seperti data penduduk, data mata pencaharian dan gambaran lokasi.Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah kepala Kelutahan Bone-bone dan kepala Kelurahan Tarafu, 2 tokoh agama dan tokoh masyarakat yang.2 orang masyarakat yang tinggal di daerah konflik atau terdampak konflik, selain itu pemuda sebanyak 4 orang yang merupakan informan biasa karena terlibat langsung atatu bahkan menjadi rekan pelaku yang terlibat. Sehingga total informan yang ada sebanyak 10 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang menjadi penyebab tejadinya konflik antar Pemuda di Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu. Faktor-faktor tersebut antara lain pertama amarah . Kemarahaan yang sesaat di antara para pemuda di dua Kelurahan  tersebut, dimana mereka merasa benar dan tidak ingin disalahkan atas apa yang terjadi di kalangan pemuda didua Kelurahan tersebut. Sehingga kemarahan yang sesaat berhujung kepada kebencian dan menjadi gejolak antar pemuda. Kedua lingkungan, lingkungan menjadikan kebiasaan yang baik bila mana kegiatan itu memberikan dampak positif kepada masyarakat yang ada di dalamnya. Lingkungan berperan penting dalam membentuk karakter pemuda, dengan begitu lingkungan yang sehat akan melahirkan pemuda dengan pemikiran yang terbuka dan perilaku yang lebih baik. Strategi penyelesaian konflik antar pemuda di Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu dilakukan dengan beberapa cara yaitu, a). Negosiasi, dimana para tokoh masyarakat dan Lurah dua Kelurahan tersebut mempertemukan pemuda dari Kelurahan Bone-bone dan Keluraha Tarafu untuk melakukan perdamaian dengan cara berkomrpomi untuk saling memaafkan dan melupakan masalah antar mereka. b).  Mediasi yaitu dilakukan dengan cara pemerintah setempat sebagai fasilitator yang memberi ruang untuk para pemuda dengan melibatkan beberapa pihak, seperti satuan TNI/POLRI,  tokoh masyarakat pemerintah Kelurahan, pemerintah daerah dan pemerintah Kota Baubau, salah satu kesepakatan yang disepakati saat itu, yaitu pengucapan ikrar/janji yang dilakukan pemuda dari dua kelurahan tersebut.
MODEL PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA BERBASIS KALOSARA (Studi Di Desa Lambudoni Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara)
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan model perencanaan pembangunan desa berbasis Kalosara di Desa Lambudoni Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi model perencanaan pembangunan desa berbasis Kalosara di Desa Lambudoni Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara. Dalam penelitian ini informan yang diambil sebanyak 8 orang. Informan ini dipilih karena dianggap mampu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Adapun kriteria informan antara lain, kepala desa, sekretaris desa, ketua atau anggota BPD, tokoh adat dan beberapa warga setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang berdasarkan pada pengumpulan data dengan kajian kepustakaan, interview atau wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data juga dipergunakan seperti data-data yang dipublikasin dan laporan-laporan dari penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa seperti apa proses pelaksanaan perencanaan pembangunan desa berbasis Kalosara di Desa Lambudoni Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara, proses dari sebuah perencanaan pembangunan desa datangnya dari ruang lingkup terkecil di desa yaitu dari tingkat dusun setelah mereka berdiskusi mengenai apa yang menjadi permasalahan di wilayah tersebut selanjutnya ke tahap bermusyawarah dengan aparat desa setelah itu maka ke tahap selanjutnya dimana musyawarah tersebut dihadiri oleh pemerintah dari kecamatan dan duduk bersama-sama untuk dibahas bersama para warga serta aparat desa. Sedangkan yang menjadi faktor yang mempengaruhi model perencanaan pembangunan desa berbasis Kalosara di Desa Lambudoni Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara ialah pemerintahan pusat hanya melihat pembangunan secara skala nasional tanpa mempertimbangkan satu persatu kendala yang dapat dihadapi pada setiap daerah.
RESPON MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM KELUARGA BERENCANA ( Di Desa Wawoangi Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan)
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

penelitian di laksanakan di Desa Wawoangi Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui respon masyarakat terhadap program keluarga berencana.(2) untuk mengetahui dampak program keluarga berencana terhadap masyarakat desa wawoangi kecamatan sampolawa kabupaten buton selatan. Metode penelitian ini yaitu  menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi.Hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa respon masyarakat terhadap program keluarga berencana terdapar respon positif dan respon negatif. Adapun respon positf dari program keluarga berencana ini sangat dinilai baik dalam segi ekonomi kesehatan dan sosial. Dan respon negative dalam program keluarga berencana adalah terdapat efek samping dalam segi kesehatan. Dalam program keluarag berencana terdapat dampak positi dan negative bagi masayarakat. Dampak positif antara lain seperti menjarangkan anak, penurunan angaka kepadatan penduduk, penaggulangan kesehatan, dampak ayah dan anak. Dan dampak negative seperti  mual, pusing,dan berat badan meningkat.
DAMPAK PENJUALAN SECARA ONLINE TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG PAKAIAN DI KOTA KENDARI (Studi Pada Grup Facebook Kendari Jual Beli Cepat)
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pedagang melakukan Penjualan secara Online di Kota Kendari (2) Untuk megetahui dampak Penjualan secara Online terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang pakaian di Kota Kendari. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan pedagang melakukan Penjualan secara Online di Kota Kendari ada beberapa faktor yaitu cara mengakses internet yang murah dan cepat, persaingan dalam perdagangan, kebutuhan masyarakat yang ingin lebih mudah dalam betransaksi jual beli. Dalam penjualan online tersebut memberikan dampak sosial dan ekonomi, dampak sosial ada dua yaitu pertama hubungan sosial dimana dalam penjualan online tidak terjadinya interaksi secara langsung, kedua gaya hidup dimana dapat dilihat dari pola perilaku dalam menggunakan media sosial sebelum berjualan hanya sebagai penghilang kebosanan tetapi setelah berjualan lebih sering dalam menggunakannya dan pola perilaku dalam berpenampilan para penjual online terjadi sebagai bentuk promosi penjual kepada para pembelinya dan juga sebagai hasil dari pendapatan yang didapatkan saat berjualan online. Dampak ekonomi ada beberapa yaitu dapat menurunkan biaya operasional, melebarkan jangkauan penjualan, meningkatkan Customer Loyalty dan dapat meningkatkan pendapatan para penjual online.  
PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL IBU RUMAH TANGGA PENGGUNA SOSIAL MEDIA (Studi di Desa Biru Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana) Hastuti Milasari; La Ode Monto Bauto; Muhammad Rusli
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk proses perubahan perilaku ibu rumah tangga pengguna sosial media dan mengetahui pola perubahan perilaku ibu rumah tangga pengguna sosial media di Desa Biru Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana. Adapun pendekatan penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan jumlah informan sebanyak 10 orang ibu rumah tangga, dengan teknik penentuan informan menggunakan teknik key person dengan kriteria informan adalah sebagai pengguna aktif media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perubahan perilaku ibu rumah tangga pengguna sosial media di Desa Biru Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana sebelum dan sesudah menggunakan sosial media meliputi: 1) interaksi langsung menjadi interaksi melalui sosial media, 2) Belanja pakaian di pasar menjadi belanja pakaian online, 3) Nonton TV bersama keluarga menjadi nonton melalui sosial media, 4) Aktivitas tidak di publikasi menjadi di dokumentasi dan di publikasikan, serta 5) Jualan pakaian di pasar menjadi melalui media online. Adapun perubahan perilaku tersebut memilki pola yang linear dari masyarakat modern ke masyarakat postmodern, dimana perilaku ibu rumah tangga ikut bergerak, berkembang, dan berubah dari struktur sosial yang sederhana menuju struktur yang lebih kompleks dengan hadirnya sosial media
Respon Pasangan Usia Subur (PUS) Terhadap Progaram Keluarga Berencana ( KB) di Desa Mantobua Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Usnia Usnia; Suharty Roslan; Dewi Anggraini
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana respon pasangan usia subur (PUS) terhadap program keluarga berencana (KB)  di Desa Mantobua Kecamatan  Lohia  Kabupaten Muna dan apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan  program Keluarga Berencana (KB) di Desa Mantobua  Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  respon pasangan usia subur (PUS)  terhadap program keluarga berencana (KB) di Desa Mantobua Kecamatan Lohia Kabupaten Muna dan untuk mengetahui apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program keluarga berencana (KB) di Desa Mantobua Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mantobua Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Sumber data penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder, data primer yaitu data melalui kegiatan observasi dan wawancara guna menjawab permasalahan penelitian dan data sekunder yaitu data yang berupa catatan-catatan dan keadaan geografis. Untuk teknik pengambilan data digunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif yaitu data disajikan dengan menjelaskan dan menggambarkan keadaan yang sesungguhnya yang terjadi di lokasi. Penelitian menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa respon pasangan usia subur (PUS) terhadap program keluarga berencana (KB) terbagi menjadi dua yaitu menerima program keluarga berencana (KB), dan menolak program keluarga berencana (KB). Berdasarkan hasil penelitian dilapangan bahwa lebih banyak pasangan usia subur (PUS) menolak adanya program KB dibandingkan yang menerima. Sedangkan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program keluarga berencana (KB) yaitu pengetahuan masyarakat, tingkat pendidikan masyarakat, tingkat ekonomi masyarakat dan usia. Jika dilihat dari pengetahuan masyarakat yang dimiliki oleh pasangan usia subur (PUS) yaitu masih rendah, dari segi pendidikan yaitu masih kurangnya tingkat pendidikan yang dimiliki oleh pasangan usia subur (PUS) dan masih ada pasangan usia subur hanya tamatan sekolah dasar, dari segi ekonominya yaitu pendapatan yang di peroleh masih sangat rendah, dan dari segi usia yaitu banyaknya pasangan usia subur (PUS) yang berusia mudah sehingga tidak mau mengikuti program KB karena takut dengan efek samping dari penggunaan program keluarga berencana (KB).
KONTROL SOSIAL ORANG TUA TERHADAP PERGAULAN BEBAS DIKALANGAN REMAJA (Studi Kasus di Desa Puulowaru Kecamatan Besulutu Kabupaten Konawe) Lilian Armita; Jamaluddin Hos; Ratna Supiyah
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk melihat dampak pergaulan bebas dikalangan remaja di desa puulowaru kecamatan besulutu kabupaten konawe. (2) untuk mengetahui bagaimana kontrol sosial orang tua terhadap pergaulan bebas dikalangan remaja di desa puulowaru kecamatan besulutu kabupaten konawe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yaitu melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada 3 dampak dari pergaulan bebas dikalangan remaja (1) Menurunnya prestasi sekolah, (2) Putus sekolah, dan (3) terjadinya pernikahan usia dini. Adapun kontrol sosial yang dilakukan oleh orang tua remaja adalah (1)  pengendalian  persuasif (2) Memberi Teguran, serta (3) memberi sanksi.

Page 1 of 3 | Total Record : 21