cover
Contact Name
Purbayakti Kusuma Wijayanto
Contact Email
lp2m.unisri@gmail.com
Phone
+6281227223799
Journal Mail Official
lp2m.unisri@gmail.com
Editorial Address
l. Sumpah Pemuda No.18, Kadipiro, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57136
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JI@P)
ISSN : 23554223     EISSN : 28080211     DOI : 10.33061
Core Subject : Social,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of public administrations and policies. Jurnal Ilmu Administrasi Publik particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of public policies and administration areas as follows: Bureaucracy and Administration Development; Decentralization and Regional Autonomy; Economic and Public Policy; Public Management and Governance; Any specifics issues of public policy and management.
Articles 393 Documents
Collaborative Governance dalam Pengembangan Kampung Wisata Kelurahan Keprabon Kecamatan Banjarsari Khamid, Luthfi; Suwardi, Suwardi; Haryanto, Aris Tri
JI@P Vol 14 No 2 (2025): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jp.v14i2.12384

Abstract

The results of the Collaborative Governance study in the development of the Keprabon Village Tourism Village were carried out with several things, namely: 1) Face-to-face dialogue as a communication tool in collaboration in developing tourist villages in Keprabon Village is very important for building trust, solving problems together, and designing effective strategies. Local communities involved in this dialogue will feel ownership and responsibility for tourism development, which in turn will strengthen the sustainability of the tourism village. 2) Building trust in collaborative tourism village development in Keprabon Village is a process that requires open communication, active community involvement, consistency in action, and commitment to project sustainability. Well-built trust will enable all parties to work together more effectively and realize inclusive and sustainable tourism village development. This trust must be continuously fostered through transparent and accountable management, as well as respect for existing local wisdom. 3) Commitment to process in collaborative tourism village development in Keprabon Village is very important for the success of this project. All parties involved must have the same awareness of the importance of carrying out the process with full responsibility, from planning to evaluation. This will ensure that tourism village development can take place in a coordinated manner, overcome emerging challenges, and provide sustainable benefits for the community, government, and private sector. Keywords: Collaborative Governance Tourism Village
OPTIMALISASI PELAYANAN ADMINISTRASI PERSURATAN DI KANTOR KELURAHAN NGLAMES KECAMATAN MADIUN KABUPATEN MADIUN Purnamasari, Dyah Ayu; Pramono, Joko; Haryanto, Aris Tri
JI@P Vol 14 No 2 (2025): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jp.v14i2.12531

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi di Kantor Kelurahan Nglames Kecamatan Madiun secara umum sudah cukup optimal, dengan reliabilitas yang baik, daya tanggap petugas yang memadai, dan empati yang tinggi terhadap masyarakat. Pelayanan administrasi dijalankan dengan prosedur yang jelas dan bukti fisik yang terorganisir dengan baik. Namun, masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam meningkatkan kecepatan dan ketepatan waktu, transparansi, serta sosialisasi prosedur kepada masyarakat agar pelayanan dapat lebih optimal dan memenuhi harapan warga. Hambatan dalam optimalisasi pelayanan administrasi persuratan di Kelurahan Nglames meliputi keterbatasan jumlah petugas yang menyebabkan antrian panjang dan pelayanan yang kurang efisien, infrastruktur yang kurang memadai terutama dalam teknologi yang memperlambat proses administrasi, kurangnya pemahaman masyarakat tentang prosedur yang berlaku, komunikasi yang kurang efektif antara petugas dan masyarakat, serta tingginya jumlah permohonan yang menyebabkan beban kerja berlebihan bagi petugas. Kata Kunci : Reliability, daya tanggap, jaminan, empati, bukti fisik dalam Pelayanan Administrasi Persuratan ABSTRACT The results of the study indicate that administrative services at the Nglames Village Office, Madiun District, are generally quite optimal, with good reliability, adequate responsiveness of officers, and high empathy towards the community. Administrative services are carried out with clear procedures and well-organized physical evidence. However, there is still room for improvement, especially in increasing speed and timeliness, transparency, and socialization of procedures to the community so that services can be more optimal and meet residents' expectations. Obstacles in optimizing administrative services for correspondence in Nglames Village include the limited number of officers which causes long queues and inefficient services, inadequate infrastructure, especially in technology which slows down the administrative process, lack of public understanding of applicable procedures, ineffective communication between officers and the community, and the high number of requests which causes excessive workload for officers. Keywords: Reliability, responsiveness, assurance, empathy, physical evidence in Administrative Letter Services
Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Madiun Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Penyelengaraan Kerja Sama Pemerintah Daerah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastuktur Alat Penerangan Jalan (APJ) di Kabupaten Madiun Rosihul Ilmu, Fuhham; Haryanto, Aris Tri; Suryo, Herning
JI@P Vol 14 No 2 (2025): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jp.v14i2.12536

Abstract

ABSTRAK Peranan infrastruktur sangat penting dan dibutuhkan publik dalam rangka memudahkan akses perubahan-perubahan lebih baik. Salah satunya tentang Infrastruktur Alat Penerangan Jalan. Komitmen Pemkab Madiun dalam menyediakan infrastruktur Alat Penerangan Jalan (APJ) ditunjukkan dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah Kabupaten Madiun Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Kerja Sama Pemerintah Daerah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur Alat Penerangan Jalan Umum. Tujun penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Madiun Nomor 2 Tahun 2022. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh secara primer berdasarkan hasil wawancara di lapangan, observasi, dan dokumentasi. Analisis datanya yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu Implementasi Peraturan Bupati Madiun Nomor 14 Tahun 2024 berdasarkan pada teori Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Komunikasi dengan indikator transmisi, kejelasan, dan konsistensi sudah baik dan lancar mulai dari sebelum dan setelah ditetapkan Peraturan Daerah. Sumber daya yang ada sudah lengkap dan optimal, terbukti dengan berhasilnya dipasang 7.459 APJ. Disposisi telah tepat sasaran untuk pengangkatan birokrasi yang sesuai dengan keahlian masing-masing personil. Sedangkan untuk insentif tidak diberikan dengan tujuan untuk menghindari adanya korupsi pada Proyek Penyediaan Alat Penerangan Jalan. Struktur Birokrasi tentang Standar Operasional Prosedur berjalan dengan baik, terbukti dengan dasar pelaksanaan kebijakan Proyek Penyediaan Alat Penerangan Jalan (APJ) ini mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Madiun Nomor 2 Tahun 2022. Kata Kunci: Peraturan Daerah Kabupaten Madiun Nomor 2 Tahun 2022, KPBU, Alat Penerangan Jalan (APJ) ABSTRACT The role of infrastructure is very important and is needed by the public in order to facilitate access to better changes. One of them is about Street Lighting Infrastructure. The Madiun Regency Government's commitment to providing road lighting infrastructure (APJ) is demonstrated by the issuance of Madiun Regency Regional Regulation Number 2 of 2022 concerning the Implementation of Regional Government Cooperation with Business Entities in Providing Public Street Lighting Infrastructure. The aim of the research is to find out and describe the implementation of Madiun Regency Regional Regulation Number 2 of 2022. This type of research is qualitative descriptive. Data sources were obtained primarily based on the results of interviews in the field, observation and documentation. Data analysis includes data reduction, data display, data verification and conclusion drawing. The results of this research are the implementation of Madiun Regent Regulation Number 14 of 2024 based on Edward III's theory which includes communication, resources, disposition and bureaucratic structure. Communication with indikators of transmission, clarity and consistency has been good and smooth starting before and after the Regional Regulations were stipulated. Existing resources are complete and optimal, as proven by the successful installation of 7,459 APJ. Disposition has been right on target for bureaucratic appointments in accordance with the expertise of each personnel. Meanwhile, incentives are not given with the aim of avoiding corruption in the Street Lighting Equipment Provision Project. The bureaucratic structure regarding Standard Operational Procedures is running well, as evidenced by the basic implementation of the policy for the Road Lighting Equipment Provision Project (APJ) referring to Madiun Regency Regional Regulation Number 2 of 2022. Keywords: Madiun Regency Regional Regulation Number 2 of 2022, KPBU, The Road Lighting Equipment Provision Project
PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KLATEN Ismaji Ismaji
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan kebijakan pemerintah dalam rangka percepatan pendaftaran tanah di seluruh Indonesia guna memberikan kepastian hukum atas hak atas tanah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan PTSL di Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengevaluasi efektivitas program dalam meningkatkan legalitas kepemilikan tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat masalah klaim ganda sertifikat tanah. Hal ini umumnya disebabkan oleh kesalahan administrasi, tumpang tindih pendaftaran, pemalsuan dokumen, atau konflik hak atas tanah yang belum terselesaikan. Penyelesaiannya dapat dilakukan melalui mediasi, verifikasi dokumen di Badan Pertanahan Nasional (BPN), atau proses hukum di pengadilan jika tidak ditemukan solusi dalam tahap awal. Untuk mengatasi permasalahan ini dan meningkatkan kepastian hukum, pemerintah mengimplementasikan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program ini bertujuan untuk memastikan setiap bidang tanah memiliki sertifikat resmi guna mengurangi sengketa, melindungi hak kepemilikan, serta mendukung pembangunan nasional. Kata kunci: Program Pemerintah, Tanah, Sertifikat
STRATEGI DINAS PEMUDA OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN SRAGEN DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATA MUSEUM MANUSIA PURBA SANGIRAN BERBASIS SUSTAINABLE ECOTURISM Della Rahmawati
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata adalah salah satu industri yang berpengaruh terhadap perekonomian dalam suatu negara. Suatu daerah yang memiliki potensi pariwisata dapat dioptimalkan sebagai daya tarik untuk mendongkrak pendapatan daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis serta mendeskripsikan strategi yang telah dicapai oleh  Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sragen dalam meningkatkan daya tarik wisata museum Manusia Purba Sangiran berbasis Sustainable Ecoturism. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menentukan strategi peningkatan daya tarik wisata museum Manusia Purba Sangiran terdapat empat faktor yang meliputi yakni kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman menunjukkan bahwa Strategi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sragen sudah cukup berhasil dalam meningkatkan daya tarik wisata Museum Manusia Purba Sangiran. Saran dalam penelitian ini untuk peningkatan daya tarik wisata museum Sangiran sesuai dengan indikator yang meliputi kekuatan; melakukan pemasaran dengan branding UNESCO, bekerjasama dengan sekolah untuk program pembelajaran diluar ruangan, peningkatan pelatihan. Kelemahan; menyelenggarakan tur edukatif dengan teknologi layar 3d, meningkatkan sumber daya manusia pada bidang promosi, mengembangkan infrastruktur dan akomodasi perjalanan menuju Sangiran. Peluang; membuat konten yang sedang tren di media sosial, menyelenggarakan diskusi terbuka dengan pengunjung museum Sangiran, melakukan kerjasama dengan pemerintah untuk pariwisata berbasis sustainable ecoturism. Ancaman; menngembangkan inovasi terbaru untuk menarik minat wisatawan, menyediakan fasilitas ramah lingkungan seperti pengurangan sampah plastik. Kata Kunci : Strategi, Peningkatan Daya Tarik Wisata, Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA DI KELURAHAN KEPRABON KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA Luthfi Khamid; Suwardi Suwardi; Aris Tri Haryanto
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian  Collaborative Governance dalam pengembangan Kampung Wisata Kelurahan Keprabon dilakukan dengan beberapa hal yaitu : 1) Dialog tatap muka sebagai alat komunikasi dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangatlah penting untuk membangun kepercayaan, menyelesaikan masalah bersama, dan merancang strategi yang efektif. Masyarakat lokal yang dilibatkan dalam dialog ini akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap pengembangan wisata, yang pada gilirannya akan memperkuat keberlanjutan kampung wisata tersebut.  2) Membangun kepercayaan dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon merupakan proses yang memerlukan komunikasi terbuka, keterlibatan aktif masyarakat, konsistensi dalam tindakan, serta komitmen terhadap keberlanjutan proyek. Kepercayaan yang dibangun dengan baik akan memungkinkan semua pihak bekerja sama dengan lebih efektif dan mewujudkan pengembangan kampung wisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kepercayaan ini harus dipupuk secara terus-menerus melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, serta penghargaan terhadap kearifan lokal yang ada. 3) Komitmen untuk memproses dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangat penting untuk keberhasilan proyek ini. Semua pihak yang terlibat harus memiliki kesadaran yang sama tentang pentingnya menjalankan proses dengan penuh tanggung jawab, dari perencanaan hingga evaluasi. Hal ini akan memastikan bahwa pengembangan kampung wisata dapat berlangsung dengan terkoordinasi, mengatasi tantangan yang muncul, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.   Kata Kunci : Collaborative Governance Kampung Wisata Hasil penelitian  Collaborative Governance dalam pengembangan Kampung Wisata Kelurahan Keprabon dilakukan dengan beberapa hal yaitu : 1) Dialog tatap muka sebagai alat komunikasi dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangatlah penting untuk membangun kepercayaan, menyelesaikan masalah bersama, dan merancang strategi yang efektif. Masyarakat lokal yang dilibatkan dalam dialog ini akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap pengembangan wisata, yang pada gilirannya akan memperkuat keberlanjutan kampung wisata tersebut.  2) Membangun kepercayaan dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon merupakan proses yang memerlukan komunikasi terbuka, keterlibatan aktif masyarakat, konsistensi dalam tindakan, serta komitmen terhadap keberlanjutan proyek. Kepercayaan yang dibangun dengan baik akan memungkinkan semua pihak bekerja sama dengan lebih efektif dan mewujudkan pengembangan kampung wisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kepercayaan ini harus dipupuk secara terus-menerus melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, serta penghargaan terhadap kearifan lokal yang ada. 3) Komitmen untuk memproses dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangat penting untuk keberhasilan proyek ini. Semua pihak yang terlibat harus memiliki kesadaran yang sama tentang pentingnya menjalankan proses dengan penuh tanggung jawab, dari perencanaan hingga evaluasi. Hal ini akan memastikan bahwa pengembangan kampung wisata dapat berlangsung dengan terkoordinasi, mengatasi tantangan yang muncul, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta. Kata Kunci : Collaborative Governance Kampung Wisata
EVALUASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI DI KECAMATAN GONDANG KABUPATEN SRAGEN Tamara Dita Fitriananda; Aris Tri Haryanto
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor industri memainkan peran krusial dalam pembangunan ekonomi, khususnya dalam mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan distribusi pendapatan. Kabupaten Sragen sebagai daerah otonom menerapkan industrialisasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya melalui Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2023 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Gondang-Sambungmacan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengembangan kawasan industri di Kecamatan Gondang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori William N. Dunn yang mencakup enam indikator: Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Kesamaan, Responsivitas, dan Ketepatan. Hasil penelitian men pengembangan kawasan industri telah memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui multiplier effect berupa peningkatan lapangan kerja, pertumbuhan usaha pendukung seperti kos-kosan dan warung makan, serta peningkatan pendapatan masyarakat. Namun, masih terdapat tantangan dalam aspek stabilitas pekerjaan dan mekanisme partisipasi masyarakat yang perlu diperbaiki untuk memastikan keberlanjutan program Kata kunci: Efektivitas, Efisiensi, Responsivitas, Kebijakan Industri, Pembangunan Ekonomi.
MANAJEMEN PENYUSUTAN ARSIP DI RSUD KABUPATEN KARANGANYAR : UPAYA EFISIENSI DAN OPTIMALISASI RUANG ARSIP Mardiyah Rohanawati
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusutan arsip merupakan salah satu kegiatan penting dalam manajemen kearsipan untuk menjaga efisiensi dan efektivitas pengelolaan informasi, terutama di lingkungan rumah sakit yang memiliki volume arsip tinggi setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penyusutan arsip yang diterapkan di RSUD Kabupaten Karanganyar serta mengidentifikasi dampaknya terhadap efisiensi kerja dan optimalisasi ruang arsip. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyusutan arsip di RSUD Karanganyar telah mengikuti tahapan penyusutan sesuai ketentuan yang berlaku, meliputi identifikasi arsip inaktif, penilaian arsip, pemindahan arsip , pemusnahan dan/atau penyerahan  arsip statis. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia yang terampil di bidang kearsipan serta kurangnya pemanfaatan teknologi informasi dalam proses penyusutan. Meskipun begitu, manajemen penyusutan arsip yang dilakukan telah mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan arsip dan memperluas kapasitas ruang penyimpanan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi petugas arsip serta pemanfaatan sistem digital untuk mendukung kegiatan penyusutan arsip secara lebih optimal. Kata kunci: manajemen arsip, penyusutan arsip, efisiensi, ruang arsip, RSUD Karanganyar
STRATEGI PEMERINTAH KOTA MADIUN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN KOTA YANG BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE CITY) Shafira Fajrin Arumsidi; Aris Tri Haryanto; Herning Suryo
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota yang berkelanjutan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Madiun dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan modernisasi. Konsep ini mengacu pada teori sustainable urbanism yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial (Newman & Kenworthy, 1999). Strategi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang ramah lingkungan, adaptif terhadap perubahan iklim, serta memberikan akses yang setara bagi seluruh masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui penerapan kebijakan tata kota yang terintegrasi dengan prinsip green city development (Beatley, 2011), dan smart growth (Burton, 2000) untuk menciptakan kota yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Kota Madiun dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen kebijakan. Fokus penelitian mencakup tiga aspek utama: perencanaan, implementasi, dan evaluasi strategi pemerintah dalam tata kelola perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Madiun telah mengambil langkah-langkah strategis yang signifikan dalam mewujudkan kota berkelanjutan, yang selaras dengan konsep resilient cities (Davoudi et al., 2012). Hal ini terlihat dari perbaikan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap risiko lingkungan, peningkatan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari strategi mitigasi iklim, serta pengembangan fasilitas umum yang ramah lingkungan dan aksesibel bagi semua kalangan. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala, seperti keterbatasan anggaran, koordinasi antarinstansi yang belum optimal. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi penguatan koordinasi antarinstansi, optimalisasi alokasi anggaran untuk program tata kota berkelanjutan, serta peningkatan sosialisasi dan partisipasi masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Selain itu, Pemerintah Kota Madiun diharapkan dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam perencanaan dan pengawasan tata kota, seperti penggunaan sistem smart city yang mendukung pengelolaan sumber daya kota secara lebih efisien. Dengan mengintegrasikan konsep keberlanjutan dalam kebijakan strategis jangka panjang, Kota Madiun memiliki potensi besar untuk menjadi model kota berkelanjutan yang adaptif, inklusif, dan ramah lingkungan di Indonesia. Kata Kunci: Kota Berkelanjutan, Keberlanjutan, Strategi Pemerintah  
EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN TERINTEGRASI (SRIKANDI) DI POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA Gamma Kurnia Mahanani
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas efektivitas penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di Poltekkes Kemenkes Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat efektivitas penerapan aplikasi SRIKANDI, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta merumuskan rencana tindak lanjut dalam upaya peningkatan kinerja sistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori pengukuran efektivitas menurut Sutrisno dalam Arlan (2019:41) yang meliputi lima dimensi, yaitu pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, pencapaian tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi SRIKANDI di Poltekkes Kemenkes Surakarta telah berjalan efektif pada kelima dimensi tersebut. Transformasi dari sistem manual ke sistem digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan arsip. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain gangguan jaringan, permasalahan server, keterbatasan sumber daya manusia, serta fitur aplikasi yang belum optimal. Sebagai upaya perbaikan, dilakukan berbagai langkah strategis seperti pembentukan Tim Helpdesk, peningkatan infrastruktur teknologi informasi, penyelenggaraan pelatihan pegawai, serta pelaksanaan evaluasi rutin. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar Poltekkes Kemenkes Surakarta terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia, meningkatkan kualitas jaringan dan server, serta memperluas kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) guna mewujudkan tata kelola kearsipan yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Efektivitas, Penerapan, Aplikasi