cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana)
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 25276208     EISSN : 25279017     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) is a journal focusing on pharmaceutical aspects. MPI is dedicated to update and support the development of information and knowledge on pharmaceutical fields. This journal is published twice a year (June and December).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 4 (2017): DECEMBER" : 7 Documents clear
Optimasi dan Karakterisasi Pengeringan Ekstrak Buah Mengkudu dengan Penambahan Bahan Pengering Synthetic Amorphous Silica Nina Dewi Oktaviyanti; Christina Avanti; Fajar Tri Yulianto
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 1 No. 4 (2017): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.525 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v1i4.772

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia L.) telah lama digunakan di Indonesia dan seluruh duniasebagai obat tradisional dan suplemen. Proses ekstraksi dari buah mengkudu menghasilkan ekstrakkental yang kurang dapat diterima oleh masyarakat karena bau dan konsistensinya. Oleh karena itu,perlu adanya alternatif proses pengeringan dari ekstrak kental menjadi ekstrak kering yang tetapdapat menjaga kualitas, efektifitas, dan keamanan dari produk akhirnya. Penelitian ini bertujuan untukmengkarakterisasi dan menentukan penambahan Synthetic Amorphous Silica (SAS) yang palingefektif sebagai bahan pengering pada proses pengeringan ekstrak buah mengkudu. Parameter yangdianalisis meliputi karakteristik fisik dan kimia. Penambahan SAS terhadap ekstrak dengan perbandingan1:2 menunjukkan hasil yang paling efektif terhadap kandungan lembab yaitu 3,20 % ± 0,07.Hasil tersebut selanjutnya dilakukan konfirmasi dengan parameter uji lainnya yaitu sifat alir, distribusiukuran partikel, bobot jenis, profil KLT dan ternyata seluruh hasil dari parameter tersebut sesuaidengan ketentuan. Ekstrak kering hasil pengeringan dengan SAS perbandingan 1:2 memberikankecepatan alir sebesar 11,11 ± 0,2092 g/detik, jumlah fines sebanyak 10,20%, dan kompresibilitassebesar 12,18% ± 0,02.
Pengaruh Co-Process Superdisintegran Crospovidone- Croscarmellose Sodium (1:3) pada Sediaan Orally Disintegrating Tablet Atenolol-β-Siklodekstrin Nani Parfati; Karina Citra Rani; I Wayan Gede Arie Saputra
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 1 No. 4 (2017): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.117 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v1i4.773

Abstract

Orally Disintegrating Tablet (ODT) merupakan bentuk sediaan yang dikembangkan untukmempercepat waktu hancur, meningkatkan kepatuhan pasien dan efek terapi obat. ODT dirancangmemiliki sifat mudah hancur pada rongga mulut kurang dari 1 menit, sehingga geriatri tidak memerlukantambahan air untuk membantu menelan dan cocok untuk penderita geriatri. Pada penelitianini dilakukan formulasi sediaan ODT dengan pembentukan kompleks inklusi atenolol-β-siklodekstrindengan penambahan superdisintegran co-process crospovidone-croscarmellose sodium (1:3) menggunakanmetode cetak langsung. Evaluasi pembuatan ODT terdiri dari uji pre-kompresi dan postkompresi.Hasil pembuatan ODT atenolol-β-siklodekstrin juga diuji statistik dari segi waktu pembasahan,rasio penyerapan air, waktu hancur, waktu dispersi in vitro, dan parameter disolusi (AUC,%ED, dan Kr). Penambahan co-process superdisintegran menunjukkan waktu pembasahan 44,45 ±2,76 detik; rasio penyerapan air 26,27 ± 1,1%; waktu hancur 38,07 ± 4,56 detik; dan waktu dispersiin vitro 73,83 ± 2,71 detik. Hasil Uji disolusi didapatkan nilai AUC 3983,40 ± 189,60; ED 66,39 ±3,16%; dan Kr 0,0778 ± 0,04. Campuran fisik menunjukkan waktu pembasahan 44,87 ± 3,33 detik;rasio penyerapan air 27,76 ± 1,35%; waktu hancur 38,28 ± 5,32 detik; dan waktu dispersi in vitro83,20 ± 2,67 detik. Hasil uji disolusi didapatkan nilai AUC 3916,20 ± 235,80; ED 65,27 ± 3,93%; danKr 0,0655 ± 0,03. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat dilihat bahwa penambahan superdisintegranco-process menunjukkan hasil yang tidak berbeda bermakna dengan campuran fisik.
Pengembangan Formula dan Uji Stabilitas Fisik-pH Sediaan Gel Facial Wash yang Mengandung Ekstrak Etanol Kulit Kayu Kesambi Gabriela Eugresya; Christina Avanti; Stella Agustina Uly
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 1 No. 4 (2017): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.648 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v1i4.769

Abstract

Kesambi (Schleichera oleosa (L.) Oken.) merupakan tanaman khas provinsi Nusa TenggaraTimur. Pada esktrak etanol kulit kayu Kesambi terbukti mengandung triterpenoid yang berfungsi sebagaiantimikroba dalam melawan gram negatif dan positif. Sediaan facial wash sebagai pembersih wajahmerupakan produk yang umum digunakan pada kehidupan sehari-hari, namun dengan karakteristikekstrak etanol kulit kayu kesambi dan karakteristik formula standard facial wash yang berbeda akanmenjadi tantangan dalam memformulasikannya menjadi sebuah produk yang stabil. Pada penelitian inidikembangkan 9 formula (formula 1 s.d formula 9) facial wash yang mengandung ekstrak etanol kulit kayukesambi yang dievaluasi organoleptis dan viskositasnya. Selanjutnya ditentukan 3 formula terbaik yaituformula 7, 8, dan 9 untuk diuji stabilitas dipercepat menggunakan climatic chamber pada suhu 40 ± 2˚C dankelembaban relatif 75 ± 5% dengan titik pengamatan pada hari ke-0, 8, dan 30 sebanyak tiga replikasi. Tigaformula dievaluasi berdasarkan organoleptis, viskositas, tingkat busa, daya sebar dan pH selama uji stabilitas.Selain itu, dilakukan modifikasi pada konsentrasi gelling agent pada formula yang dirancang, yaitu 0,5%;0,7%; dan 0,8%. Berdasarkan uji stabilitas yang dilakukan, ketiga formula terbaik mengalami peningkatansignifikan pada parameter viskositas dan penurunan pada daya sebar akibat penguapan air yang terjadipada sediaan selama 30 hari penyimpanan, namun ketiga formula tersebut memiliki pH yang stabil, dimanapH sediaan tidak berubah secara bermakna setelah 30 hari penyimpanan. Namun ketiga formula dapatmempertahankan busa selama 30 hari penyimpanan. Perbedaan konsentrasi gelling agent berpengaruhterhadap viskositas yang dihasilkan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, dapat disimpulkan formula7 adalah formula terbaik berdasarkan parameter organoleptis, viskositas, tingkat busa, daya sebar, dan pH.
Formulasi Sediaan Sabun Cuci Tangan Ekstrak Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dan Efektivitasnya sebagai Antiseptik Nikmatul Ikhrom Eka Jayani; Kartini Kartini; Nurul Basirah
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 1 No. 4 (2017): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.238 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v1i4.887

Abstract

Citrus aurantifolia (lime) is the natural ingredients having potential activity as an antiseptic. Thisstudy aimed to formulate a hand wash liquid soap with active ingredients lime juice and to evaluate its antisepticactivity. Three different formulas (Formula I, Formula II, and Formula III, with a concentration of lime juice 20,30, and 40%, respectively) were evaluated for their pH, visual appearance, density, and viscosity. Antiseptic activitytest was carried out using the replica method. The result showed that lime juice hand wash soap had a transparent,homogen, pale yellow color, and lime odor. Viscosity and pH of the preparation did not meet the criteriaof SNI (National Standart of Indonesia). Moreover, the results showed that an increased of lime juice concentrationimplied a significant decrease in viscosity and pH of the lime juice hand wash. Antiseptic activity test was indicatedby the percentage of bacterial reduction. The percentage of bacterial reduction for Formula I, II, and IIIwere 61.25, 68.89, and 89.06%, respectively. Statistical evaluation using one-way Anova (α = 0.05) followed byLSD showed the percentage of bacterial reduction in three formulas were significantly different compared tothe control formula (percentage of bacterial reduction = 35.8%). However, when the result were comparedto the positive control (percentage of bacterial reduction = 71.79%), there was no significant difference.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (SO2 , H2S, NO2 dan TSP) Akibat Transportasi Kendaraan Bermotor di Kota Surabaya Isa Ma'rufi
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 1 No. 4 (2017): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.278 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v1i4.770

Abstract

Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) merupakan suatu pendekatan untukmenghitung atau memprakirakan risiko pada kesehatan manusia, termasuk identifikasi terhadapadanya faktor ketidakpastian, penelusuran pada pajanan tertentu, memperhitungkan karakteristikyang melekat pada agen yang menjadi perhatian dan karakteristik dari sasaran yang spesifik. Jenispenelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan risk agent adalah SO2, H2S, NO2, dan TSP. Penelitiandilaksanakan di Jalan Bundaran waru, Jalan A. Yani, Jalan Darmo dan Jalan Perak untuk melihat risikokesehatan lingkungan akibat pencemaran udara kendaraan bermotor dengan waktu penelitianadalah bulan Juli 2015. Data yang digunakan adalah data primer. Variabel pada penelitian ini adalahidentifikasi bahaya, identifikasi sumber, analisis pajanan, analisis dosis-respon, karakterisasi risiko,dan manajemen risiko kesehatan lingkungan. Hasil penelitian untuk kadar risk agent menunjukkanbahwa kadar SO2 tertinggi sebesar 7,3 mg/m3, kadar H2S tertinggi yaitu 2,10 mg/m3, kadar NO2tertinggi yaitu 4,1 mg/m3, dan kadar TSP tertinggi yaitu 2,46 mg/m3. Nilai RQ untuk setiap riskagent di lokasi studi seluruhnya menunjukkan di atas 1 (satu), hal itu berarti beberapa gas di udarayang berasal dari kendaraan bermotor sangat berisiko dan membutuhkan pengendalian lingkungan.
Perbandingan Efektivitas Methotrexate pada Pasien Rheumatoid Arthritis (Studi pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Ulin Banjarmasin) Arlina Fauziah; Abdul Rahem; Anita Purnamayanti
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 1 No. 4 (2017): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.435 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v1i4.889

Abstract

Pasien rawat jalan di Poli Sub Spesialis Rheumatoid Rumah Sakit Daerah Ulin Banjarmasindalam perjalanan terapi RA mengalami perubahan terapi, yang semula menggunakan methotrexate berubahmenjadi menggunakan leflunomide (arava) dan kemudian menjadi azatioprin (imuran) dikarenakan terjadikekosongan obat RA. Adanya perubahan terapi RA menyebabkan perlu dilakukannya perbandinganefektivitas antara methotrexate dengan pengganti methotrexate. Rancangan penelitian yang digunakanadalah observasional dengan pengambilan data retrospektif. Analisis data dilakukan dengan menggunakanOne Way Anova dan Paired t-test. Efektivitas terapi pasien RA didasarkan pada aktivitas penyakit, skorDisease Activity Score 28 (DAS28) dan persentase efektivitas. Hasil analisis dengan One Way Anova menunjukkantidak terdapat perbedaan yang signifikan antara semua kelompok terapi (P = 0,084, P > 0,05).Berdasarkan uji Post Hoc LSD diketahui terdapat perbedaan yang signifikan antara DAS28 methotrexateawal dengan DAS28 imuran akhir (P = 0,0034, P < 0,05) dan antara DAS28 arava akhir dengan DAS28 imuranakhir (P = 0,049, P < 0,05). Pada uji Paired t-test terdapat perubahan nilai DAS28 yang signifikan antaramethotrexate awal dan akhir, DAS28 arava awal dan akhir serta DAS28 imuran awal dan akhir.Terdapatperbedaan efektivitas methotrexate dengan arava dan imuran dengan arava namun tidak ada perbedaanefektivitas methorexate dengan imuran pada pasien RA rawat jalan di RSUD Ulin Banjarmasin.
Formulasi Orally Disintegrating Tablet Atenolol-β-siklodekstrin menggunakan Co-process Superdisintegran Crospovidone- Sodium Starch Glycolate Nani Parfati; Karina Citra Rani; Valencia Geovanny; Dewa Putu Pradnya Paramartha
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 1 No. 4 (2017): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.148 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v1i4.771

Abstract

Atenolol-β siklodekstrin sebagai obat anti hipertensi, merupakan rekayasa materi atenolol, yangmempunyai kelarutan kecil. Atenolol-β-siklodekstrin diharapkan mempunyai pelarutan yang besar, sehinggabioavailabilitas meningkat, demikian juga untuk efektivitas terapinya. Orally disintegrating tablet adalahbentuk sediaan yang dapat diterima untuk meningkatkan disolusi dengan mempercepat waktu hancur padamedia saliva. Karakter tablet yang cepat hancur dan larut dalam media yang sedikit, hal tersebut aseptabeluntuk penderita geriatrik. Co-process superdisintegran crospovidone-sodium starch glycolate memiliki waktuhancur yang sangat cepat, dengan kombinasi mekanisme penetrasi air melalui kapiler dan pengembangantablet. Tujuan penelitian ini mempercepat waktu hancur tablet dengan co-process crospovidone-sodiumstarch glycolate perbandingan 1:1, 1:2, 1:3. Pembuatan co-process menggunakan metode solvent evaporation.Co-process yang dihasilkan kemudian digunakan dalam formulasi sediaan orally disintegrating tabletatenolol dengan metode cetak langsung. Hasil penelitian tablet dengan co-process tersebut mempunyaiwaktu hancur yang cepat, yaitu antara 27,24 detik hingga 60,83 detik, dan formula dengan perbandingan1:1 yang paling cepat mempunyai waktu hancur rata-rata 27,24 detik. Orally disintegrating tablet denganco-process menghasilkan waktu hancur yang lebih cepat 44% dibandingkan dengan campuran fisiknya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7