Articles
115 Documents
Search results for
, issue
" 2016: SENDI_U"
:
115 Documents
clear
SISTEM PENGAMANAN PENYALURAN ENERGI LISTRIK SATU FASA TEGANGAN RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN FUSE CUT OUT
Setiono, Iman;
Prasetyo, Dery
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.393 KB)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kinerja dari sistem pengaman yang digunakan pada jaringanlistrik tegangan rendah yang menyalurkan energi dengan menggunakan alat pengaman fuse cout out.Masalah yangsering muncul di lapangan adalah seringnya terjadi gangguan pada sistem penyaluran energi listrik sehinggamengakibatkan pemadaman. Dengan menggunakan sistem pengaman yang handal diharapkan dapat menekanangka saidi dan saifi, sebagai tolok ukur keandalan sistem penyaluran energi listrik. Metode yang digunakanadalah survey lapangan dan simulasi di laboratorium sistem proteksi tenaga listrik. Untuk mengetahui kinerja darifuse cut out sebagai pengaman jaringan, dilakukan suatu studi kasus dengan membandingkan antara rating arusfuse link dan arus gangguan hubung singkat di Jaringan tegangan tendah. Daerah yang dijadikan sampel penelitianadalah di penyulang 7 Tambaklorok pada rayon Semarang timur. Data diambil dari kasus yang terjadi di jalurTambak Lorok 7 Rayon Semarang Timur. Kasus yang terjadi adalah hubung singkat fasa-fasa pada Jaringantegangan rendah. Hasil yang diperoleh adalah besarnya arus gangguan sebesar 4851,3 A. rating arus fuse linkterpasang adalah 10 A. Kesimpulannya bahwa besarnya arus ganguan tadi sudah melampaui batas ketahanan trafoyang ada, sehingga trafo menjadi rusak. Saran tembusnya gangguan hubung singkat dapat diatasi oleh fuse cut outsebagai pengaman jaringan sehingga saat kejadian arus hubung singkat tersebut fuse cut out lepas dengan cepat,sehingga arus gangguan tidak tembus ke jaringan utama.Kata kunci: fuse cut out, gangguan hubung singkat, rating fuse link,
EVALUASI USABILITAS PADA APLIKASI PROGRAM SIMULASI WARNA BATIK
Inayati Rif’ah, Mega;
Yusuf, Muhammad;
Hakim Akbar, Fadhli
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.519 KB)
Saat ini penggunaan aplikasi berbasis komputer telah berbukti mampu mereduksi secara signifikan waktu yangdibutuhkan untuk merancang produk dibandingkan jika menggunakan metode konvensional. Hal ini cobaditerapkan pada industri batik oleh Rifâah (2015) dengan mengembangkan Program Simulasi Warna Batik.Berdasarkan uji usability satisfaction yang telah dilakukan, aplikasi tersebut memiliki penerimaan oleh respondenrata-rata sebesar 3,87 dalam skala 1-5. Padahal menurut Nielsen (1993), suatu produk dikatakan memuaskan bilarata-rata nilainya 4 pada skala 1-5. Oleh karena itu aplikasi perangkat lunak ini masih perlu dikembangkan lebihlanjut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Heuristic Evaluation, yang merupakan salah satu metodedalam kajian usabilitas. Usabilitas adalah atribut kualitatif yang menentukan seberapa mudah user menggunakanantarmuka suatu aplikasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, masalah usabilitas pada Program SimulasiWarna Batik yang terutama (48%) adalah berkenaan dengan âMatch with users taskâ (kesesuaian antaraketersediaan pada sistem dengan cara umum yang digunakan sesuai dengan persepsi pengguna). Selain itu,berdasarkan perhitungan persentase jumlah masalah usabilitas yang ditemukan, diperoleh kesimpulan bahwajumlah evaluator sebanyak 15 orang berdasarkan model Nielsen (1992) masih cukup representatif.Kata Kunci: usabilitas, heuristic evaluation, program simulasi warna batik
INOVASI DESAIN MESIN PERONTOK PADI UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS HASIL PANEN
Omega Saputra, Twintha;
Wisnu Anggoro, Paulus
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1678.594 KB)
Petani padi merupakan pekerjaan yang paling banyak diminati warga Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Provinsi JawaTengah. Hal tersebut dikarenakan lahan pertanian padi di Eromoko yang cukup luas. Berdasarkan pengamatan danhasil survei yang dilakukan dengan para petani, terdapat masalah pada mesin perontok padi yang digunakan kurangmaksimal, sehingga waktu dan biaya panen menjadi lebih besar. Kekurangan tersebut terdapat pada dimensi drumyang kecil, membuat gabah tidak terontok maksimal, bentuk pisau perontok yang tidak runcing sehinggamenghambat proses perontokan padi, tidak adanya sistem pemisah kotoran berupa pengayak, sehingga kotoran tidakbisa dipisahkan. Metode kreatif digunakan untuk mendapatkan atribut produk. Untuk memunculkan variasi dalamperancangan ini dilakukan proses brainstorming dengan berbagai pihak. Selanjutnya dilakukan penilaian dariberbagai variasi desain yang muncul dengan metode Weighted Objective untuk memperoleh desain terbaik. Langkahberikutnya untuk mendapatkan 2D dan 3D desain mesin perontok padi, digunakan software Catia. Software ini jugaakan digunakan untuk menguji kekuatan konstruksi. Hasil penelitian ini berupa desain mesin perontok padi dengankecepatan perontokan 189 Kg/jam. Data modifikasi mesin perontok padi tersebut adalah: penggantian jenis materialpisau perontok yang berbentuk runcing dan tidak mudah aus, menambahkan pengayak agar mesin dapatmemisahkan antara kotoran dengan gabah, mendesain ulang bentuk drum agar hasil perontokan lebih maksimal.Kata kunci: Mesin perontok padi, methode creative, atribut produk, variasi desain, weighted objective, catia
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDUDUK LANJUT USIA UNTUK TETAP BEKERJA DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP EKSISTENSINYA
Nurhasanah, Nina
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (145.512 KB)
Lanjut usia bukan halangan untuk seseorang tetap bekerja, semangat untuk bekerja tidak pernah surut karenakeinginan untuk tetap diakui dan aktualisasi diri di masyarakat, selain itu biaya kebutuhan sehari-hari yang semakinmahal dan keinginan yang tidak ada batasnya yang membuat seseorang walau telah pensiun tetap ingin bekerja danmenjalankan aktivitas. Undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku saat ini belum ada yang secara khususmembahas tentang batas umur untuk pensiun, penetapan oleh perusahaan yang lazim diikuti adalah mengikuti batasnormal pension umur 55 tahun dan batas usia wajib pensiun umur 60 tahun yang dijadikan batas untuk mengakhirimasa kerja seorang karyawan. Wacana pemerintah untuk menetapkan batas usia maksimal sampai dengan umur 65tahun menjadi peluang yang baik untuk para pekerja Lanjut usia agar tetap eksis di bidang pekerjaan yang merekalakukan. Penelitian ini merupakan hasil dari studi pustaka dan studi kasus di Universitas Esa Unggul, dimana25,70% dari jumlah dosen yang aktif mengajar, 4.66% karyawan dan 19,25% Dosen yang sekaligus menjadiKaryawan adalah penduduk lanjut usia yang tetap memilih untuk tetap bekerja.Kata Kunci : Lanjut Usia, Bekerja, Pensiun, Hukum, Perlindungan Hukum
IMPLEMENTASI IZIN EDAR PRODUK PIRT MELALUI MODEL PENGEMBANGAN SISTEM KEAMANAN PANGAN TERPADU
Hermanu, Bambang
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (523.708 KB)
Penelitian ini mengkaji permasalahan efektivitas implementasi izin edar produk PIRT sebagai perwujudan sistemkeamanan pangan terpadu yang masih perlu untuk dikembangkan dalam bentuk model, guna lebihmenyempurnakan kebijakan tersebut menuju pada tingkat optimalisasi dan efektivitas yang diharapkan, yangantara lain tercermin dari indikator terwujudnya peningkatan standar keamanan pangan menurut Undang-undangNo. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya menunjukkan, bahwa secara umumSKPT dalam pelaksanaannya mengalami kelemahan sinergis antar jaringan yang dibentuk, dan secara nyatacenderung berpengaruh pada tingkat efektivitasnya. Metode penelitian yang dipergunakan adalah penelitian yuridissosiologis, guna melihat fakta empirik yang terjadi di masyarakat dengan melakukan observasi dalam bentukkomunikasi interaktif secara mendalam dengan para stakeholder terkait serta para produsen dan konsumen PIRT,melalui pendekatan penerapan rancangan model pengembangan SKPT yang telah dirumuskan. Dari hasilpenelitian lanjutan ini, setidak-tidaknya dapat lebih memberikan solusi alternatif dalam rangka membangun sinergiyang terintegrasi guna meningkatkan efektivitas dan optimalisasi pelaksanaan ketentuan izin edar produk panganindustri rumah tangga (PIRT). Dengan demikian, dari keseluruhan rangkaian kegiatan penelitian ini, diharapkandapat menumbuhkan tingkat kesadaran bersama akan pentingnya keamanan pangan, guna lebih meningkatkankualitas perlindungan konsumen pangan dari banyaknya peredaran produk pangan industri rumah tangga yangtidak berizin edar.Kata Kunci : Izin edar, PIRT, SKPT, Stakeholder
ANALISIS PENGARUH PROMOSI, DESAIN PRODUK, DAN KELOMPOK REFERENSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMEBELIAN DENGAN CITRA MEREK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Ayuningtyas, Rizky
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (76.523 KB)
Persaingan ketat telah membuat air minum dalam kemasan Ades yang merupakan perushaan yang telah diakuisisioleh PT. Coca Cola Amatil mengalami penurunan persentase Top Brand Index (TBI) selama tiga tahun berturut âturut dan selalu berada di urutan terakhir untuk Top Five air minum dalam kemasan di Indonesia. Top Brand Index(TBI) memiliki tiga indikator utama, yaitu Commitment Share, Mind Share, dan Market Share. Tujuan daripenelitian ini yaitu untuk mengetahui besar pengaruh variabel Promosi, Desain Produk, dan Kelompok Refrensiyang diharapkan nanti dapat meningkatkan persentase TBI. Variabel Promosi, Desain Produk, dan KelompokReferensi sebagai variabel independen; Citra Merek sebagai variabel intervening; dan Keputusan Pembelian sebagaivariabel dependen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen air minum dalam kemasanAdes. Metode penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling.Sampel yang digunakan sebanyak 157 responden. Data diperoleh dari kuesioner yang kemudian diolah dandianalisis dengan menggunakan analisis SEM (Structural Equation Modeling) melalui program AMOS. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel indenpenden memiliki pengaruh positif terhadap Citra Merek; danCitra Merek memiliki pengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian. Dari ketiga pengaruh variabel independentersebut Kelompok Referensi memiliki pengaruh terbesar terhadap Citra Merek dan kemudian disusul denganpromosi dan terkecil adalah Desain Produk.Kata Kunci : Promosi, Desain Produk, Citra Merek, Keputusan Pembelian
ANALISIS HUKUM PROGRESIF TERHADAP HUKUM INVESTASI DALAM UNDANG-UNDANG NO. 25 TAHUN 2007 DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL
Andraini, Fitika;
Juwanda, Farikhin;
Faozi, Safik
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (110.109 KB)
Hukum investasi Indonesiayang berdasarkan Undang-undang No. 25Tahun 2007 tentang Penanaman Modaldirancang untuk menyesuaikan kebutuhan perdagangan dunia yang bersifat global dan liberal. Liberalisasi investasiyang didorong oleh kapitalisme internasional telah tertuang dalam Blue Print Economic Asean Community. Dalamperdagangan ekonomi global, liberalisasi investasi telah lama dirumuskan melalui perjanjian internasionalterbentuknya organisasi perdagangan dunia (WTO) dan GATT (General Agreement Trade and Tariffs), GATS(General Agreement Trade and Services), TRIPS (Trade Relates Aspect of Intelectual Property Rights), TRIMS(Trade Relates Aspect of Investment Measures). Ratifikasi Indonesia terhadap perjanjian WTO melalui UndangundangNomor 7 tahun 1994 secara yuridis formal Indonesia telah menundukkan diri pada persetuan PutaranUrugay dan ratifikasi perjanjian WTO telah masuk ke dalam sistem hukum nasional. Adanya norma-norma hukuminvestasi ini menyisakan persoalan terhadap perwujudan kesejahteraan masyarakat. Secara hukum progresif, hukummodern yang berwatak liberal dirancang tidak mewujudkan keadilan sosial, melainkan menjamin adanya kepastianliberalisai investasi dan perdagangan dunia. Permasalahan yang diajukan bagaimana Korelasi ide-ide dasar, doktrindoktrinHukum Invetasi dalam Undang-undang Nomor 25Tahun 2007 dengan Perjanjian Multilateral dalamKomunitas Ekonomi Asean di bidang Investasi? Bagaimana Analisis Hukum Progresif terhadap KeberadaanInvetasi dalam Undang-undang Nomor 25Tahun 2007 dengan Perjanjian Multilateral dalam Komunitas EkonomiAsean di bidang Investasi? Tujuan penelitian ini mendeskripsikan korelasi ide-ide dasar, doktrin-doktrin hukuminvetasi dalam Undang-undang Nomor 25Tahun 2007 dengan Perjanjian Multilateral dalam Komunitas EkonomiAsean di bidang Investasi, dan mendeskripsikan Analisis Hukum Progresif terhadap Keberadaan Invetasi dalamUndang-undang Nomor 25Tahun 2007 dengan Perjanjian Multilateral dalam Komunitas Ekonomi Asean di bidangInvestasi.Metode penelitian yuridis-normatif. Jenis data yang digunakan data sekunder yang berupa Undang-undangNo. 25 Tahun 2007 dan Perjanjian Internasional terkait investasi. Analisis datanya bersifa deskripif-kualitatif.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada korelasi ide, doktrin hukum, asas hukum investasi yangtermaktub dalam Undang-undang No.25 Tahun 2007 dengan doktrin-doktrin dan asas hukum dalam perjanjianinternasional yang termuat dalam Blueprint Asean Economic Community di bidang investasi. Di dalamnyaditentukan liberalisasi investasi yang terhubung dengan dokumen dalam WTO, GATT, GTS, dan TRIMS. AnalisisHukum Progresif mengungkapkan bahwa doktrin liberalisasi investasi dikonsruksi oleh hukum modern yangberwatak liberal. Tidak diancang untukmewujudkan keadilan rakyat melainkan hanya menjamin kepastian adanyaliberaliasi investasi di Indonesia dan kawasan ASEAN.Kata Kunci : Hukum Progresif, Invetasi, UU No. 25Tahun 2007, Perjanjian Internasional
SCORECARD PENGUKURAN KINERJA FUNGSIONALSISTEM INFORMASI PEMERINTAH DAERAH
Usman, Usman;
Pakarti, Piji
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.781 KB)
Information systems (IS) function is defined as all individuals, group, or department in anorganisation dailyresponsible for information systems related activities in the organisation. This paper presents the development of ascorecard to measure the IS functionâs performance in the local government organization.This research is intendedto produce a comprehensive scorecard to measure the functional performance of information systems in publicorganizations.It is based on a theoretical inputâoutputmodel of the IS functionâs role in supporting organizationaleffectiveness and IS Success. Founded on literature study in the areas of e-Government index, IS success, ISorganisationâs effectiveness, IS resources and capability, and IS function performance, 106 performance items wereidentified. 207 data set from 15local goverment institutions (SKPD) were used to validate the measurementinstrument. The resulted performance scorecard covers five main dimensions, namely:1) Governance and Policy, 2)Service Quality, 3) System Quality, 4) Information Quality and 5)Individual amd Organizational Impact. This studyhighlights the importance of governance and policy aspects to increase the performance of the IS function,especially related to the capability of IS function to perform a good quality planning, effective system adaptationand good operational support.Keywords: Scorecard, Functional Performance, Information System, Local Government Institution
ANALISIS POLITIK KRIMINAL TERHADAP PENYEBARAN KEJAHATAN NARKOTIKA
Faozi, Safik;
., Rochmani;
Andraini, Fitika
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (115.021 KB)
Penyalahgunaan narkotika telah lama berlangsung di masyarakat Indonesia. Penyebarannya sungguh sangatmengkhawatirkan. Tidak saja menimbulkan korban tetapi juga dilakukan oleh oknum aparat hukum. Upayapenanggulangan yang dikoordinasi oleh Badan Narkotika Nasional baik dengan berbagai cara pencegahan, danpemberantasan melalui penerapan hukum pidana telah dilakukan. Bahkan pengenaan dan pelaksanaan pidana matipun telah dijalankan atas dasar perintah Undang-undang No. 35 Tahun 2009. Dalam sudut pandang politik kriminal,upaya penanggulangan yang dilakukan tidak bersifat rasional, apalagi upaya ini berada pada sistem sosial yangrawan terjadi kejahatan narkotika. Permasalahan yang diajukan : Bagaimana angka penyebaran narkotika dalamstatistik kriminal Badan Narkotika Nasional ?, Bagaimana analisis kriminologi terhadap penanggulangan narkotikaoleh Badan Narkotika Nasional ? Metode penelitan yang digunakan yuridis normatif dengan jenis data sekunder,metode pengumpulan data melalui kepustakaan dan analisis data deskripif-kualitatif. Kesimpulannya bahwapenyebaran narkotika sudah menyentuh lapisan masyarakat, termasuk aparatur negara seperti oknum TNI, oknumpenegak hukum, administrasi pemerintah, pelajar, mahasiswa. Media penyebarannya sangat kompleks, canggih,dengan memanfaatkan semua jalur transportasi darat, udara, laut, sungai dan perbatasan wilayah. Analisiskriminologi terhadap penanggulangan narkotika oleh BNN mengindikasikan adanya pendekatan politik kriminalbaik melalui jalur penal dan non penal. Meskipun demikian, penyebaran kejahatan narkotika masih berlangsung dimasyarakat dan sangat mengkhawatirkan.Kata kunci: politik kriminal, kejahatan, narkotika
PENGARUH TEKANAN ANGGARAN, PARTISIPASI ANGGARAN, TERHADAP KINERJA MANAJERIAL
Afifi, Zaenal;
., Zuliyati
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (101.745 KB)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris pengaruh tekanan anggaran terhadap kinerjamanajerial, untuk memperoleh bukti empiris pengaruh tekanan anggaran terhadap partisipasi anggarandan untukmemperoleh bukti empiris pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh pejabat SKPD Kabupaten Kudus.Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.Dari kuesioneryang dikirimkan sebanyak 138 kuesioner, hanya 120 kuesioner yang kembali dan siap digunakan untuk mengujihipotesis. Hasil analisis menunjukkan bahwa uji pengaruh langsung variabel tekanan anggaran terhadap kinerjamenunjukkan nilai P-value > 0,05 , sedangkan pengaruh tekanan anggaran terhadap partisipasi anggaran danpengaruh Partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial menunnjukkan nilai P-value < 0,001. Hal tersebutmenunjukkan bahwa H1, H2dan H3 dapat diterima. Dengan demikian variabel partisipasi anggaranmerupakanvariabel mediator yang menghubungkan antara tekanan anggaran terhadap kinerja manajerialKata Kunci: Tekanan Anggaran, Partisipasi Anggaran, Kinerja Manajerial