cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding SENDI_U
Published by Universitas Stikubank
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,228 Documents
HOW TO WRITE A STRUCTURED ABSTRACT FOR RESEARCH ARTICLES Ardriyati, Wienny; Widyaningrum, Agnes
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.74 KB)

Abstract

In every research article there is always presented an abstract of scientific paper. It is sometimes poorly written,often lack significant information. This article provides detailed suggestions with examples for writing thebackground, purposes, methods, result findings, and conclusions sections of a structured abstract. The purpose ofthis paper is to find out whether the writers can make a structured abstract and apply the five-move model.Themethod is toanalyze10 research articles of appliedlinguistics articles and 10 social articles.Each participant isanalyzed whetherhe / she has the structured based on a five-move model of each discipline.It is qualitative anddescriptive in nature. The result from applied linguistics corpusshows that only 2 out of ten participants apply thecomplete five-move model. From the social corpusonly one of the total participants applies the model. The rest ofthe participants from both disciplines cannot make a structured abstract, since they do not follow the model. It isexpected that the writers can write a structured abstract in their research articles with the proper five-move structure.Key words: abstract, significant, structured, move
EFISIENSI TIME SAVING DALAM PENERAPAN PEMBAYARAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN E-MONEY Ghassani, Nurina; Hilyah, Anik
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.425 KB)

Abstract

Salah satu penarik faktor kunjungan wisatawan adalah sarana trasnportasi, dengan kemudahan sarana transportasi maka wisatawan dapat menggunakan waktunya secara efisien. Salah satu terobosan yang dianggap efektif dan membantu adalah penerapan e-money dalam pembayaran transportasi umum. Dengan menggunakan sistem e-money maka waktu yang dapat dihemat adalah 2 menit dari rata-rata penggunaan 3 menit dalam kegiatan pembayaran tiket. Kota Surabaya saat ini menyediakan sarana bus “Surabaya Shopping and Culinnary Track (SSCT)” sebagai pengembangan bidang pariwisatanya, bus tersebut membantu wisatawan mengunjungi beberapa tempat wisata, dengan beberapa rute. Peningkatan pelayanan dapat dikembangkan dengan merubah cara pembayaran dari loket manual menjadi pembayaran melalui-e-money. Dari pengguna e-money yang berada di Surabaya efisiensi time savingnya sebesar 5.709.891 menit/ orang/ hari. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembayaran transportasi umum yang menggunakan e-money menghasilkan 1.447.299 jam/ tahun saving time. Dimana waktu tersebut ekuivalen dengan 1.880 jam kerja/ orang/ tahun. Sehingga kota Surabaya dapat meningkatkan produktivitas kerja 769 orang/ tahun. Kata Kunci: time saving, e-money, efisiensi waktu, time ekuivalen
PENGEMBANGAN UPACARA ADAT TUNGGUL WULUNG SEBAGAI WISATA TRADISI DI KECAMATAN MINGGIR KABUPATEN SLEMAN Hadi Atmoko, T. Prasetyo
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.06 KB)

Abstract

Upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Minggir adalah Upacara Adat Tunggul Wulung sebagai ucapan syukur atas panen dan memohon keselamatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengembangan, dampak serta penanggulangan pengembangan Upacara Adat Tunggul wulung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.Data yang diperoleh akan diolah secara deskriptif kualitatif. Pada awalnya ritual Tunggul Wulung diadakan secara sederhana, atas peran pemerintah daerah Kabupaten Sleman ritual ini menjadi sebuah tradisi yang dilaksanakan rutin setiap Jumat Pon di bulan Agustus dilaksanakan secara meriah. Upacara Adat Tunggul Wulung dipublikasikan melalui pembuatan buku sejarah Upacara Adat Tunggul Wulung, buku panduan pelaksanaan Upacara Adat Tunggul Wulung, dan promosi melalui Website. Pengembangan Upacara adat ini berdampak positif terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat, yaitu meningkatnya kesejahteraan, terbukanya cara pandang masyarakat terhadap pariwisata, dan terbukanya lapangan kerja dan usaha masyarakat. Sedangkan dampak negatif dari pengembangan Upacara Adat Tunggul Wulung yaitu Adanya persaingan industri pariwisata karena banyak orang ingin menunjukkan potensinya, wingit orang, serta nilai sakral menjadi tontonan masyarakat umum. Penanggulangan dampak negatif pengembangan Upacara Adat Tunggul Wulung adalah adanya peran pemerintah dalam pengelolaan pengembangan Upacara Adat Tunggul Wulung sebagai wisata tradisi. Kata Kunci : Pengembangan, Upacara Adat Tunggul Wulung, Wisata Tradisi
PERSEPSI MASYARAKAT MINANGKABAU TERHADAP PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA (Studi Kasus Di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat) ., Ernawat; Setiyati, Ritta
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.383 KB)

Abstract

Bagi umat Islam aturan mengenai perceraian ini merupakan ganjalan yang relatif masih besar atau sekurangkurangnyamasih menjadi tanda tanya yang belum terjawab, karena dirasakan tidak sejalan dengan kesadaranhukum yang selama ini berkembang, yaitu aturan Fiqh. Aturan fiqih mengizinkan perceraian atas dasar kerelaankedua belah pihak, atau atas inisiatif suami atau inisiatif isteri secara sepihak, bahkan perceraian boleh dilakukantanpa campur tangan lembaga pengadilan. Sedangkan aturan perceraian yang tertera dalam Undang-Undang No.7 Tahun 1974 tentang Perkawinan ini serta aturan pelaksanaan lainnya, semisal peraturan pemerintah No. 9 Tahun1975, dirasakan terlalu jauh perbedaannya dengan kesadaran hukum yang ada ditengah masyarakat muslimsehingga menimbulkan kesulitan dilapangan. Perceraian menurut Undang-Undang yang berlaku haruslahdilakukan di hadapan sidang Pengadilan Agam. Tetapi pada kenyataannya di masyarakat Minangkabau NagariUlakan yang bercerai tidak dilakukan di depan sidang Pengadilan Agama, dampak dari perceraian tersebut bukanhanya berpengaruh terhadap anak dan isteri tetapi ketidak jelasan status dari pasangan suami-isteri tersebut. Halini penulis ingin menyelusuri untuk mengetahui factor penyebab dan presepsi Masyarakat Minangkabau terhadapperceraian di Pengadilan Agama. Metode penelitian ini adalah Library Research dan Field. Populasi dalampenelitian ini adalah Masyarakat Minangkabau di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten PadangPariaman, Provinsi Sumatera Barat. Dari hasil peneilitian ini didapati mayoritas masyarakat Minagkabau diNagari Ulakan sudah banyak yang mengetahui dan mengenal fungsi dari Pengadilan Agama yaitu sebagai tempatsuami-isteri yang hendak bercerai. Dan dari hasil penelitian ini banyak juga perceraian responden tidak dilakukandi Pengadilan Agama.Kata Kunci: Perceraian, Pengadilan Agama, persepsi masyarakat Minangkabau (Nagari Ulakan)
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNGGUL MELALUI ASSESSMENT CENTER Adiawaty, Susi
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.985 KB)

Abstract

Prioritas utama para pemimpin organisasi dewasa ini adalah menciptakan keunggulan bersaing (competitiveAdvantage) agar mememangkan persaingan dunia bisnis yang sangat ketat. Salah satu keunggulan yang bisa dicapaidan sulit untuk ditiru oleh pesaing yaitu keunggulan dari sisi sumber daya manusia melalui kreatifitas yangdihasilkan dan keunikan sumber daya manusia yang dimiliki. Orgnaisasi dapat menciptakan keunggulan sumberdaya manusianya dengan menerapkan manajemen yang berbasis kompetensi yang diadakan melalui AssessmentCenter. Assessment Center merupakan proses yang terpusat pada satu lokasi untuk menangani sumber dayamanusia yang terpusat, terkendali dan terawasi yang pada akhirnya akan meningkatkan kompetensi sumber dayamanusia dalam perusahaan. Assessment Center bertujuan untuk mengidenfikasi kebutuhan pengembangan sumberdaya manusia agar siap menghadapi tugas-tugas yang akan diberikan ke depan serta digunakan untuk proses seleksidan penempatan karyawan sehingga AC dapat digunakan dalam strategi pengembangan sumber daya manusiadalam organisasi. Assessment Center dicerminkan oleh karakteristik adanya simulasi yang menggunakan berbagaisimulasi yang mencerminkan tingkah laku yang menjadi prasyarat jabatan yang akan diduduki. Observasi perilaku/kompetensi asesi (peserta asesmen) didasarkan beberapa simulasi (minimal dua) yang didesain untuk mengukurdimensi/kompetensi yang sama dengan tujuan untuk mengeleminasi kesalahan pengukuran yang dijalankan dandiukur oleh seorang asesor yang terlatih.Kata Kunci: Sumber Daya Manusia Unggul, Assessment Center, Asesor
PENGUKURAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS DENGAN METODE SERVQUAL (STUDI KASUS: PUSKESMAS NGAGEL REJO SURABAYA) Utama, Widya; Lestari, Wien; Reksa Ikmaluhakim, Dihein
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.718 KB)

Abstract

Eksistensi Puskesmas merupakan wujud dari penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja, diharapkan memiliki suatu pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pemakai jasa pelayanan,yakni masyarakat Indonesia, yang terjangkau oleh mereka yang memerlukan serta terjamin mutunya. Di lain sisi, Puskesmas Ngagel Rejo merupakan Puskesmas Induk Surabaya yang telah melayani warga sekitar sejak tahun 1981yang mana rata – rata kedatangan pasien tiap harinya bisa mencapai 100 pasien. Sehingga pelayanan yang cepat, akurat dan berkualitas sangat dibutuhkan dalam kesehariannya. Hasil penyebaran kuesioner kepuasan pasien yang kemudian dilanjutkan dengan analisa SERVQUAL, faktor pelayanan yang paling perlu diperbaiki adalah faktor Kebersihan dan Kenyamanan Ruang Tunggu, Keramahan Petugas Loket, dan Ketanggapan Petugas Loket Terhadap Pasien Yang Menemui Kesulitan Dalam Memahami Prosedur. Kata Kunci: Servqual, Kepuasan, Pasien, Puskesmas, Pelayanan
PENYELESAIAN SENGKETA PUSAKA KEWARISAN MASYARAKAT MINANGKABAU NAGARI TAPAKIS PADANG PARIAMAN ., Ernawati; Baharudin, Erwan
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.456 KB)

Abstract

Masyarakat adat Minangkabau adalah salah satu masyarakat adat yang unik dan beragam, dengan menganut sistem kekerabatan matrilineal. Sistem hukum adat Minangkabau yang bercorak matrilineal ini berfalsafahkan adat basandi syara dan syara basandi kitabullah salah satunya ada di Kota Pariaman, daerah yang terletak di pesisir pantai pulau Sumatera ini, saat ini sangatlah heterogen.Walaupun masih menggunakan sistem kekerabatan matrilineal tetapi dalam perkembangan saat ini tidak dipungkiri lagi telah terjadi pergeseran dalam penerapan hukum warisnya.Ada yang menerapkan hukum waris adat, dan hukum waris Islam atau hukum waris perdata.Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelesaian sengketa kewarisan pusaka tinggi dan rendah di masyarakat minangkabau, dan upaya menyelesaikan sengketa warisan di luar pengadilan (hukum adat) serta manfaat serta kerugian dari penyelesaian sengketa warisan di pengadilan maupun di hukum adat.Untuk membahas permasalahan tersebut diatas penulis melaksanakan penelitian empiris atau penelitian hukum sosiologis (sociolegal research) yang bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data yang dipakai adalah studi dokumen, dan observasi yaitu mengumpulkan data dengan cara pengamatan langsung penelitian terhadap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan objek penelitian di lokasi penelitian (Pengadilan Agama di Pariaman dan Pemangku Adat), selain itu juga wawancara yaitu pengumpulan data melalui tanya jawab langsung dengan narasumber yang dilakukan dengan pejabat Pemangku Adat setempat dan Kepala Nagari Tapakis.Sedangkan pengolahan dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Kata Kunci:Sengketa kewarisan, Masyarakat Minangkabau, Pusaka tinggi, pusaka rendah
DINAMIKA PEMBANGUNAN RUMAH IBADAH BAGI WARGA MINORITAS DI JAWA TENGAH1 Fidiyani, Rini
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.443 KB)

Abstract

Negara menjamin kemerdekaan bagi setiap penduduk untuk memeluk agama dan menjalankan ibadahnya. Meskidemikian, Persoalan yang muncul dalam kehidupan antar umat beragama selalu saja ada. Pembangunan rumahibadah bagi warga dari golongan (agama) minoritas seringkali muncul. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmemecahkan persoalan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris denganpendekatan pada segi antropologis. Berdasarkan hasil penelitian di Jawa Tengah, persoalan pembangunan rumahibadah bagi golongan minoritas seringkali menimbulkan konflik demgam golongan mayoritas. Konflik ini terjadikarena adanya persoalan prosedur, hukum, dan kemanusiaan. Persoalan prosedur berkaitan dengan persyaratan yangharus dipenuhi, sedangkan persoalan hukum muncul ketika apa yang telah diatur dalam peraturan pendirian rumahibadah dilanggar, baik oleh warga minoritas maupun mayoritas. Persoalan kemanusiaan muncul sebagai akibathubungan yang kurang harmonis, yang disebabkan oleh sentiment keagamaan. Hukum seringkali gagal dalampemecahan masalah. Oleh karena itu perlu dipecahkan dengan pendekatan yang netral, bebas dari nilai-nilai (agama)yang dianut oleh warga yang berkonflik. Kearifan lokal menjadi pilihan yang logis, karena mengandung nilai yangdisarikan dari kebajikan-kebajikan dan di dalamnya mengandung pula kebijaksanaan dalam penyelesaian masalah.Beberapa kasus seperti di Banyumas, Semarang, Blora, dan Solo berhasil menerapkan kearifan lokal dalampenyelesaian masalah pembangunan rumah ibadah bagi warga minoritas.Kata kunci: kebebasan beragama, kearifan lokal, antropologi hukum, konflik antar umat beragama.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETURN SAHAM PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2012-2014 Cahya Rahmawati, Widia; Suwarti, Titiek
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meniliti pengaruh Loan to Deposit (LDR), Return on Assets (ROA), Earning per Share(EPS), Price Book Value (PBV) dan Size terhadap Return Saham. Sedangkan Populasinya perusahaan perbankanyang terdaftar di Bursa Ifek Indonesia periode tahun 2012-2014. Dengan teknik sampling purposive diperolehsampel 93. Metode analisis data menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Loan toDeposit Rasio (LDR), Return on Assets (ROA), dan Earning per Share (EPS) tidak berpengaruh terhadap Return,Price Book Value (PBV) berpengaruh negatif signifikan terhadap Return Saham dan Size berpengaruh positifsignifikan terhada Return Saham.Kata Kunci: LDR, ROA, EPS, PBV, Size dan Return Saham.
EFEKTIVITAS LEMBAGA MANAJEMEN KOLEKTIF DALAM MEMUNGUT ROYALTI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA Waspiah, Waspiah
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.089 KB)

Abstract

Keefektifan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam memungut royalti patut dipertanyakan hal tersebutdikaitkan dengan lahirnya Undang-Undang Hak Cipta No.28 Tahun 2014 yang mengatur keberadaan LMK lebihkhusus. Penggunaan musik untuk tujuan komersil wajib membuat perjanjian lisensi kepada Lembaga ManajemanKolektif legal yang telah mendapatkan izin dari Menteri, tujuan penelitian ini: (1). menjelaskan efektifitaspemungutan royalti oleh Lembaga Manajemen Kolektif berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 2014; (2)menjelaskan mekanisme pemungutan royalti oleh Lembaga Manajemen Kolektif berdasarkan Undang-Undang No.28 Tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Dengan pendekatan peraturan perundangundangandan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas pemungutan royalti oleh LMK sudahefektif, di dasarkan pada teori efektifitas dari Soerjono Soekanto. Mekanisme pemungutan royalti dengan pemberiankuasa oleh pencipta atau pemegang hak cipta lagu atau musik kepada KCI untuk memungut royalti hakmengumumkan atas pemakaian hak ciptanya oleh orang lain untuk kepentingan komersial. Kesimpulan penelitianini adalah efektifitas pemungutan royalti oleh LMK sudah sesuai, hanya dipengaruhi budaya masyarakat Indonesia.Sarannya Perlunya menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat akan perlindungan dan penghargaan kepadapencipta lagu untuk mendapat hak ekonomi yaitu royalti; Peran Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN)untuk lebih di tingkatkan untuk menghindari LMK yang tidak resmi; pemerintah segera menerbitkan PP tentangUUHC.Kata kunci: Efektifitas; LMK; Royalti; Hak Cipta

Page 12 of 123 | Total Record : 1228