cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding SENDI_U
Published by Universitas Stikubank
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,228 Documents
PENGARUH GAYA BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS ESA UNGGUL Syofyan, Harlinda; ., Yuliati
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.034 KB)

Abstract

Gaya belajar yang sesuai adalah kunci keberhasilan seseorang dalam belajar. Oleh karena itu, dalam kegiatan belajar, siswa sangat perlu dibantu dan diarahkan untuk mengenali gaya belajar yang sesuai dengan dirinya sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Motivasi merupakan hal terpenting dalam meningkatkan kualitas siswa yang diamati dari kegiatan proses pembelajaran yang dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya pengerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat tercapai. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah; Bagi Dosen mata kuliah IPA, mengetahui gaya belajar mahasiswa dan adanya motivasi berprestasi dalam kegiatan pembelajaran IPA diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran, sehingga pembelajaran IPA akan dapat dicapai dengan baik.; Bagi mahasiswa yang menyadari gaya belajar dan adanya motivasi dalam berprestasi hasil pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar IPA.; Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini diharapkan akan memacu untuk mengadakan penelitian lebih lanjut. Metode penelitian ini menggunakan metode survey untuk menjaring data dari sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari gaya belajar dengan motivasi terhadap hasil belajar mahasiswa. Kata Kunci : gaya belajar, motivasi berprestasi, hasil belajar
SENI PERTUNJUKAN WAYANG ORANG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA PERKOTAAN - TINJAUAN KONSEP EXPERIENCE ECONOMY Diyah Setiyorini, Heri Puspito; Bayu Mukti, Artin
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.856 KB)

Abstract

Transformasi perkembangan ekonomi telah beralih menuju experience economy. Tahap transformasi diawali dari tahap ekonomi agraria menjadi ekonomi industry, menuju ekonomi jasa, dan saat ini berada pada tahap ekonomi pengalaman. Tahap experience economy, ditunjukan melalui interaksi aktif antara konsumen dengan produsen sehingga membentuk pengalaman yang berkesan dalam mengkonsumsi/mengkonsumir suatu produk/jasa. Makalah ini berisi tinjauan konseptual pengelolaan seni pertunjukan tradisional wayang orang sebagai wujud dari ”experience economy” yang dapat dikembangkan untuk menjadi daya tarik wisata perkotaan. Pembahasan didasari oleh konsep dimensi ”experience” yang dirintis oleh Pine & Gilmore (1999) dalam Ho & Tsai (2010) yang terdiri dari 1) entertainment, 2) education, 3) escapist, dan 4) aestheticism. Hal ini juga dikembangkan oleh beberapa ahli lainnya. Hasil pembahasan diharapkan bermanfaat untuk mengembangkan seni pertunjukan sebagai daya tarik wisata yang dapat meningkatan kesehajteraan masyarakat secara ekonomi, dan juga mendukung pelestarian budaya dan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Kata Kunci: experience economy, seni pertunjukan, daya tarik wisata perkotaan
PERANCANGAN MESIN PENIRIS UNTUK ANEKA MAKANAN RINGAN HASIL GORENGAN Wasisto, Sugeng; Indra Purnama, Ign. Luddy; Wisnu Anggoro, Paulus
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.583 KB)

Abstract

Pandowoharjo merupakan desa di kabupaten Sleman dengan banyak warganya bekerja membuat aneka makananringan yang digoreng, sebagai contoh adalah sale pisang, keripik, dan abon. Dalam pembuatan makanan ini, salahsatu hal yang berpengaruh pada keawetan atau masa konsumsi adalah kandungan minyak pada makanan yangdikemas. Agar keawetan makanan yang dikemas bertambah, maka kandungan minyak harus diminimalkan. Untukmeminimalkan kandungan minyak, sangat sulit dilakukan secara manual karena sebagian besar makanan ini bersifatrenyah sehingga tidak dapat dipress. Oleh karena itu, warga Pandowoharjo berinisiatif untuk membuat mesin penirissederhana untuk menigkatkan kualitas produk olahannya. Dalam melakukan perancangan, digunakan metote kreatif.Wawancara dilakukan untuk medapatkan seluruh kriteria persyaratan mesin sebagai acuan perancangan. Untukmendapatkan ide-ide perancangan mesin peniris ini dilakukan proses brainstorming dengan berbagai pihak agar ideyang diperoleh semakin banyak. Hasil brainstorming diolah menjadi data jadi menggunakan metode weightedobjective Dalam melakukan proses perancangan ini digunakan software Solidworks dan Catia untuk menghasilkangambar desain mesin peniris dalam bentuk 2D dan 3D. Hasil perancangan ini adalah sebuah desain mesin penirisminyak sederhana dengan kapasitas 3 kg, menggunakan motor listrik dengan daya sebesar 1 hp, seharga Rp1.800.000,00. Selanjutnya hasil perancangan dapat direalisasikan menjadi mesin peniris yang siap dipakai olehwarga Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta.Kata kunci : mesin peniris, metode kreatif, weighted objective, brainstorming
KNOWLEDGE SHARING SEBAGAI SUMBER INOVASI DAN KINERJA PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) SEKTOR BATIK Asegaff, Mochammad; ., Wasitowati
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.488 KB)

Abstract

Usaha kecil dan menengah sektor batik memiliki kontribusi yang signifikan bagi pembangunan ekonomi dansebagai warisan budaya, tetapi dalam mengembangkan masih banyak masalah terutama pemberdayaan assetinternal, sehingga berdampak pada kapabilitas inovasi dan kinerja. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruhknowledge donating dan knowledge collecting terhadap kapabilitas inovasi dan kinerja UKM batik di Jawa Tengah.Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan analisa data menggunakan Partial Least Square (PLS).Hasil penelitian menunjukkan knowledge donating dan knowledge collecting berpengaruh signifikan terhadapkapabiltas inovasi. Knowledge donating dan kapabilitas inovasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja, tetapiknowledge collecting tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja.Kata kunci : Mengumpulkan pengetahuan, Memberikan pengetahuan, Kapabilitas inovasi, Kinerja
CORPORATE GOVERNANCE MEMODERASI EARNINGS MANAGEMENT DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Rufiyad Mawati, Eny; Hardiningsih, Pancawati; Srimindarti, Ceacilia
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.047 KB)

Abstract

Tujuan jangka panjang perusahaan untuk memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dengan cara memaksimumkan nilai perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh earnings management, return on assets dan corporate governance terhadap nilai perusahaan dengan moderasi corporate governance. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang mengikuti survei CGPI dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2015. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu diperoleh sebanyak 52 perusahaan selama 4 tahun. Teknik analisis menggunakan regresi linier berganda model quasi moderating dengan basis interaksi.hasil penelitian membuktikan bahwa earnings management tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Return on assets, corporate governance, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Corporate governance tidak terbukti memoderasi pengaruh earnings management terhadap nilai perusahaan, namun corporate governance merupakan variabel pemoderasi pengaruh return on assets terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci: earnings management, return on assets, corporate governance, ukuran perusahaan, nilai perusahaan.
USULAN PERBAIKAN KONDISI KERJA YANG ERGONOMIS GUNA MENURUNKAN KELELAHAN OPERATOR PADA PEMBUATAN GUCI (STUDI KASUS: MUGEN CRAFT) Isna Oesman, Titin; Damar Witjaksono, Stevanus Haryo; ., Winarni
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.68 KB)

Abstract

Mugen Craft bergerak di industri kerajinan pembuatan gerabah, berlokasi di Desa Kasongan, Bantul, Yogyakarta, salah satu hasil produksi adalah guci. Pekerjaan dilakukan secara manual oleh operator sehingga mengalami kelelahan dan keluhan pada bagian tubuh dari dampak beban kerja yang ditimbulkan. Hal ini diketahui dengan dengan dilakukan pendahuluan dengan menggunakan kuesioner 30 itemkelelahan subjektif (dari IFRC). Penelitian ini difokuskan pada tingkat kelelahan operator dari dampak proses kerja bagian pembuatan guci. Penelitian menentukan pengaruh beban kerja terhadap tingkat kelelahan subjektif operator dengan menggunakan denyut nadi, %HR Reserve, %CVL, dan NORDIC, serta kondisi lingkungan kerja. Hasil pengukuran dan pengolahan data digunakan untuk merencanakan usulan alternatif mengurangi tingkat kelelahan operator. Hasil penelitian menunjukan rata-rata denyut nadi kerja pada rentangan umur 25-43 tahun adalah 108,12 dpm (beban kerja berat) dan didapatkan rata-rata %CVL operator adalah 32,54% (diperlukan perbaikan). Pengukuran kelelahan kerja subjektif dari IFRC didapatkan kelelahan 62%. Pengukuran NORDIC diperoleh keluhan nyeri paling sering muncul selama 12 bulan terahkir adalah 87,5% bagian leher, 75% pergelangan tangan kanan, 100% punggung atas, 75% pinggang, 100% lutut, dan 87,5% pergelangan kaki. Pengukuran NORDIC diperoleh keluhan nyeri hingga tidak dapat bekerja secara normal selama 12 bulan terahkir paling sering muncul adalah 25% bagian leher, 25% bahu kanan, 25% pergelangan tangan kanan, 50% punggung atas, 37,5% lutut, dan 37,5% pergelangan kaki. Pengukuran NORDIC diperoleh keluhan nyeri paling sering muncul selama 7 (tujuh) hari terahkir adalah 62,5% leher, 50% pergelangan tangan kanan, 75% punggung atas, 62,5% pinggang, 75% lutut, dan 87,5% pergelangan kaki. Pengukuran lingkungan kerja terhadap intensitas cahaya sebesar 207 Lux (aktivitas kerja kurang teliti), sedangkan pengukuran suhu udara didapatkan 30,3°C-33,4°C (suhu udara panas), dari dampak lingkungan kerja memberikan beban tambahan pada tingkat kelelahan operator. Diperlukan alternatif perancangan kondisi kerja yang sesuai dengan prinsip ergonomi yaitu suatu kondisi kerja yang meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja. Kata Kunci: beban kerja, lingkungan kerja, kelelahan kerja, nordic
MEMAHAMI MAKNA DAN KONSEP RUANG KAWASAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA STUDI KASUS PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA DI PECINAN SEMARANG Kautsary, Jamilla
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.608 KB)

Abstract

Makna dan konsep ruang merupakan bagian paling penting dari fungsi ruang dalam permukiman tradisional.Makna dan konsep ini tidak mudah dipahami dari apa yang terlihat oleh mata, sehingga dalam dunia perencanaanmoderen, keduanya sering terabaikan. Kurangnya pemahaman terhadap dua hal tersebut, dalam pengembanganwisata berbasis budaya tentu akan menimbulkan permasalahan, yang berdimensi ruang dan waktu. Artikel inibertujuan untuk menjelaskan temuan makna dan konsep ruang di kawasan Pecinan, yang dibangun semenjakberdirinya kawasan sampai saat ini. Tulisan ini merupakan sebagian hasil dari penelitian yang menggunakanpendekatan fenomenologi dan analisis diskriptif empiris. Beberapa makna ruang yang ditemukan dalam skalakawasan diantaranya adalah ruang penghidupan, perlindungan, berbagi, jut bio, hoki, laku bakti, satya, teladan,ekspresi dan ruang bersyukur. Hasil akhir dari penalaran dan penafsiran terhadap makna ruang tersebutditemukan empat konsep ruang berupa ruang kebertahanan, ruang persaudaraan (kebersamaan dan keselarasan),ruang penghormatan, serta ruang keseimbangan/harmoni. Adanya temuan ini diharapkan upaya pegembanganwisata budaya di Pecinan Semarang akan lebih bisa berkembang dalam koridor yang menguntungkan semua pihak,tanpa menganggu kepentingan budaya masyarakat lokal.Kata Kunci: Makna, Konsep, Ruang dan Wisata Budaya
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF SEBAGAI PENGGERAK DESTINASI PARIWISATA DI KABUPATEN SEMARANG ., Nurchayati; Tri Ratnawati, Andalan
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.945 KB)

Abstract

Industri kreatif dan destinasi wisata merupakan dua hal yang saling berpengaruh serta saling bersinergi, sehingga dibutuhkan adanya pengetahuan yang kreatif dalam menggelola keduanya. Penelitian ini, bertujuan merumuskan Strategi Pengembangan Industri Kreatif Sebagai Penggerak Destinasi Pariwisata Di Kabupaten Semarang. Dengan ditemukannya strategi Pengembangan, diharapkan Industri Kreatif mempunyai linkage dengan sektor wisata di Kabupaten Semarang. Dan merupakan alat yang sangat bermanfaat bagi Kabupaten Semarang dalam mengembangkan industri kreatif dan sektor wisata secara optimal. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriftif analisis, baik analisis kuantitatif maupun analisis kualitatif, Lokasi Penelitian Di Kabupaten Semarang, metode penggumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan wawancara mendalam dengan pelaku industri kreatif yang berhubungan dengan destinasi wisata secara snowboll. Alat analisis data menggunakan analisis SWOT . Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Kabupaten Semarang memiliki potensi yang sangat besar dalam industri kreatif dan destinasi wisata, bahkan industri kreatif di sub sektor kerajinan memberikan sumbangan terbesar dalam bentuk devisa dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Semarang. Potensi pengembangan industri kreatif sebagai penggerak wisata di Indonesia masih belum dapat diimplementasikan secara optimal. Bahkan cenderung berjalan secara terpisah. Kurangnya linkage antara industri kreatif dan sektor wisata dapat terlihat dari meskipun terdapat banyak destinasi wisata yang dikemas dalam bentuk paket - paket wisata, namun masih banyak destinasi wisata yang tidak menyediakan tempat penjualan souvenir khas daerah. Kalaupun ada, souvenir yang dijual terkesan biasa, serta dapat dengan mudah ditemukan di daerah lain. Desain produk yang biasa dan mudah ditiru serta kurangnya promosi menjadi sebuah proyek yang gagal mendatangkan lebih banyak wisatawan...Dan agar terjadi linkage diantara keduanya di butuhkan adanya strategi pengembangan indutri kreatif untuk menunjang destinasi wisata, dengan pengetahuan yang kreatif, melalui pengelolaan something to see, something to do dan something to buy.Kata kunci: Industri Kreatif, Destinasi Pariwisata, Knowladge Creative
PENDEKATAN TRAVEL COST DALAM MENENTUKAN HARGA TARIF MASUK Studi Kasus pada Lokasi Wisata Air Terjun Sendang Gile, Senaru, Lombok Utara Agus Hendarto, Kresno; Al Hasan, Rubangi; ., Yumantoko
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.402 KB)

Abstract

Kenaikan tarif masuk lokasi wisata yang ditetapkan oleh Pemerintah tidak jarang menimbulkan protes masyarakat dan pelaku wisata di lokasi wisata tersebut. Dengan mengambil lokasi wisata Air Terjun Sendang Gile, tujuan penelitian ini adalah mengestimasi fungsi permintaan rekreasi dan mengestimasi nilai tarif masuk yang dapat diterima oleh pengunjung. Metode travel cost digunakan pada penelitian ini. Data pengunjung, dengan menggunakan metode pengambilan sampel purposif, dikumpulkan di lokasi wisata. Hasil analisis menunjukan bahwa kenaikan tarif dapat dilakukan saat ini, namun tingginya kenaikan tersebut tidak sebesar yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah. Kata Kunci: travel cost methods, consumer surplus, air terjun Sendang Gile
EFFECT OF PRICE, QUALITY PRODUCTS AND BRAND IMAGE PURCHASE DECISIONS GETUK PISANG "SARI MADU" KEDIRI Prasastono, Ndaru; Rahmawati, Ema; Fajar Pradapa, Sri Yulianto
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.716 KB)

Abstract

This study was conducted to examine and analyze the effect of price, product quality and brand image on purchasing decisions getuk pisang "Sari Madu" Kediri, either partially or simultaneously. The method used in this research is explanatory method, by taking a sample of 100 consumers, data collection techniques such as observation, questionnaires, and literature.The results of data analysis showed that the price of partial influence on purchase decisions with standardized beta coefficient of 0.781, or 78.1%, product quality influence on purchase decisions with standardized beta coefficient of 0.892 or 89.2%, while the brand image influence on purchase decisions with standardized beta coefficient of 0.950 or 95.0%. While simultaneously indicated by the coefficient of determination adjusted R Square of 0.978, which means that the variable price, product quality and brand image are able to explain 97.8% change in purchasing decisions getuk pisang "Sari Madu" Kediri, the remaining 2.2% is influenced by other factors out of the study.While the most dominant influence on purchase decisions getuk pisang "Sari Madu" Kediri is the price variable is the standardized beta coefficient of 0.766 or 76.6%. Keywords: Price, Quality Product, Brand Image, Purchase Decision

Page 25 of 123 | Total Record : 1228