cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding SENDI_U
Published by Universitas Stikubank
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,228 Documents
BONUS DEMOGRAFI DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERILAKU PENYIMPANGAN Faozi, Safik
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.561 KB)

Abstract

Indonesia menikmati bonus demografi di saat jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah. Adanya bonus demografi berada dalam era teknologi informasi berakibat pada adanya desrupsi masyarakat termasuk adanya perilaku penyimpangan terhadap norma-norma sosial, seperti tingginya perceraian, perilaku hamil sebelum nikah, meningkatnya kejahatan yang terjadi dan mudah diketahui masyarakat. Perilaku penyimpangan ini terjadi di saat masyarakat mengalami perubahan masyarakat yang semakin individual dan liberal terhadap norma-norma masyarakat dan hukum. Perilaku penyimpangan ini telah dibentuk oleh masyarakat. Upaya penanggulangannya tidak bersifat simptomatik tetapi kausatif, yang bersifat integratif antara pendekatan penal (penerapan hukum pidana) dengan pendekatan non penal yang berupa pemanfaatan media masa, dan pencegahan tanpa pemidanaan. Keyword : Bonus Demografi, Era Teknologi Informasi, Perilaku Penyimpangan
LEGALITAS PERJANJIAN EKSTRADISI YANG DILAKUKAN INDONESIA TERHADAP NEGARA-NEGARA YANG MELAKUKAN KERJA SAMA Megawati, Wenny
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.166 KB)

Abstract

Perjanjian Internasional dapat dijadikan sebagai landasan untuk menentukan dasar kerjasama antar negara, salah satu kerja sama yang dilakukan pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain dalam upaya penanggulangan kejahatan transnasional adalah perjanjian ekstradisi. Banyaknya pelaku tindak pidana yang melarikan diri ke luar negeri atau sebaliknya membuat Indonesia mengadakan sebuah perjanjian ekstradisi dengan beberapa negara. Hal ini yang membuat penulis ingin mengetahui bagaimana legalitas mengenai perjanjian ektradisi yang dilakukan indonesia terhadap negara-negara yang melakukan kerjasama. Permasalahan yang diangkat yaitu seperti legalitas perjanjian ekstradisi yang dilakukan indonesia terhadap negara-negara yang melakukan kerja sama dan jika negara Indonesia belum melakukan perjanjian ekstradisi dengan negara yang menjadi tempat pelarian pelaku tindak pidana. Metode yang digunakan oleh penulis yaitu penelitian hukum normative (yuridis normative/doktrinal). Menurut hasil penelitian penulis suatu perjanjian dikatakan sah jika kedua belah negara menyetujui perjanjian dengan cara meratifikasi perjanjian tersebut dalam bentuk undang-undang. Jika negara indonesia belum melakukan perjanjian ektradisi dengan negara yang menjadi tempat pelarian pelaku tindak pidana, indonesia dapat melakukan atas dasar hubungan baik dan jika kepentingan Negara Republik Indonesia menghendakinya. Key word : legalitas, Perjanjian Internasional, Ekstradisi
ASAS PIDANA PRIMIUM REMIDIUM DALAM PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN HIDUP Rochmani, Rochmani; Faozi, Safik; Megawati, Wenny
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.153 KB)

Abstract

Penggunaan asas pidana yang kurang tepat dapat memperlemah penegakan hukum lingkungan. Selama ini asas yang digunakan adalah asas “ultimum remidium”. Asas ini mengamanahkan, dalam penyelesaian perkara lingkungan hidup harus dilakukan melalui penegakan hukum administrasi terlebih dahulu. Apabila instrument administrasi tidak berhasil baru bisa menggunakan instrument pidana. Hal ini akan menyadera hakim dalam penyelesaian perkara lingkungan hidup dan melemahkan dalam penegakan hukum lingkungan karena tidak bisa langsung menggunakan instrument pidana yang mempunyai efek jera dan lebih efektif. Asas pidana ”primium remidium” mengamanhakan, apabila dalam perkara lingkungan hidup menimbulkan korban sampai ada yang meninggal dunia dan kerusakan lingkungan hidup sangat berat, langsung bisa menggunakan instrument pidana tanpa melalui penegakan hukum administrasi terlebih dahulu. Asas pidana “primium remidium” lebih tepat diterapkan untuk menyelesaikan perkara lingkungan hidup di pengadilan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan eksistensi dan penerapan asas pidana ”primium remidium” dalam penyelesaian perkara lingkungan hidup di pengadilan. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan kajian socio – legal, menggunakan pendekatan non doctrinal, spesifikasi penelitian bersifat kualitatif dan menggunakan analisis data kualitatif. Penerapan asas pidana “primium remidium” dalam penegakan hukum lingkungan hidup jarang diterapkan dan eksistensi asas pidana “primium remidium” dalam penegakan hukum lingkungan hidup adalah menggantikan asas pidana “ultimum remidium”. Kata kunci: penegakan, hukum, ultimum remidium, premium remidium
KOMPARASI FILTER HAAR DAN FILTER DAUBECHIES DALAM WAVELET TRANSFORM BERBASIS SINGULAR VALUE DECOMPOSITION Sari, Christy Atika; Sari, Wellia Shinta Sari Shinta
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.299 KB)

Abstract

Terdapat dua buah filter dalam Discrete Wavelet Transform (DWT) yaitu Low pass filter dan high pass filter. Low pass filter terbagi menjadi banyak koefisien yaitu haar, daubechies, symlet, coiflet, dan lainnya. Dibanding ketiga jenis yang lain, haar dikenal paling sederhana dengan jumlah tapis sebanyak 2 sedangkan daubechies memiliki jumlah tapis sebanyak 4. Dalam makalah ini, watermarking citra keabuan akan diterapkan dengan mengkomparasi basis filter yang digunakan yaitu haar dan daubechies. Untuk meningkatkan kualitas citra, telah diimplementasikan Singular Value Decomposition (SVD). Keunggulan SVD selain dapat digunakan untuk mencapai aspek imperceptibiity, juga tahan terhadap seranngan citra. Hasil citra watermarking akan dianalisa berdasarkan nilai Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) yang dihasilkan serta komparasi histogram citra asli dengan citra hasil watermarking. Nilai PSNR yang dihasilkan pada seluruh dataset citra telah memenuhi imperceptibility dengan nilai di atas 40 dB. Di sisi lain, ketahanan citra watermarking tehadap serangan telah diuji menggunakan noise salt and paper dan bluring yang diukur dengan nilai Normalized Correlation (NC). Dengan demikian akan diketahui filter mana yang lebih baik dalam menghasilkan citra watermarking yang impercept dan tahan serangan
PENATAAN ULANG PARADIGMA NORMATIF HUKUM KEPAILITAN SEIRING TINGGINYA BONUS DEMOGRAFI DI INDONESIA Suliantoro, Adi; Andraini, Fitika
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.867 KB)

Abstract

Bonus demografi berupa tingginya usia produktif mengakibatkan kegiatan usaha masyarakat menjadi tinggi. Tingginya kegiatan usaha mengakibatkan resiko bisnis juga tinggi, yang pada beberapa kasus mengakibatkan pailit. Disisi lain ketentuan tentang kepailitan perlu ditinjau ulang. Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 8 ayat (4) UU No 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang telah menimbulkan polemik pada masyarakat, terlebih dengan adanya kasus Telkomsel dan pembangunan apartemen yang terhenti (contohnya Apartemen Kemanggisan Residence di Jakarta), semua karena putusan pailit. Hakim menerapkan secara normatif bunyi pasal – pasal tersebut. Permasalahannya adalah dengan penerapan secara normatif ketentuan Kepailitan ini, ternyata menimbulkan keresahan dan kerugian besar bagi masyarakat dan melanggar azas keadilan, sehingga muncul keberatan – keberatan. Menghindari kerugian besar masyarakat, maka perlu para hakim dan kurator untuk menerapkan hukum yang responsif, dengan mengedepankan hati nurani sehingga dapat mencapai keadilan substantif. Kata kunci: Bonus Demografi, Hukum Kepailitan,Progresif.
STRATEGI AKULTURASI ETNIS JAWA DAN CINA KETURUNAN DI SEMARANG DALAM MENCIPTAKAN INTEGRASI MULTIKULTURAL Santoso, Budi; Lewa, Andi Hallang
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.538 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang strategi akulturasi etnis Jawa dan Cina Keturunan di Semarang dalam Menciptakan Integrasi Multikultural. Data diambil dari hasil wawancara terhadap responden yang berasal dari etnis Jawa dan Cina. Lokasi penelitian dilakukan di wilayah Johar karena merupakan tempat paling sering terjadinya interaksi etnis Jawa dan Cina. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sebagai ancangan analisis data digunakan ancangn etnografis. Hasilnya menunjukkan bahwa hubungan antara etnis Jawa dan Cina di Semarang cukup baik. Kedua etnis tersebut sama-sama menunjukkan sikap menghormati dan menghargai budaya etnis lain. Meskipun demikian, masih terdapat pandangan miring dari masing-masing etnis terhadap etnis yang lain. Kata Kunci: Akulturasi, Etnis Jawa, Cina Keturunan, Integrasi, Multikultural
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA RGB MENGGUNAKAN ALGORITMA ARNOLD’S CAT MAP Rachmawanto, Eko Hari; Irawan, Candra
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1294.261 KB)

Abstract

Kriptografi merupakan proses untuk mengamankan data dari penyadapan atau dari para hacking. Nama lain dari mengamankan data dalam ilmu computer yaitu enkripsi. Citra merupakan gambaran atau imitasi suatu objek. Proses Enkripsi Citra memiliki berbagai macam algoritma salah satunya algoritma Arnold’s Cat Map (ACM). Algoritma ACM merupakan salah satu algoritma yang dapat digunakan untuk mengenkripsi citra RGB. Proses enkripsi citra dengan menggunakan algoritma Arnold’s Cat Map pada prinsip mengubah pola pixel yang ada pada citra, menjadi pola lain sesuai dengan kunci dan iterasi yang sudah dimasukkan. Pada proses enkripsi diperlukan tingkat keakurasian untuk menunjukkan kerataan citra setelah di proses, hasil entropy berkisar 6.9262 - 7.9272 Dan memiliki range untuk mengukur kemiripan gambar sebelum dienkripsi dan citra setelah didekripsi (PSNR) dan hasil PSNR memiliki range 32.587 - 108.079
IMPLEMENTASI SHA512 PADA APLIKASI KRIPTOGRAFI FILE Sinaga, Daurat; Jatmoko, Cahaya
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.171 KB)

Abstract

Permasalahan ini muncul bermula dari tindakan kriminal seperti halnya mencuri data atau files rahasia/penting (hacker) yang ada di desktop tanpa sepengetahuan pemilik data tersebut kemudian membuka data tersebut dan menyebarluaskan ke pihak yang tidak memiliki hak atas data atau files tersebut. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengamankan data dari serangan hacker atau pihak yang tidak bertanggung jawab dan tidak mempunyai hak membuka dan menyebarluaskan dalam data atau files rahasia/penting tersebut. Dengan proses mengubah file kedalam format .enc, proses seperti ini dapat dinamakan sebagai mengenkripsi file agar data kita aman dari serangan hacker dengan menggunakan algoritma SHA-512 Hashing pada kriptografi dengan tools yang digunakan yaitu NetBeans IDE 8.0.2 serta menggunakan bahasa pemograman Java yang berbasis desktop ini. File yang diinputkan ke dalam aplikasi, lalu setelah itu user memasukan kunci yang dienkripsi dengan algoritma SHA-512 untuk mengamankan isi file yang akan diamankan. Data yang telah berhasil dienkripsi tidak mengurangi ukuran data dari file tersebut begitupun juga dengan setalah didekripsi
REKOGNISI WAYANG KULIT MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN Susanto, Ajib; Mulyanto, Ibnu Utomo
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.247 KB)

Abstract

Pengenalan objek menggunakan teknologi pengolahan citra masih kurang dikembangkan terutama pada objek yang mempunyai bentuk dan lekuk berliku dan tidak tampak reliefnya. Terdapat berbagai objek yang sulit untuk di deteksi misalnya pada bentuk wayang. Wayang merupakan objek dengan tepi citra yang tipis sehingga perlu dilakukan enhancement baik dalam model preprosesing maupun pengolahan dengan algoritma tertentu untuk menentukan jenis wayang. Terdapat berbagai jenis wayang yang telah dikenal oleh masyarakat. Wayang sebagai seni budaya mempunyai ukuran dan bentuk serta penggambaran cerita yang berbeda misalnya pada wayang golek, wayang kulit dan lainnya. Dalam penelitian ini, akan digunakan jenis wayang kulit dengan berbagai actor wayang seperti arjuna, srikandi, gatotkaca dan hanoman. Pada bagian ini kami akan memperkenalkan masalah Klasifikasi Gambar, yang merupakan tugas untuk menetapkan satu gambar masukan satu label dari kelompok kategori tetap. Model klasifikasi semacam ini menjadi salah satu masalah, salah satu penyelesaiannya adalah menggunakan model deteksi objek, deteksi tepi berbasis segementasi sehingga gambar wayang dapat direduksi dan diklasifikasi. Algoritma untuk operasi lanjut menggunakan sistem Jaringan Syaraf Tiruan (JST) yang dikenal mampu melakukan deteksi dengan baik. Pada makalah ini, telah digunakan lebih dari 120 gambar wayang berbeda sebagai objek klasifikasi. Hasil implementasi membuktikan bahwa dari 100 percobaan yang dilakukan, dihasilkan akurasi 96%.
WOMEN’S VOICES IN MAYA ANGELOU’S SELECTED POEMS Yulistiyanti, Yulistiyanti
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.513 KB)

Abstract

This study reveals tone of the two Maya Angelou’s poems. They are entitled Phenomenal Woman and Equality. Revealing tone needs to find out the speakers of the poems. They also convey message for the readers, so that it finds the voice of the poems. This study includes in a qualitative research that does not discuss numerical data. It describes findings of the data used. Conducting this study, the researchers did some procedures; reading the two poems as the data, identifying poems’ elements including the speaker, analyzing the tone and the message, and interpreting the data. It applies poetry theory that focuses on the intrinsic elements; tone, speaker, image, and figure of speech. From the procedures conducted, the two poems have different tone, but over all they tend to convey positive tone. Phenomenal Woman brings self-confidence tone of a woman. It has message for people, especially women, not to be embarrassed to what they have. They need care to be respected by others. Then, the second poem, Equality shows dissatisfaction and anger of a woman who experienced inequality in the society. Both poems are conveyed by women as the speakers. Keywords: poem, tone, speaker, image, Maya Angelou, Phenomenal Woman, Equality

Page 70 of 123 | Total Record : 1228