cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abied76@gmail.com
Editorial Address
Street Pramuka 156. Po. Box. 116 Ponorogo 63471, East Jawa, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : 10.21154/muslimheritage
Core Subject : Humanities, Art,
Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas, is a double-blind peer-reviewed academic journal published by the Postgraduate of State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes Islamic education, Islamic law, and Islamic economic. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of education, law,and economic.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Pengaruh Guru Profesional dan Iklim Sekolah Terhadap Mutu Pembelajaran SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo Philip Fatma Dewi
Muslim Heritage Vol 2, No 2 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.193 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i2.1116

Abstract

Abstract: This research aims to determine (1) the effect of professional teacher on the quality of learning, (2) the effect of school climate on the quality of learning, (3) the effect of teacher professional and school climate on the quality of learning. This research employed quantitative approach and the research design was Expost_Facto. The results of this study indicate: (1) There is a positive and significant effect of professional teachers on the quality of learning as it is proved by ttest 15.368> ttable 1.98 with the coefficient of determination 0.7. (2) There is a positive and significant effect of school climate on the quality of learning which is shown by ttest 22,745> ttable 1,98 with coefficient of determination 0,837. (3) There is a positive and significant effect of  teacher professional and school climate on the quality of learning shown by Ftest 257,963> Ftable 3,09 with contribution effectiveness equal to 83,8%. It can concluded that professional teachers and school climate significantly influence the quality of learning. Therefore, it is suggested that teachers should keep on improving their professionalism through sustainable professional development activities. Then, schools and stakeholders should establish a good school climate through the establishing and good school culture. Furthermore, the government should improve the continuous professional development activities for teachers. As for other researchers should conduct further research to reveal other factors that affect the less maximum quality of learning.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh guru profesional terhadap mutu pembelajaran, pengaruh iklim sekolah terhadap mutu pembelajaran, dan pengaruh secara bersama-sama antara guru profesional dan iklim sekolah terhadap mutu pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan rancangan penelitian Expost_Facto. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan guru profesional terhadap mutu pembelajaran yang ditunjukkan dengan thitung 15,368 > ttabel 1,98 dengan koefisien determinasi 0,7, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan iklim sekolah terhadap mutu pembelajaran yang ditunjukkan dengan thitung 22,745 > ttabel 1,98 dengan koefisien determinasi 0,837, dan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama antara guru professional dan iklim sekolah terhadap mutu pembelajaran yang ditunjukkan dengan Fhitung 257,963 > Ftabel 3,09 dengan sumbangan efektifitas sebesar 83,8%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru profesional dan iklim sekolah mempunyai pengaruh terhadap mutu pembelajaran. Oleh karena itu disarankan kepada para guru hendaknya terus berusaha meningkatkan keprofesionalannya melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Bagi sekolah hendaknya membangun iklim sekolah yang baik melalui penanaman dan pembiasaan budaya sekolah yang baik oleh seluruh stakeholder sekolah. Bagi pemerintah hendaknya meningkatkan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru. Sedangkan bagi peneliti lain hendaknya melakukan penelitian lebih lanjut guna mengungkap faktor-faktor lain yang mempengaruhi dan menyebabkan kurang maksimalnya mutu pembelajaran.
Implikasi Pariwisata Syariah Terhadap Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat Fitratun Ramadhany; Ahmad Ajib Ridlwan
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.094 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1303

Abstract

Abstract: Tourism is one of the sectors that contribute in improving the economy of a country. Currently, tourism is becoming a trend of sharia tourism in which its operation in accordance with Islamic sharia. The existence of a new sector of sharia tourism is expected to have an impact on the increase in income and welfare of the community. The level of people's welfare is measured by how much income levels are earned. This study aims to determine the impact of the existence of Islamic tourism to increase income and welfare of society in Lombok by using qualitative research methods. From the results of research conducted in the Department of Tourism and tourist sites by using three techniques of data collection that is observation, interviews, and documentation can be concluded that overall Islamic tourism has a positive impact on the increase of income society and affect the welfare of the community it self.Abstrak: Pariwisata merupakan salah satu sektor yang berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian suatu negara. Saat ini pariwisata yang tengah menjadi tren yaitu pariwisata syariah yang mana pengoperasiannya sesuai dengan syariah islam. Adanya sektor baru yaitu pariwisata syariah diharapkan akan berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Tingkat kesejahteraan masyarakat diukur dari seberapa besar tingkat pendapatan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi dari adanya pariwisata syariah terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Lombok dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Dinas Pariwisata dan lokasi wisata dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pariwisata syariah memiliki implikasi yang positif terhadap meningkatnya pendapatan masyarakat dan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
POTENSI RIBA DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (LKS) DI KABUPATEN PONOROGO Ahmad Wafa
Muslim Heritage Vol 4, No 1 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.401 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i1.1607

Abstract

Nowadays, in almost every transaction, it is almost impossible to avoid usury, as well as transactions in sharia financial institutions themselves. In theory it might have been very perfect and avoided usury, but in its implementation it had not been completely free from usury. Usury has plagued and penetrated almost all the joints of the Indonesian economy. This article tries to dig deeper and find small potentials that can be missed a little more. The conclusions of this study are: First, the legal contract (contract) that is used is still found in the potential to fall into usury or it can be called the back door of usury. Second, the implementation of sharia products sometimes forgets the crucial things the basic principle of the contract itself, for example the determination of margins based on the financing principal provided, not based on the buying and selling object in the murābaḥah contract. Determination of the capital principal value of 70% of the selling price of the collateral provided by the Customer and is definitely profitable. Third, the application of the LKS financing contract in Ponorogo which is not yet 100% has a direct impact on the Customer, namely a very large margin of 49.39% and the potential for usury by 19.39% of the principal capital issued by the bank on murābaḥah financing. Disbursement of muḍārabah funds is not 100% given by the Customer as capital manager and profit determination at the beginning of the contract without seeing the customer profit or loss. Dewasa ini dalam setiap transaksi hampir dapat dikatakan mustahil untuk terhindar dari riba, begitupun transaksi-transaksi dalam lembaga keuangan  syariah sendiri. Secara teori mungkin telah sangat sempurna dan terhindar dari riba, namun dalam pelaksanaannya belum sepenuhnya terbebas dari riba. Riba telah menjangkiti dan merasuki hampir seluruh sendi-sendi perekonomian Indonesia. Artikel ini berusaha menggali lebih dalam dan menemukan potensi-potensi kecil yang sedikit banyak bisa terlewatkan. Kesimpulan dari kajian ini yaitu: Pertama, Legal kontrak (akad) yang digunakan masih ditemui potensi-potensi jatuh kepada riba atau bisa disebut pintu belakang dari riba. Kedua, Pelaksanaan produk syariah ini terkadang melupakan hal-hal krusial prinsip dasar dari akad itu sendiri misalnya penetapan margin berdasarkan pokok pembiayaan yang diberikan, bukan berdasarkan obyek jual beli pada akad murābaḥah. Penetapan nilai pokok modal 70 % dari harga jual agunan yang diberikan Nasabah dan pasti untung. Ketiga, Penerapan akad pembiayaan LKS di Ponorogo yang belum sesuai 100% berdampak langsung terhadap Nasabah yaitu margin yang sangat besar 49,39% dan berpotensi riba sebesar 19,39% dari modal pokok yang dikeluarkan oleh bank pada pembiayaan murābaḥah. Pencairan dana muḍārabah tidak 100% diberikan Nasabah sebagai pengelola modal dan penetapan keuntungan di awal akad tanpa melihat nasabah untung atau rugi.
Ganti Rugi Perspektif Fiqh Ekonomi Iza Hanifuddin
Muslim Heritage Vol 5, No 1 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.562 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i1.1959

Abstract

Dalam usaha ekonomi, antisipasi terhadap resiko selalu dilakukan oleh lembaga dan pengelolanya demi memastikan keuntungan selalu ada dalam kontrol. Salah satu antisipasi resiko adalah diterapkannya sanksi denda dalam wujud ganti rugi pada setiap ketidakpastian. Dalam perspektif hukum ekonomi, kajian tentang ganti rugi relatif cukup banyak yang menopanginya, tetapi tidak demikian dalam perspektif fiqh ekonomi. Tulisan ini mencoba menawarkan konsep ganti rugi yang digali dari berbagai referensi berbasis kitab klasik dan kontemporer untuk bisa dijadikan alternatif penerapan, khususnya ganti rugi pada praktik kelembagan ekonomi dan keuangan syariah. Metode pengkajian dalam tulisan ini menggunakan pendekatan library, yaitu menggali berbagai sumber, khususnya kitab klasik (kuning) untuk dirasionalisasi ide dan gagasan yang ada di dalamnya tentang berbagai tema yang disusun dalam suatu konsep utuh tentang ganti rugi. Berdasarkan temuannya, didapati bahwa ganti rugi bisa dalam narasi ta‘wîd, gharâmah, dan dimân.
Komponen Kebutuhan Hidup Dalam Regulasi Upah Minimum Perspektif Maqasid Al-Shariah Adin Fadilah
Muslim Heritage Vol 1, No 1 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.15 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i1.380

Abstract

Abstract: The provisions of minimum wage in Indonesia have been changing four times in the last few decades in line with the changes in the components of life needs referred. In fact, there are many life needs that previously were considered as trivial but they have now become important and should be referred to in setting the minimum wage. In Islam there are five sectors of human needs as established in the discourse of maqasid al-sharī'ah. Each sector is ranked into three levels, namely ḍarūrīyah, ḥajīyah, and taḥsīnīyah. This study examines how the components of life needs have been referred by the regulation of the minimum wage from the viewpoint of maqasid al-sharī'ah. This study came to the conclusion that the development of life needs used as guidelines in determining minimum wage levels has met the demands of life needs as intended by maqasid al-sharī’ah. Most of the components of decent living (KHL) occupy levels of ḍarūrīyah and ḥajīyah, and very few are classified as taḥsīnīyah. The enhancement of quantity and quality of the components proven the attention to the level of life needs sequentially from ḍarūrīyah level, the ḥajīyah, then the taḥsīnīyah level. These changes indicate the change of law in accordance with the demands of the circumstances.Abstrak: Komponen kebutuhan hidup yang dijadikan acuan dalam penetapan upah minimum  di Indonesia telah mengalami perubahan sebanyak 4 kali. Perubahan ini terjadi karena menyesuaikan perkembangan kebutuhan dahulu dianggap sepele namun kini menjadi penting. Dalam Islam ada 5 unsur pokok kebutuhan manusia yang harus dipenuhi atau yang dikenal dengan istilah maqasid al-sharī’ah. Kelima unsur pokok maqasid al-sharī’ah ini terbagi mejadi 3 kategori yakni ḍarūrīyah, ḥajīyah, dan taḥsīnīyah. Penelitian ini mengkaji bagaimana komponen kebutuhan hidup dalam regulasi upah minimum perspektif maqasid al-sharī’ah. Penelitian ini memberi kesimpulan bahwa perkembangan kebutuhan hidup yang dijadikan pedoman dalam penentuan upah minimum telah memperhatikan tingkatan kebutuhan hidup. Sebagian besar komponen KHL ada pada wilayah ḍarūrīyah dan ḥajīyah, sedikit sekali yang tergolong taḥsīnīyah. Penambahan kuota komponen serta peningkatan kualitas komponen menjadi bukti bahwa adanya perhatian terhadap tingkatan kebutuhan dimulai dari yang ḍarūrīyah dulu baru kemudian yang ḥajīyah baru disusul yang taḥsīnīyah. Perubahan ini menunjukkan adanya perubahan hukum sesuai dengan perkembangan situasi.
Manajemen Konflik Di Tengah Dinamika Pondok Pesantren Dan Madrasah Bashori Bashori
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.262 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.604

Abstract

Abstract: In the dynamics of Islamic education institutions, certainly there will be any turmoil or conflict, either conflict between individual or conflict between groups. Recognized or not, the Islamic educational institutions, particularly pondok pesantren and madrasah, have the possibility of conflict is quite high compared with other educational institutions. From that assumption, this article aims to analyze the role of conflict management in resolving conflicts in the scope of Islamic educational institutions. Based on the study of theory, it can be concluded that the conflict management to be very central in developing the conflicts that exist in educational institutions Islamic school as a way to develop Islamic educational institutions for the better. In addition, because it has become a necessity that the conflict can not be avoided, then controlling the conflict becomes imperative in order to achieve objectives in Islamic educational institutions Abstrak: Dalam dinamika lembaga pendidikan Islam, pasti munsul gejolak atau konflik, baik konflik secara individu maupun konflik secara kelompok. Diakui atau tidak, lembaga pendidikan Islam khususnya pondok pesantren dan madrasah, memiliki kemungkinan konflik yang cukup tinggi dibandingkan dengan lembaga pendidikan yang lain. Dari asumsi itulah tulisan ini bertujuan menganalisis peranan manajemen konflik dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di lingkup lembaga pendidikan Islam. Berdasarkan kajian teori, dapat disimpulkan bahwa manajemen konflik menjadi sangat sentral dalam mengembangkan konflik yang ada di lembaga pendidikan pondok pesantren dan madrasah sebagai cara dalam mengembangkan lembaga pendidikan Islam menjadi lebih baik. Selain itu, karena sudah menjadi keniscayaan bahwa konflik tidak dapat dihindari, maka mengendalikan konflik menjadi keharusan demi mencapai tujuan dalam lembaga pendidikan Islam.
Implementasi Teori Kreativitas Graham Wallas Dalam Sekolah Kepenulisan di Pesantren Mahasiswa Hasyim Asy’ari Cabeyan Yogyakarta Rusdi Rusdi
Muslim Heritage Vol 2, No 2 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.904 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i2.1111

Abstract

Abstract: Man is a creature who is blessed with creative potential in him. That potenty can provide benefits for human life that can be developed properly and maximally. This paper will discuss about human creativity and the ways that can be done to develop it. Many theories put forward by the figures about the notion of creativity and the process in stimulating and developing creativity itself. One of them is the theory of Graham Wallas which says that the process of creativity in human beings occurs through four stages that include the stage of preparation, incubation, illumination and verification. Through these four stages human beings are expected to develop their creative potential well. The four stages of this creativity process are applied in the writing school at Hasyim Asy'ari College Student Boarding School Cabeyan Yogyakarta.Abstrak: Manusia adalah makhluk yang dikaruniai potensi kreatif dalam dirinya. Potensi itu dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia selama keberadaannya mampu dikembangkan dengan baik dan maksimal. Kajian ini akan membahas tentang kreativitas manusia dan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkannya. Banyak teori yang dikemukakan oleh para tokoh tentang pengertian kreativitas dan proses dalam merangsang serta mengembangkan kreativitas itu sendiri. Salah satunya adalah teori Graham Wallas yang mengatakan bahwa proses kreativitas pada diri manusia terjadi melalui empat tahap yang meliputi tahap preparasi, inkubasi, iluminasi dan verifikasi. Melalui keempat tahap inilah manusia diharapkan dapat mengembangkan potensi kreativitasnya dengan baik. Keempat tahap proses kreativitas inilah yang diterapkan dalam sekolah kepenulisan di Pesantren Mahasiswa Hasyim Asy’ari Cabeyan Yogyakarta
Pengelolaan Dana Zakat Produktif Untuk Pemberdayaan Mustahik Pada LAZISNU Ponorogo Ansori, Teguh
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.984 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1274

Abstract

Abstract: This study aims to determine the management of productive zakat funds for the empowerment of mustahik in LAZISNU Ponorogo. The management of zakat funds should be supported by the role of professional amil, therefore the community can take the advantage on its impact of social-economic side. Potential zakat funds for the purpose of the community empowerment is reducing poverty. This qualitative descriptive research is intended to explain the distribution system of productive zakat funds in LAZISNU Ponorogo. The result showed that there are two forms of zakat funds distribution, namely consumptive and productive distribution. The first form of zakat distribution can be defined as providing zakat funds to mustahik without its empowerment. While the productive zakat distribution   is the provision of zakat funds to mustahik and its empowerment. It can be done through several activities, namely, the provision of venture capital as well as the budget for education and training. Finally, it can be concluded that accurate data collection can be carried out by submitting proposal by candidates of mustahik to LAZISNU then they are identified by amil. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji pengelolaan dana zakat produktif untuk pemberdayaan mustahik pada LAZISNU Ponorogo. Pengelolaan dana zakat harus didukung dengan peranan amil yang profesional agar dampak zakat secara sosial ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat. Dana zakat yang potensial dalam pemberdayaan masyarakat utamanya adalah dalam pengentasan kemiskinan. Sehingga distribusi dana zakat yang telah terkumpul tidak sembarangan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk memdeskripsikan sistem distribusi dana zakat produktif di LAZISNU Ponorogo. Dalam hal distribusi dana zakat ada dua kriteria, yakni konsumtif dan produktif. Distribusi zakat konsumtif adalah memberikan dana zakat kepada mustahik tanpa di ikuti pemberdayaan mutahik. Sementara distribusi zakat produktif adalah pemberian dana zakat kepada mustahik yang diikuti dengan pemberdayaan. Sifat pemberdayaan yang dilakukan bisa untuk pemberian modal usaha, juga bia dalam bentuk ketrampilan yang diwujudkan biaya pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini berkesimpulan pendataan yang akurat dengan cara pengajuan proposal oleh calon mustahik kepada LAZISNU dan identifikasi mustahik oleh amil.
URGENSI SCIENTIFICS APPROACH DALAM PEMBELAJARAN TINGKAT DASAR (MI/SD) BERDASARKAN KURIKULUM 2013 Sulhan Alfinnas
Muslim Heritage Vol 3, No 2 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i2.1489

Abstract

Abstract: The curriculum is a metaconcept that is used to civilize humans with learning from various levels, especially in Elementary level (MI / SD). This paper aims to examine the urgency of Scientifics Approach in Basic Level Learning (MI/SD) based on the 2013 Curriculum. Due to the demand of society and the challenges of information and technology the curriculum is required to be developed by considering the fundamental aspects of the goals to be achieved in education. 2013 Curriculum tried to align the development of soft and hard skills. A distinctive feature of the curriculum is that learning is packaged in a scientific approach consisting of several activities, namely observation, questioning, enrichment, association and communication. This learning model provides a great opportunity to form the quality of human resources in Indonesia.Abstrak: Kurikulum adalah meta konsep yang digunakana untuk memanusiakan manusia dengan pemberlajaran dari berbagai tingkatan terutama di MI/SD. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah Urgensi Scientifics Approach Dalam Pembelajaran Tingkat Dasar (Mi/Sd) Berdasarkan  Kurikulum 2013. Untuk menyesuaikan perkembangan zaman dan tantangan teknologi dan informasi, kurikulum dituntut untuk selalu dikembangkan dengan memeperhatikan aspek mendasar berupa tujuan yang ingin dicapai dalam pedidikan. Kuriulum 2013 mencoba menyelaraskan pengembangan soft skill dan hard skill secara proporsional. Hal yang menarik dan menjadi keunikan dalam kurikulum adalah pembelajaran dikemas dengan pendekatan scientific approach yang teridiri dari kegiatan obeservasi, menanya, pengayaan, asosiasi dan komunikasi. Model pembelajaran ini memberikan peluang besar untuk membentuk indonesia berkulitas dengan SDM yang kreatif dan berkarakter.
TINJAUAN IDENTITAS NASIONAL DAN IDENTITAS KESUKUAN PADA MAHASISWA PGSD UAD YOGYAKARTA (STUDI KASUS MAHASISWA LUAR JAWA DI PGSD UAD) Hidayah, Yayuk; Retnasari, Lisa
Muslim Heritage Vol 4, No 2 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.212 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i2.1588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa kuat kesadaran identitas nasional dan identitas kesukuan guna merumuskan pemikiran yang tepat untuk mengatasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan konflik etnis. Metode penelitian yang dilakukan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam dengan mahasiswa PGSD yang berasal dari luar Jawa. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data induktif dari Miles dan Huberman . Hasil penelitian menunjukan bahwa identitas kesukuan yang mereka memiliki relatif tinggi. Kesadaran identitas nasionalisme secara umum tumbuh melalui pendidikan Kewarganegaraan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penguatan identiasa nasional dan kesukuaan mahasiswa PGSD UAD antara lain tokoh, ikatan kekerabatan dan sejarah.  

Page 2 of 22 | Total Record : 211