cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abied76@gmail.com
Editorial Address
Street Pramuka 156. Po. Box. 116 Ponorogo 63471, East Jawa, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : 10.21154/muslimheritage
Core Subject : Humanities, Art,
Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas, is a double-blind peer-reviewed academic journal published by the Postgraduate of State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes Islamic education, Islamic law, and Islamic economic. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of education, law,and economic.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Analisis Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Palaan (Kabupaten Malang) sebagai Implikasi dari Pt Greenfield Indonesia dalam Perspektif Maqashid Syariah Ika Rinawati
Muslim Heritage Vol 5, No 1 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.991 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i1.1867

Abstract

PT Greenfields Indonesia telah meraih kesuksesannya yang dibuktikan dengan pemasaran susu greenfields yang tidak hanya didalam negeri tetapi juga keluar negeri. Greenfield diharapkan mampu menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat Palaan (warga sekitar pabrik susu Greenfields) sehingga kehidupan warga Palaan semakin sejahtera. Kesejahteraan masyarakat ini perlu dilihat dari perspektif Islam yaitu dengan konsep “Maqashid Syariah” dengan memelihara kelima unsur pokok (kulliyat al khamsah) dalam maqashid syariah, yaitu hifdz din (menjaga agama), hifdz nafs (menjaga jiwa), hifdz aql (menjaga akal), hifdz nasl (menjaga keturunan) dan hifdz mall (menjaga harta).Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat palaan yang bekerja sebagai pegawai di Greenfield dan pegawai Bumdes Palaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Palaan belum mencapai kesejahteraan maslahah secara maksimal, yang dibuktikan dengan tidak terjawabnya semua indicator peneliti yaitu penjagaan kelima unsur Maqashid Syariah (Kulliyat Al Khamsah) yakni hifdz din, hifdz nafs, hifdz aql, hifdz nasl dan hifdz mall. Sedangkan kurangnya pencapaian kesejahteraan maslahah disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah usia yang masih sangat muda, tidak ada nya pekerjaan sampingan yang membantu mencukupi kebutuhan dan latar belakang pendidikan bukan dari pendidikan yang berbasis agama.
Tradisi Persenan Bagi Pedagang Pracangan di Pasar Legi Songgolangit Ponorogo Dalam Perspektif Filantropi Islam Anang Wahyu Eko Setyanto
Muslim Heritage Vol 1, No 1 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.96 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i1.381

Abstract

Abstract: According to economic theory, satisfaction in consuming something effects on the utility. The higher the satisfaction, the higher the utility. Conversely, the lower the satisfaction, then the lower the utility. Such opportunity is commonly used by some traders to make profit, as practiced by pracangan traders (staple goods retailers) of the Songgolangit Market, Ponorogo. They promote or advertise goods or services by promising gifts called persenan (tip) to customers. This study examines the tradition of persenan among pracangan traders of Songgolangit Market Ponorogo in the perspective of Islamic philanthropy. The results of this study indicate that; 1) pracangan traders of Songgolangit Market Ponorogo interpret the persenan as religious charities, i.e., as an expression of gratitude to customers and as a means to strengthen the friendship, 2) persenan in the concept of Islamic philanthropy is a grant which has religious significance and as an effort to maintain customer loyalty in order to increase the sales turnover.Abstrak: Di dalam teori ekonomi kepuasan seseorang dalam mengkonsumsi suatu barang dinamakan utility atau nilai guna. Kalau kepuasan semakin tinggi, semakin tinggi pula nilai gunanya. Sebaliknya, bila kepuasan semakin rendah, maka semakin rendah pula nilai gunanya. Celah ini dimanfaatkan oleh sebagian pelaku usaha untuk meraup untung. Salah satunya mempromosikan atau mengiklankan barang atau jasa dengan menjajikan berbagai macam hadiah. Salah satunya seperti pedagang pracangan yang berada di Pasar Legi Songgolangit Ponorogo. Pedagang pracangan melakukan praktek pemberian hadiah kepada pelanggan yang sering disebut dengan pemberian persenan. Penelitian ini menelaah tentang Tradisi Persenan Bagi Pedagang Pracangan Di Pasar Legi Songgolangit Ponorogo Dalam perspektif Filantropi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Praktik pemberian persenan menurut pedagang pracangan di Pasar Songgolangit Kabupaten Ponorogo memaknai sebagai amal ibadah, dan tradisi yang sudah berjalan yang harus di ikuti, sebagai tanda terimakasih, sebagai alat untuk mempererat silaturahmi, 2) Tradisi persenan yang dilakukan oleh para pedagang pracangan dalam konsep filantropi Islam adalah lebih condong kepada pemberian hibah. selain mempunyai nilai ibadah juga menjadi sarana promosi bagi pedagang pracangan yang bisa menambah loyalitas pembeli dan berkembangnya penjualan produk.
Model Manajemen Pendidikan Karakter Religius Di SDIT Qurrota A’yun Ponorogo Khusnul Khotimah
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.214 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.605

Abstract

Abstract: The function of religious character for children is to build awareness about their relationship with God and creator. In the context of a school curriculum, the religious character education is required to deliver learners become faithful and devoted, have good morals, and discipline in accordance with existing regulations, courtesy of the teachers and parents, as well as care for the environment. Therefore, this article will discuss the Religious Character Education Management Model in Integrated Islamic Primary Schools (SDIT) Qurrota A'yun. SDIT Qurrota A'yun Ponorogo is one of the schools with a religious character education through habituation to the students' everyday activities and religious worship. Based on the analysis of the study, concluded that: 1) The values of the religious character developed in SDIT Qurrota A'yun includes a number of Islamic values. 2) Planning a religious character education in SDIT Qurrota A'yun through the structuring vision and mission, curriculum and lesson plans, and the Draft Cultural Religious School. 3) Implementation of a religious character education in SDIT Qurrota A'yun through Teaching and Learning Activities (KBM), the implementation of a school culture with the exemplary method and habituation, and within self development activities. 4) Evaluation of the religious character education in SDIT Qurrota A'yun performed using instruments of observation / observation class teacher, the book link provided by the school as a means of control student activities outside of school, and student journal.Abstrak: Karakter religius berfungsi untuk membangun kesadaran anak tentang adanya Tuhan  dan  hubungannya  dengan  pencipta. Dalam konteks kurikulum  sekolahan, pendidikan karakter religius diperlukan untuk menghantarkan peserta  didik  menjadi  insan yang beriman  dan  bertaqwa,  berakhlak  mulia,  tertib  dan  disiplin  sesuai  dengan peraturan yang ada, sopan santun  terhadap guru dan orang tua, serta peduli terhadap lingkungannya. Oleh karena itu, Artikel ini akan membahas Model Manajemen Pendidikan Karakter Religius Di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Qurrota A’yun. SDIT Qurrota A’yun Ponorogo merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pendidikan karakter religius melalui pembiasaan keseharian siswa dengan aktifitas-aktifitas ibadah dan keagamaan.  Berdasarkan hasil analisis kajian, disimpulkan bahwa: 1) Nilai-nilai karakter religius yang dikembangkan di SDIT Qurrota A’yun mencakup sejumlah nilai agama Islam. 2) Perencanaan pendidikan karakter religius di SDIT Qurrota A’yun melalui penyusunan struktur Visi dan Misi, Kurikulum dan RPP, dan Draf Budaya Religius Sekolah. 3) Pelaksanaan pendidikan karakter religius di SDIT Qurrota A’yun melalui Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), pelaksanaan budaya sekolah dengan metode keteladanan dan pembiasaan, dan memalui kegiatan pengembangan diri. 4) Evaluasi pendidikan karakter religius di SDIT Qurrota A’yun dilakukan dengan menggunakan instrumen observasi/pengamatan wali kelas, buku penghubung yang disediakan sekolah sebagai alat kontrol kegiatan siswa diluar sekolah, dan jurnal siswa.
Urgensi Manajemen Inovasi Berbasis Kewirausahaan Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Wahid Hariyanto
Muslim Heritage Vol 2, No 2 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.192 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i2.1112

Abstract

Abstract: Nowadays, education in Indonesia is still left behind from other countries. Based on several surveys conducted by PISA and the Global School by OECD, Indonesia always in the last rank. This study is intended to describe the forms of innovation, the supporting factors, and the practice of innovation management based entrepreneurship in SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. The design of this research was qualitative. Data were collected through interview, observation and documentation. This study reveals that SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo to employed innovation management based entrepreneurship system, namely innovation based on entrepreneurial values in improving the quality of education. SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo conducted organizational innovation and product innovation, with the nature of duplication and extension innovation. The supporting factors in the construction of innovation by creating an innovator team and innovative climate system handled  by the headmaster. The innovation management based entrepreneurship in SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo has a series of activities, namely Plan: discovering information, Do: deciding innovation, Check: developing product by monitoring, Act: doing production, and entrepreneurial traits characterized by distributing product activity.Abstrak: Dari fakta yang ada pendidikan di Indonesia masih tertinggal dengan Negara-negara lain. Hal ini didasarkan dari beberapa survei yang ada baik PISA ataupun Sekolah Global oleh OECD Indonesia selalu menempati posisi terakhir. Tujuan dari penelitian ini ingin melihat bentuk-bentuk inovasi yang diciptakan, faktor pendukung, serta praktik dari manajemen inovasi yang berbasis kewirausahaan yang ada di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dengan penentuan informan dengan metode purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo untuk meningkatkan mutu pendidikannya menggunakan sistem manajemen inovasi berbasis kewirausahaan, yakni inovasi yang didasarkan pada nilai-nilai kewirausahaan. Inovasi yang dilakukan di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo diantaranya inovasi organisasi dan inovasi produk, dengan sifat inovasi duplikasi dan ekstensi. Faktor pendukung inovasi berupa penciptaan sistem iklim inovatif dan tim inovator oleh kepala sekolah. Manajemen inovasi berbasis kewirausahaan yang ada di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo memiliki alur kegiatan Plan: discovering information, Do: deciding innovation, Check: developing product by monitoring, Act: doing production, serta ciri kewirausahaan ditandai dengan aktivitas distributing product.
Urgensi Sumber Daya Insani Dalam Institusi Perbankan Syariah Yutisa Tricahyani
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.462 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1277

Abstract

Abstract: This article analyzes the concept of human resources in sharia banking financial institutions. Human resources are considered one of important component in sharia banking institutions. Nowadays, the Islamic banks have found difficulty in finding competent and qualified human resources. They recruit human resources from the conventional banking. Descriptive analysis was employed as research design for scrutinizing the importance of human resources in the current sharia banking. The results of this study indicate that the existences of human resources in sharia banking are taken from the employees in conventional banks. Therefore, they less competent in the field of Shariah banking in particular. Human resources development is demanded for improving the quality of human resources itself. It implied that it will create qualified, skillful, competent human resources as well as have the expected work ethic. Due to the existence of Islamic work ethic and culture, it will produce good manners (akhlaqul karimah) in sharia banking institution.Abstrak: Artikel ini menganalisis tentang konsep sumber daya insani di lembaga keuangan perbankan syariah. Sumber daya insani merupakan komponen yang wajib ada dalam institusi perbankan syariah. Selama ini, pihak perbankan syariah mengalami kesulitan dalam mencari sumber daya insani yang berkompeten dan mumpuni. Mereka merekrut sumber daya insani dalam institusi perbankan syariah, justru mengambil  dari sumber daya insani perbankan konvensional. Dalam artikel ini, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Merupakan suatu metode penelitian yang mendeskriptifkan bagaimana urgensi sumber daya insani dalam perbankan syariah saat ini. Dari deskripsi gambaran-gambaran dan masalah perbankan syariah yang ada, kemudian dianalisis dan dideskripsikan berdasarkan fakta-fakta atau kenyataan di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang terjadi selama ini hanyalah perpindahan pegawai dari bank konvensional ke bank syariah. Sehingga yang terjadi adalah kurang kompetennya sumber daya insani tersebut dibidang perbankan syariah secara khusus. Pengembangan sumber daya insani perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu atau kualitas dari sumber daya insani itu sendiri. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya insani yang masih jauh dari kata cukup. Dengan adanya pengembangan sumber daya insani, akan melahirkan insan-insan yang berkualitas, kompeten dan memiliki etos kerja yang diharapkan. Dengan adanya etos kerja islami dan budaya kerja islami,akan menghasilkan insan lembaga perbankan syariah yang berakhlakul karimah.
WAQF AL-IRSÂD: Menyoal Pelaksanaan dan Kedudukan Wakaf Tanah “Béngkok” sebagai Suatu Fenomena Wakaf Negara dalam Kajian Fiqh iza hanifuddin
Muslim Heritage Vol 4, No 1 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.29 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i1.1606

Abstract

AbstractThe village land / béngkok serves as compensation for the salary of the government board through the use of rice field processing. However, not all objects are in the form of rice fields, it can be manifested as a mosque, cemetery, field, and even village punden. In the case of rise fields, they can be distributed in turn among the village apparatus from time to time, while the other objects not distributed in turn, since they have been functioning for a long time based on the customary. Such condition is required to be concern to various groups due to the ambiguous status of bengkok whether they are belong to village or public property. Meanwhile, the utilization of that function has also been valid for quite a long time without any conversion. This paper tries to offer the concept of State Waqf as an alternative solution to solve the ambiguity of this position. The writer utilize the Waqf al-Irsad theory as the State Endowments Fiqh considering the functions and benefits of bengkokas religious matters, namely mosques and village graves in which the state has role as policy maker and technical controllerof land law. Tanah béngkok desa berfungsi sebagai kompensasi gaji aparatur desa melalui jalan pemanfaatan pengolahan sawah. Namun, tidak semua objek béngkok berwujud sawah. Béngkok ada yang diwujudkan sebagai masjid, kuburan, lapangan, bahkan punden desa. Pada sawah, status pemanfaatannya bisa dipergilirkan di antara aparatur desa dari masa ke masa, sedangkan pada objek selain sawah keberlakuannya tidak dipergilirkan, tetapi sudah berfungsi untuk itu sejak lama, sejak desa adat itu sendiri ada dari zaman nenek moyang. Kedudukan seperti itu perlu menjadi perhatian berbagai pihak karena statusnya yang “ngambang” antara milik desa karena statusnya atau milik masyarakat karena adatnya. Kedua-duanya pasti saling memiliki dan memerlukan. Sementara, pemanfaatan untuk fungsi itu pun sudah berlaku dalam kurun yang cukup lama tanpa ada alih fungsi. Tulisan ini mencoba menawarkan konsep Wakaf Negara sebagai solusi alternatif mengurai “kengambangan” kedudukan béngkok ini.  Penulis menggunakan teori Waqf al-Irsâd sebagai Fiqh Wakaf Negara mengingat fungsi dan manfaat béngkok selama ini lebih banyak untuk urusan keagamaan, yaitu masjid dan kuburan desa di mana negara selama ini sebagai pembuat kebijakan dan pengendali teknis keagrariannya.
تطوير الكتاب المدرسي لمادة الإنشاء لطلاب الصف الثامن بمدرسة "الإسلام" المتوسطة الإسلامية جوريسان ملاراك فونوروغو إيكا وحيو سوسياني
Muslim Heritage Vol 4, No 2 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.345 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i2.1806

Abstract

يهدف هذا البحث إلى البيان عن مواصفات الكتاب المدرسي لمادة الإنشاء المقترح لطلاب الصف الثامن بمدرسة "الإسلام" المتوسطة الإسلامية جوريسان ملاراك فونوروغو والبيان عن مدى فعاليته. ويستخدم هذا البحث منهج البحث والتطوير على سبيل مدخل الوصفي الكمي بأسلوب التجربة One Group Pretest-Posttest Design. تكونت عينته من 82 طالب صف الثامن المختارين بطريقة العينة العشوائية الطبقية. وجمعت البيانات بطريقة المقابلة والملاحظة والاستبيان والوثيقة والاختبار ثم حللت بأسلوبين: التحليل الوصفي والتحليل الكمي باستخدام البرنامج SPSS بالرمز Paired Samples t-Test. وتدل النتائج على أن مواصفات الكتاب المدرسي لمادة الإنشاء المقترح هي الكتاب المدرسي الورقي للطالب الذي يتركب من الغلاف الخارجي والغلاف الداخلي والمقدمة ومحتويات الكتاب وتعريف بكتاب الطالب ومعيار الكفاءة والكفاءة الأساسية ومؤشرات التدريس ودليل الطالب وموضوع الدرس وأهداف التدريس والنموذج والمفردات والملاحظة النحوية والتدريبات وكلمة الحكمة والمعجم الصغير وقائمة المراجع والسيرة الذاتية للمؤلفة، وأن تلك الكتاب المدرسي المقترح فعال لترقية كفاءة الإنشاء لدى الطلاب بدرجة الفعالية 0.4869 بتقدير متوسطة
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan Dalam Meningkatkan Daya Saing SDIT Ar Rahmah, Pacitan Arif Nur Cahyo
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.353 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.600

Abstract

Abstract: In this era of globalization, everything tends to be viewed from the perspective of materialistic and komersialistis because of the strong dominance of economic factors. The impact of social life is becoming increasingly competitive. Every individual and oeganisasi racing to do the best to achieve the best. Educational institutions were also forced to be the best by implementing several programs of which the quality management of human resources with the hope of being able to compete with its competitors.  This study aims to describe about human resource management education in SDIT Ar Rahmah, Pacitan. This study produced some findings such (1) Quality planning in SDIT Ar Rahmah always pay attention to Democratic values, analytical involving school and Foundation itself. (2) Recruitment and selection done through the standard procedure to produce reliable and professional human resources (3) Training and development, can be done by a regular basis, periodic and work with various competent parties (4) Compensation system has been implemented in ideal system, it means use a minimum standards (UMR), and additional a variety of subsidy, design for pension funds, as well as the value that is not cashed can be a role model that needs to be replicated as compensation system in other schools.Abstrak: Dalam era globalisasi, segala sesuatu cenderung dilihat dari perspektif materialistis dan komersialistis karena kuatnya dominasi faktor-faktor ekonomi. Dampaknya kehidupan sosial menjadi semakin kompetitif. Setiap individu dan oeganisasi berlomba untuk berbuat yang terbaik untuk mencapai yang terbaik. Lembaga pendidikan juga dipaksa menjadi yang terbaik dengan menerapkan beberapa program di antaranya manajemen mutu sumber daya manusia dengan harapan mampu bersaing dengan kompetitornya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan di SDIT Ar Rahmah. Penelitian ini menghasilkan temuan (1) Perencanaan SDM di SDIT Ar Rahmah senantiasa memperhatikan nilai-nilai demokratis, analitis dengan melibatkan berbagai pihak, baik pihak sekolah maupun yayasan. (2) Rekruitmen dan seleksi dilakukan melalui prosedur yang standar untuk menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan profesional (3) Pelatihan dan pengembangan, dilakukan secara rutin, berkala dan bekerja sama dengan berbagai pihak yang berkompeten (4) Sistem kompensasi sudah menerapkan sistem yang ideal artinya sesuai standar minimal (UMR), dan tambahan berbagai tunjangan, rancangan untuk dana pensiun, serta nilai yang tidak diuangkan dapat menjadi role model yang perlu ditiru sebagai sistem kompensasi di sekolah lain.
Rekontruksi Hukum Waris Islam: Makna Kala>lah David S. Power Niswatul Hidayati
Muslim Heritage Vol 2, No 1 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.997 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i1.1051

Abstract

Abstract: As a scholar who concerns in Islamic Law especially in Islamic inheritance law, David S. Power believes that Islamic inheritance was formed in the midle age era. According to him, Islamic inheritance law recently is very different from what Moslem has at the time of Prophet Muhammad, which is called by him as the beginning-Islamic inheritance law. This article tries to discuss the idea of David S Power about Islamic inheritance law. The first, form of the beginning-Islamic inheritance law consist of testamentair inheritance and ab intestato inheritance as the original form of command of al-Qur'an before these changes into ‘ilm al-fara’id according to David. The second, after he reconstructs by tracing the history from riwayat and by using linguistic to investigate, he finds that the meaning of kalalah that develops recently is diferent from the real meaning especially in reading and understanding the word yuritsu, imra’atan, and yus’i that mentioned in al-Qur'an in Surah an-Nisa, verse 12. This basically changed the meaning of kalalah.    Abstrak: David S.Power sebagai sarjana Barat pengkaji hukum Islam, salah satunya hukum waris Islam, percaya bahwa hukum waris Islam yang dianggap mapan oleh masyarakat Muslim hingga saat ini adalah sesuatu yang baru terbentuk pada abad pertengahan. Hukum waris Islam saat ini jauh berbeda dengan hukum waris yang hidup pada masa Nabi Muhammad SAW, yang ia sebut dengan hukum waris purwa-Islam. Artikel ini mencoba membahas kontruksi gagasan David S.Power mengenai hukum waris Islam, yaitu: pertama, bentuk hukum waris purwa-Islam yang terdiri dari kewarisan testamentair (penunjukan ahli waris/berwasiat) dan kewarisan ab intestato (meninggal dalam keadaan tidak membuat surat wasiat) yang menurut David adalah bentuk asli dari perintah al-Qur’an, sebelum berubah menjadi ‘ilm al- fara>’id  yang mapan. Kedua, rekontruksinya melalui penelusuran riwayat dan dengan alat bantu linguistik, ia menemukan bahwa arti kala>lah yang berkembang hingga detik ini jauh berbeda dari makna aslinya, terutama terhadap pembacaan kata yu>ritsu, imra’atan dan yu>s}i> dalam Q.S an-Nisa ayat 12, yang berakibat pada perubahan secara mendasar makna kala>lah.
KUMANDANG SHOLAWAT DI SEKOLAH KRISTEN: A POLICY ON AN INTER-FAITH DIALOGUE IN A CHRISTIAN SCHOOL Titut Sudiono; Ahmad Madkur
Muslim Heritage Vol 3, No 2 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i2.1483

Abstract

Abstrak: Mempertahankan keselarasan kehidupan antaragama harus dilakukan tanpa batas di semua lembaga di negara ini, termasuk di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kebijakan tentang dialog antar agama dan perannya dalam menjaga hubungan harmonis antara Muslim dan Kristen di sekolah Kristen. Ini adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di SMP Kristen (SMPK) Seputih Raman Lampung Tengah. Kepala sekolah, guru Islam dan non-Muslim, dan siswa Muslim dan non-Muslim terlibat dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa: 1) beberapa program, seperti kunjungan Masjid-Gereja dan sholawat sebagai tanda waktu sholat, terbukti sangat efektif untuk membangun harmoni hubungan Muslim-Kristen. Studi ini menyimpulkan bahwa dialog antar agama dapat ditanamkan secara efektif di lembaga pendidikan. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat menjadi teladan yang baik bagi institusi lain.Abstract: Maintaining the harmony of inter-religious life should be definitely carried out in all institutions in this country including school. This study was aimed at revealing the policy on inter-faith dialogue and its role in maintaining harmonious relationship among the Moslems and Christians in a Christian school. This was a qualitative study with the case study method. The study was conducted in Christian Junior High School of Seputih Raman Lampung Tengah. The principals, Moslem and non-Moslem teachers, and moslem and non-Moslem students were involved in the study. The data were collected by participatory observation and in-depth interviews. The finding of the study revealed that: 1) the leaders at this school has long paid big attention to the policy on inter-faith relationship, 2) the research participants perceived that the brotherhood is not limited by the religion, 3) some programs, such as Mosque-Church visit and salawat as the sign of prayer time, were proven very effective to build the harmony of Moslem-Christian relationship. This study concludes that the inter-faith dialogue could be implanted effectively in educational institution. Furthermore, this policy is expected to be a good role model for other institutions.

Page 4 of 22 | Total Record : 211